Abadi

Abadi
Hin Dun yang jelek


__ADS_3

[Hin Dun: Tingkat 2 Alam Kekosongan. Dikarenakan kamu telah membunuh bonekanya yaitu Mo Fucuho, hatinya dipenuhi dengan kebencian terhadapmu. Saat ini ia sudah tidak sabar untuk mengekstrak tulang dan memperbaiki jiwamu untuk meredakan kemarahannya. Kebencian Saat Ini: 5 bintang.]


"Tingkat 2 Alam Kekosongan? Astaga! Aku tahu ini pasti akan terjadi, bahkan sebelum aku membunuhnya, aku sudah punya firasat kalau Mo Fucuho ini pasti mempunyai seorang yang lebih tua dibelakangnya." Jin Dan terdiam.


"Aku harus memasuki pengasingan sesegera mungkin setelah masalah Sekte Hutan Jahat ini selesai. Aku harus mencapai Alam Formasi Jiwa sesegera mungkin!" Jin Dan berpikir dalam hati.


Saat ini...Sesosok makhluk tiba-tiba keluar dari kedalaman magnet hitam bawaan.


Sosok itu berwujud roh primodial, Wajahnya sangat jelek dan terlihat seperti roh jahat. Saking jeleknya, wajahnya itu seolah-olah telah dibakar sebelum kemudian difermentasikan kedalam racun yang mendidih. Bekas lukanya yang berwarna hijau kehitam-hitaman terletak di sekujur tubuhnya yang luar biasa besar membuatnya tampak sangat menakutkan.


"Rekan Taois, Kamu benar-benar memiliki Kekuatan Mistik yang sangat kuat. Seorang kultivator Jiwa Baru Lahir bahkan bisa membunuh seorang Kultivator Formasi Jiwa dengan kekuatan mistik seperti itu, baru kali ini aku melihat hal yang seperti ini terjadi." Orang jelek itu berkata dengan nada serak yang terdengar sangat mengganggu ditelinga.


Jin Dan langsung mengangkat pedangnya setelah dia selesai berbicara.


"Tunggu! Ayo bicara baik-baik!" Ekspresinya segera berubah drastis, dia dengan cepat menurunkan posisinya.


Jin Dan tentu saja mengenali orang ini, dia adalah Hin Dun. Wajahnya yang ada dalam hubungan antarpribadi sama jeleknya dengan yang ada dihadapannya sekarang ini..


Jin Dan tanpa basa-basi langsung bertanya, "Siapa kamu dan apa tujuanmu?"


Hin Dun segera menegakkan punggungnya dan berkata dengan bangga, "Aku seorang penatua dari Sekte Penjinakan Iblis dari Negara Bagian Utara, Hin Dun. Aku bisa saja memaafkan kesalahanmu karena telah berani-beraninya merusak rencanaku selama kamu mau bersujud dan mengakui kesalahanmu. Bagiku yang seorang Kultivator Alam Kekosongan. Membunuhmu semudah menghancurkan seekor semut."


Di Siman dan Penatua Agung saling bertukar pandang. Jelas terlihat keterkejutan di mata mereka berdua.


"Tidak heran Sekte Hutan Jahat menargetkan Alam Sepuluh Ribu Iblis kita. Ternyata itu diperintahkan oleh Sekte Penjinakan Iblis!" Di Siman menggertakkan giginya marah.


Penatua Agung kemudian menimbali dengan tenang, "Kau tidak perlu memikirkannya lagi Siman, karena mulai hari ini dan seterusnya, Sekte Hutan Jahat sudah tidak ada lagi di dunia kultivasi Xia yang Agung!"


....


Di sisi lain.


Jin Dan bertanya dengan ragu kepada Hin Dun, "Apakah Mo Fucuho mengulur waktu untuk menunggu kedatanganmu?"


Hin Dun mendengus. "Tentu saja. Sampah itu memberitahuku bahwa tidak ada seorang pun di Sekte Gunung Perak yang cocok untuk bertarung dengannya dan bahwa aku bisa.....Ah Lupakan saja, dia juga sudah mati toh, oh ya apakah kamu ingin mengakui kesalahanmu bocah?"


Jin Dan menatapnya dan berkata dengan serius, "Tidak, malahan saat ini aku sedang mempertimbangkan apakah aku harus membunuhmu atau tidak."


Mendengar ini, Hin Dun tidak bisa lagi untuk mempertahankan ketenangannya, dia kemudian berkata dengan marah, "Bocah! Apakah kamu ingin menyinggung Sekte Penjinakan Iblis? Apakah kamu ..."


Sebelum dia selesai berbicara, dia segera berubah menjadi pelangi dan melesat menuju cakrawala sebelum penampakannya menghilang dan tak terlihat lagi.


