
~Utara Xia yang Agung~
Disebuah gua, Tuan Iblis Ah Su membuka matanya dan mengerutkan kening.
Sejak dia pergi ke Sekte Gunung Perak, mimpi buruknya itu tidak pernah terjadi lagi. Oleh karena itu, dia telah memanfaatkan waktunya sebaik mungkin untuk memulihkan diri hingga hari ini.
Namun baru-baru ini, dia kembali merasa gelisah, kegelisahan ini muncul begitu saja.
"Apa yang terjadi? Apakah Abadi itu mencoba menyakitiku lagi?" Semakin dia memikirkannya, semakin dia merasa sedih.
Setelah disegel selama dua ribu tahun, dia telah terluka parah bahkan sebelum dia bisa membalas dendam. Tuan Iblis Ah Su merasa kalau bawahannya saat ini pasti sedang menertawakannya.
…
Di atas lautan awan ada sebuah danau besar yang airnya sangat jernih, membuat danau tersebut terihat seperti cermin besar.
Disitu terlihat Xuan Qingjun dan seorang wanita berbaju ungu duduk di tepi danau. Wanita berbaju ungu itu adalah sosok perkasa yang telah menyelamatkan An Jing sebelumnya.
"Kakak, apakah kamu masih tidak akan naik?" Wanita berbaju ungu itu menoleh dan bertanya.
Xuan Qingjun tidak membuka matanya saat dia menjawab, "Ini belum waktunya."
Wanita berbaju ungu mendecakkan lidahnya dengan heran. "Aku benar-benar tidak mengerti denganmu pikiranmu ini kakak. Kamu sudah bisa naik ketika kamu berada di Alam Kesengsaraan dan sekarang kamu sudah mencapai Alam Mahayana dan telah sepenuhnya mengangkat tubuhmu dari jejak kefanaan. Apa lagi kamu tunggu sih kakak?"
Xuan Qingjun tidak menjawab tetapi malah bertanya, "Bagaimana keadaan An Jing?"
"Jangan menyebutkannya lagi kakak. Dibandingkan dengan kehidupan sebelumnya, anak ini terlihat seperti orang yang sangat berbeda, dia sekarang menjadi sangat tidak sabaran dan bahkan mungkin membutuhkanku untuk menyelamatkannya lagi suatu hari nanti. Namun, dia sudah sepenuhnya mempercayaiku sekarang."
"Ya, anak ini adalah bagian penting dari rencana kita. Jangan biarkan dia mati, dan juga jangan biarkan dia melawanmu."
"Dia tidak mungkin akan melakukannya kakak. Anak ini tidak pernah disayang sejak dia masih muda. Jika kamu memperlakukannya dengan baik, dia pasti akan memperlakukanmu dengan baik juga."
"Ngomong-ngomong, aku punya Pendamping Dao di Sekte Gunung Perak."
"Ah? Kakak, kamu sudah memiliki seeorang pendamping?" Mata wanita berbaju ungu itu melebar, ketertarikannya segera terusik.
Xuan Qingjun mengingat masa lalu dan tersenyum. "Waktu itu, aku ingin melihat sekte tempat dimana An Jing berasal, aku tidak pernah berharap kalau akan bertemu dengan seorang anak yang aku sukai disana, benar-benar takdir yang mengesankan."
"Oh ya adikku, Anak ini adalah seorang pertapa, setelah bertahun-tahun, dia mungkin saja telah mencapai Alam Formasi Jiwa sekarang."
Wanita berbaju ungu itu berkata dengan nada terkejut, "Potensinya tidak kalah dengan An Jing kak?"
"Tentu saja. Aku akan membawamu menemuinya lain kali." Xuan Qingjun tersenyum ketika dia menyebut Jin Dan.
Bahkan setelah berkeliling dunia beberapa kali, dia merasa bahwa Jin Dan masihlah pria paling tampan yang pernah dia lihat selama ini. Kepribadiannya juga sangat cocok dengannya.
Saat ini...Permukaan cermin dengan cepat berubah menjadi merah menyala. Angin menderu, dan gelombang panas menyebarkan lautan awan.
