Abadi

Abadi
Penatua Pembunuh Dewa


__ADS_3

Setelah murid-murid dari Sekte Hutan Jahat melarikan diri, sekte dalam Sekte Gunung Perak segera mulai memulihkan diri mereka. Kota sekte dalam yang hancur juga perlu dibangun kembali.


Para murid tidak terlalu sedih. Sebaliknya, mereka merasa bersemangat.


Sebenarnya ada sosok perkasa di Sekte Gunung Perak mereka yang bisa dengan mudah membunuh seorang kultivator Alam Formasi Jiwa!


Para Penatua dari delapan belas puncak memberi tahu murid-murid mereka tentang pertempuran dengan Mo Fucuho. Mereka tidak mengungkapkan identitas Jin Dan dan hanya menyebutkan kalau yang membunuh Mo Fucuho adalah Penatua Pembunuh Dewa.


Penatua Pembunuh Dewa!


Sejak hari itu, setiap murid sekte memuja Penatua Pembunuh Dewa didalam hati mereka masing-masing.


Mereka ingin tahu tentang segala sesuatu yang berhubungan dengannya.


 


....


 


Malam itu…Di Puncak Gunung Sunyi, Setelah Peri Qin Rou menenangkan semua muridnya, dia lalu meminta mereka untuk pergi dan hanya menyisakan Jin Dan disana sendirian.


Meskipun murid-murid dari Puncak Gunung Sunyi menyaksikan Jin Dan yang membunuh begitu banyak kultivator jahat, mereka tidak pernah curiga kalau dia adalah Penatua Pembunuh Dewa.


Bahkan Su Qianqian tidak mencurigainya sedikitpun, sebelum dia pergi, dia menatap kearah Jin Dan sejenak.


'Setelah bencana seperti itu, Junior Jin masing setenang biasanya.'  Su Qianqian merasa terkesan.


Dia siap menunggu Jin Dan di luar aula karean dia punya sesuatu untuk dikatakan kepadanya.


Pintu Aula Gunung Sunyi langsung tertutup segera setelah Su Qianqian keluar.


Hanya Jin Dan dan Peri Qin Rou yang tersisa di dalam.


Saat ini Peri Qin Rou sudah pulih dari luka yang dideritanya saat pertarungan dengan Mo Fucuho. Dia masih secantik dulu, seperti peri dari surga.


Peri Qin Rou lalu menatap lurus ke arahnya.


Jin Dan menunduk. Tapi sekarang dia tidak merasa takut seperti dulu lagi.


Tidak peduli apa yang dia lakukan sekarang, Sekte Gunug Perak pasti tidak akan berani mengusirnya.


Peri Qin Rou juga tidak punya alasan untuk menyalahkannya.


"Apakah kamu tidak punya sesuatu untuk dikatakan?" Peri Qin Rou bertanya.


Jin Dan mendongak dan bertanya dengan ragu, "Memangnya, apa yang harus saya katakan master?"


Peri Qin Rou mendengus. "Siapa sebenarnya kamu? Mengapa kamu datang ke Sekte Gunung Perak?"


'Di Siman bisa mengabaikannya, tetapi sebagai masternya, aku harus tahu. Muridku sebenarnya lebih kuat dariku. Bagaimana mungkin aku bisa untuk menjadi masternya? Tidak heran dia tidak pernah membutuhkan bimbinganku...' Peri Qin Rou berikir.


"Haruskah aku memanggilmu Rekan Taois Jin mulai sekarang?" Peri Qin Rou lalu bertanya dengan nada menggoda.


Menghadapi godaan Peri Qin Rou, Jin Dan langsung berkata tanpa daya, "Saya benar-benar tidak memiliki latar belakang apa pun master. Master seharusnya sadar setelah apa yang dikatakan Junior Mo kan? Apakah anda tidak percaya pada bakatku master?"


Peri Qin Rou menyipitkan matanya dan berkata, "Bahkan jika kamu berbakat, dari mana kamu mendapatkan kemampuanmu itu? Kamu tidak bisa membuatnya begitu saja."


Seorang kultivator Alam Jiwa Baru Lahir yang bisa membunuh seorang kultivator Alam Formasi Jiwa bisa dikatakan terlalu aneh!


Hal seperti itu belum pernah terdengar sebelumnya.


Peri Qin Rou yakin bahwa Master Sekte dan para penatua lainnya juga tidak mempercayainya jika mereka tidak melihatnya dengan mata dan kepala mereka sendiri.