Jin Dan yang hendak menyerang, tidak menyangka kalau Hin Dun akan segera kabur terlebih dahulu.


Sekarang sudah terlambat untuk mengejarnya.


"Seperti yang diharapkan dari seorang senior tua, dia bereaksi jauh lebih cepat dariku." Jin Dan menghela nafas panjang.


Dia kemudian berbalik dan mendarat di belakang Peri Qin Rou untuk menyembuhkan lukanya.


Peri Qin Rou lalu melirik Jin Dan dari sudut matanya. Dia menyadari kalau Jin Dan tidak terlalu bersemangat setelah membunuh Mo Fucuho. Dia masih tetap tenang seperti biasanya.


Dia tiba-tiba merasa kalau dia tidak lagi bisa mengenali muridnya ini.

__ADS_1


'Jadi anak ini memang bukan seorang pengecut. Hanya saja dia benar-benar ingin mendedikasikan hidupnya untuk kultivasi dan tidak ingin diganggu sama sekali.' Peri Qin Rou berpikir sambil tersenyum.


"Jin Dan, mastermu itu sama sekali tidak membutuhkan bantuanmu. Lebih baik kau cepat dan pergi untuk membunuh murid-murid lain dari Sekte Hutan Jahat sebelum mereka melarikan diri!" Di Siman berkata dengan nada mendesak.


Jin Dan langsung menjawab dengan nada serius, "Tidak, Bagiku master adalah yang terpenting."


Heh pak tua, Kamu pasti bercanda.


Jika aku pergi untuk membunuh semua kultivator jahat, semua orang di dunia pasti akan mengenali wajahku!


Jika aku menjadi terkenal, kehidupanku yang tenang pasti akan terganggu.


Mungkin saja nanti banyak orang kuat yang akan datang dan menantangku untuk berduel.


Jin Dan tidak ingin menghadapi situasi seperti itu terjadi kepadanya dimasa depan nanti. Saat ini dia hanya ingin membantu Sekte Gunung Perak bertahan dari krisis ini, dan setelah itu dia akan menyerahkan sisanya kepada mereka.


Di Siman: "..."


Bibir Peri Qin Rou langsung membentuk senyuman manis.


Penatua lainnya segera menatap Peri Qin Rou dengan tatapan cemburu. Jika mereka memiliki murid seperti itu, apa lagi yang bisa mereka minta?


"Rekan Taois, katakan yang sebenarnya. Dari mana kamu ini berasal? Dengan tingkat kultivasimu saat ini, Kamu jelas bukan murid yang diasuh oleh Sekte Gunung Perak kita," Salah seorang penatua bertanya. Para penatua lainnya juga sama penasaran dengannya dan bersiap untuk mendapat jawaban dari Jin Dan.


Jin Dan lalu menggeleng-gelengkan kepalanya sedikit sebelum menjawab, "Biarkan masa lalu tetap menjadi masa lalu. Saat ini aku adalah murid dari Sekte Gunung Perak, jadi aku sama sekali tidak mempunyai niat buruk apapun terhadap Sekte Gunung Perak dan hanya ingin berkultivasi dengan tenang"


Semua orang mengangguk setuju.


Setiap orang pasti memiliki masa lalu yang harus dirahasiakan.


....


Pada waktu bersamaan.


Para penatua dari Sekte Hutan Jahat telah bergegas kearah Puncak Utama.


Mereka sama sekali tidak dapat melihat keberadaan Mo Fucuho, yang mereka lihat hanyalah magnet hitam bawaan pemimpin sekte mereka yang sedang melayang di udara tanpa tuan.


"Di mana Pemimpin Sekte!?" Seorang penatua bertanya dengan ngeri.


Melihat Jin Dan dan yang lainnya sedang menyembuhkan luka mereka tanpa melihat sedikitpun keberadaan dari pemimpin mereka, mereka mulai merasa tidak nyaman.


"Cepat dan bunuh mereka Jin Dan. Apa pun yang kamu inginkan setelah ini, kami pasti akan melakukan yang terbaik untuk memuaskanmu!" Di Siman berkata kepada Jin Dan dengan cemas.


Dengan kekuatan yang baru saja ditampilkan Jin Dan tadi, membunuh para penatua dari Sekte Hutan Jahat ini adalah hal yang sangat mudah.


Para penatua dari Sekte Hutan Jahat tercengang dan langsung menatap kearah Jin Dan.


Seorang kultivator Alam Pembangunan Fondasi Tingkat 9 dapat membunuh kita?


Tidak! Dia pasti menyembunyikan kultivasinya! Jika tidak bagaimana dia bisa membuat pemimpin sekte kita menghilang tanpa jejak sedikitpun?


Para Penatua dari Sekte Hutan Jahat segera mundur dan lari ketakutan.

