
Jin Dan mengenggam Pedang Qilinnya dan berjalan menuju Mo Fucuho.
Saat tatapannya jatuh pada gunung hitam kecil di belakangnya, dia menjadi bingung.
'Apa itu?'
Jin Dan bisa merasakan kekuatan hisap yang kuat dari gunung hitam kecil itu. Ketika dia melihat ini, dia tidak bisa tidak memikirkan sesuatu benda yang berasal dari dunia lamanya.
'Apakah itu sebuah magnet? Tapi kenapa Mo Fucuho ini bisa selalu berdiri di depan gunung hitam kecil itu tanpa terpengaruh oleh kekuatan hisap sedikitpun. Apakah dia mempunyai sebuah trik dibalik lengan bajunya?'
Pada waktu yang sama…
Yang Lou bergegas naik keatas puncak utama kembali, niat membunuhnya melonjak tinggi saat dia memegang sebuah lampu minyak.
Dia kemudian menuangkan energi jahatnya ke dalam lampu minyak sambil menatap Jin Dan dengan mata memerah seolah-olah dia sudah gila.
“Cao Cao! Apakah kamu masih ingin bertarung dengan pemimpin sekte kami, huh! sebelum itu terjadi aku pasti akan membunuhmu terlebih dulu!” Yang Lou meraung.
Lampu minyak tersebut kemudian memancarkan aura hitam yang mengembun menjadi sebuah bayangan hantu besar yang menakutkan seolah-olah berasal dari neraka.
Melihat Yang Lou yang akan melancarkan serangannya, Tiga bayangan pedang segera muncul di belakang Jin Dan.
Dia kemudian mengangkat tangan kirinya dan melambaikannya kearah Yang Lou. Tiga bayangan pedang tersebut langsung melesat maju dengan cepat seperti kilat.
Sangat cepat!
Para penatua dari Sekte Gunung Perak langsung tercengang ketika menemukan bahwa mata mereka sama sekali tidak bisa mengikuti kecepatan bayangan pedangnya Jin Dan.
Pu Pu Pu—
Tubuh Yang Lou langsung tertusuk, darahnya berceceran di mana-mana dan tubuhnya penuh dengan lubang. Namun, dia masih terlihat memegang lampu minyak itu tinggi-tinggi.
Dia mati di tempat!
Seberkas cahaya segera melesat keluar dari atas kepala Yang Lou.
Itu adalah Jiwa baru lahirnya Yang Lou!
Mata Jin Dan sedikit menyipit, dia lalu mengarahkan bayangan pedangnya kearah jiwa baru lahir Yang Lou yang sedang berusaha melarikan diri.
Jika dia bahkan tidak takut pada kultivator Alam Formasi Jiwa, bukankah membunuh seorang kultivator Alam Jiwa Baru Lahir semudah membalik telapak tangannya?
Tidak ada kejutan!
Jiwa baru lahir Yang Lou langsung dicincang menjadi beberapa bagian!
Dalam waktu kurang dari tiga napas, Kultivator Alam Jiwa Baru Lahir dengan mudah dibunuh oleh Jin Dan!
".............!!!"
Seluruh Puncak Utama terdiam.
Peri Qin Rou, Di Siman, Penatua Agung, Taois Petir Tua, Taoist Xusin dan para penatua lainnya tercengang.
Apa yang mereka lihat saat ini bisa dibilang sangat tidak masuk akal.
Sejak kapan seorang kultivator Alam Pembangunan Fondasi Tingkat 9 bisa menjadi sangat kuat seperti ini?
Peri Qin Rou, Di Siman, Taois Petir Tua serta Taois Xusin lah yang paling terkejut.
Mereka semua telah mengamati pertumbuhan Jin Dan selama beberapa dekade ini dan tahu kalau dia benar-benar lemah sebelumnya. "Apakah anak ini kerasukan seorang kultivator maha kuasa?" Mereka semua segera memiliki pikiran yang sama.
Bahkan jika dia memang kerasukan seorang kultivator maha kuasa, kekuatannya tidak mungkin meningkat terlalu cepat hanya dalam beberapa dekade bukan?
