Abadi

Abadi
Kedatangan Huang Zuntian


__ADS_3

Peri Qin Rou tertegun dan tidak tahu harus berkata apa-apa untuk saat ini. 'Anak ini…dia benar-benar tahu bagaimana membuat orang tegang.'


Setelah beberapa saat, Peri Qin Rou akhirnya segera bangun dari keterkejutannya dan lantas berkata, "Hmph, kamu hanya ingin melihatku mempermalukan diriku sendiri kan? Sepertinya kamu tidak lagi menganggapku sebagai mastermu ya? Yah lagi pula aku juga mengerti, sebagai mastermu, aku bahkan tidak pernah mengajarimu apa pun." Peri Qin Rou berkata dengan sedih.


Jin Dan segera menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat dan menyanggah, "Bukan seperti itu master...hanya saja master bertanya terlalu tiba-tiba, lagipula anda bertanya tingkat berapa tentu saja saya menjawab Tingkat 1."


Mendengar ini, Peri Qin Rou menggelengkan kepalanya dan tertawa. Bagaimana mungkin dia bisa berpikir kalau Jin Dan akan menerobos ke Alam Formasi Jiwa begitu cepat? Sudah berapa tahun sejak dia memasuki alam Jiwa Baru Lahir?


Setelah itu, dia menatap Jin Dan dengan dalam sebelum berkata sambil tersenyum. "Jin Dan, jika kamu memiliki suatu kebutuhan nanti, jangan ragu untuk bertanya. kamu telah melakukan lebih banyak untuk sekte daripada yang telah dilakukan sekte untukmu, jadi tidak perlu untuk bersikap sopan."


'Kebutuhan?' Jin Dan berpikir sejenak.


"Apakah ada pil kultivasi untuk Alam Formasi Jiwa?"


"Tidak…"


"Kalau begitu cobalah yang terbaik untuk membantu memperkuat energi spiritual di gua tempat tinggal saya master."


"Ya, aku pasti akan memikirkannya."


Jin Dan memiliki teknik kultivasi terbaik dan berbagai mantra kuat yang didapatkannya dari sistem, jadi dia sama sekali tidak membutuhkan ajaran dari Sekte Gunung Perak.


Alasan mengapa dia tetap tinggal di sekte ini adalah karena dia tidak punya tempat lain yang bagus untuk dikunjungi. Daripada berkeliaran, lebih baik berkultivasi di sini dengan tenang.


Setelah percakapan singkat, Jin Dan segera bangkit dan pergi.


Peri Qin Rou melihat kearah punggungnya yang sedang berjalan keluar dan bertanya, "Berapa lama kamu bisa tinggal di Sekte Gunung Perak?"


Jin Dan segera berhenti dan berbalik untuk menatapnya. "Mengapa anda bertanya seperti itu master? Jika saya ingin pergi, saya pasti sudah pergi sejak lama."


Peri Qin Rou menggelengkan kepalanya dan berkata, "Aku tidak takut kamu akan melarikan diri. Hanya saja kamu tumbuh terlalu cepat. Ketika saatnya tiba, sekte kecil ini tidak akan mampu menampung raksasa sepertimu. Ada banyak sekte yang lebih kuat daripada Sekte Gunung Perak di dunia kultivasi lain. Sudah menjadi sifat alami manusia untuk berusaha menjadi lebih baik, terutama untuk petapa sepertimu. Saat itu, leluhur pendiri meninggalkan Xia yang Agung untuk mengejar alam yang lebih tinggi ."


Jin Dan tersenyum dan berkata, "Mungkin saja. Jika saya benar-benar ingin pergi suatu hari nanti, saya pasti akan memberitahumu sebelumnya."


Setelah mengatakan itu, dia segera berbalik dan pergi dengan cepat.


Untuk mencari Dao Besar di dunia yang lebih luas?


Omong kosong!


Aku lebih suka menjadi puncak dunia ini daripada umpan meriam di alam yang lebih tinggi! Seperti kata pepatah lebih baik menjadi kepala ayam daripada bulu phoenix.


Bagaimanapun juga, aku memiliki potensi terbaik. Bahkan jika aku hanya berkultivasi dengan tenang, aku bisa terus-menerus menjadi lebih kuat. Mengapa pula aku harus pergi keluar dan berpetualang?


 



 


Setelah kembali ke gua tempat tinggalnya, Jin Dan segera mulai bermeditasi.


Melihat Jin Dan yang sudah datang, Ayam Hitam dengan cepat pergi menghampirinya dan buru-buru berkata, "Tuan, tadi aku mendengar ayam-ayam berkokok di kaki gunung. Ketika aku mendengar suara mereka, hatiku terasa berdebar-debar. Hal itu membuatku ingin buru-buru keluar. Mengapa itu bisa terjadi tuan? Mungkinkah itu adalah ***** jahat yang dulu kamu bicarakan tuan?"