"Oke, saya akan memberi tahukan nya kepada anda master. Tapi tolong jangan beri tahu siapa pun ya master. Ketika saya masih muda, saya diberitahu oleh seorang abadi dalam mimpi saya bahwa bakat saya itu tidak ada bandingannya dan saya pasti akan menjadi abadi juga. Namun, jalan yang akan saya lalui pasti sangat sulit di masa depan. Jadi, saya tidak berani menimbulkan masalah dan hanya berkultivasi di dalam pengasingan setiap harinya. " Jin Dan berkata dengan nada serius.


Peri Qin Rou lalu terdiam.

__ADS_1


Jin Dan juga tidak mengatakan apa-apa.


Setelah sekian lama…Peri Qin Rou kembali berbicara, "Jika itu masalahnya, mengapa saat itu, kamu melangkah maju untuk menyelamatkan kami? Sekte Gunung Perak bahkan tidak pernah memperlakukanmu dengan baik selain gua bawaan yang diberikan kepadamu dan aku juga yakin kalau kamu tidak akan menyebut sekte ini sebagai rumahmu."


Jin Dan lalu menjawab, "Itu memang benar. Saya telah hidup selama seratus tahun, tetapi tidak banyak orang yang saya sayangi. Namun orang yang paling saya sayangi ada di Sekte Gunung Perak ini. Dia bahkan mengatakan kalau dia lebih baik binasa bersama dengan sekte daripada pergi melarikan diri."


'Biarkan aku melihat peningkatan kesukaanmu terhadapku setelah mengatakan ini master!'  Jin Dan menunggu dengan bersemangat.


[Kesan Peri Qin Rou terhadapmu telah meningkat. Kesukaan saat ini: 3,5 bintang.]


'Hanya 3,5 bintang? Seperti yang diharapkan dari masterku. Dia memang berbeda dari wanita lain! Semakin dingin dia, semakin aku menyukainya!' Jin Dan berseru senang didalam hatinya.


Merasakan situasi yang sudah agak tidak beres, Peri Qin Rou segera mengubah topik pembicaraan dan bertanya, "Apa rencanamu mulai sekarang? Apakah kamu akan melanjutkan pengasinganmu?"


"Ya. Iblis Alam Kekosongan itu bisa datang kapan saja. Aku harus berusaha untuk menjadi lebih kuat dengan cepat."


"Kalau begitu, silakan."


"Baiklah master." Jin Dan segera berdiri dan pergi, untuk beberapa alasan, dia merasa sedikit kecewa.


Ketika dia sampai di pintu, dia berbalik dan bertanya kepada Peri Qin Rou, "Master, apakah akhir hidup anda sudah dekat?"


Peri Qin Rou langsung tercengang setelah mendengar pertanyaannya dan segera kembali bertanya, "Apa maksudmu? Apa kau ingin mengutukku untuk mati Jin Dan?"


"Tidak, tidak. Hanya saja, saya sedang memikirkan apa yang terjadi kepada Junior Mo. Saya tidak ingin Master juga meninggalkan dunia ini. Jika hari itu benar-benar datang, saya harap master dapat memberi tahu saya ketika masa itu datang." Jin Dan berkata terus terang.


Peri Qin Rou berkata dengan sedih, "Pergilah, aku masih punya banyak waktu untuk hidup."


Jin Dan dengan cepat pergi keluar dari aula.


Setelah melihat Jin Dan keluar dari aula, Peri Qin Rou segera menggeleng-gelengkan kepalanya dan tertawa.


Dia tidak bisa tidak memikirkan kembali pertempuran itu lagi. Rasanya masih seperti mimpi.


Dia tidak menyangka sosok yang begitu kuat disembunyikan di antara murid-muridnya.


Dia merasa sangat terkejut untuk sesaat.


 



 


Setelah satu jam, Jin Dan akhirnya membebaskan dirinya dari cengkraman berbagai pertanyaan Su Qianqian dan segera kembali ke gua tempat tinggalnya.


Jin Dan kemudian duduk diranjang kayunya, dia lalu menguap dan meregangkan tubuhnya.


"Hari itu memang hari yang luar biasa. Aku sebenarnya sangat kuat." Jin Dan tersenyum bangga. Membunuh seorang kultivator Alam Formasi Jiwa hanya dengan satu serangan. Itu memang sangat luar biasa!


Apalagi sekarang para petinggi dari Sekte Gunung Perak memperlakukannya secara berbeda…


'Inikah sikap yang diterima oleh para MC di novel-novel? Rasanya memang sangat enak.'


'Pilihanku memang benar untuk terus berlatih dalam pengasingan sepanjang waktu. Jika saja aku berhenti berlatih beberapa tahun sebelumnya, aku pasti akan melewatkan kesempatan ini, jadi aku harus mencoba yang terbaik untuk terus berkultivasi.' Jin Dan berpikir dalam hati dengan mantap.


