
'Di Chun? Penerus Raja Racun?' Jin Dan memiliki ekspresi aneh diwajahnya.
Nama Di Chun ini terdengar sangat familiar ditelinganya. Dia sepertinya pernah mendengar namanya disuatu tempat sebelumnya!
Tunggu...bukankah lebih dari seratus tahun yang lalu, Yang Lin pernah memintanya untuk pergi untuk mencari peluang bersama. Sepertinya dia sedang mencari bekas gua tempat tinggal orang bernama Di Chun ini.
Dia tidak menyangka bahwa setelah sekian lama, Di Chun ini akan benar-benar kembali datang ke sekte ini!
Tingkat 5 Alam Formasi Jiwa merupakan tingkat kultivasi yang sangat tinggi di dunia kultivasi Xia yang Agung. Jika dia kembali secara terbuka, itu pasti akan menyebabkan keributan besar.
Tapi Jin Dan belum pernah mendengar tentang kembalinya Di Chun dari siapapun. Zhuo Fan, Su Qianqian dan Xu Yifei sudah sering kali datang untuk mencarinya dan berbicara dengan panjang lebar dengannya, tetapi tidak satupun dari mereka yang pernah menyebutkankan tentang kedatangan Di Chun. Apa artinya ini? Itu berarti bahwa Di Chun ini sedang menyusup ke sekte!
Jin Dan segera mencari keberadaannya.
Di Chun sebenarnya sedang berada di puncak utama.
Pada saat ini, Taois Xusin sedang memanggil semua murid dari puncak utama, Xu Yifei juga termasuk didalamnya.
Saat ini Di Chun juga turut hadir, dia memiliki penampilan biasa dan auranya ditekan pada Tingkat 1 Alam Inti Emas, penampilannya terlihat seperti seorang anak yang naif dan jujur, namun siapa yang akan menyangka bahwa dia sebenarnya adalah penerus Raja Racun?
Alasan mengapa Taois Xusin memanggil semua murid adalah untuk memberi tahu mereka tentang kepergian Taois Jiuding. Ketika Di Chun mengetahui tentang kepergiannya, dia sangat gembira, tapi dia berhasil menyembunyikannya dengan baik.
Dia akhirnya menemukan kesempatan!
Sebelumnya dengan keberadaan Taois Jiuding di sekitarnya, dia tidak berani bertindak sembarangan, Sekarang setelah Taois Jiuding telah pergi, dia merasa awan kelabu dilangit seolah-olah telah terbelah dan dia akhirnya bisa melihat matahari setelah sekian lama.
"Tidak aku harus tenang, masih ada satu orang lagi yang bisa menghalangi jalanku!" Di Chun berpikir dalam hatinya.
Orang paling misterius di Sekte Gunung Perak! Penatua Pembunuh Dewa!
Dia telah mendengar bahwa alasan mengapa Sekte Banteng Merah dikalahkan adalah karena master sekte mereka pergi menyusup ke Sekte Gunung Perak dan tidak pernah kembali.
Pada saat itu, Taois Jiuding belum kembali. Dengan kata lain, Penatua Pembunuh Dewa ini memiliki kekuatan yang mengerikan, karena dia mampu untuk membunuh master sekte dari Sekte Banteng Merah!
Sebelum Di Chun bisa menjalankan rencananya, dia harus memikirkan cara untuk berurusan dengan Penatua Pembunuh Dewa. Namun, dia belum mengetahui siapa Penatua Pembunuh Dewa itu, tapi dikatakan bahwa dia sebenarnya berasal dari Puncak Gunung Sunyi.
Puncak Gunung Sunyi…
Ketika dia memikirkan seorang wanita yang berada di Puncak Gunung Sunyi, tatapan Di Chun segera berubah menjadi pahit.
…
Sejak dia menemukan keberadaan Di Chun, Jin Dan sering memperhatikan aktivitas apa saja yang orang ini lakukan di sela-sela kultivasinya.
Jika Di Chun tidak ingin menyakiti Sekte Gunung Perak, dia tentu saja tidak bisa membunuhnya
langsung.
Dia telah mengirim transmisi suara ke Xu Yifei tentang keadaan saat ini dan dia mengatakan kalau sekte dalam dari Sekte Gunung Perak masih sangat damai dan tidak ada insiden apapun yang terjadi.
...
