Abadi

Abadi
Kematian Hin Dun


__ADS_3

Di sungai pedang, Jin Dan maju selangkah demi selangkah, melampaui para kultivator pedang yang pernah maju di jalur pedang. Dia melampaui mereka bukan dari segi kekuatan, melainkan dari segi pemahaman!


Selain pemahamannya tentang dao pedang yang terus meningkat, niat pedang Jin Dan juga terus menjadi semakin kuat.


Dia tiba-tiba penasaran. Siapa yang berada di ujung sungai pedang ini ya?


Disaat Jin Dan sedang berpikir, sesosok merah tiba-tiba muncul dihadapannya dan berteriak dengan marah, "Berhenti! Seorang manusia berani menyentuh alam abadi? Kamu pasti sedang mencari kematian!"


Boom!


Niat pedang yang misterius nan menakutkan meletus dan menyapu ke arahnya. Dalam sekejap, Jin Dan langsung merasakan ketakutan akan kematian.


Sungai Pedang didepannya segera menjadi kabur, Jin Dan langsung tersentak bangun dan kesadarannya kembali ke tubuhnya. Sambil terengah-engah dan berkeringat deras, dia bergumam, "Siapa orang itu?"


Ini adalah pertama kalinya Jin Dan menemukan keberadaan yang begitu kuat. Hanya niat pedangnya saja sudah cukup untuk mencabik-cabiknya.


Untungnya, pihak lain tidak memiliki niat membunuh. Jika tidak, roh primodial Jin Dan mungkin saja sudah dihancurkan saat ini.


Sepertinya aku tidak bisa terlalu serakah di masa depan. Aku harus tahu kapan harus berhenti kecuali kultivasiku sudah sangat kuat untuk menangani keberadaan kuat itu.


[Selamat! kamu telah memahami Niat Pedang Persatuan Agung. Niat Pedang ini disebut Niat Pedang Reinkarnasi.]


[Karena ini adalah pertama kalinya kamu memahami Niat Pedang Persatuan Agung, Kamu telah memperoleh Harta Karun Numinous.]


[Selamat! kamu telah mendapatkan Harta Karun Numinous tingkat Persatuan Agung kelas enam — Tikar Meditasi Tenang.]


[Tikar Meditasi Tenang: Harta Karun Numinous tingkat Persatuan Agung kelas Enam. Tikar ini dapat meningkatkan kecepatan kultivasi dan menekan iblis mental.]


'Tingkat Persatuan Agung? Mungkinkah ini tingkat yang ada di luar alam fana?' Jin Dan berpikir dalam hati dan segera mengeluarkan tikar meditasi.


Tikar ini terlihat sangat sederhana dan tidak berbeda dengan tikar-tikar yang ada di kuil taois biasa. Namun, saat Jin Dan duduk di atasnya, dia benar-benar merasa santai. Kegugupannya karena ditakuti oleh niat pedang yang menakutkan tadi langsung menghilang.


Jin Dan mengangkat tangan kanannya dan sebuah pedang kecil segera terkondensasi diatas telapak tangannya.


Niat Pedang Reinkarnasi!


"Aku akhirnya memiliki niat pedang sendiri!" Jin Dan tertawa senang.


Di masa depan, jika seseorang datang untuk menantangnya, dia akan langsung menggunakan Niat Pedang Reinkarnasi ini untuk langsung menghancurkan target. Dengan menggunakan niat pedang ini, dia bisa mencoba yang terbaik untuk tidak merusak lingkungan dan tidak menyebabkan terlalu banyak keributan.


Jin Dan menarik napas dalam-dalam dan mulai berkultivasi.


Pada saat yang sama, cahaya ungu di langit mulai menghilang. Seluruh dunia sedang mendiskusikan masalah ini. Jin Dan yang menyebabkan fenomena ini sama sekali tidak muncul, hal ini menyebabkan banyak penipu mengklaim bahwa mereka adalah orang ditakdirkan yang menyebabkan fenomena abnormal ini.


Jin Dan tidak tahu tentang semua ini. Bahkan jika dia tahu, dia hanya akan menanggapinya dengan acuh tak acuh.


 



 


 


~Wilayah Utara, Sekte Penjinakan Iblis~


Di sebuah lembah yang kosong, ratusan murid duduk bersama menghadap sebuah lempengan batu. Di atas lempengan batu tersebut terdapat garis-garis kata berwarna darah yang tidak jelas.


