Ada Cinta Yang Lain

Ada Cinta Yang Lain
Kebodohan


__ADS_3

Baju toga sudah siap, make up cetar membahana juga sudah oke, wangi parfum sudah menembus lubang hidung. Waktunya siap-siap untuk masuk ke podium, suara pengeras yang membahana memekikikan teliga tidak membuat hati anna seperti itu.


 "Nama Anna Cecilia Pratama Jurusan Management Bisnis Dengan nilai IPK 4.08 pencapaian prestasi Cumlaude harap maju ke podium untuk menerima penghargaan kelulusan Strata Satu Manajemen Bisnis," suara pembaca acara dengan lantang. 


Anna yang tidak bisa menahan haru, tangis dan bahagia bercampur aduk, sesekali Anna menoleh kebelakang untuk melihat ibu dan kakaknya dengan mata yang bahagia. 


Kepala anna menuduk di hadapan Rektor Prof. Dr. Haji. Samid Hasan S.Mb.M.M. untuk memberkati kelulusan. Baginya beliau tak hanya seperti seorang dosen tapi juga seorang pelindung seperti ayah sendiri. 


Anna yang turun dari podium di sambut dua teman sekaligus sahabat terbaiknya. 


"Anna selamat. Cumlaude coba!" ucapan Mela memeluk memberi selamat. 


"Selamat juga buatmu An, aku seneng. Aaaaaa,"  teriak Arum memberi selamat sambil berjingkrak-jingkarak yang tidak sadar kalau dia sedang memakai baju kebaya


"Hush, pake kebaya. Yang feminim sedikit, hahaaha," ledek anna


Tangan anna pun di seret mereka berdua untuk berfoto selfie sebagai momen kelulusan, tidak memandang tempat, mereka selfie di dalam aula, di luar aula, di toiletpun tak luput untuk selfie. Maklum anak zaman sekarang kalau tidak selfie terus apa lagi, wkwkwkwk. 


Mereka bertiga juga membagi momen kebahagiaan ini bersama orang-orang tersayang, Anna berfoto dengan ibu dan kakaknya yang lumpuh karena kecelakaan. Hanif adalah seorang kakak yang bisa menggantikan figur seorang ayah. Tapi karena kecelakaan dua tahun yang lalu, dia pernah kehilangan kendali akan dirinya sendiri. Tunangan hanif tidak mau menerima keadaannya yang tidak normal.


Anna berlari kecil menghampiri sahabat-sahabatnya untuk membicarakan acara perpisahaan. Tak lama terdengar ringtone handphone yang terlihat di layar nama My Love, Anna pun dengan cepat membalas panggilan telepon itu. 


Anna: "Assalamualaikum, iya mas," jawab Anna memberi salam. 


Randy: "Waalaikumsalam, bagaimana acara kelulusannya? Tidak ada halangan kan?" tanyanya. 


Anna: " Alhamdulillah tidak ada, semua lancar. Dan coba tebak aku dapat nilai tertinggi. Masyaallah senangnya hatiku," ucap Anna dengan bahagia


Anna: "Oh iya mas, ada ibu dan kak hanif di sini, apa mau ngomong?" lanjut Anna. 


Randy: "Nanti saja kalau sudah di rumah, kalau sekarang kan masih acara, terlalu ramai untuk ngobrol, sudah ya nanti kita lanjut lagi," bujuk Randy agar hati Anna tidak kecewa. 


Anna : " Tapi ada yang ingin aku tanyakan. Mas?"  Anna untuk menahan agar tidak di tutup terlalu cepat. 

__ADS_1


Randy : " Aku gak bisa an, aku banyak kerjaan. Nanti malam saja aku telpon kamu," ucap Randy menolak. 


Anna: "Sebenarnya kerjaan apa sih mas, ko lebih penting daripada hubungan ini?" sela Anna. 


Randy: "kerjaan ku lebih penting An, kamu tahu sendiri kan, aku bukan orang kaya seperti kamu, aku orang biasa, aku harus kerja keras untuk semua. Untuk masa depan kita," Randy memberikan penjelasan yang panjang lebar dengan nada tinggi. 


Anna: "ko ngomong seperti itu," Anna berbicara dengan sedikit menjauh dari keramaian. 


Anna: "aku menerima keadaanmu mas. Mau kamu kaya atau kamu miskin tidak perduli buat aku!" penjelasan Anna dengan nada sedikit menekan


Anna: " Kamu tahu kan kita sudah tiga tahun saling mengenal, aku tidak tahu keluargamu, kamu juga tidak tahu keluargaku. Aku dan kamu hanya tahu dari cerita masing-masing, banyak hal yang harus kita bicarakan mas," lanjut Anna. 


