Abadi

Abadi
Tebas Semuanya!


__ADS_3

~Sekte Gunung Perak, Puncak Utama~


Para penatua dari delapan belas puncak semuanya terluka parah. Mereka semua sedang bermeditasi untuk memulihkan diri, bahkan ada yang berbaring di tanah karena sudah tidak bisa bangun lagi.


Mereka lalu menatap keatas langit yang dimana Di Siman dan Penatua Agung saat ini tengah bertarung dengan Mo Fucuho.


Jubah hitam Mo Fucuho berkibar tertiup angin ketika sebuah gunung hitam raksasa melayang di belakangnya. Gunung hitam raksasa itu memiliki kekuatan hisap kuat yang membuat Di Siman dan Penatua Agung menjadi sangat sulit untuk bergerak. Angin kencang mendatangkan malapetaka di gunung, menyapu pohon yang tak terhitung jumlahnya saat debu bercampur dengan bunga api yang beterbangan.


Di Siman dan Penatua Agung sama-sama terluka. Jubah Taois mereka robek dan rambut mereka acak-acakan. Mereka terlihat sangat menyedihkan.


Meskipun mereka sudah kelelahan, mereka masih harus berjuang.


Mereka tahu bahwa jika mereka dikalahkan, itu benar-benar akan menjadi akhir dari Sekte Gunung Perak.


Saat ini kulit mereka terlihat berwarna keemasan dan otot-otot mereka yang terekspos melalui lubang di jubah mereka sangat berpengaruh secara visual.


Tubuh Emas Konstelasi Surgawi!


Jika bukan karena teknik rahasia ini, mereka pasti sudah lama dikalahkan.


Mo Fucuho menatap mereka dan berkata dengan senyum sinis, “Ayo menyerahlah. Kalian sama sekali bukan tandinganku. Jika kalian berlutut dan memohon belas kasihan, mungkin aku bisa membuat murid-murid kalian menderita lebih sedikit.


"Dendam yang telah berlangsung selama ratusan tahun harus diselesaikan!" Di Siman yang masih memegang tongkat emasnya, meludahkan seteguk darah dan berteriak, "Mo Fucuho! para murid dari Sekte Gunung Perak lebih baik mati daripada tunduk pada jalan iblis!"


Setelah mengatakan itu, Di Siman lalu mengayunkan tongkatnya yang membuat badai api langsung menyapu kearah Mo Fucuho.


Mo Fucuho hanya melambaikan tangannya dengan santai dan gunung hitam di belakangnya langsung menyerap hembusan api tersebut.


Melihat serangan Di Siman yang dengan mudahnya dihilangkan, Penatua Agung tidak bisa tidak mengutuk dan berkata sambil menggertakkan giginya, “Gunung hitam ini adalah magnet hitam bawaan. Gunung ini bisa menyerap dan melarutkan energi spiritual. Iblis ini bahkan tidak perlu mengeluarkan mantra apa pun dan dia akan bisa melelahkan kita sampai mati hanya dengan magnetnya!”


Mo Fucuho tidak menggunakan kekuatan penuhnya selama ini. Dia sengaja mempermainkan dan menyiksa mereka.


"Brengsek! Apa yang harus kita lakukan?" Di Siman mengepalkan tinjunya dengan marah.


Penatua Agung terdiam.


Tidak jauh dari area pertempuran, Peri Qin Rou menghela nafas panjang. "Kami sudah selesai."


Peri Qin Rou tidak bisa tidak memikirkan wajah tampan Jin Dan yang sedang tersenyum.


Haish...Anak itu mungkin masih dalam pengasingan!


Peri Qin Rou merasa marah sekaligus tidak berdaya. Hatinya dipenuhi dengan kesedihan. Dia semakin menyalahkan dirinya sendiri ketika dia memikirkan murid-murid lainnya yang sedang bertarung dengan susah payah saat ini.


“Sebagai mastermu, maafkan aku karena tidak bisa melindungimu. Aku hanya bisa mati sebelum kamu…”


Peri Qin Rou perlahan berdiri, tubuhnya bergoyang, tetapi matanya masih dipenuhi dengan tekad.


Bahkan jika dia mati, dia akan mati untuk Sekte Gunung Perak!


