Ada Cinta Yang Lain

Ada Cinta Yang Lain
Awal Strategi


__ADS_3

Pintu apartemen terbuka, randy melepaskan lelahnya sejenak di atas sofa, memantulkan badannya dan menaikkan kaki di atas meja, mengambil remote televisi untuk mengetahui channel acara yang disiarkan. 


Nadia yang sudah rapi, berdandan untuk mengikuti acara perkumpulan teman-temannya. Mendengar ada suara televisi di ruang depan, "Loh mas, ko sudah pulang, ini masih siang?" jawab nadia heran. 


"Hm,"  desah randy tanpa memperdulikan. 


"Aku mau ada perkumpulan, Rico sama mbak atun(baby sitter), oh iya..kartu kredit aku bawa ya," pungkas nadia. 


"Kunci mobil juga aku bawa, daripada aku sewa mobil," lanjut nadia, yang melihat kunci mobil tergeletak di meja. 


Pintu apartemen tertutup, nadia keluar dengan pakaian bak seorang sosialita, mengenakan outfit serba hitam, perpaduan denim blazer, midi skirt dan ankle boots, menjinjing tas hitam dengan merk Guc**. Rambut hitam terurai panjang, dengan make up yang glowing, dan memakai kacamata bias hitam ultraviolet. 


Padahal semua yang di pake Nadia menggunakan kartu kredit yang belum di bayar wkwkwk author ngakak. 


Memasuki The Cloud Lounge restoran rooftop di hotel berbintang di kawasan Denpasar Bali. 


"Hai! Nadia! Woow amazing, you look so beautiful to day," sapa Bu Vannya. 


"Thank you Mis Vanya, you look so beautiful too, " jawab sapa nadia dengan pelukkan dan cium pipi kanan-kiri. 


"Come on nadia, i will introduce you to someone?" lanjut Bu Vannya dengan menyeret tangan kanan nadia. 


Di depan Nadia terlihat seorang pria berkulit putih, berhidung mancung, dengan pakaian yang formal, terlihat begitu kharismatik. 


"This is Mr. Andreas," bu Vannya mencoba memperkenalkan. 


"Hallo, saya Andreas," sapa Andreas memperkenalkan diri dengan mengulurkan tangan kanan untuk berjabat tangan. 


Nadia seperti terkesima melihat aura kharisma yang terpancar dari mata pria itu. 


"Oh, saya nadia. Senang berkenalan," jawab sapa nadia membalas jabatan tangan andreas. 


"Andreas, pemilik hotel ini dan beberapa hotel tempat kita kongkow bareng , nice to meet you Andreas, oh sorry, i have to leave you," ucap Bu Vannya dengan aksen british nya. 


Nadia yang sedikit gugup di tinggal berdua dengan Andreas yang pertama kali melihatnya sudah terkesima. 


" Mungkin kita bisa mengobrol, di meja sebelah sana," tanya Andreas memulai percakapan, dan menunjuk tangan ke arah meja pengunjung. 


Nadia mengangguk dan mengikuti Andreas dari belakang. Andreas mencoba menggeser kursi untuk mempersilkan Nadia duduk, perlakuannya ini sudah menambah Poin lagi di hati Nadia. 


Andreas mengangkat tangan untuk memanggil pelayan dan memesan menu sesuai yang di inginkan Nadia. 

__ADS_1


"Oh my god, ini pria sudah membuatku jatuh cinta untuk ke dua kalinya," kata hati nadia. 


"Sorry, jika saya tidak sopan ingin mengobrol dengan anda?" tanya Andreas dengan sopan. 


"Oh tidak apa-apa, kita ngobrol dengan makan siang," jawab nadia dengan tersenyum. 


"Tadi saya sempat berbicara dengan bu vannya, beliau bercerita tentang anda begitu banyak, saya jadi penasaran tentang pribadi anda yang di bilang sangat anggun dan baik itu," pernyataan Andreas dengan memuji nadia. 


Nadia yang tersenyum mendengarnya menjadi besar kepala. 


"Saya manusia biasa punya kekurangan juga," balas nadia sopan dan berusaha menyembunyikan besar kepalanya itu. 


"Tidak mungkin anda manusia biasa, sekarang di hadapan saya adalah seorang malaikat yang turun dari surga untuk memberi kesujukkan di hati saya saat ini," rayuan maut Andreas saat ini melambungkan hati nadia ke tujuh langit dunia. 


Nadia dan Andreas memulai percakapan-percakapan yang membuat mereka terlihat intim. Sesekali mereka tersenyum, dan sesekali mereka tertawa. Serasa dunia milik mereka berdua tanpa memperdulikan orang-orang di sekelilingnya. 


Nadia merasakan hal yang berbeda pada pria yang baru pertama kali ia temui. Pelayan menghampiri untuk memberikan note pembayaran, dengan rasa percaya diri nadia mengambil kartu kredit dan berusaha untuk membayar semuanya. 


