Ada Cinta Yang Lain

Ada Cinta Yang Lain
Hati


__ADS_3

Mela yang menunggu untuk jadwal terapi pagi ini  berusaha untuk berdandan cantik agar pria yang dia sukai mengetahui isi hatinya. 


Hanif yang keluar dari lift, memutar kursi rodanya menuju ke lobby, melihat mela yang hari ini terlihat sangat menawan. Bersender di sofa menopang dagu dengan tangan kiri. Hanif yang terdiam menatap wajahnya dari jauh. "Memang tidak bisa aku pungkiri isi hatiku, kalau aku menyukainya," kata-kata seperti ini yang membuat hatinya berdesir lirih. 


"Benar kata elang semalam, logika pasti kalah dengan hati." Hanif yang menyimpan perasaannya hari ini, menuju ke arah mela yang duduk melipat kaki dan memainkannya ke depan-belakang. 


" Mel," sapa hanif dengan lembut. 


" Astaghfirullah, Kak hanif! mela tidak memperhatikan kalau sudah datang," kata mela yang kaget dengan sapaan yang tiba-tiba. 


Hanif yang melihat reaksi kaget mela tersenyum lebar, merasa tergelitik dan lucu melihat tingkah lakunya. "Hahahaha, yuk! kaka sudah telpon dokter Zain, sekarang kita berangkat," ucap hanif. 


Di dalam perjalanan, hanif ingin memberikan sesuatu kepada mela, yang dia simpan di saku celananya, tapi dia urungkan kembali," apa aku kasih sekarang, tidak usah! menunggu disaat yang tepat, di saat aku sudah bisa berjalan lagi," gumam hati hanif. 


"Kenapa kak?" tanya mela yang melihat gerak-gerik hanif yang aneh. 


Hanif yang menoleh ke kanan, berusaha menutupi rasa gugupnya. "Ah, tidak! Tidak ada apa-apa," ucap hanif dengan melayangkan senyum. 


Pertemuan dengan dokter Zain seorang healing terapis dan sekaligus seorang fisioterapis membawa kabar baik di telinga. 


Hanif menuju ke ruang terapi psikolog untuk menghilangkan trauma nya akan kecelakaan dan kekecewaan. Dan selanjutnya menuju ke ruang fisioterapi untuk menggerakkan otot-otot kaki. 


Para ahli terapis profesional disini, membuat hanif mempunyai semangat untuk sembuh, apalagi sekarang ada mela di sisinya. Melihat mela bahagia membuat dirinya yang tak berhenti tersenyum. 


Setiap langkah kaki yang hanif gerakkan, sudah terpotret di dalam ingatan mela.


Ahli terapis mengatakan "it doesn't take long to run, do not ever give up, Mr. Hanif," ucapnya dengan senyum.


 "Maybe it takes time for your trauma, you must be happy," lanjut ahli terapis itu. 


Healing terapi yang di ikuti hanif, membuat perubahan yang besar pada dirinya. 


Danau teratai yang memikat mata mela di tempat itu. Membuat mela berdecak kagum atas keindahan alam.


Hanif yang selesai melakukan healing, menghampiri mela yang duduk dan memandang jauh ke arah danau. 


"Mela," sapa hanif. 


Mela menoleh, mentap hanif dengan senyum. 


"Kak hanif, sudah selesai?" ucap Mela. 


" Indah ya kak, bunga teratai itu jika di pandang," lanjut Mela dengan kagum. 

__ADS_1


"Iya, sangat indah, seperti dirimu," ucap lirih hanif. 


"Iya, apa kak? Mela tidak dengar tadi?" tanya Mela yang samar-samar mendengar perkataan hanif. 


"Tidak! ayuk kita kembali atau kamu masih mau disini?" tanya hanif dengan gugup. 


"Kalau kak hanif tidak keberatan, sedikit lagi, mela ingin disini dulu," permintaan mela. 


"Iya," jawab Hanif dengan memandang wajah mela dari samping. 


Mela yang mantap ke depan, tidak melihat hanif yang sedang memandang dirinya. 


Air muka kagum yang di perlihatkan hanif tidak semata-mata untuk keindahan alam, tapi juga untuk keindahan seorang wanita yang berada di sampingnya. 


*****


Hujan semalam membawa energi positif kepada anna, berjalan menyusuri bukit di belakang hotel dengan hamparan padi yang masih segar, suara gemericik sungai yang mengalir deras di bawahnya, serta kicau burung kenari yang bisa menjadi pengobat hatinya yang terluka. 


Sayang, hati anna yang terluka belum bisa 100% terobati.


 "Waktu mempunyai caranya sendiri untuk menyembuhkan luka, sembuhkan luka dan rasa sakitmu dengan ikhlas," ucap lirih anna pada dirinya sendiri dengan menutup mata dan merentangkan tangannya untuk menikmati keindahan alam dunia. 


Tiba-tiba sesorang dari belakang, berbisik di telinga anna saat matanya tertutup. 


"Luka tidak akan hilang jika kau menutupnya dengan rapat. Bukalah lukamu, kebahagiaan akan menjemputmu kembali," bisik elang membalas kata-kata yang anna ucapkan. 