Su Qi ada di antara mereka, dia tampak khawatir.


Dia tidak ingin mengolah seni iblis yang berasal Sekte Penjinakan Iblis ini. Dia tidak ingin menjadi seorang kultivator jahat dan ingin tetap menjadi seorang kultivator ortodoks selamanya.


Mengapa master masih belum juga bergerak?


Sejak dia bergabung dengan Sekte Penjinakan Iblis, dia sering diganggu oleh sesama murid karena tidak ingin mengikuti para kultivator jahat ini untuk melakukan kejahatan.


Karena sikapnya ini, dia secara alami akan dikucilkan. Untungnya, para murid yang pernah menindasnya telah meninggal karena alasan yang aneh, jadi tidak ada lagi murid yang berani memprovokasinya sekarang.

__ADS_1


Su Qi tahu bahwa masternya pasti telah membantunya secara diam-diam.


Tampaknya Sekte Penjinakan Iblis ini masih sangat kuat. Bahkan masternya tidak berani menyerang mereka dengan gegabah.


Saat ini…Sesosok tiba-tiba muncul didepan para murid ini.


"Semua murid, cepat kembali ke sekte. Penatua Hin Dun sudah mati. Kalian harus pergi dan memberi hormat kepadanya!" Sosok itu berteriak, kata-katanya langsung menyebabkan kegemparan.


Seorang penatua telah jatuh!


Di Sekte Penjinakan Iblis, seseorang setidaknya harus berada di Alam Kekosongan untuk menjadi seorang penatua.


Sosok perkasa Alam Kekosongan telah binasa? Ini bukan masalah kecil!


Para murid segera berdiri dan terbang menuju sekte.


Su Qi mengikuti kerumunan dan diam-diam bersemangat. "Mungkinkah ini perbuatan master? Seharusnya itu memang dia! Tidak ada satupun sekte di Negara Bagian Utara yang berani memprovokasi Sekte Penjinakan Iblis. Bahkan seorang kultivator Alam Kekosongan tidak akan mati tanpa alasan apapun."


~Di sisi lain, di sebuah kuil~


Mayat Hin Dun tergeletak di tanah. Ada sebuah kuali besar terletak di sampingnya dengan lilin di dalamnya. Asap hijau dari lilin tersebut melindungi jiwanya yang lemah.


Lebih dari sepuluh anggota tingkat tinggi dari Sekte Penjinakan Iblis berdiri di sekitarnya.


Saat ini, ekspresi Master Sekte dari Sekte Penjinakan Iblis, Tu Quan berubah menjadi gelap. "Junior Hin Dun, apakah kamu punya kata-kata terakhir?"


Mereka sudah mencoba yang terbaik, tetapi tidak ada yang bisa mereka lakukan.


Jiwa Hin Dun hanya bisa bertahan sedikit lebih lama sebelum menghilang dan memasuki siklus reinkarnasi.


Sejak saat itu, mereka akan dipisahkan oleh hidup dan mati. Bahkan jika dia bereinkarnasi, mereka tidak akan bisa lagi mengenalinya di kehidupan selanjutnya.


Hin Dun saat ini berada dalam keadaan kebingungan dan keputusasaan. Sebelum kematiannya, dia mengingat dan menyadari bahwa semua kesialan yang dialaminya selama ini dimulai tepat setelah dia meninggalkan Xia yang Agung.


Dia tidak bisa untuk tidak kembali memikirkan wajah tampan Jin Dan.


Segala macam hal sial terus terjadi kepadanya, seperti setelah berkultivasi untuk jangka waktu tertentu, iblis batin pasti akan selalu menganggunya.


Mengecualikan semua kemungkinan, kemungkinan yang satu ini meskipun tampaknya mustahil sepertinya adalah kemungkinan yang paling benar!


Mata Hin Dun berangsur-angsur kembali bersinar, dia lalu memandang kearah rekan-rekannya dan mengertakkan gigi. "Jangan pergi ke Xia yang Agung! Jangan pergi ke Xia yang Agung! Jangan memprovokasi Sekte Gunung Perak dari Xia yang Agung..."


Ini adalah kata-kata terakhir Hin Dun.