__ADS_1
Xuan Qingjun dan wanita berbaju ungu segera berdiri. Mereka melihat ke bawah dan melihat seekor burung api besar dengan lebar sayap seribu kaki terbang melewatinya.
Wanita berbaju ungu berkata terlebih dahulu dengan nada terkejut, "Itu Binatang Suci Zhu Dou kan? Binatang buas legendaris yang mewakili bencana!"
Xuan Qingjun mengerutkan keningnya. "Zhu Dou ini masih belum dewasa, tapi dia sudah dipenuhi dengan aura kemalangan. Pasti ada sesuatu yang menariknya."
"Ck tsk, aku ingin tahu tempat mana yang sangat sial untuk menarik perhatian Zhu Dou ini."
…
Sejak dia mengetahui bahwa Pohon Fusang akan bergetar setiap malam, Jin Dan mulai merasa tidak nyaman.
Dia merasa bahwa pohon itu pasti sedang menarik sesuatu.
Mungkinkah pohon ini sudah bisa menarik perhatian Gagak Emas yang legendaris? Tapi itu tidak mungkin kan? Pohon ini bahkan baru berusia kurang dari 100 tahun.
Jin Dan terus memperhatikan, dia tidak berani untuk terlalu fokus pada kultivasinya saat ini.
Beberapa hari kemudian, Di Siman datang berkunjung.
Setelah memasuki gua tempat tinggal, dia duduk di kursi dan berkata sambil tersenyum, "Penatua Jin, baru-baru ini, Sekte Gunung Perak kita telah mendapatkan yang sebuah keberuntungan yang menggembirakan. Beberapa hari yang lalu, kami menemukan sebuah reruntuhan sekte kuno dengan banyak sumber daya di dalamnya. Ada teknik kultivasi, harta karun dan bahkan harta Dharma. Apakah kamu ingin pergi melihatnya juga Penatua Jin?"
Jin Dan mengerutkan keningnya, dia tidak menjawab pertanyaan Di Siman dan malah balik bertanya, "Apakah masalah ini sudah menyebar keluar master sekte?"
"Tentu saja tidak Penatua Jin, ini adalah rahasia sekte kita. Penatua Guan telah membawa lima orang penatua beserta seratus murid inti untuk menjaganya, formasi teleportasi juga akan segera disiapkan. Ketika saatnya tiba, para murid dapat langsung memasuki reruntuhan tersebut Penatua Jin." Di Siman tersenyum bangga.
Selama beberapa tahun terakhir, Sekte Gunung Perak terus berkembang. Mereka tidak memprovokasi musuh apapun dan semakin banyak kultivator pengembara yang bergabung dengan sekte ini.
Sebagian besar kultivator di dunia kultivasi telah melupakan Penatua Pembunuh Dewa, tetapi eselon atas dari berbagai sekte masih mengingatnya. Oleh karena itu, tidak ada dari mereka yang berani memprovokasi Sekte Gunung Perak barang sedikitpun atau bahkan menganggu perkembangannya.
Jin Dan mengangguk dan berkata, "Itu merupaka hal bagus master sekte, tapi aku tidak akan pergi. Kalian harus berati-hati. Biasanya, reruntuhan semacam ini memiliki banyak jebakan didalamnya."
"Hahaha, aku pasti akan berhati-hati Penatua Jin. Oh ya, jika aku nanti menemukan harta yang dapat meningkatkan energi spiritual, aku pasti akan segera meminta seseorang untuk mengirimkannya kepadamu Penatua Jin."
"Terima kasih, master sekte."
"Sama-sama."
Tidak lama kemudian, Di Siman segera mengucapkan selamat tinggal dan pergi dengan tergesa-gesa.
Setelah mengobrol dengannya, suasana hati Jin Dan sudah mulai membaik. Dia sangat puas dengan perkembangan Sekte Gunung Perak saat ini. Semakin kuat sekte ini, semakin dia bisa berkultivasi dengan damai kedepannya.
Sesaat berikutnya, Jin Dan tiba-tiba menyadari bahwa Chuo Loude sebenarnya telah pergi.
