
Sly fox atau rubah licik, panggilan untuk paman elang yaitu Hendrik Wijaya. yang membuat elang mengalami trauma saat berusia sepuluh tahun, penculikan, penyiksaan, dan kebakaran. Terdapat cacat fisik di belakang punggung elang.
Pamannya seorang rubah licik, tidak hanya hotel keluarga tapi pengedaran narkoba internasional yang membuat berbagai macam varian sehingga dia menjadi buronan intelijen international MI7 Inggris.
Hendrik Wijaya menyembunyikan identitasnya begitu sempurna sebagai pengusaha dan pemilik pabrik narkoba.
Elang mempersiapkan senjata untuk melancarkan rencana selanjutnya.
"Port Jackson. Andreas! siapkan semua!" ucap Elang melakukan panggilan.
Elang bergerak cepat. Laju mobil dengan kecapatan hampir maximum menuju pelabuhan. Tapi tidak terlacak, sly fox sudah berada di tengah laut.
Helikopter 086 sudah di siapkan andreas menuju perairan laut. Elang mendarat di kapal tempat pertemuan dirinya dengan Sly fox untuk terakhir.
Di hadang dengan peluru kaliber, anak buah Sly fox mencoba melakukan serangan menghantam perut elang yang belum siap. Dengan pukulan balasan, elang menampik dan mempilin pas di syaraf lumpuh semua anak buah Sly fox jatuh tersungkur tak bernyawa.
Berlari menuju ruang utama kapal. Dan langkah terhenti di hadapannya seorang pria yang membuatnya merasakan dendam.
"Elang ponakanku, long time no see, hahahha," ucap Sly fox mendekat.
Pistol sudah mengarah di depan target tanpa berkedip sedikitpun. Elang tidak memperdulikan sapaan pamannya.
"Ho.. ho..ho...Don't like that, look at the gift I brought." Sebuah layar mini hologram memperlihatkan Anna yang terekam kamera satelit .
"Amazing, my nephew has turned away. Dengan seorang gadis buta. Hemm..do I have to press the button for command," ucapnya memegang tombol perintah kepada anak buahnya untuk menculik anna.
Dengan tatapan tak berkedip, tanpa ragu sedikit pun. Darr...Darr...Darr... Elang melayangkan tembakkan tanpa memberi waktu untuk berkata-kata lagi.
Sly fox dapat berkelit, menghindar memasuki ruangan rahasia yang tertupi oleh gas beracun yang membuat dada terasa sesak untuk bernafas.
__ADS_1
"Huk.. Huk.." Dengan sigap elang mengambil kain kecil yang dia celupkan ke dalam air untuk menutup hidungnya.
Kapal terombang-ambing ombak menjulang tinggi menghempas elang terseret gelombang, membuatnya terjatuh dan tenggelam di dasar laut.
Karena cam-breath membatu pernafasan sementara.
Dari atas Helikopter melihat elang hampir tenggelam mengulurkan anak tangga, mengangkat tubuh elang dan berayun. Terlihat di pandangannya Jet sky yang membawa Sly fox.
Tanpa basa basi elang mengarahkan tembakkan pas terkena badan jet sky yang kemudian rubah licik membalas serangan elang bertubi-tubi yang meleset, sehingga elang menargetkan sasaran pas terkena dan jatuh tenggelam.
Elang memutar jam tangannya melakukan panggilan "" Helikopter membawa elang menuju Singapore.
Perjalanan membuat pikiran elang tertuju kepada Anna. Bertahanlah, aku akan segera datang.
*****
Anna merasa asing di tempat yang terasa berbau lembab. Tidak ada suara apapun, terasa sunyi. Dimana ini? Siapa tadi yang menyergapku? Tolong aku...elang.
"Mmm.. Mmm." Mulutnya ingin berkata-kata tapi tertutup kain, tangan dan kakinya juga terikat.
Terdengar seperti orang berkelahi, dan ada suara tembakkan.
"Anna, kau tak apa-apa kan, ini aku andreas," ucap andreas yang berusaha menghalangi lawan.
"Andreas... Andreas... Tolong aku," ucap Anna dengan isak tangis.
"Tunggulah, sebentar."
Tidak terdengar lagi suara Andreas. Tapi...seperti suara orang terjatuh? Brukk...
__ADS_1
Andreas berusaha membuka ikatan tangan, mulut dan kaki Anna. Anak buah Andreas berusaha mengahalu mereka menuju ke tempat lain agar Andreas dapat membebaskan Anna.
Berlari menuju mobil, melaju dengan kecepatan maximal agar tidak terkejar.
"Andreas, apa yang terjadi, siapa mereka? Kenapa aku di sana? Andreas!" teriak Anna dengan berondong pertanyaan.
Andreas tidak menjawab sedikitpun, tapi Anna tidak menyerah untuk ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Laju kendaraan semakin melemah, andres memberhentikan mobil di tempat yang terdengar seperti laut.
Suara apa ini bising sekali, seperti suara helikopter.
Anna menutup telinganya dengan sedikit berjongkok, tidak tahan dengan suara baling yang memekakkan telinga.
"Anna." panggil elang yang di susul dengan gerakkan mundur anna seperti menangkis peganggan.
"Elang... Elang..." jawab Anna mendengar suara elang.
"Hemmm," balas Elang dengan tersenyum.
Anna memeluk Elang dengan perasaan rindu. "Maafkan aku, maafkan aku sudah menyakitimu," kata-kata pertama yang terucap dari bibir Anna.
"Tidak ada yang perlu di maafkan, karena aku mencintaimu. Menikahlah dengan ku," bisik Elang lirih.
"Iya. Aku mau," jawaban langsung dari bibir Anna yang membuat hati Elang bahagia.
Elang menceritakan kepada Anna tentang siapa dia sebenarnya. Apa yang dia sembunyikan selama ini, dan kedua orang tuanya tidak mengetahui sedikitpun.
"Siapapun kamu. Bagaimana kamu. Aku selalu ada untukmu, aku bersedia menjadi istri Agen E.L.G," ucap lirih Anna dengan tersenyum.
__ADS_1
"Hahahaha... " tertawa bersama.
Abdreas yang melihat begitu bahagia. Melihat sahabatnya mempertaruhkan nyawa untuk kehidupannya.