
Setelah tubuh jasmani Guru Spiritual Shan Kui dihancurkan, roh primodialnya segera muncul dan Jin Dan langsung menggunakan Penyerapan Jiwa Enam Jalan untuk menyedot roh primodialnya itu ke tangannya. Jin Dan kemudian meremasnya dengan keras dan langsung menghancurkannya.
Mata Huang Zuntian melebar ketika melihat kejadian mengerikan ini. Dia bahkan tidak punya waktu untuk berkedip.
Terlalu cepat!
Jin Dan membunuh Guru Spiritual Shan Kui semudah menginjak semut.
"Ini benar-benar jebakan!" Huang Zuntian segera berbalik dan memilih untuk kabur.
Melihat Huang Zuntian yang akan melarikan diri, Jin Dan segera melesat kearah Huang Zuntian untuk menghentikannya.
"Awan Jungkir Balik!"
Jin Dan langsung tiba didepan Huang Zuntian yang membuatnya telihat seperti sedang berteportasi, Huang Zuntian tidak bisa menahan rasa tercengang dan menatapnya dengan kaget.
Jin Dan lalu mengeluarkan Pedang Qilin dan mengarahkannya ke arahnya.
"Tunggu! Jangan bunuh aku....a-aku bisa membuat Sekte Banteng Merah untuk berhenti menyerang!" Huang Zuntian berkata dengan nada ketakutan saat keringat dingin muncul di dahinya.
Mendengar ini, Jin Dan mengangkat alisnya dan berkata dengan dingin. "Huh! Ada pepatah yang mengatakan kalau kamu harus memotong rumput liar sampai ke akarnya, mengerti?"
Huang Zuntian ini sebenarnya mengaku kalah!
Jin Dan kembali memikirkan perkenalannya di antar muka sistem—Huang Zuntian tidak suka membunuh…
Mungkinkah dia tidak ingin menyerang Sekte Gunung Perak? Karena itu, tindakan Sekte Banteng Merah harus tertunda sampai saat ini?
Huang Zuntian berkata tanpa daya, "Sebenarnya, aku tidak ingin membuat begitu banyak konflik, tetapi aku adalah pemimpin mereka, jadi aku memikul tanggung jawab seluruh sekte, aku tidak berbuat apa-apa terhadap itu karena para penatua itu terus mendesakku."
"Jika aku tidak mengambil inisiatif saat itu, banyak dari murid dari Sekte Gunung Perakmu pasti akan mati. Saat ini, mereka semua masih hidup dan sehat, jadi jangan bunuh aku oke?...."
Itu adalah kebenaran. Zhou Fan dan An Jing masih hidup.
Jin Dan ragu-ragu.
Jika itu benar-benar seperti yang dikatakan Huang Zuntian, maka dia masih bisa mengendalikan Sekte Banteng Merah. Jika dia membunuhnya, seluruh Sekte Banteng Merah pasti akan menjadi gila. Pada saat itu, mereka akan membalas dendam dengan gila-gilaan dan Jin Dan tidak akan bisa memburu mereka di seluruh dunia.
"Selama kamu melepaskanku, aku pasti akan memerintahkan Sekte Banteng Merah untuk berhenti menyerang Sekte Gunung Perak!" Huang Zuntian berkata dengan sungguh-sungguh.
Mendengar ini, mata Jin Dan berkedip beberapa kali.
Huang Zuntian menghela nafas lega. Sepertinya mereka masih bisa bernegosiasi!
Saat ini.....Jin Dan tiba-tiba menyerang, menebas dengan pedangnya!
"Pedang Dewa Hantu Hukuman Surgawi!"
Huang Zuntian terkejut, dia buru-buru mengangkat tangannya untuk memblokir dan energi spiritualnya segera dimobilisasi dengan paksa untuk memblokir pedang qi yang menakutkan tersebut.
Namun, dia masih dipaksa mundur yang menyebabkan segumpal darah tumpah dari mulutnya.
__ADS_1
"Rekan Taois! Kamu ..." Huang Zuntian merasa sangat marah.
[Huang Zuntian mengembangkan kebencian terhadapmu. Kebencian Saat Ini: 2 bintang]
Jin Dan mencibir.