Anna: "sekarang, Aku wisuda saja kamu tidak hadir, untukJakarta-Bali tidak jauhkan, kapan kamu ada waktu  bertemu," ujar Anna yang tak sanggup menahan air matanya. 


Randy : "iya.. Iya aku tahu, aku salah, maafin aku kalau bikin kamu menangis, InsyaAllah secepatnya aku ke Jakarta untuk bertemu mama dan kakakmu," bujuk Randy 


Dengan perasaan marah Anna menutup panggilan Randy. Dia menutup kedua mata dengan telapak tangannya agar semua orang tidak melihat. Anna menahan air mata dan menahan nafas agar emosinya yang berada di puncak bisa tertahan. 


Mungkin Anna terlalu polos atau juga terlalu bodoh, bodoh dan bodoh! mau saja menunggu orang yang tidak mau memberikan keputusan. 


"Ya Allah, kurang apakah aku? Apakah aku terlalu mencintainya? Apakah aku terlalu  percaya padanya? Apakah aku memang orang bodoh?" gumam hati Anna. 


Panggilan telepon kedua dari Randy pun terdengar, Anna seakan malas untuk mendengarkan beribu-ribu alasan dari mulut manisnya itu. 


Sekali, dua kali dan tiga kali. Akhirnya Anna mengangkatnya untuk mendengarkan alasan apa lagi yang akan dia ucapkan. 


Randy : "halo An, aku minta maaf, kamu tahu kan aku sayang banget sama kamu. Aku tidak mau putus denganmu. Aku sayang kamu. I love you," ucapnya. Anna pun terdiam mendengar bujuk rayunya.


Randy: " Hallo An, kamu dengarkan. Kita jangan putus ya, aku membutuhkanmu, aku bekerja kan untuk masa depan kita nanti, jadi jangan marah ya, jangan tinggalin aku, maafin ucapanku tadi, I love you so much," rayuan maut mendarat di telinga Anna. 


Mendengar kata I love you yang keluar dari mulut Randy, membuat larva panas yang mendidih di hati Anna menjadi dingin kembali. 


Anna: "Iya. Aku maafin, tapi jangan bilang seperti itu lagi ya," kata permintaan. 

__ADS_1


Randy: "Iya aku minta maaf, sekarang jangan nangis lagi. Kalau nangis bagaimana aku bisa memeluk mu," rayuan maut yang ampuh. Anna mengusap air matanya dengan kedua telapak tangannya yang putih. 


Randy: "An, boleh gak aku minta tolong," selanya setelah mendengar amara Anna sedikit melumer


Anna: "Iya, apa?" bertanya dental nada sedikit males. 


Randy: "Aku belum bayar kontrakan tiga bulan, uang gaji aku sudah aku berikan ke orang tua dan untuk makan disini. Tahu sendirikan Bali dan jakarta biaya kebutuhan sehari-hari sangat mahal, sedangkan gaji aku kurang disini," alasan randy yang setiap bulan meminta uang kepada anna. 


Anna: " Berapa ?" tanya penasaran. 


Randy: " Sekitar sepuluh juta?" jawab tanpa basa-basi sedikitpun. 


Anna: "Iya, nanti aku transfer ya" menjawab dengan perasaan yang tidak tega. 


Anna tidak menaruh curiga apapun pada kekasihnya karena rasa cinta dan rasa percaya akan hubungannya. 


Anna: "Tapi janji ya, kamu secepatnya ke Jakarta untuk bertemu mama dan kaka," permintaan penuh harap. 


Randy: "Iya janji dan insyaAllah gajian nanti aku ganti uangnya dan aku akan beri hadiah spesial untuk memperingati tiga tahun kita pacaran," membujuk agar Anna tidak kecewa. 


Anna: "jangan bikin aku kecewa ya mas," mengucapkan dengan bersungguh-sungguh. 


Randy: "Iya," jawab dengan penuh keyakinan


Kata iya yang diucapkan Randy membuat hati Anna tidak terlalu yakin, apakah bener kata "iya" benar-benar iya atau kata "iya" hanya kata-kata biasa seperti janji yang berlalu tertiup angin. 


Anna membenarkan hatinya yang kusut untuk kambali kepada sahabat dan keluarganya. Acara wisuda ini adalah acara bahagiaku bukan acara sedihku. 


"Aku harus bahagia, bukan sedih," ucap Anna dalam hati yang mencoba menyakinkan kegelisahan nya. 


Suara notifikasi whatsapp 


Randy (chat):" I love you," mengirim dengan emoji love. 

__ADS_1


Anna (chat): "I love you to, " mengirim dengan emoji kecupan. 


Randy (chat): "Jangan lupa ya untuk transfer, sebentar lagi hubungan kita tiga tahun. Nanti aku kirim hadiah untukmu, " balas chat Randy agar Anna tidak kecewa. 


__ADS_2