Dia segera menggunakan indra ilahinya untuk melacaknya dan menemukan bahwa dia sedang berada di sebuah penginapan di kota sekte dalam.
eh...kenapa anak ini tiba-tiba pergi?
__ADS_1
…
Di bagian utara Xia yang Agung, api muncul di langit dan meneranginya.
Es dan salju di tanah mencair dengan kecepatan yang bisa terlihat oleh mata telanjang. Iblis yang tak terhitung jumlahnya melarikan diri dari gua tempat tinggal mereka dan melihat ke arah cakrawala, termasuk Tuan Iblis Ah Su.
Saat Ah Su berdiri di pintu masuk guanya dan melihat ke langit, cahaya dari api langsung menyinari wajahnya yang terkejut.
"Itu... Zhu Dou! Bagaimana mungkin!"
Binatang suci Zhu Dou melebarkan sayapnya dan terbang, dia terlihat seperti Gagak Emas legendaris yang menyapu seluruh negeri.
Ke mana pun ia lewat, es mencair, berubah menjadi danau sebelum menguap menjadi asap.
Zhu Dou berbentuk seperti burung api. Ia memiliki kepala seperti anjing dengan tiga kaki, cakarnya tidak terlihat cakar seekor burung tetapi lebih mirip dengan cakar naga. Penampilan keseluruhan membuatnya terlihat sangat kuat dan tak terbendung.
Ribuan mil salju meleleh di bawah panasnya!
Matanya bersinar seperti obor saat melihat ke arah Sekte Gunung Perak!
…
~Sekte Gunung Perak, Penginapan Sekte Dalam~
Di ruang tamu, Chou Loude duduk di meja dengan cangkir anggur di tangannya, dia tersenyum dan berkata, "Qian'er, bagaimana perasaanmu tentang Sekte Gunung Perak ini? Aku sudah bergabung dengan sekte selama beberapa dekade. Jika kamu menemui masalah nanti, kamu dapat mencariku kapan saja."
Dia memandang seorang wanita anggun di depannya dengan tatapan penuh kasih sayang.
Wanita tersebut berpakaian hijau. Rambutnya panjang sampai kepinggang dan kulitnya putih dan cantik. Meskipun dia tidak begitu cantik sehingga dia bisa menyebabkan kejatuhan sebuah kota, dia masih bisa dibilang sebagai kecantikan yang langka.
Wanita bernama Qian'er menyelipkan rambutnya ke belakang telinganya dan berkata, "Loude, kamu tidak perlu memperlakukanku seperti ini. Kita ini benar-benar tidak mungkin untuk hidup bersama Loude, kamu mungkin memang memiliki pijakan yang kuat di sekte ini, tapi aku tidak bisa begitu saja memberikan diriku kepadamu hanya demi sebuah keuntungan belaka."
Hati Chou Loude langsung terasa sakit setelah mendengar ini, dia mengertakkan giginya dan bertanya, "Kenapa? Karena penampilanku? Aku bisa kok mengubah wajahku menjadi tampan."
Qian'er berbalik dan menatapnya, matanya yang indah dipenuhi dengan ketidakpuasan saat dia berkata, "Yang nyata akan selalu nyata. Yang palsu akan selalu palsu. Jika aku mencintaimu, bahkan jika laut mengering dan batu-batu hancur, hatiku tidak akan pernah berubah. Jika aku tidak mencintaimu, bahkan jika dunia hancur dan hanya kamu dan aku saja yang tersisa didunia ini, aku tidak akan pernah jatuh cinta padamu."
"....!"
Hati Chou Loude seolah-olah telah disayat oleh seribu sembilu setelah mendengar ini, dia tidak bisa menahan rasa sedihnya dan tanpa sadar menjatuhkan cangkir yang ada ditangannya.
Saat ini....Cahaya api tiba-tiba saja menyinari punggung Qian'er dan angin panas bertiup masuk. Mata Chou Loude yang semula terlihat penuh dengan kesedihan langsung melebar karena terkejut.
Qian'er tanpa sadar berbalik dan melihat bahwa langit dengan cepat diwarnai oleh warna merah, seolah-olah matahari sedang melaju cepat dari cakrawala.
__ADS_1