 



 


Di tepi tebing, Yang Lin dihentikan oleh dua kultivator jahat.


“Hehe, kecantikan kecil. Jika kamu bersedia melayani kami dan membuat kami bahagia, kamu mungkin tidak perlu mati.” Salah satu dari mereka tertawa dan menatapnya dengan penuh *****.


Yang Lin melihat ke belakang mereka. Saat ini Yang Mo sedang sibuk melawan tiga kultivator Alam Inti Emas lainnya dari Sekte Hutan Jahat dan tidak bisa menyelamatkannya.


"Brengsek…" Yang Lin menggertakkan giginya lalu berbalik dan melompat ke bawah tebing.


Bahkan jika dia mati, dia tidak ingin tubuhnya dijamah oleh para kultivator jahat ini!


Dia jatuh bebas tanpa hambatan.


Dia ingin menggunakan pedang terbangnya, tetapi dia telah kehabisan energi spiritual di tubuhnya.


Dia tersenyum pahit. Dia benar-benar akan mati sekarang.

__ADS_1


Dia menutup matanya perlahan saat sebuah wajah muncul di benaknya.


Wajah sebuah keindahan tak tertandingi yang bahkan lebih indah dari para wanita.


Jika saja aku punya tekad sepertinya dalam berkultivasi, mungkin sekarang aku akan bisa membunuh beberapa kultivator jahat ini sebelum aku mati.


Haish....


Jin Dan, akankah kita bertemu lagi di kehidupan kita selanjutnya?


Tidak.


Aku berharap bahwa dalam kehidupanku yang selanjutnya, Kamu sudah mencapai keabadian.


Air mata berkilau jatuh dari sudut mata Yang Lin yang indah.


Pada saat ini, dia tiba-tiba merasakan seseorang menangkapnya dan mendengar suara yang dikenalnya.


"Nona Yang, mengapa kamu jatuh kebawah sini?"


Jin Dan!


Yang Lin tercengang. Apa yang dia maksud dengan "kebawah sini"?


Apakah Jin Dan juga sudah mati?


Apakah kita sekarang sudah berada di Sungai Kuning? **


Yang Lin membuka matanya dan melihat wajah tampan Jin Dan, dia lalu berbaring di pelukannya.


Jin Dan yang merasakan aura Yang Mo, segera terbang keatas sambil membawa Yang Lin dipelukannya.


Sejujurnya gadis ini memiliki tubuh yang bagus. Dia sangat nyaman untuk dipeluk...


Bah! Omong kosong apa yang telah kamu pikirkan Jin Dan! Ini pasti ujian dari Dao Besar!


"Apakah kita sudah mati?" Yang Lin menatapnya dengan linglung dan bertanya dengan lemah.


Pa!


Yang Lin yang ditampar, langsung tersentak bangun.


"Aduih...Sakitnya...!" Yang Lin menggosok pipinya yang merah dan menatapnya dengan kesal.


"Kamu...!"


Jin Dan tidak mengindahkannya dan terus terbang menuju puncak tening.


 


....


 


Saat mereka berdua kembali ke atas tebing, Jin Dan segera mengalihkan pandangannya dan melihat kearah Yang Mo yang sedang dikelilingi oleh tiga kultivator jahat.


Dia langsung saja mengeksekusi Teknik Tiga Pedang Bayangan Murninya kearah tiga kultivator jahat tersebut.


Swish! Swish! Swish!


Tiga kultivator jahat tersebut langsung dibunuh oleh bayangan pedang dengan mudahnya.


Yang Mo tercengang.


Tiga ahli Alam Inti Emas langsung terbunuh?


Ketika dia melihat bahwa Jin Dan lah yang telah menyerang, dia menjadi sangat terkejut.


Mustahil!


“Saudara Jin…”  Yang Mo ingin mengatakan sesuatu, tapi Jin Dan tiba-tiba melemparkan Yang Lin  kepadanya.

__ADS_1


"Rawatlah dia dulu." Setelah mengatakan ini, Jin Dan kembali melanjutkan perjalanannya menuju puncak utama.


[Kesan Yang Mo terhadapmu telah meningkat.  Kesukaan saat ini: 5,5 bintang.]


Jin Dan mengabaikan pemberitahuan itu.


