
"Nadia. berhenti! Kamu ingin kita berdua juga mati! Kamu sudah membuat kekeliruan!," teriak randy.
"Aku harus bagaimana, aku tidak sengaja," ucap Nadia yang ketakutan.
"Tepi kan mobilnya, tepi kan! Berhenti Nadia!" seru randy dengan memegang setir mobil yang sudah mulai oleg.
Kaki dan tangan Nadia yang keluh tidak bisa memegang dengan benar, Randy berusaha memberhentikan laju mobil. Suara decikan rem mobil yang tidak seimbang membuat laju kendaraan lain beradu kekuatan, agar tidak mengakibatkan kecelakaan.
Mobil berhasil Randy tepi kan, Nadia yang ketakutan setengah mati, memeluk tubuh Randy dengan nafas yang tidak beraturan.
"Hiks, aku harus bagaimana Randy, hiks. Aku tidak mau di penjara, bagaimana dengan Rico nanti, huhuhuhu," suara isak tangis Nadia, dia tidak mengetahui apa yang sudah diperbuat bisa menyebabkan kerugian untuk semua, melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang.
"Jika kamu kuatir akan Rico, seharusnya kamu berpikir panjang," ucap Randy yang menyalahkan Nadia.
Mendengar perkataan randy yang tidak memberikan ketenangan, membuat Nadia tersulut emosi lagi.
"Itu gara-gara kamu, kenapa kamu selingkuh dengannya!" bentak Nadia.
Suara tamparan keras melayang di pipi "PRAK" yang menyebabkan ujung bibir Nadia terluka.
"Aaaaa! Kenapa kamu menamparku!" jerit Nadia, memukul-mukul badan Randy yang tidak terima di perlakukan seperti itu.
Kecelakaan yang di sengaja itu membuat Randy tidak habis pikir apa yang sudah di lakukan istrinya, yang sudah diperbuat akan menjadi masalah besar. Apa yang di lakukan Nadia juga membuat Randy sedih, marah dan kecewa. Karena Anna tidak pernah menyakiti siapapun, dia selalu membantu keadaannya yang dalam kesulitan.
Kata-kata terakhir Anna yang terniang di telinga Randy adalah "... Ini yang terakhir. Aku berharap tidak bertemu lagi..." Apa yang di katakan anna menjadi sebuah kenyataan. Mungkinkah, ini yang terakhir aku bertemu dengannya.
"Aku pantas melakukan ini kepadamu!" murka Randy.
"Selama ini Anna yang membantu keuangan kita, emang kamu tahu, berapa gaji aku sebulan? Hanya delapan juta, Nadia! Hanya delapan juta! Itu tidak bisa memenuhi kehidupan sosialita mu!" tuduh Randy menyalahkan. Amarah yang tidak bisa terbendung lagi seperti bendungan air yang siap menerjang apapun yang menghalangi.
"Anna adalah wanita yang baik. Saat bertemu dengannya, dia tidak pernah mengecewakan aku, aku yang selalu memanfaatkannya." Ingatan Randy tentang anna tiba-tiba muncul di kepalanya yang biasanya dia tidak pernah ingat kebaikan anna sedikitpun.
"Karena itu kamu selingkuh dan tidur dengannya," rancau nadia.
__ADS_1
"Nadia! Cukup! Aku tidak pernah selingkuh dan tidur dengan siapapun. Aku tidak pernah menyentuh Anna sedikitpun. Percayalah!" kata Randy berusaha untuk menyakinkan Nadia.
Randy berusaha memeluk Nadia dengan lembut dan berbisik di telinganya "Cuman kamu yang aku cintai."
Randy membuat rencana agar Nadia tidak tertangkap polisi, Karena yang di lakukan Nadia, sama seperti yang pernah dia lakukan kepada hanif.
"Nadia kamu harus melakukan ini... " bisik Randy yang penuh rencana.
Mobil hitam itu menuju ke danau untuk di tenggelamkan, agar bukti-bukti yang menyudutkan mereka berdua bisa lenyap. Nadia sedikit lega dengan rencana dan apa yang sudah dilakukan Randy.
Nadia melakukan panggilan ke baby sitter untuk mempersiapkan perlengkapan Rico.
"Nadia! Jangan melakukan panggilan, polisi bisa melacak kita. Matikan!" ujar Randy dengan sigap menggambil ponsel itu.
"Aku mau menelpon Rico. Aku kuatir akan keadaannya," pinta Nadia agar ponselnya di berikan.
Randy tidak dapat menjawab perdebatan ini agar tidak bertambah panjang.