Jin Dan kemudian berbalik dan melihat kearah Mo Fucuho yang sama sekali tidak terkejut ataupun takut. Sebaliknya, dia memiliki senyum mengejek di wajahnya.
"Kenapa orang ini senyam-senyum terus? Apakah dia memang sedikit sebleng atau emang sebleng beneran?" Pikir Jin Dan.
Mo Fucuho berbalik menatap kearahnya sebelum berkata, “Kamu memang sangat kuat, tapi kamu hanya seorang Kultivator Jiwa Baru Lahir. Bagaimana mungkin kamu bisa bertarung sebanding denganku? Jika kamu bersujud kepadaku sekarang, aku mungkin dapat mempertimbangkan untuk menyelamatkan hidupmu. Kalau tidak, aku akan membiarkanmu mengalami teror karena sudah berani menghadapiku!”
Orang ini masih saja bertingkah keren ya!?
Saat ini Jin Dan yang sudah tidak tahan lagi dengan tingkahnya yang sok itu segera memanggil kembali tiga bayangan pedang murninya sebelum menembakkannya kearah Mo Fucuho dengan kecepatan tinggi.
Boom! Boom! Boom!
Tiga bayangan pedang langsung bertabrakan dengan Mo Fucuho dan meledak.
Tubuh Mo Fucuho segera mengeluarkan kilat hitam yang dengan mudah melawan pedang bayangannya
__ADS_1
Tidak, itu bukan Mo Fucuho yang menagkisnya, tapi itu adalah gunung hitam kecil di bawah kakinya!
"Magnet apa ini?" Jin Dan mengerutkan keningnya dalam-dalam sambil berpikir.
Dia kemudian mengangkat Pedang Qilinnya dan bersiap untuk mengeksekusi kekuatan mistik barunya.
“Hahaha, kenapa? bingung? Benda di bawah kakiku ini adalah magnet hitam bawaan yang dapat menyerap energi spiritual. Kecuali energi spiritualmu jauh lebih kuat dariku, mustahil bagimu untuk menyakitiku!” Mo Fucuho tertawa terbahak-bahak.
Jin Dan kemudian menunjuknya dengan pedangnya dan berkata sambil tersenyum, “Kau bicara omong kosong apa pak tua. Tadi itu hanya pemanasan, aku ini sebenarnya bisa membunuhmu dengan satu serangan saja. Apakah kamu mempercayai itu pak tua?"
Begitu Jin Dan selesai berbicara, Mo Fucuho tiba-tiba melepaskan tekanan mengerikan yang langsung menyelimuti seluruh Sekte Gunung Perak.
Dalam sekejap semua murid dari kedua sekte langsung berhenti bertarung dan menatap Puncak Utama dengan tatapan kaget.
Sungguh tekanan yang begitu menakutkan!
Bahkan para penatua sekte langsung pucat dan terengah-engah karena mereka berada dekat dengan Mo Fucuho yang membuat tekanan jauh lebih mempengaruhi mereka.
"Alam Formasi Jiwa dan Alam Jiwa Baru Lahir memang bagaikan dunia yang terpisah!" Jin Dan berseru.
Alam Formasi Jiwa benar-benar kuat!
Namun setelah dia melalui percobaan simulasi melawan Mo Fucuho dan berhasil menang dengan mudah, dia sekarang penuh dengan kepercayaan diri.
“Aku telah menjadi seorang Kultivator Formasi Jiwa. Aku diberkati oleh Dao Surgawi dan penuh dengan keberuntungan dan aku pasti akan menjadi kultivator top di seluruh dunia kultivasi Xia yang Agung**. Sekte Gunung Perakmu ini hanya akan menjadi batu loncatan pertamaku dalam menyatukan dunia kultivasi!
“Mereka yang mengikutiku akan beruntung dan mereka yang menentangku akan binasa!
“Nak, apakah kamu benar-benar berpikir kalau kamu bisa membunuhku dengan satu serangan? Huh! Jika kamu berani menyerang, kamu pasti mati, jangan bilang aku tidak memberimu kesempatan!” Mo Fucuho mengangkat tangannya dan tertawa dengan gila.
Para penatua Sekte Gunung Perak tampak muram. Aura Mo Fucuho terlalu kuat, saking kuatnya sehingga membuat orang sulit berpikir untuk menolak.