__ADS_1
Sama seperti itu, lima tahun berlalu dengan cepat, saat ini Jin Dan akhirnya berhasil menerobos ke Tingkat 7 Alam Formasi Jiwa!
'Aku sudah semakin dekat saja dengan Alam Kekosongan!' Jin Dan merasa sangat senang ketika memikirkan ini.
Setelah menstabilkan kultivasinya, dia segera memeriksa kembali lokasi Di Chun saat ini dan menemukan bahwa dia telah meninggalkan Sekte Gunung Perak.
Jin Dan tidak keberatan. Selama Di Chun ini tidak menimbulkan masalah, itu akan baik-baik saja.
Setelah itu, Jin Dan memutuskan untuk memeriksa pesan-pesan yang masuk.
[Pendamping Dao-mu Xuan Qingjun mengalami berbagai aspek kehidupan dan memahami sebuah Kekuatan Mistik baru.]
[Teman baikmu Yang Mo telah jatuh ke jalan iblis.]
[Binatang Peliharaan Ilahi-mu Tengu telah memahami Kekuatan Mistik bawaannya.]
[Teman baikmu Taois Jiuding diserang oleh Raja Iblis dan terluka parah.]
[Teman baikmu Taois Jiuding sangat marah dan hati Dao-nya rusak.]
[Teman baikmu An Jing memperoleh Fisik Dominasi, mengguncang langit dan bumi.]
…
Jin Dan tercengang ketika melihat pesan-pesan ini.
Yang Mo telah jatuh ke jalan iblis. Apa yang terjadi padanya?
Anjing itu sebenarnya tidak memberitahuku kalau ia telah memahami Kekuatan Mistik bawaan!
Taois Jiuding benar-benar menyedihkan, dia benar-nenar mendaptakan nasib buruk dari Su Qi.
Adapun An Jing …Wow! Orang ini benar-benar hidup selayaknya hidup seorang protagonis.
Jin Dan mengambil napas dalam-dalam dan merasa kalau dia sudah tidak bisa lagi bersantai. Saat ini kultivasinya mungkin sudah merupakan puncak kultivasi di Xia yang Agung, tetapi itu tidak berarti bahwa itu akan sama di masa depan.
Dia masih harus tetap berkultivasi dengan rajin!
Setelah bertahun-tahun, harta alam di gunungnya juga mulai matang satu demi satu dan energi disekitarnya sudah memasuki periode pertumbuhan eksplosif.
Jin Dan memutuskan untuk mencoba yang terbaik untuk mencapai Alam Kekosongan sesegera mungkin!
…
Dalam sekejap mata, Sepuluh tahun lagi berlalu.
Tingkat kultivasi Jin Dan telah mencapai Tingkat 8 Alam Formasi Jiwa dan dia sudah tidak jauh lagi dari tingkat 9! Setiap kali dia memikirkan Alam Kekosongan, dia akan merasa sangat bersemangat.
__ADS_1
...
Di suatu hari yang cerah, Di Siman datang berkunjung.
Untuk mencegah Su Qi memberikan nasib buruknya kepadanya, Jin Dan dengan cepat berjalan keluar dari gua tempat tinggalnya untuk menemuinya.
"Penatua Jin lama tidak bertemu. Bagaimana dengan kultivasimu baru-baru ini?" Di Siman bertanya dengan hangat.
Dengan bantuan dari Taois Jiuding, tingkat kultivasinya telah mencapai Tingkat 9 Alam Jiwa Baru Lahir.
Terlepas dari tingkat kultivasinya, dia juga sudah menjadi pemimpin dari seluruh sekte ortodoks yang ada di Xia yang Agung.
Selama bertahun-tahun ini, Jin Dan sama sekali tidak pernah melihatnya diserang lagi.
"Kultivasiku baik-baik saja, tidak ada hambatan sama sekali. Ngomong-ngomong bolehkah aku tahu mengapa kamu datang mencariku master sekte?" Jin Dan bertanya sambil tersenyum.
Di Siman tersenyum dan berkata, "Konferensi Kultivasi jalan ortodoks akan segera dimulai. Apa kamu ingin pergi Penatua Jin? Konferensi ini terletak di ibukota Dinasti Xia yang Agung. Disini kamu dapat memperoleh keberuntungan umat manusia yang dapat membantumu dalam kultivasimu Penatua Jin."
[Master Sekte Di Siman mengundangmu untuk berpartisipasi dalam Konferensi Kultivasi memiliki pilihan sebagai berikut:]
[1: Tolak. Lanjutkan berkultivasi. Kamu bisa mendapatkan Harta Karun Numinous.]