"Maaf, kartu anda over limit, mungkin ada kartu yang lain," kata pelayan yang menghampiri nadia.


 


Nadia malu bukan kepalang, di hadapan seorang pria, kartu kredit nya over limit. "Dasar Randy! bikin malu saya saja!" seru hati kecil nadia yang geram dan menyalahkan kesalahan kepada randy.


"Maaf bukan maksud saya....mungkin akan saya ganti suatu saat nanti," sela nadia karena malu. 


"Boleh, bagaimana kalau besok malam kita bertemu lagi?" tanya Andreas dengan malayangkan tatapan mautnya. 


"Hmm, oke," jawab nadia dengan senyum. 


Rasa malu yang nadia rasakan tersimpan untuk Randy di rumah. Dengan senyum dia menatap Andreas penuh arti. Obrolan siang ini membuat nadia merasa di atas awan. 


****


Di satu sisi. Randy yang terlelap mendengar suara tangis Rico dan langsung membuyarkan mimpi indahnya. 


Tangan kecil yang mungil membelai lembut pipi Randy. 


" Pa.. Ico aem," ucap anak yang berumur dua tahun. 


Randy mencoba membuka kedua matanya, melihat seorang malaikat kecil yang mempunyai tangan lembut seperti kapas. 

__ADS_1


"Mbak atun mana?" tanya Randy dengan  memangku badan rico di dadanya yang terlentang. 


Rico yang mendengar pertanyaan papanya hanya diam membisu, tanpa tau harus berkata apa, untuk anak yang berusia dua tahun. 


Tiba-tiba suara daun pintu terbanting dengan kerasnya. 


" Randy!" teriak nadia yang tidak biasanya. 


Randy terkejut mendengar namanya di sebut tanpa sopan oleh istrinya sendiri, dan mendudukkan Rico di sofa. 


"Nadia! Jaga sopan santunmu!" balas teriakan Nadia. 


"Oh yaaaa! Tidak ada sopan santun untukmu! Sampai kamu cerita, untuk siapa saja uangmu!" seru Nadia dengan melotot tanpa berkedip di depan wajah Randy. 


Suara tangis rico membuat Randy luluh untuk tidak membalas amarah Nadia, yang tanpa alasan. 


"Nadia, tenanglah. Maksudmu apa?" tanya Randy mencoba meredamkan emosi istrinya. Dan menaruh rico di dalam kamar sendiri, yang tidak tahu keberadaan baby sitternya kemana?. 


Randy menarik lengan nadia yang tiba-tiba marah tak terkendali. 


"Ada apa? Kenapa kamu seperti ini," tanya randy baik-baik. 


Tapi di balas nadia yang masih dengan amarah. "Jawab aku! Uangmu untuk siapa saja? Kenapa semua kartu kreditnya over limit, ha!" bentak nadia melotot dan menarik leher baju randy.


Randy yang tidak suka dengan tingkah laku nadia, menampar pipinya hingga dia terpelanting jatuh ke tanah. 


"Semua kartu kredit dan kartu ATM kamu yang pake! Tidak sepersen pun aku memakainya untuk senang-senang seperti dirimu!". Amarah Randy yang manjadi-jadi dengan menunjuk-nunjuk jari di depan wajah nadia. 


Nadia yang tidak terima di tampar dan di tunjuk-tunjuk seperti itu, berdiri, menghampiri, dan menjambak rambut belakang randy dengan emosi. 


" Nadia!" teriak Randy dengan memegang jari-jari nadia, dan memutar tangannya ke belakang memantulkan badannya ke dinding. 


"Kamu melakukan kekerasan padaku Randy!  Aaaaaa... " jerit Nadia. 


"Aku tidak akan memaafkan mu, karena kamu membuatku malu!" bentak Nadia yang sebagian wajahnya menempel ke tembok karena tangan Randy. 


Randy yang sadar akan perbuatannya, dan membuat istrinya terluka, melepaskan genggaman tangannya. 


Dia terdiam terpaku melihat air mata yang mengalir dari kedua mata nadia dan ada luka bekas tamparan yang membekas di pipi kirinya. 


"Aaaaaa!" jeritan nadia sekali lagi dengan mengosok-gosokkan kedua kakinya yang terlentang di atas lantai. Yang di ikuti tangisan yang pecah tak terbendung. 

__ADS_1


Dengan bersender di dinding, Randy duduk menekuk kedua lutut dan menutup mata dengan kedua lengannya. Rasa penyesalan yang dia rasakan karena ikut tersulut emosi nadia, membuatnya menyesal. 


Bagi randy, sekarang hidupnya hancur seperti kepingan-kepingan kecil yang sudah tidak bisa di satukan lagi. Pekerjaan sudah tidak ada, setiap hari bertengkar dengan nadia, dan tidak ada seorangpun yang menunjang ekominya sekarang. 


__ADS_2