Mungkin Huang Zuntian tidak punya pilihan dalam masalah ini, tetapi bagaimana Jin Dan bisa membiarkannya pergi sehingga dia bisa mencoba mengubah situasi?
Dia bisa membuat Sekte Banteng Merah berhenti menyerang? Jika dia tidak bisa melakukannya sebelumnya, mengapa pula dia bisa melakukannya sekarang?
Lebih baik membunuhnya saja untuk mengintimidasi Sekte Banteng Merah!
Jin Dan lalu mengangkat Pedang Qilin dan mengarahkannya kearah langit.
Energi spiritual Enam Jalan di tubuhnya segera meletus dan membubung tinggi ke langit. Dalam sekejap, cahaya biru muncul di langit seperti lautan yang terlihat sangat mempesona. Bayangan pedang segera muncul dari cahaya biru tersebut dan dengan cepat memadat.
Huang Zuntian membentuk segel tangan dengan kedua tangan. Empat tongkat segera muncul dari kehampaan dan dengan cepat berputar mengelilinginya, dia melihat bayangan pedang di langit dengan panik.
Mantra macam apa ini? Tidak, ini bukan mantra tapi Kekuatan Mistik!
Jin Dan menggunakan Sepuluh Ribu Pedang!
Sepuluh ribu bayangan pedang tergantung tinggi di langit. Seberapa spektakuler itu? Semuanya menunjuk ke arah Huang Zuntian yang menyebabkan seluruh anggota tubuhnya menjadi dingin.
Dia dengan cepat mengaktifkan formasi dan keempat tongkat di sekelilingnya segera menyebar. Energi spiritual meledak dari empat sudut dan membentuk formasi persegi panjang.
Jin Dan mengacungkan pedangnya. Sepuluh ribu bayangan pedang langsung melesat kearah Huang Zuntian dengan kecepatan kilat, Seperti ribuan ikan mas yang sedang menyeberangi sungai, hal ini membuat dunia menjadi gemetaran!
Boom-Boom-Boom-Boom-
Jubah Huang Zuntian berkibar liar, dia mengertakkan gigi dan melawan dengan sekuat tenaga.
"Sungguh teknik yang sangat kuat!" Huang Zuntian sangat gugup dan merasa menyesal.
Jika dia tahu hal seperti ini akan terjadi, dia pasti akan mengikuti instingnya. Dia tidak akan mendengarkan orang-orang bodoh itu dan secara pribadi datang ke Sekte Guunung Perak.
'Aku tahu itu! Sekte Gunung Perak benar-benar membuat jebakan besar hanya untuk membunuhku!' Huang Zuntian mengutuk dalam hatinya
Tidak lama...formasi pertahanannya hancur. Ribuan bayangan pedang yang kejam itu langsung bertabrakan dengan tubuhnya, menyebabkannya beberapa daging ditubuhnya robek dan memuntahkan darah.
'Dia tidak langsung dibunuh! Tampaknya Huang Zuntian ini tidak begitu lemah...' Jin Dan berpikir sedikit terkejut.
Ketika melihat Jin Dan yang sedikit terkejut, Huang Zuntian langsung menggunakan kesempatan terbaik ini untuk melarikan diri dengan cepat, tubuhnya segera berubah menjadi seberkas cahaya dan menghilang tanpa jejak.
'Huh! ingin melarikan diri ya...?' Jin Dan segera menggunakan Awan Jungkir Balik sambil menelusuri auranya.
Dalam sekejap mata, setelah merasakan auranya, Jin Dan segera jungkir balik dan muncul tepat di depan Huang Zuntian.
Huang Zuntian hampir ketakutan setengah mati dan secara naluriah melambaikan tangannya untuk menyerang. dan dalam sekejap pula, Jin Dan mengeluarkan Bel Penghancur Kejahatan untuk menahan serangannya.
Ding!
__ADS_1
Telapak tangan kanan Huang Zuntian menghantam Bel Penghancur Kejahatan, menyebabkannya merasa pusing.
Jin Dan lalu memasukkan sejumlah energi spiritual ke dalam Bel Penghancur Kejahatan yang membuat bel itu berubah menjadi sangat besar, dia lalu melambaikan tangan kanannya dan langsung mengarahkan bel tersebut kearah Huang Zuntian yang membuat Huang Zuntian langsung dibanting dengan keras kebawah.