Tangan kanan elang langsung memegang tangan anna yang akan jatuh ke bawah. Karena keadaan tanah yang licin, sehingga elang susah untuk mengangkat tubuh Anna ke atas. 


"Anna! aku akan mengangkatmu ke atas, berusahalah, anna!" teriak elang yang panik. 


Anna yang memandang wajah elang dengan tatapan Ikhlas untuk meminta di lepaskan. 


"Lepaskan tanganku, aku akan meninggalkan beban sakit yang ada di hati," ucap lirih Anna dengan tubuh seperti menggelantung dan siap untuk jatuh bersama hatinya yang hancur. 


"Anna! Berusahalah!" Dengan tangannya yang kekar elang berhasil mengangkat tubuh Anna, 


memeluk tubuh Anna yang rapuh dengan erat.


 "Anna, maafkan aku, maafkan aku," ucap elang dengan rasa menyesal atas apa yang tidak sengaja dia perbuat. 


Mendengar ucapannya, hati Anna berdesir lirih "apa dia menyukai ku?". Tatapan mata yang tajam yang sering dia lihat, ternyata mempunyai hati yang lembut. 


Seorang pria yang mau menopang tubuhnya di lengan tangan kekarnya, menangis melihat keadaannya yang hancur berkeping-keping. 

__ADS_1


"Anna apa kau tidak apa-apa?" tanya elang dengan kuatir. 


Anna berusaha mengerakkan kakinya yang terkilir dan menyeritkan dahi yang tergambar di bibirnya "aduh!" ucap lirih Anna. 


Elang mengangkat tubuhnya dan ingin membopong Anna menuju ke kamar. Semua tamu dan karyawan hotel melihat rasa kuatir elang yang sudah tergambar di wajahnya. 


Andreas yang ingin melaporkan keadaan randy, mengurungkan niat saat melihat elang membopong tubuh Anna ke dalam. 


" Andreas! Telpon dokter sekarang!" perintah elang. 


Tanpa menunda-nunda, Andreas melaksanakan perintahnya. Di dalam hati Andreas, baru kali ini dia melihat elang yang begitu mencintai seorang wanita dan ingin melakukan apapun untuk wanita itu. 


Memasuki lift, Anna menatap wajah elang dengan penuh arti, wajah manis dengan lesung pipit kanannya yang terlihat sudah membuat hatinya berdesir. 


Untuk sesaat ingatan dalam hati dan pikiran Anna tentang randy mulai terkikis. 


Membuka kamar dan menaruh Anna ke ranjang dengan lembutnya. Elang memegang kaki Anna yang terkilir, ingin mengetahui seberapa parah sakit yang di rasakan. 


"Maaf, apakah ini yang sakit, atau yang sebelah sini," ucap Elang. 


Tangan hangat seorang pria yang dirasakan Anna. Membuatnya terhipnotis, tanpa bisa berkata apa-apa, Anna hanya memandang dan mengerang kesakitan saat di pegang kakinya yang terkilir. 


"Sebentar lagi dokter akan datang memeriksa," ucap elang lirih penuh perhatian. 


Tiga puluh menit kemudian dokter memeriksa. Anna menahan sakit dan mencoba meraih tangan elang yang berada di sampingnya seolah-olah ingin meminta kekuatan kepadanya. 


Elang yang merasakan tanganya di raih oleh Anna, membuat hatinya berdesir. "Ternyata aku memang mencintai nya, aku tidak bisa memungkiri perasaan ku ini, rasa sakit yang dirasakan nya aku juga merasakan," kata hati elang yang tidak bisa berbohong. 


Setelah memeriksa, Andreas yang berada di belakang dokter berbisik kepada elang tentang sesuatu. 


Elang menoleh ke arah Anna untuk meninggalkanya sebentar dan keluar kamar bersama andreas menuju ke ruangan lain. 


"Untuk randy sudah beres, apa lagi yang ingin kamu lakukan?" tanya andreas. 


Elang memandang sinis penuh kepuasan. "Selidiki dia! apa saja yang akan di lakukannya, atur strategi agar rumah tangga nya hancur, dan tetap selidiki hubungan Anna dengan randy sejauh mana?" perintah Elang. 


"Aku tidak akan menuruti pikiranmu yang negatif, karena aku melihat Anna bukan gadis yang seperti itu, untuk yang lain, serahkan padaku!" jawab andreas. 


"Aku melihatnya tadi, sebenarnya kamu perduli dan mencintainya, ikuti hatimu jangan pikiranmu," lanjut andreas yang berlalu meninggalkan elang. 


Air muka elang berubah seketika mendengar perkataan andreas yang seakan-akan menusuk pikiran negatifnya. 


Elang menundukkan kepala di meja, mengepalkan kedua telapak tangannya, seakan-akan membunuh pikiran negatifnya dengan tangannya sendiri. 

__ADS_1


Desiran hati yang elang dan Anna rasakan membuat hati dan jiwa mereka bersatu, tapi semua butuh waktu untuk menyembuhkan luka yang pernah mereka rasakan. Cinta lain akan tumbuh dan mengikis kerinduan yang pernah menghancurkan hati mereka sedikit demi sedikit.


 


__ADS_2