Ada Cinta Yang Lain

Ada Cinta Yang Lain
Kesedihan


__ADS_3

Bagi Randy agar membuat Anna tidak kecewa tapi bagi Anna sebaliknya. 


Anna tidak tahu apa yang harus dia lakukan hingga sekarang Randy tidak punya keputusan, hubungan seperti menggantung. Perjalanan cinta tidak semulus seperti jalan tol yang bebas hambatan. 


Awal bertemu saat tiga tahun yang lalu, Randy adalah senior Badan Perwakilan Mahasiswa. Mereka bertemu saat ada acara Pertemuan Bintang Kampus secara tidak sengaja Anna di suruh ketua Badan Eksekutuf Mahasiswa untuk memberikan  minuman itu kepada ketua BPM, Anna yang tidak tahu siapa orangnya. Bertanya dan semua orang menujuk ke arah Randy. Jika dia ingat kembali banyak kenangan manis yang terjadi, serasa tidak mau di lepaskan dalam kepala ini. 


Setelah lulus Randy memutuskan untuk bekerja di Luar Kota, karena Randy bukanlah anak orang kaya, kedua orang tuanya menggantungkan nasib pada Randy. Anna tidak bisa berbuat apa-apa karena semua alasan keluarga. Setelah menutup panggilan telepon, Anna menghampiri ibunya. 


"Ma. boleh ya. Setelah ini aku mau hang out bareng teman-teman. Buat rayain kelulusan, boleh ya Mam, please," rayu Anna yang seraya mengelus sebagian pipinya di pundak ibunya dengan manja. Ibu laras dan hanif yang mendengar saling bertatap senyum melihat tingkah laku Anna. 


"Sudah 22 tahun masih saja manja kayak gini, oh iya mana pacarmu? Mama kan juga pengen gendong cucu dan kakakmu juga pengen lihat ponakannya," canda bu Laras


Laras adalah orang tua tunggal bagi Anna dan hanif, setelah ayah mereka meninggal tidak ada tempat bernaung selain ibunya. Dengan kerja keras Laras membesarkan dan membuka bisnis restoran , Salon and spa treatment, karena alasan itulah Anna memilih jurusan management bisnis untuk mengembangkan bisnis milik ibunya. Dengan jiwa Laras yang disiplin dan mandiri dia mendidik anak-anaknya seperti itu. Laras tidak mengetahui hubungan Anna dan Randy, Randy belum mau untuk bertemu dengan ibunya, karena banyak alasan yang Anna terima jika dia mengajak Randy untuk bertemu. 


"Cucu mah nanti aja dong , sekarang waktunya seneng-seneng. Boleh ya?" rayu Anna sekali lagi.


" Iya. tapi jangan pulang malam-malam," pinta bu Laras dengan nada yang keras memerintah. 


"Siap Mak bos," ucap Anna seraya tangannya memberi hormat. 


Dengan wajah sumringah Anna berlari kecil meninggalkan ibu dan kakaknya untuk menghampiri sahabat-sahabatnya yang dari tadi menunggu dengan cemas. 


"Hanif, sepertinya mama harus menjodohkan Anna, bagaimana menurutmu?" tanya bu Laras. 


"Menurut hanif, Anna sudah besar ma, dia bisa memilih pasangannya sendiri. Sudah bukan jamannya siti nurbaya,"pungkas hanif. 


"Benar, sekilas mama sempat berfikir sempit tadi, karena merasa kuatir dengan anna," ucap bu Laras. 

__ADS_1


Hanif yang mendengarnya tertunduk melihat kedua kakiknya yang tidak bisa berbuat apa-apa. Kecelakaan dan pengkhiatan membuatnya terpuruk dalam kesedihan berbulan-bulan yang membuat keadaannya semakin mumburuk.


Berbalut pasmina berwarna lilac Anna berlari kecil menuju sahabat-sahabatnya. Make up yang cetar membahana berganti dengan make up yang minimalis, baju toga yang panas berganti dengan pasmina dan fasyen ala Korea yang sedang boom in saat ini. 


"An, sudah dapat izin gak, di bolehin atau tidak?" tanya Mela.


"Boleh dong, yukk! Jangan lama-lama entar berubah pikiran," lanjut Anna. 


"Aku gak ikut ya," sela Arum.


"Ko gak ikut! Emang mau kemana?" sela Mela dengan nada sedikit judes. 