Jin Dan mengangkat alisnya dan berkata, "Ya, kamu harus menahan dorongan ini. Jika kamu mengikutinya, kamu akan jatuh ke dalam kutukan abadi dan tidak pernah menjadi phoenix. Ini adalah ujian dari Dao Besar."


Mungkinkah dorongan seksual ayam ini telah tiba? Sampai-sampai dia bahkan tidak bisa menahan kokokan ayam betina biasa?


"Terima kasih atas pengingatnya tuan. Jika bukan karena pengingatmu aku pasti sudah jatuh kedalam kesesatan. Jalur kultivasi benar-benar penuh dengan bahaya!" Ayam Hitam berkata dengan penuh rasa terima kasih dan kesungguhan.


Jin Dan diam-diam tertawa didalam hatinya ketika melihat ini. 'Bahkan tuanmu ini masih perjaka, jadi kamu yang hanya seekor ayam, bisa melupakan untuk bersenang-senang!

__ADS_1


Jadilah anak kecil… selamanya!'


Setalah itu, Jin Dan dan Ayam Hitam segera berkultivasi.


Ketika dia sedang punya waktu luang dan tidak sedang berkultivasi, Jin Dan pasti akan selalu menanamkan prinsip-prinsip hidupnya ke dalam benak Ayam Hitamnya yang bodoh ini.


Segala hal didunia ini tidak penting, hanya kultivasilah yang paling penting~~


Para kultivator adalah elit didunia ini~~


Kultivator ayam adalah elit di antara para ayam~~


 



 


Dalam sekejap mata, dua tahun berlalu.


Jin Dan masih belum menembus ke Tingkat 2 Alam Formasi Jiwa, tetapi dengan mengandalkan pil Formasi Jiwa yang diberikan Xuan Qingjun kepadanya, dia sudah mendekatinya. Dia tidak berani berhenti sedikitpun, sebaliknya, dia terus berkultivasi dan berusaha untuk menerobos sesegera mungkin.


Di suatu hari yang cerah, Orang dari Sekte Banteng Merah akhirnya datang ke Sete Gunung Perak! Yang datang adalah Master Sekte Huang Zuntian beserta dengan seorang penatua yang menyertainya.


Penatua ini dikenal sebagai Guru Spiritual Shan Kui dan dia juga berada di alam Formasi Jiwa.


Saat ini Huang Zuntian mendarat di puncak gunung dan memandang dengan waspada ke delapan belas puncak Sekte Gunung Perak.


Guru Spiritual Shan Kui mengenakan jubah merah. Di bawah topi jeraminyanya, terlihat sepasang mata yang sangat dingin dan mengandung niat membunuh.


"Master Sekte, mari kita serang saja mereka!" Guru Spiritual Shan Kui berkata dengan jijik.


Huang Zuntian ragu-ragu. "Ya mereka memang terlalu lemah. Mungkinkah ini adalah jebakan? Jika itu aku, aku pasti tidak akan berani menyerang Sekte Banteng Merah hanya dengan kekuatan seperti ini."


Guru Spiritual Shan Kui tidak bisa berkata-kata. "Apa yang harus ditakuti? Mereka itu hanya melakukan serangan habis-habisan. Jika tidak, mereka pasti akan tetap ditelan oleh kita cepat atau lambat!"


Huang Zuntian terdiam dan merenung.


Melihat betapa pengecutnya dia, Guru Spiritual Shan Kui menjadi sangat marah. Jika bukan karena dia tidak bisa menang melawannya, dia pasti akan merebut posisi Master Sekte sejak lama.


"Tidak, aku merasa tidak enak. Ada yang tidak beres." Huang Zuntian mengerutkan kening.


Ketika mendengar ini, Guru Spiritual Shan Kui segera menjadi gila dan berkata dengan suara meninggi, "Master Sekte! Kesempatan ini tidak akan pernah datang lagi. Jika Sekte Banteng Merah terkubur di tangan kita, bagaimana kita bisa mempunyai wajah untuk menghadapi Master Sekte sebelumnya?"


Huang Zuntian tetap mengerutkan keningnya dan tidak berkata apa-apa.


 



 


Di dalam gua tempat tinggal Jin Dan.


[Sekte Banteng Merah akan menyerang Sekte Gunung Perak.]


Jin Dan segera membuka matanya dan segera memeriksa orang terkuat yang hadir dalam penyerangan kali ini.


[Huang Zuntian: Tingkat 9 Alam Formasi Jiwa, Master Sekte dari Sekte Banteng Merah. Dia sangat berhati-hati dan tidak suka membunuh.]