__ADS_1


Melihat ini, Di Siman langsung mengutuk mereka dalam hatinya. Dia kemudian segera berdiri dan berjalan ke tebing lalu menggunakan semua energi spiritual yang tersisa di tubuhnya dan meraung, "Pemimpin Sekte Hutan Jahat sudah mati! Kalian para murid Sekte Gunung Perak, dengarkan aku! Bunuh semua kultivator jahat yang ada di sekte itu!" Suaranya terdengar bergema diseluruh puncak.


Kemudian, keributan besar segera terjadi!


Para murid dari Sekte Gunung Perak langsung bersemangat. Mereka semua mulai menerjang kearah setiap kultivator jahat dengan gila seolah-olah mereka sedang kerasukan.


Di sisi lain, para kultivator jahat dari Sekte Hutan Jahat langsung lari kocar-kacir ketakutan. Pemimpin mereka sudah mati. Apa lagi yang harus mereka perjuangkan?


"Lari! Pemimpin kita sudah mati!"


"Sialan, Sekte Gunung Perak ini ternyata begitu kuat?"


"Sekte Gunung Perak telah menyembunyikan sosok yang perkasa!"


"Pemimpin Sekte kita berada di Alam Formasi Jiwa dan dia masih dikalahkan oleh sosok perkasa itu?"


"Sial, mereka pasti akan segera meluncurkan serangan balik!"



Di Siman menghela nafas lega ketika dia melihat para kultivator jahat yang melarikan diri ke segala arah.


"Baguslah kalau mereka memang melarikan diri. Setidaknya kita akan memiliki lebih sedikit korban. Kami pasti akan membiarkan mereka membayar semuanya kembali di lain hari! Dengan kematian Mo Fucuho, Sekte Hutan Jahat tidak lagi memiliki pendukung utama mereka. Sekte Gunung Perak bahkan bisa mengambil inisiatif untuk menyerang!"


Dia kemudian berbalik dan melihat kearah Jin Dan yang sedang menyembuhkan Peri Qin Rou.


'Aku tidak bisa membiarkan anak ini meninggalkan sekte!' Di Siman membuat keputusan tegas.


Kultivasinya sudah tidak bisa lagi membuat terobosan karena keterbatasan bakatnya. Jadi sekarang dia hanya bisa mengandalkan orang lain untuk membantunya melindungi sekte ini.


Mampu membunuh seorang kultivator Alam Formasi Jiwa hanya dengan satu serangan pedang menunjukkan betapa menakutkannya kekeuatan Jin Dan ini. Di Siman sangat membutuhkannya untuk tetap berada di pihak Sekte Gunung Perak.


Dia kemudian segera membuat pengumuman, "Mulai hari ini dan seterusnya, Jin Dan akan menjadi Wakil Master Sekte dari Sekte Gunung Perak kita!"


Setelah mendengar ini, para penatua semua setuju, tidak ada dari mereka yang membantah sedikitpun.


"Aku keberatan!"


Di Siman langsung memelototi sumber suara. Tapi yang berbicara ternyata adalah Jin Dan sendiri.


Jin Dan kemudian melanjutkan perkataannya, "Master sekte, aku hanya ingin berkultivasi. Aku tidak ingin menjadi wakil master sekte. Menjadi wakil master sekte pasti melelahkan. Aku  tidak ingin itu menahan kultivasiku."


"Erm ..." Di Siman tidak bisa menahan perasaan berkonflik dihatinya saat ini.


Melihat situasi yang canggung, Penatu Agung langsung memberikan solusinya, "Jadi begini saja, kita biarkan Jin Dan menjabat sebagai penatua. Beri dia gelar penatua dan beri dia manfaat dari seorang wakil master sekte. Kecuali sekte kita berada dalam masalah, tidak ada yang diizinkan untuk mengganggunya."


Jin Dan mengangguk puas.


Dia sangat menyukai pengaturan yang seperti ini! Sasuga Penatua Agung.


"Penatua Agung, orang jelek barusan itu berada di Alam Kekosongan ..." Jin Dan tiba-tiba berkata. Sejujurnya, dia merasa sedikit terganggu. Bagaimanapun juga, musuh telah melarikan diri.


Penatua Agung tersenyum dan berkata, "Tidak perlu khawatir, dia hanya tersisa roh primodianya saja. Jika aku tidak salah menebak, Mo Fucuho pasti setuju untuk membantunya memulihkan tubuh jasmaninya dan memperoleh kesempatan untuk menerobos sebagai balasannya."

__ADS_1


"Adapun Sekte Penjinakan Iblis, Kamu juga tidak perlu mengkhawatirkan itu juga. Negara Bagian Utara terlalu jauh dari kita. Bahkan bisa dibilang kalau tempat itu berada di ujung dunia yang lain."


__ADS_2