Saat ini Jin Dan memiliki ekspresi aneh diwajahnya.
Orang ini terlalu banyak bicara!
"Aku mencapai Alam Inti Emas pada usia 100 tahun dan Alam Jiwa Baru Lahir pada usia 200 tahun. Bakatku..."
Brengsek!
Aku sudah muak mendengar omong kosong mu pak tua!
Pada saat itu dunia seolah telah berhenti. Tidak hanya di Puncak Utama, tetapi semua orang di seluruh Sekte Gunung Perak melihat Pedang Qi berwarna hitam menyapu langit seperti tinta yang menggantung tinggi di udara.
Pemandangan itu benar-benar menakutkan!
ROAR!!
Raungan Qilin terdengar bergema di seluruh Puncak Utama.
"Pedang Dewa Hantu Hukuman Surgawi!"
Mo Fucuho melebarkan matanya terkejut, tidak bisa menghindar tepat waktu.
Saat Peri Qin Rou, Di Siman serta yang lainnya menyaksikan dengan tidak percaya, tubuh Mo Fucuho langsung dihancurkan oleh Pedang Qi Jin Dan.
Pedang Qi menyapu kesegala arah, meninggalkan sesosok ilusi berdiri di depan medan magnet yang gelap.
Itu adalah roh primodialnya Mo Fucuho.
Pada saat ini wajah Mo Fucuho dipenuhi dengan keterkejutan sekaligus ketakutan, seolah-olah dia tidak berani percaya apa yang terjadi di depan matanya.
Roh Primodialnya bergetar.
Dia menatap Jin Dan dengan ketakutan dan bertanya dengan suara gemetar, "K-kamu ... Siapa sebenarnya kamu?"
Jin Dan lalu menginjak udara tipis. Seolah-olah ada tangga tak terlihat di bawah kakinya saat dia berjalan mendekati Mo Fucuho selangkah demi selangkah.
“Tang San dari Benua Jiwa!”
Jin Dan tidak mengungkapkan nama aslinya, takut kalau nanti ketika dia membunuh Mo Fucuho, seseorang yang lebih tua akan datang dan mencari masalah dengannya. Seperti kata pepatah, 'Ketika yang muda mati, yang tua datang.'
Dia kemudian menggunakan Teknik Langkah Bayangannya dan muncul di hadapan Mo Fucuho dalam sekejap.
Mo Fucuho tanpa sadar ingin melarikan diri, tetapi Jin Dan jauh lebih cepat darinya.
Dia kemudian mengangkat tangan kirinya untuk menggunakan kekuatan mistik yang didapatkannya dari Teknik Enam Jalan Reinkarnasi.
"Teknik Penyerapan Jiwa Enam Jalan!"
__ADS_1
Dia langsung menyerap roh primodial Mo Fucuho.
“Ahhh—Asw—Tang San! Aku tidak akan melepaskanmu bahkan jika aku sudah menjadi hantu!” Mo Fucuho menjerit menyedihkan.
Setelah meneriakkan beberapa kata, roh primodialnya akhirnya berhasil disempurnakan oleh Jin Dan.
Seorang kultivator Alam Formasi Jiwa dibunuh secara instan oleh Jin Dan bahkan sebelum dia bisa melepaskan kekuatan penuhnya!
Bukankah mustahil bagi seorang kultivator alam Jiwa Baru Lahir untuk membunuh seorang kultivator Alam Formasi Jiwa?
Tapi Jin Dan berhasil melakukannya!
Jin Dan kemudian kembali menyimpan pedangnya sebelum melihat kearah magnet hitam bawaan di bawah kakinya ini.
Para penatua masih belum pulih dari keterkejutan mereka.
Saat ini Peri Qin Rou lah yang paling terkejut.
Dia tidak percaya bahwa orang ini adalah muridnya.
Anak ini…Dia terlalu kuat!
Peri Qin Rou bahkan sempat mengira kalau dia sedang bermimpi.
Yang lainnya juga memiliki pemikiran yang sama.
Beberapa saat yang lalu, mereka masih berada di ambang kematian.