Master Sekte sendiri langsung datang kesini? Dan orang ini sangat berhati-hati dan tidak suka membunuh?

__ADS_1


Jin Dan berpikir kalau dia tadi salah melihat dan segera mengedipkan matanya beberapa kali.


Apakah Sekte Banteng Merah benar-benar bukan Sekte Iblis?


Jin Dan tidak lagi memikirkannya, dia dengan cepat memilih untuk memasuki percobaan simulasi dan segera memilih Huang Zuntian sebagai lawannya.


Tiga napas kemudian, dia membuka matanya lagi dan menghela napas lega.


Dia perlahan berdiri dan bersiap untuk meninggalkan gua tempat tinggal.


Saat ini Ayam Hitam sangat gugup melihat Jin Dan yang akan pergi. "Tuan, apakah kamu akan melarikan diri?" Ayam itu dengan cepat berdiri dan bersiap untuk berlari keluar gua juga.


Ketika mendengar ini, Jin Dan segera berkata dengan marah kepadanya, "Huh, kamu hanya seekor ayam tapi malah banyak bicara, Kita akan lari jika aku tidak bisa mengalahkannya, jadi tunggu saja di sini!"


Setelah mengatakan itu, dia segera berubah menjadi embusan angin dan bergegas keluar dari gua.


Segera, dia menemukan Huang Zuntian dan Guru Spiritual Shan Kui yang terlihat masih berdebat.


Guru Spiritual Shan Kui masih mencoba membujuknya, tetapi Huang Zuntian tiba-tiba menghentikannya untuk berbicara dan menatap kearah langit.


Melihat Jin Dan yang sedang terbang di kejauhan, mereka berdua segera berhenti dan menatapnya dengan waspada.


Jin Dan berhenti kurang dari seratus kaki dari mereka, dia kemudian melihat sekeliling dengan rasa ingin tahu dan bertanya, "Hanya kalian berdua?"


Jantung Huang Zuntian segera berdegup kencang ketika mendengar ini. 'Nada ini…Jadi ini memang jebakan!'


Ketika Guru Spiritual Shan Kui melihat kalau Jin Dan hanya berada di Tingkat 9 Alam Pembangunan Fondasi tetapi berani untuk bergegas kearah mereka dan bahkan mengucapkan kata-kata seperti itu, dia tahu kalau orang ini pasti memiliki teknik penyembunyian kultivasi!


Dia secara alami telah mendengar tentang Penatua Pembunuh Dewa yang legendaris.


Mungkinkah orang ini adalah Penatua Pembunuh Dewa dari Sekte Gunung Perak?


Namun, Mo Fucuho baru saja memasuki Alam Formasi Jiwa, dia benar-benar tidak bisa dibandingkan dengan mereka yang sudah berada di Alam Formasi Jiwa selama bertahun-tahun.


Guru Spiritual Shan Kui lalu memandangnya dan berkata, "Bukankah kita berdua saja sudah cukup? Rekan Taois benar-benar sombong. Kalau begitu, biarkan aku menguji seberapa kuatnya kamu rekan taois!"


Jin Dan mengabaikan seruannya dan memilih untuk menatap Huang Zuntian, dia kemudian berkata, "Master Sekte, aku dengar kalau kamu itu tidak suka membunuh, jadi mengapa kamu menargetkan Sekte Gunung Perak kami?"


Huang Zuntian ragu-ragu untuk berbicara.


Namun Guru Spiritual Shan Kui tiba-tiba berteriak dengan marah, "Potong omong kosongnya brengsek! Mari bertarung!"


Dia tiba-tiba menyerang, belati perak di tangannya segera ditembakkan kearah Jin Dan.


Swish!


Ding!


Belati perak itu segera terhenti tepat saat akan menyentuh Jin Dan seolah-olah telah mengenai sebuah bel yang tak terlihat.


Pupil mata Guru Spiritual Shan Kui melebar, dia segera mengucapkan mantra dan bersiap untuk langkah selanjutnya.


Namun Jin Dan tidak akan pernah membiarkannya untuk melakukan serangan, dia segera mengangkat tangannya dan Tiga Pedang Bayangan Murni segera muncul dari udara tipis dan menyerang Guru Spiritual Shan Kui dengan kecepatan kilat.


Guru Spiritual Shan Kui secara naluriah ingin menghindar, tapi Tiga Pedang Bayangan Murni terlalu cepat!


Itu sangat cepat sehingga bahkan dia, seorang Kultivator Formasi Jiwa, tidak bisa menghindar tepat waktu!


Boom!


Guru Spiritual Shan Kui langsung terbunuh dan tubuhnya berubah menjadi kabut berdarah.

__ADS_1


__ADS_2