Sepanjang jalan, dia menggunakan jarinya sebagai pedang dan terus menerus mengeksekusi Jari Pedang Ilahi yang Tak Tertandingi, menyebabkan Pedang Qi langsung menembak dan membunuh para kultivator jahat di sepanjang jalan yang di laluinya.


Murid-murid dari Sekte Gunung Perak menatapnya dengan kaget.


“Siapa orang itu?”


"Sangat kuat!"


“Apakah dia seorang penatua sekte? Kenapa aku belum pernah melihatnya sebelumnya?”


“Tunggu, dia sepertinya adalah murid dari Puncak Gunung Sunyi, peringkat ketiga dalam penilaian sekte dalam beberapa dekade yang lalu.”


Jin Dan mengabaikan tatapan yang diarahkan kepadanya di sepanjang jalan dan memeriksa area sekitar dengan indra ilahinya.


Dia bisa merasakan tekanan kuat yang datang dari Puncak Utama, itu memang aura seorang kultivator Alam Formasi Jiwa!


Ketika Jin Dan melewati Puncak Gunung Sunyi, dia bisa merasakan auranya Su Qianqian


Su Qianqian serta murid-murid lain dari Puncak Gunung Sunyi tengah bertarung melawan para kultivator jahat yang jumlahnya dua kali lebih banyak. Situasi mereka terlihat sangat buruk.


Jin Dan kemudian melambaikan tangannya menyebakan tiga bayangan pedang segera berkumpul disekitarnya.


Tiga bayangan pedang dengan warna berbeda itu melesat secepat kilat, membunuh satu demi satu kultivator jahat.


Jeritan kesakitan bisa terdengar.


Xuan Ling, Su Qianqian dan yang lainnya tercengang. Mereka tanpa sadar menoleh dan melihat Jin Dan yang sedang terbang dari jauh.


“Junior Jin!” Su Qianqian berteriak kegirangan.


Para kultivator jahat di sekitarnya merasa sangat ketakutan sehingga mereka mulai melarikan diri. Namun, bayangan pedang itu terus mengejar mereka. Ketika Jin Dan menghilang dari pandangan, tiga bayangan pedangnya telah membunuh hampir seratus kultivator jahat.


Datang seperti angin, pergi membawa badai!


"Apakah itu benar-benar Junior Jin?" Xuan Ling tercengang.


 



 


~Di dalam hutan Puncak Utama~


Xu Yifei sedang bersandar pada sebuah batang pohon. Lengan kanannya berdarah deras dan jubahnya basah kuyup. Namun, dia masih terlihat cantik.


Di depannya berdiri seorang pria berbaju hitam.


Pria berpakaian hitam itu memegang pedang berbentuk cincin di tangannya dan tersenyum sinis.


“Aku akan memberimu kesempatan. Kembalilah dan menikahlah denganku dan aku akan menyelamatkan hidupmu. Jika tidak, kamu akan mati di sini. Dan nanti setelah kamu mati, aku akan mengekstrak jiwamu dan memurnikanmu menjadi budak hantu!”


Menghadapi ancaman pria berjubah hitam itu, Xu Yifei menggertakkan giginya dan berkata, “Tidak mungkin bagiku untuk kembali ke sekte terkutuk itu. Sejak Mo Fucuho membuat kedua orang tuaku mati, aku sudah memutuskan untuk membalas dendam!


“Kamu ingin aku menikahimu? apakah kamu bahkan layak?”


"Kamu sudah akan mati, namun kamu masih berani mengejekku ya! Kamu yang memintanya!" Sedikit niat membunuh melintas di mata pria berjubah hitam itu.


Pria berbaju hitam hendak menyerang ketika dia tiba-tiba mendongak dan melihat sesosok muncul di atas hutan.


Xu Yifei mendongak dan berseru kaget, "Suami!"


Jin Dan bertanya dengan acuh tak acuh, "Nona Xu, apakah kamu butuh bantuan?"


....

__ADS_1


**Dalam Legenda Kuno disebutkan kalau sungai kuning adalah tempat asal dari semua jiwa, ketika sebuah tubuh mati, jiwa mereka akan dikirim kesungai kuning untuk menjalani siklus reinkarnasi yang tiada habisnya.


__ADS_2