"Saat ini aku matikan dulu, nanti kalau kita sudah di bis. Kamu bisa menelpon rico," jawab Randy.
"Huuuuu... Huuuuu," tangis Rico yang terdengar di luar pintu apartemen.
"Ayoo Randy buka pintunya. Rico pasti sudah bangun, dia sekarang sedang menangis," gerutu Nadia yang kuatir akan keadaan anaknya.
"Sabar dulu." Randy yang sedikit gugup untuk memenggang kunci pintu.
Nadia berlari menuju ke kamar setelah pintu terbuka, dan melihat Rico tanpa ada pengawasan.
"Rico.. Rico sayang, ini mama disini nak," kata Nadia yang melihat rico terbangun di tempat tidur sendiri.
Melihat situasi ini perasaan Randy terenyuh. Dia juga memeluk istri dan anaknya dari belakang. Perasaan campur aduk yang Randy rasakan saat ini dan peristiwa yang sudah terjadi membuat Randy bingung harus melakukan apa? Apakah Randy pergi meninggalkan Nadia, dan membawa Rico pergi bersamanya? Apakah Randy harus menyuruh Nadia menyerahkan diri, agar dia aman?
Pertanyaan-pertanyaan dari sudut pandang pikiran Randy tidak bisa diterima oleh hati kecilnya. Dia tidak bisa meningggalkan Nadia yang terlihat tertekan. Mungkin sesuatu hal bodoh yang dia lakukan sekarang.
__ADS_1
"Kita harus menitipkan rico kepada seseorang, entah siapa? Mungkin ke tempat panti asuhan, karena dia tidak bisa ikut dengan kita?" saran Randy.
Nadia yang mendengar ucapan Randy tidak setuju dan menggelengkan kepalanya seraya berkata "aku tidak bisa jika jauh dengan rico, aku ibunya! Aku yang melahirkan dia, huhuhuhuhu...." timpal Nadia dengan menggendong rico.
"Kita tidak punya pilihan lain nadia, kita harus menyelamatkan diri, jika kita sudah aman. Kita bisa ambil rico lagi," jawab Randy.
"Randy, please... Jangan seperti ini ke anak kita sendiri. Aku tidak bisa jauh dari rico," ucap Nadia dengan memohon.
Hati kecil Randy juga tidak bisa meningggalkan anak nya sendiri ke tempat yang dia sendiri juga belum tentu tahu di mana?.
"Kita tidak bisa membawa Rico, Nadia. Kita sekarang buronan, polisi pasti akan mengejar kita, dan keluarga Anna tidak akan ambil diam, aku mengenal kekaknya," ungkap Randy menjelaskan.
"Seberapa lama kamu mengenal wanita itu ha!" rajuk Nadia yang mendengar pernyataan randy.
"Nadia, bukan waktunya sekarang kita bertengkar, kita tidak bisa membawa Rico, kita harus menitipknnya," lanjut Randy yang tidak mau memulai pertengkaran yang tidak ada habisnya itu.
"Sekarang kita buronan, semua bukti-bukti harus kita lenyapkan," lontar Randy.
Dengan rasa ketakutan yang menyelimuti pikirannya, dan rasa percaya kepada Randy. Nadia menganggukkan kepala untuk setuju jika Rico di titipkan.
"Sekarang kamu siapkan barang-barang Rico, kita akan menitipkan ke panti," perintah Randy yang tidak mempunyai pilihan lagi.
******
Andreas yang memberikan perintah kepada anak buahnya untuk menyelidiki keberadaan Randy dan Nadia. Jangan ada pihak berwajib yang lebih dulu mengetahui hal ini, Elang tidak akan menyukainya.
"... Aku tidak mau tahu, temukan bukti-bukti yang menyudutkan mereka, dan temukan mereka. Awal, cari di apartemen.... ". Andreas menutup panggilan untuk bergegas mencari bukti CCTV.
Mobil buatan eropa yang berlambang burung merpati itu melaju dengan pasti. Menuju lokasi tempat kejadian, Resto Amarican Coffe adalah tujuan pertama Andreas.
Bunyi panggilan posel di saat kemudi membelokkan arah ke kiri mengikuti jalur.
" Iya bagaimana...hack semua orang-orang yang menyebarkan kejadian, jangan ada yang terlewatkan," ucap Andreas memberikan perintah untuk anak buahnya yang ahli dalam ilmu teknologi.
__ADS_1
Air muka yang datar membuat Andreas tidak bisa menunda hal seperti ini, peristiwa yang membuatnya geram.