Ada Cinta Yang Lain

Ada Cinta Yang Lain
Cinta Membawa Kebahagiaan


__ADS_3

Hari yang membuat bahagia di rasakan oleh Anna dan Elang. Pernikahan sederhana adalah sesuatu yang diinginkan mereka, dengan latar pemandangan sinar matahari terbenam di pantai tempat pertama kali merasakan jantung mereka saling berdegup kencang adalah moment yang tidak bisa di lupakan. Bali tempat eksotis pertama kali mereka bersatu. 


*Di apartemen bali. 


"Hemmm... Harum sekali baunya," ucap Anna yang mencoba menuju ke dapur. 


"Duduklah, aku akan memasak nasi goreng dan omlet untuk sarapan." Elang berusaha menggeser kursi untuk Anna duduk. 


"Ko tahu...kalau aku suka nasi goreng," balas Anna heran. 


"Apa yang tidak aku tahu dari kamu," jawab Elang dengan  mengecup manis pipi istrinya dan meletakkan nasi goreng di atas meja. 


"So sweet banget sih. Agen," ledek Anna memeluk suaminya. 


"Kalau manja seperti ini. Nanti malam boleh nambah lagi gak," bisik lirih Elang, mengecup ujung pangkal kupingnya. 


"Emang maunya nambah berapa," balas Anna manja mengecup lengan suaminya saat memeluk. 


"Sekarang aja." Elang mengangkat tubuh Anna untuk ke paraduan.Kebahagiaan yang tidak dapat terukir dengan kata-kata. 


"Suamiku Agen E. L. G," ledek Anna yang memeluk tubuh elang dengan selimut. 


"Hemm..." jawab elang malas. 


"Aku mau punya empat anak," ucap Anna tiba-tiba. 


"Serius!... Aku masih kuat, mau lagi." Elang mengelitik tubuh istrinya hingga tidak bisa menahan tawa. 

__ADS_1


Perjalanan pernikahan mereka terasa begitu manis untuk saat ini tetapi setelah dua bulan pernikahan. Mereka mendapat kabar buruk, bahwa bu Dewi berada di rumah sakit karena penyakit jantung. 


"Anna... Ka-mu di-sini," tanya Dewi terbatah-batah karena alat oksigen yang terpasang. 


"Iya tante...Anna di sini untuk tante," jawab Anna tersenyum. 


"An-na deng-ar...tan-te pernah ber-janji...ka-mu nanti a-kan bi-sa melihat la-gi... te-rimalah ma-ta tante i-.... " pesan terakhir tante Dewi. Yang kemudian terdengar suara monitor detak jantung melemah. 


Ternyata sebelum keadaannya melemah. Saat bertemu di Singapura, Dewi sudah menyetujui untuk mendonarkan mata kepada Anna. 


"Anna... terimalah mata mama, agar kamu bisa melihat lagi," ucap Elang menjelaskan. 


"Aku tidak bisa, tante begitu baik. Aku tidak sanggup mengambil selah satu dari tubuhnya." Anna beranjak ingin memeluk tubuh suaminya. 


"Jangan merasa bersalah, mama ikhlas memberikan matanya untukmu,"  kata Elang mengecup manis. 


"Anna. Apa kamu sudah melihat aku?" tanya elang dengan berjingkrak-jingkrak di depan jendela yang terkena sinar matahari. 


"Hemm... Hahahahaha," tawa anna lepas melihat tingkah lucu suaminya. 


"Aku ingin peluk kamu," ucap Anna manja yang ingin minta di peluk. 


"Kalau sudah menikah, manjanya ampun-ampun," balas Elang mencubit kecil hidungnya yang mancung. 


"Elang, aku bahagia melebihi apapun di dunia ini, banyak sekali yang aku dapatkan," kata syukur Anna yang tidak ingin melepas pelukkan. 


"Tidak hanya kamu. Aku pun bersyukur terimakasih sudah menjadi istriku."

__ADS_1


************


Usia kandungan mela sudah sembilan bulan, hanif menjadi suami siaga yang selalu sigap dengan apapun. 


"Kak, ini buat baju bayinya. Masa gak di kasih baju sih," celoteh mela mempersiapkan kelahiran. 


" Kan sudah ada ini," jawab hanif dengan memperlihatkan selimut bayi. 


"Itu bukan baju, itu selimut untuk membungkus bayinya biar gak dingin. Gimana sih," kata mela menanggapi. 


Mela memasukkan semua perlengkapan bayi kedalam tas menuju ke rumah sakit. 


Dengan rasa kuatir akan keselamatan semua, hanif berdiri di depan ruang operasi selama satu jam belum terdengar suara tangis bayi. Akhirnya dua jam menunggu terdengar suara tangisnya. Hanif berucap syukur tiada henti. 


Hanif menggendong tubuh laki-laki kecil yang imut dengan mata yang masih terpejam dan bibir yang munggil, dan pipi tembemnya. Dengan mengucapkan adzan di telinga kanan dan kiri. Hanif merasakan dirinya sempurna sebagai seorang suami dan ayah. 


"Bagaimana keadaan istri saya," tanya hanif kepada perawat rumah sakit. 


"Sebentar lagi ya pak, istrinya akan di bawa ke ruang inap. Operasi nya berjalan lancar." Dengan mengusap kedua telapak tangannya ke wajah hanif bersyukur lega. 


*Di ruang inap, mela sudah berada di ranjang dengan selang infus yang berada di tangan sebelah kiri. 


"Mela, terimakasih ya. Putri kita cantik seperti kamu." Hanif memegang tangan mela dengan penuh cinta yang diikuti anggukan mela tersenyum. 


"Putri kita sehat kan kak, tidak kurang satu apapun?"


"Hemm, lengkap." Dengan mengecup lembut kening mela. Perawat membawa putri kecilnya untuk di berikan ASI. 

__ADS_1


Cahaya kecil mama dan ayah membuat sinar di hati.


__ADS_2