"Ya maaf, aku ada urusan mendadak, gak bisa di tinggal, kalian berdua aja ya yang senang-senang, byeee," penjelasan arum.


"Kebiasaan tuch anak," sela Mela dengan sedikit menunjuk jari telunjuknya ke dahi arum. 


"An, bagaimana hubunganmu dengan Randy?" tanya Mela yang tidak terlalu jelas karena bertabrakan dengan hembusan angin. 


Anna yang tidak mendengarnya membuat pikirannya melayang akan ingatan kenangan yang dia lalui bersama Randy. 


"Iya Mel, sorry aku gak denger soalnya," ucap Anna yang tersadar dari lamunanya. Mela pun terdiam tidak melanjutkan pertanyaannya karena dia tahu hati sahabatnya. 


Sesampai nya di pusat perbelanjaan, Anna menuju ke toilet untuk menenangkan hatinya, dia membasuh wajahnya yang natural dengan air agar tidak terlihat sembab di matanya. 


"Anna, cerita sama aku, bagaimana hubunganmu dengan Randy?" tanya Mela sekali lagi. 


"Sepertinya tidak berjalan lancar Mel, jarak yang jauh membuat hubungan kita semakin merenggang, sudah dua tahun ini, mas Randy tidak menemui ku hanya karena alasan perkerjaan, padahal kita menjalin hubungan ini sudah tiga tahun, dan satu tahun kebersamaan kita tidak berarti apa-apa untuknya," cerita Anna dengan menahan air matanya. 

__ADS_1


"Dari awal aku mendukungnu, tapi jika kamu tidak bahagia, aku tidak mau mendukungmu, kamu berhak bahagia An, jika kalian sudah cocok kenapa tidak ada rencana untuk menikah?" ucap Mela.


 "Sudah tiga tahun lohh. hubungan tiga tahun itu tidak lama!" lanjut mela berucap. 


"Sudahlah Mel, aku percaya sama Randy dia tidak akan mengkhianati hubungan kita," pungkas Anna yang bersungguh-sungguh. 


"Oke... Aku pegang omonganmu tadi, tapi jika dia macam-macam sama kamu, aku yang maju duluan An, serius! Aku akan cari itu Randy!" ucap Mela denga nada sedikit tinggi. Anna yang mendengar ocehan sahabatnya itu hanya terdiam. 


"Sudah! basuh mukamu yang mau nangis itu, ayukk kita ke toko bunda, mood ku untuk senang-senang berubah, apalagi Arum gak ikut, gak seru! Ada urusan apa dia itu?" gumam mela.


"Eits, aku tidak mau ke toko, bagaimana kalau kita nonton, tidak ada rotan akar pun jadi, tidak ada pacar sahabatpun jadi, iya kan," sela Anna dengan pantun. 


"Dasar, pantun gak bermutu! Pantun udik itu, hahahaha," canda Mela. Terdengar suara rightones soundtrack drama Korea full house, drama yang membuat perasaan halusiansi anna melayang-layang. 


"Ya Allah Anna, itu drama sudah jama dahulu. sudah old, masih aja di pake buat rightones," ledek Mela


"Emang kenapa, aku suka ko!" pungkas Anna. 


"Sekarang itu zamannya Hyu Bin bukan Bi Rain lagi, gantilah selera kamu itu. ya! ini yang bikin kamu gak move on. Terlalu setia sama satu orang," sela Mela dengan nada sedikit sewot. 


Anna yang berlalu ingin menjawab panggilan telepon itu seraya tidak mendengar ocehan sahabatnya. Dia keluar dari pintu toilet untuk menjawab telepon dari ibunya. Tidak sengaja dia berpapasan dengan seorang pria yang berpakaian casual, berkaos putih yang berbalut blazer hitam dan celana hitam. Pria itu juga tergesa-gesa ingin ke toilet pria yang bersebelahan dengan toilet wanita. 


"Maaf pak. Mas, om.. Aduhhh!" ucap anna yang tidak sengaja menabrak pria itu.


Dengan tidak sengaja mata mereka berdua berpandangan. 


Tapi Anna tidak memperhatikan sikap dan wajah pria itu, dia hanya melihat penampilan dan sempat menyentuh bagian dadanya yang bidang, itu yang membuat Anna malu, kulitnya yang putih membuat pipinya yang merona terlihat, sadar akan apa yang terjadi, dengan cepat Anna menutup pipinya dengan tangannya. 

__ADS_1


__ADS_2