Jika krisis ini terjadi satu atau dua tahun yang lalu ketika dia belum menerobos ke alam Jiwa Baru Lahir, dia pasti tidak akan mampu untuk mengalahkan Mo Fucuho.


Jika itu masalahnya, dia pasti tidak akan punya pilihan lain selain melarikan diri. Wanita-wanita yang merupakan calon pendampingnya itu pasti akan mati semuanya.


Memikirkan hal ini, Jin Dan menjadi lebih bertekad untuk berkultivasi.


'Sebelum aku menjadi benar-benar menjadi tak terkalahkan, aku harus menghabiskan seluruh waktuku untuk berkultivasi. Meskipun Mo Fucuho sudah mati, potensi bahaya masih ada.


Sekte Penjinakan Iblis!'


Jin Dan penuh dengan semangat juang.

__ADS_1


Dia ingin melampaui semua orang di Sekte Penjinakan Iblis sebelum mereka datang untuk membalas dendam!


Setelah memikirkan berbagai hal, dia kembali memasuki kondisi kultivasinya.


 



 


Setengah tahun berlalu dalam sekejap.


Sekte dalam Sekte Gunung Perak telah pulih sepenuhnya. Setelah pulih dari luka-luka mereka, Di Siman dan yang lainnya mulai mengerahkan sejumlah besar murid untuk menyerang Sekte Hutan Jahat.


Jin Dan tidak terganggu sama sekali dengan hal ini, dia masih terus berkultivasi seperti biasanya.


Mo Fucuho dan Yang Lou sudah mati. Dalam hal jumlah ahli, Sekte itu jelas bukan tandingan Sekte Gunung Perak!


Dalam hal mentalitas, Sekte Gunung Perak juga memiliki keunggulan mutlak.


 


....


 


Setahun kemudian.


Di bawah serangan kuat yang diberikan oleh Sekte Gunung Perak secara terus-menerus, Sekte Hutan Jahat yang telah dikalahkan dalam pertempuran demi pertempuran, akhirnya memilih untuk melarikan diri dari markas mereka.


Dunia kultivasi Xia yang Agung langsung geger ketika berita ini tersebar, ketenaran Sekte Gunung Perak langsung meningkat pesat!


 


....


 


Pada saat yang sama, Jin Dan telah mencapai Tingkat 2 Alam Jiwa Baru Lahir.


Butuh dua setengah tahun baginya untuk naik satu tingkat, memang tidak mudah untuk menembus setiap tingkat di Alam Jiwa Baru Lahir.


Namun, dibandingkan dengan kecepatannya yang sebelumnya, kecepatan kultivasinya saat ini memang meningkat sedikit. Itu karena dia tidak perlu lagi mengolah setiap potensi budidayaya secara terpisah. Dia bisa langsung menyerap keenam jenis energi spiritual dan mengubahnya menjadi energi spiritual Enam Jalan!


 


....


 


Di suatu hari yang cerah, Su Qianqian datang berkunjung.


"Sekte kita telah mengumpulkan cukup banyak harta alam yang dapat membantu meningkatkan energi spiritual di gua tempat tinggalmu, jadi aku akan membantumu menanamnya. Disini ada juga formasi susunan pengumpulan energi spiritual," Su Qianqian berkata sambil tersenyum cerah.


Dia sudah tahu kalau Penatua Pembunuh Dewa adalah Jin Dan. Ketika dia mendengarnya, kesukaannya terhadapnya langsung meningkat menjadi 5,5 bintang!


Dia telah mendengar berita ini langsung dari Peri Qin Rou, jadi dia tidak meragukannya sedikitpun.


'Junior Jin benar-benar jenius yang belum pernah ada sebelumnya! Tidak! Dia pasti seorang putra surga!'


Jin Dan kemudian mengangguk dan berkata, "Terima kasih, Senior."


Su Qianqian segera mulai sibuk. Saat dia mengatur formasi susunan, dia tersenyum kearahnya dan berkata, "Kamu sudah menjadi Penatua Pembunuh Dewa, bisakah aku untuk tetap menjadi seniormu?"


Jin Dan lalu membalas senyumnya dan berkata, "Tentu saja, selama kamu berkultivasi dengan serius dan cukup keras, kamu pasti akan selalu menjadi seniorku."


'Dengan kesukaan yang begitu tinggi, bagaimana aku bisa menolaknya? Su Qianqian sama sekali tidak jelek!'

__ADS_1


Namun, Jin Dan tidak ingin berbicara tentang cinta untuk saat ini. Berkultivasi dengan keras adalah prioritasnya. Karena itu, dia berharap untuk memimpin para wanita yang menyukainya untuk pergi jalur kultivasi yang berdedikasi bersamanya.


__ADS_2