[2: Terimalah. Jika kamu meninggalkan sekte dan ikut dengan Master Sekte, Kamu bisa mendapatkan 1 batu roh kelas atas.]
Perbedaan hadiah antara keduanya sangat besar …
Namun, Jin Dan sudah terbiasa. Bukan karena sistem memaksanya untuk membuat pilihan seperti itu, hanya saja dia telah memilih untuk berkultivasi dengan cara yang rendah hati sejak dulu, ini adalah jalan yang telah direncanakan sistem untuknya.
Jin Dan diam-diam memilih opsi pertama.
Jin Dan menggelengkan kepalanya dan berkata, "Lupakan saja, aku tidak akan pergi dan juga jangan lupa untuk berhati-hati master sekte, meskipun Sekte Gunung Perak berjalan lancar saja baru-baru ini, masalah kepergian leluhur pasti akan segera diketahui oleh kekuatan lain..."
Di Siman hanya bisa menghela nafas ketika mendengar ini, 'Haish...Jin Dan ini tidak pernah berubah! Jika itu aku dengan bakat yang sama seperti Jin Dan, aku pasti sudah lama menikmati hidup daripada bersembunyi terus seperti tikus.'
[Kamu telah menolak undangan dari Di Siman dan mendapatkan Harta Karun Numinous.]
[Selamat! kamu telah mendapatkan Harta Karun Numinous tingkat tertinggi—Kitab Kemalangan.]
[Kitab Kemalangan: Harta karun Numinous yang tak tertandingi. Kitab ini bisa mengutuk makhluk hidup dan membawa kemalangan bagi mereka. Pada saat yang sama, kamu tidak akan terdeteksi oleh mereka.]
'eh...Kitab Kemalangan? Mengutuk orang?' Ketertarikan Jin Dan langsung terusik, namun dengan Di Siman depannya, dia tidak bisa mengeluarkannya sekarang.
"Master Sekte, apa pendapatmu tentang Di Chun?" Jin Dan tiba-tiba bertanya.
Di Siman hendak meninggalkan sekte. Jika Di Chun ini kembali dan ingin menimbulkan masalah, Jin Dan harus tahu apakah dia boleh membunuhnya atau tidak.
Ekspresi Di Siman segera berubah ketika dia mendengar itu. "Mengapa kamu bertanya tentang dia Penatua Jin?"
Setelah mengatakan itu, dia merasa kalau sikapnya tadi sedikit tidak baik dan dia buru-buru menjelaskan, "Ekhm, maafkan sikapku tadi Penatua Jin, aku tadi terbawa amarah. Hanya saja orang ini pernah menjadi juniorku. Bakatnya tidak ada bandingannya, tapi dia dan Guan Yougang sama-sama menyukai Peri Qin Rou. Mereka berdua bertarung mati-matian dan memaksa masterku untuk bergerak. Namun , Di Chun tidak terima dan benar-benar berani bergerak untuk melawan masterku dan akhirnya dipenjara. Saat dipenjara, dia diam-diam melarikan diri dari sekte ini. Sebelum dia pergi, dia meninggalkan surat yang mengatakan kalau dia pasti akan membalikkan Sekte Gunung Perak ketika dia kembali."
Dia sangat tidak senang ketika nama Di Chun disebutkan.
Mata Jin Dan berkedip beberapa kali. 'Haish...Ini adalah tragedi lain yang disebabkan oleh kecemburuan. Tidak heran Peri Qin Rou tidak mengizinkan murid-muridnya berbicara tentang cinta.'
__ADS_1
Jin Dan kemudian berkata dengan lembut, "Di Chun telah kembali, tetapi baru-baru ini dia kembali pergi keluar sekte, aku tidak tahu dia pergi kemana. Saat ini dia sedang menyamar sebagai seorang murid dan tinggal di puncak utama."
Ketika dia mendengar ini, Di Siman langsung melebarkan matanya dan gemetar karena marah, dia segera menggenggam tangan Jin Dan dan berkata dengan sungguh-sungguh, "Penatua Jin, jika dia kembali lagi, kamu harus menangkapnya dan jangan bunuh dia. Oh ya...dan kamu juga harus lemah lembut saat menangkapnya, jika tidak mungkin saja dia akan terbunuh secara tidak sengaja olehmu."