Ada Cinta Yang Lain

Ada Cinta Yang Lain
Genggamlah


__ADS_3

Anna yang sedang mengobrol dengan mela dan melihat ada panggilan dari Randy di layar depan handphonenya, dan tersungging senyum kecil di bibirnya. "Mas Randy telpon, ada apa? barusan saja di omongin," gumam hati Anna. 


Dengan berjalan sedikit menjauh dari mela, Anna mengangkat telpon dari Randy. 


Air muka yang tersenyum tadi, tiba-tiba berubah dengan ekspresi terkejut yang diikuti dengan linangan air mata. 


Telapak tangan kiri menutup mulutnya agar tidak berkata apa-apa, yang Anna inginkan hanya mendengar dua orang di balik panggilan suara itu berbicara. 


Pertengkaran Nadia dan Randy di dengar oleh Anna, saat Nadia tidak sadar kalau jarinya menyentuh layar panggilan yang tertuju kepadanya. 


Anna mendengar teriakan Randy yang memanggil nama wanita lain, dan di susul dengan teriakan wanita itu. 


Randy : "Nadia!" 


Wanita : "Aku ingin tahu mas, siapa yang menghubungimu karena beberapa hari ini aku melihatmu gusar, dan seperti menyembunyikan sesuatu"


Randy : "Maksudmu apa! Tidak ada yang aku sembunyikan. Kembalikan! "


Wanita : "Gak! sebelum aku melihatnya, "


Randy : " Berikan Nadia!"


Pertengkaran itu membuatnya terkejut bukan kepalang, yang membuat hati Anna shock dan bertanya-tanya "Siapa wanita itu? Apa hubungannya dengan Randy? Apa pacarnya atau istrinya?" pertanyaan-pertanyaan seperti ini membuat Anna menutup panggilan yang aneh itu.


Jantungnya terasa sakit, dadanya tidak bisa untuk bernafas, tubuhnya merasakan hantaman yang cukup keras, yang membuat dia terpelanting jauh dan sangat jauh.


Sebelum hal ini terjadi hatinya seperti bangunan yang tinggi menjulang tapi tiba-tiba hancur dan roboh hanya dalam hitungan detik, kepercayaan yang dia bangun selama bertahun-tahun ternyata tidak mempunyai pondasi yang kuat karena tidak di bangun oleh dua orang tetapi hanya satu orang. 


"Aku memang wanita yang bodoh, sudah terlihat jelas, banyak yang menghalangi jalanku tapi mata dan hatiku percaya akan cinta palsunya. Kebaikan, ketulusan, dan kepercayaan yang aku berikan, tidak di hargai sedikitpun olehnya," perkataan yang ada di dalam pikiran anna. 


Ada rasa marah berkecambuk di hati anna sekarang. "Bodoh! Wanita bodoh! Tidak perlu bangga dengan nilai tinggi kalau memang ternyata aku bodoh dalam cinta," Anna yang menyalahkan dirinya sendiri. 


Anna bergegas mengambil tas dan jaket ingin menemui Randy, tapi dia bingung apa yang harus dia perbuat, apakah harus marah? Apakah harus sedih? Apakah harus meminta penjelasan?. 


Tetapi jika dia mendengar dan melihat kenyataan yang sesungguhnya kalau Randy dengan wanita lain, apakah dia sanggup? Apakah hati ini bisa kuat? apakah dia bisa menerima kebodohan yang sudah dia lakukan? 


"Tidak... Tidak... Aku tidak bisa kesana, aku merendahkan harga diriku, aku harus mencari tahu dulu, " baru kali ini logika anna bermain. 


Kemaren-kemaren kemana saja logikamu, Anna,wkwkwkwk. Author jadi gregetan, logikamu tertutup karena perasaanmu. 


Anna seperti orang yang bingung. Dia yang hendak melangkah keluar dengan menahan isak tangis agar tidak terdengar siapapun tapi di lihat oleh mela. 


"Anna, mau kemana?" tanya mela dengan menepuk bahu kiri anna. 

__ADS_1


Anna hanya diam membisu, menundukkan kepala ke bawah untuk menutupi tangisnya, sebagian jari-jari memegang ujung tepi meja untuk menopang tubuhnya yang hampir lunglai dan akhirnya Anna jatuh pingsan dan di topang dengan tangan mela yang tidak kuat. 


"Kak hanif! Kaka hanif! Tolong kak! teriak mela memanggil hanif yang berada di balkon bersama elang. 


Hanif dan elang yang memasukki ruangan melihat keadaan Anna yang pingsan. 


" Astaghfirullah!" teriak mereka berdua yang kaget melihat keadaan anna. 


Elang berlari melihat keadaan Anna dan dengan sigap membopong tubuh Anna menuju ke ranjang.


 


"Apa yang terjadi padamu An," dalam hati elang saat membopong tubuh Anna. Air mukanya yang kuatir tidak bisa di bohongi. 


Hanif melihat rasa cinta elang kepada adiknya. Ekspresi muka elang yang melihat keadaan adiknya tidak bisa di tutupi dengan apapun. 


Mela yang memegang bahu hanif untuk memberikan kekuatan kepadanya, di balas dengan peganggan tangan yang hangat oleh hanif, tangan seorang pria yang dia cintai memberikan ketenangan di jiwanya. 


Elang menyibak ujung pashmina biru yang menutupi sebagian wajah Anna. Menatap wajahnya dengan penuh perasaan. 