Dia tidak bisa mengerti bagaimana cara Jin Dan untuk menyakitinya, tetapi intuisinya mengatakan kepadanya bahwa kesialannya ini pasti terkait dengannya.


Musuh misterius dan aneh adalah yang musuh paling menakutkan!


Hin Dun tidak ingin Sekte Penjinak Iblis mengikuti jejaknya.


Sedangkan untuk balas dendam…


Hin Dun telah melalui begitu banyak nasib buruk sehingga dia tidak lagi ingin membalas dendam. Yang dia inginkan sekarang adalah agar Sekte Penjinakan Iblis bisa tetap aman di masa depan.


Dan untuk dirinya sendiri…


Dia hanya ingin bereinkarnasi sebagai orang yang baik dikehidupannya yang selanjutnya.


Tu Quan mengerutkan kening dan bertanya, "Apakah karena Sekte Gunung Perak ini kamu begitu menderita?"


Dia menoleh ke yang lain. "Apa itu Xia yang Agung?"


Semua orang menggelengkan kepala, jelas kalau mereka belum pernah mendengar tentang Xia yang Agung ini.


Jiwa Hin Dun perlahan-lahan mulai menghilang, dia dengan lemah menatap para rekannya dan berkata, "Senior, jangan bantu aku membalas dendam ... jangan pernah memprovokasi Sekte Gunung Perak yang ada di Xia yang Agung..."


Sebelum dia bisa menyelesaikannya, jiwanya benar-benar menghilang.

__ADS_1


Semua orang dari Sekte Penjinakan Iblis terdiam. Hanya ada satu pertanyaan di benak mereka saat ini.


Di mana Sekte Gunung Perak dan Xia yang Agung ini berada?


 


 



 


 


Setelah memahami Niat Pedang Reinkarnasi, Jin Dan kembali mengasingkan dirinya selama delapan tahun lagi.


Delapan tahun bukanlah apa-apa baginya dan Sekte Gunung Perak, tetapi bagi para murid sekte itu, itu adalah waktu yang sangat lama.


Dengan menggunakan Tikar Meditasi Tenang sebagai alas duduknya, kecepatan Jin Dan dalam berkultivasi menjadi sangat cepat dan dia saat ini sudah sangat dekat dengan Tingkat 9 Alam Kekosongan.


Harus dikatakan bahwa efek dari Harta Karun Numinous tingkat Persatuan Agung memang sangat mengesankan!


Pada hari ini, Jin Dan memutuskan untuk meninggalkan gua tempat tinggalnya untuk memeriksa pertumbuhan Pohon Fusang, sambil meregangkan tubuhnya juga.


Sambil melakukan peregangan, Jin Dan mulai memeriksa pesan-pesannya.


[Muridmu Zhuo Fan diserang oleh Tuan Iblis.]


[Teman baikmu An Jing sedang diburu oleh sepuluh sekte.]


[Teman baikmu An Jing diserang oleh seorang kultivator ortodoks. x483


[Teman baikmu An Jing terluka parah. Dia bertemu dengan makhluk yang kuat dan melarikan diri dari bahaya.]


[Musuhmu Hin Dun telah binasa. Jiwanya telah memasuki siklus reinkarnasi.]


[Teman baikmu Peri Qin Rou secara tidak sengaja memasuki reruntuhan Tanah Suci Kuno.]


[Hewan peliharaanmu Tengu diserang oleh binatang buas] x6942


[Hewan peliharaanmu Tengu telah memicu kemarahan manusia dan iblis.]


 


 



 


 


Jin Dan memperhatikan bahwa Hin Dun telah benar-benar mati!


Dia terkejut.


Selain meningkatkan tingkat kultivasinya, mengutuk orang ini adalah satu-satunya hal yang membuatnya bahagia selama tahun-tahunnya yang membosankan.


Tampaknya Kitab Kemalangan memang sangat efektif.


Sebelumnya Jin Dan selalu khawatir kalau Sekte Penjinakan Iblis akan datang menyerangnya. Sekarang Hin Dun sudah mati, dia mungkin tidak akan datang lagi. Lagipula, Hin Dun tidak tahu bahwa dialah yang mengutuknya.


Hin Dun sudah pergi, jadi dia hanya bisa mengutuk Tuan Iblis Ah Su di masa depan.


Tidak diketahui berapa lama Ah Su ini bisa bertahan dari kutukannya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2