Bel Penghancur Kejahatan terus membantingnya berulang kali yang membuat tanah disekitarnya menjadi bergetar hebat. Hutan dalam radius beberapa ratus meter langsung diratakan.
Tubuh jasmani Huang Zuntian segera hancur tidak lama kemudian dan segera roh primodialnya muncul dan mulai melarikan diri kembali.
Tapi kecepatannya tidak seberapa dibandingkan dengan kecepatan Jin Dan.
Jin Dan lalu menggunakan Penyerapan Jiwa Enam Jalan dan langsung menyedot roh primdial Huang Zuntian ke telapak tangannya.
Pertempuran berakhir!
Huang Zuntian yang berada di Tingakt 9 Alam Formasi Jiwa ketika menghadapi Jin Dan tidak ada bedanya dengan Mo Fucuho, tidak dapat melawan.
'Bos lain telah dikalahkan olehku! Haish...Aku benar-benar kuat!' Jin Dan tersenyum puas dan segera kembali ke Sekte Gunung Perak.
Lokasi pertempuran sebelumnya telah menarik perhatian para penatua sekte.
Jin Dan lalu menggunakan Teknik Dewa Angin, mengitari mereka dan dengan cepat kembali ke gua tempat tinggalnya.
Ayam Hitam melihatnya kembali dengan cepat bangkit dari tidurnya dan dengan cepat bertanya, "Tuan, bagaimana? Haruskah kita lari? Aku sudah siap!"
Jin Dan memutar matanya dan berkata dengan nada sombong, "Tuanmu ini, tidak akan pernah menyerang tanpa kepercayaan penuh. Jika aku sudah melakukannya, musuh pasti akan mati."
Ayam Hitam tertegun sejenak sebelum perlahan-lahan kembali berbaring.
Jin Dan lalu berjalan kearah ranjang kayunya dan duduk disitu. Dia kemudian mengangkat tangan kanannya dan melepaskan roh primodial Huang Zuntian.
Ketiak roh primodial seseorang terperangkap oleh energi spiritual Enam Jalan, roh primodial itu tidak akan pernah tidak bisa lepas.
Saat melihat Jin Dan kembali, wajah Huang Zuntian segera dipenuhi ketakutan, dialalu memaksakan dirinya untuk bertanya dengan suara gemetar, "S-siapa kamu ...?"
Jin Dan menatapnya dan berkata tanpa ekspresi, "Zhao Zilong dari Gunung Chang."
Ayam Hitam bingung. 'Siapa pula Zhao Zilong ini, bukankah nama tuanku ini Jin Dan?'
"Sekte mana yang bernama Gunung Chang...?" Huang Zuntian juga bingung.
Jin Dan mengabaikan pertanyaannya dan balik bertanya, "Tidak ada Penatua Agung di sektemu, kan?"
Alasan mengapa dia tidak menghancurkan roh primodial Huang Zuntian adalah untuk mendapatkan informasi.
Sekarang, Penyerapan Jiwa Enam Jalannya dapat menyegel roh primodial yang membuat interogasi menjadi lebih mudah.
Huang Zuntian ragu-ragu dan berkata, "Dulu sih ada, tapi dia sudah meninggalkan Xia yang Agung. Sekarang, aku adalah yang terkuat di Sekte Banteng Merah. Tapi itu tidak penting, yang terpenting sekarang apakah kamu bersedia untuk melepaskanku tua...? Jika kamu benar-benar tidak bisa melepaskanku, aku pasti akan meninggalkan Sekte Banteng Merah dan bergabung dengan Sekte Gunung Perak!"
'Untuk bertahan hidup, orang ini rela melepaskan martabatnya. Kepribadian orang ini sangat mirip denganku! Betapa hinanya!'
Jin Dan mendengus. "Mari kita lihat bagaimana kinerjamu."
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, dia kemudian menutup telapak tangan kanannya dan melemparkan roh primodial Huang Zuntian ke kedalaman jiwanya dan memenjarakannya.
"Dengan kepergian Huang Zuntian, Sekte Banteng Merah tidak perlu dikhawatirkan lagi. Aku akhirnya bisa berkultivasi dengan damai!" Jin Dan tersenyum dan terus berkultivasi, dia sekarang sedang bersiap untuk menuju Tingkat 2 Alam Formasi Jiwa.