"Kenapa aku bisa mencintai gadis seperti dia, padahal aku hanya mengenalnya beberapa hari, apa benar aku mencintainya? Apa hanya sebatas suka saja?" hati elang yang bertanya-tanya. 


Telapak tangan yang berbentuk persegi panjang, dengan jari-jari tangan yang juga panjang memegang lembut ujung jari gadis yang ternyata ia cintai, menyentuh pipi yang biasanya ia lihat merah meronah saat tersipu malu tapi sekarang terlihat pucat. 


Mela berusaha membuat Anna tersadar dari pingsannya. Memberikan minyak kayu putih di pangkal ujung hidungnya, dan Bau Eucalyptus membuat anna membuka matanya secara perlahan. 


Pandangan yang samar melihat seorang pria yang duduk di samping. 


Anna meraih tangan pria itu dengan erat. Ingin rasanya dia menangis di bahu bidangnya dan mencurahkan semua beban penderitaan yang ia rasakan. Tangan hangat yang membalas peganggannya membuat hati anna sedikit tenang. 


"Kak hanif, lebih baik kaka istirahat di kamar anna, biar Mela yang menjaga anna disini, gak mungkin juga kita bawa anna ke kamarnya," pungkas Mela. 


Hanif mengerti maksud Mela, dia menepuk bahu kiri elang untuk mengajaknya kembali ke kamar. 


Pandangan  anna yang samar sedikit demi sedikit mulai jelas, tangan anna melepas paganggan elang yang duduk di sampingnya. 


Anna memiringkan badan untuk membelakangi mereka. Pikiran Anna terasa seperti kosong, tidak tahu apa yang harus dia lakukan? Sebentar lagi dia akan bertemu dengan Randy? Perasaan yang seharusnya bahagia, berubah menjadi suram? Suara wanita itu siapa? Pacarnya atau istrinya? .


Tidak ada sepatah katapun dari bibir anna untuk bercerita. 


Mela mencoba bertanya tapi pandangan mata anna nanar, dan bibirnya belum bisa mengatakan apa-apa. 


Tapi mela yakin semua ini karena Randy, "dasar pria tidak tahu terimakasih!" gumam hati mela. 

__ADS_1


Melihat mela yang sedang tertidur, Anna memandang jauh keluar jendela memperhatikan setiap tetesan air hujan bersama udara malam yang terasa dingin.


Bersandar papan di ujung kepala tempat tidur dengan menekuk kedua lutut dan memeluknya dengan kedua tangan. Hatinya terasa hancur berkeping-keping. 


******


Elang yang menuju ke kamar di hentikan oleh hanif, tangannya berusaha untuk memegang sebagian kain blazzer nya. 


"Elang jagalah anna, hatiku merasa dia akan menemukan kesulitan sekali lagi setelah ini," ucap hanif yang kuatir akan keadaan adiknya. 


Elang yang berusaha melepas peganggan hanif, berganti dengan genggaman tangan hangat seorang teman yang bisa di handalkan. 


"Percayalah! Aku akan menjaganya sampai kapanpun," ucap elang dengan penuh ke yakinan. 


"Sepertinya aku mencintai anna, hati tidak bisa berbohong saat aku melihatnya," lanjut elang dengan pasti. 


"Aku percaya padamu! aku tidak mau adikku tersakiti lagi," balas hanif dengan menepuk punggung kanan elang. 


Jauh dalam hati hanif, dia lebih mempercayakan adiknya bersama elang daripada dengan pria yang di cintai anna sekarang. 


Randy memiliki prilaku yang buruk yang tidak di ketahui anna.


Hanif tidak ingin adiknya mengetahui prilaku Randy karena tidak mau melihat adiknya terpuruk, sehingga dia berkata dengan jelas kepada Anna bahwa dia tidak menyetujui hubungannya. Tapi karena hati Anna sudah tertutup, ternyata dia masih menjalin hubungan dengan Randy tanpa sepengetahuannya. 


"Hanif apa kamu mempunyai petunjuk tentang pria itu?" elang mencoba bertanya kepada hanif yang penasaran. 


Tanpa basa-basi hanif mengeluarkan handphone untuk memberikan nomer lama Randy yang masih tersimpan. 


Dan menceritakan sebagian kepada elang siapa Randy sebenarnya. 


"Nama nya Randy, dia satu kampus dengan Anna, dia adalah ketua Badan Eksekutif Mahasiswa, satu jurusan dan senior Anna dua tingkat darinya," lanjut cerita hanif. 


"Bagaimana kamu tahu itu semua?" tanya elang menyelidik. 


"Sebelum aku lumpuh aku menyelidikinya, dan sempat bertengkar dengan randy, dia pria yang mempunyai tingkah laku tidak baik, dia mendekati adikku hanya untuk di manfaatkan olehnya," cerita hanif. 


"Lebih baik kamu istrahat, untuk pria itu percayalah padaku," pungkas elang. 


Hanif menganggukkan kepalanya dan memutar kursi rodanya menuju ke kamar, menaruh harapan kepada elang. 


" Halo! aku perlu kamu untuk menyelidiki seseorang!... " Elang menyentuh layar utama untuk melakukan panggilan kepada seorang pria. 


Dengan eksprsi serius elang membarikan perintah kepada pria itu agar besok dia bisa mengetahui lokasi pria yang membuat Anna seperti ini. 

__ADS_1


__ADS_2