Tapi sekarang…
Untuk meyakin dirinya, Taois Petir Tua mengangkat tangannya dan menepuk dadanya beberapa kali. Titik akupuntur di sekujur tubuhnya mulai terasa sakit, hal itu membuatnya yakin kalau dia tidak sedang berada dalam ilusi.
"Tidak heran ... tidak heran ..." Penatua Agung merasa sangat bersemangat.
Kembali kesaat ketika dia sedang mengolah seni dewa untuk menghasilkan roh primodial, dia hampir dipukuli sampai mati oleh Jin Dan. Hal itu membuatnya meragukan dirinya sendiri dan memilih untuk menyerah dalam mengolah seni dewa tersebut.
Sekarang tampaknya, itu memang bukan salahnya.
Hanya saja, Jin Dan memang terlalu kuat!
Di Siman menatap Jin Dan dengan ekspresi rumit. Dia tidak bisa tidak mengingat kembali pertemuan mereka di Alam Sepuluh Ribu Iblis.
Aku telah membuat penilaian yang salah …
Jin Dan mengabaikan tatapan mereka saat dia menatap magnet hitam dibawahnya dengan saksama.
[Kamu telah berhasil membunuh seorang kultivator Alam Formasi Jiwa. Kamu akan mendapatkan sebotol pil yang tak tertandingi.]
[Selamat telah mendapatkan sebotol Pil Kognisi Ilahi.]
[Hin Dun telah mengembangkan kebencian terhadapmu. Kebencian Saat Ini: 5 bintang.]
"Siapa pula Hin Dun ini? Dan itu Kebencian 5 bintang langsung! Apakah aku pernah memperkosanya atau bakan mecuri ternaknya? Apa mungkin dia ini pengikut ibu banteng karena itu dia mebenciku yang penuh kontra dengan kaum membanteng? kalau tidak kenapa dia begitu membenciku."
Jin Dan diam-diam mengutuk orang ini di dalam hatinya sebelum membuka hubungan antarpribadi untuk memeriksa informasi tentang Hin Dun.
....
**Bagi yang lupa: Dinasti tempat Sekte Gunung Perak dan Sekte Hutan Jahat berada dinamakan dengan Dinasti Xia yang Agung, Dinasti itu mencakup tanah yang sangat luas, bisa dibilang seluas bumilah.
Info Kultivasi:
1. Jiwa baru lahir adalah jiwa yang dibentuk ketika Seseorang mencapai Alam Jiwa Baru Lahir\, ketika tubuh seseorang kultivator jiwa baru lahir mati\, jiwanya masih bisa tetap hidup dan bisa lepas dari cengkraman sungai kuning tapi tidak memiliki kekuatan sama sekali. jiwa baru lahir sesorang bisa dibilang sangat lemah\, ketika jiwa itu berkeliaran ia hanya bisa merasuki seorang kultivator pembangunan fondasi kebawah yang memiliki jiwa yang lemah. Jiwa baru lahir bisa terlahir kembali tapi itu membutuhkan proses yang sangat lama.
2. Roh primodial terbentuk ketika seseorang memadatkan jiwa baru lahirnya menjadi roh dan mencapai Alam Formasi Jiwa\, Tidak seperti jiwa baru lahir\, roh primodial memiliki kekuatannya sendiri. Roh primodial dengan kekuatan yang cukup bahkan bisa mengambil alih tubuh seorang kultivator jiwa baru lahir. Ketika sebuah roh primodial memutuskan untuk terlahir kembali mereka akan lahir dengan bakat yang jauh lebih baik dari bakat yang mereka miliki sebelumnya.
**Seni Dewa yang diolah oleh Penatua Agung itu adalah pengecualian\, tapi bisa dibilang roh primodial yang dia hasilkan sangat lemah dan bahkan tidak bisa menanggung kekuatan serangan dari Kultivator inti emas.**
Seseorang akan menjadi penatua di sekte dalam ketika menjadi Kultivator Jiwa Baru Lahir, sedangkan yang disebut dengan tetua adalah mereka yang memiliki kultivasi Alam Inti Emas dan tidak memilih untuk menjadi murid inti atau dikarenkan sudah terlalu tua untuk menjadi seorang murid.
__ADS_1