
Elang memberanikan diri bertanya kepada hanif, karena kejadian di pantai tadi membuat hatinya tidak tenang
"Hanif, apa ada seorang pria di hati Anna saat ini?" tanya elang saat bersama di balkon
Hanif yang mendengar perkataan elang secara tiba-tiba, menatap tajam seakan dia tahu perasaan elang saat ini.
"Apa kau menyukai adik ku? "tanya hanif dengan nada sedikit tinggi.
"Tidak bisa membohongi hati, meskipun logika berkata tidak, " jawab elang dengan meneguk segelas air minum.
"Hemmm... Anna punya pacar, tapi aku tidak setuju, aku merasa adikku di manfaatkan, entahlah! apa hubungannya masih berlanjut atau tidak? Yang aku tahu, pria yang di sukai Anna jauh darinya," penjelasan hanif.
" Pria itu ada di Bali,"jawab Elang
"Apa! " teriak hanif yang heran.
"Yap, Anna yang bercerita kepadaku," Jawab elang dengan menghela nafas panjang dan duduk di samping hanif.
"Elang, apakah kamu mau menjaga adikku? Berjanjilah, jauhkan adikku dari pria itu. Anna adalah anak yang polos, dia pintar tapi bodoh dalam cinta, dia tidak tau orang itu baik atau buruk karena hati anna terlalu baik, "pinta hanif
"Aku akan menjaga Anna, aku janji. Tapi aku tidak bisa berjanji menjauhkan Anna dari pria itu, karena saat ini Anna menutup hatinya untuk ku, "ucap elang dengan nada bersungguh-sungguh.
" Untuk saat ini mungkin tertutup tapi untuk kedepannya belum tentu, "kata hanif yang memberi harapan untuk Elang.
Elang yang mendengar harapan hanif, tersenyum mengerti akan ucapannya, dengan mengeluarkan sebatang rokok di saku celananya dan menawarkan kepada hanif, dia hisap batang rokok itu untuk menenangkan pikirannya yang tidak sinkron dengan hatinya.
Hanif memang menaruh harapan yang besar kepada elang, untuk menjaga anna. Karena hanif merasa fisiknya yang lemah dan dia tidak ingin adiknya merasakan kekecewaan yang pernah ia rasakan.
*****
Bali menyimpan begitu banyak tempat misteri, tapi tidak hanya tempat tetapi juga kehidupan.
Kehidupan sosiallita di bali sama dengan di jakarta.
Apartemen yang mewah tempat tinggal menjadi indentitas seberapa kaya nya mereka. Baju, hadphone, mobil atau tas branded yang menunjang penampilan memperlihatkan pundi-pundi yang mereka hasilkan.
*Di waktu bersamaan di apartemen Randy.
Nadia selalu menuntut ini dan itu karena malu akan ucapannya kepada teman-teman perkumpulan. Bahwa Randy suaminya adalah seorang manager, gajinya lebih dari tiga puluh juta rupiah.
Saat di dapur, Nadia yang sedang mempersiapkan camilan, berusaha menceritakan kehidupan salah satu teman sosialita nya.
"Mas, ternyata ada keluaran handphone terbaru lo, bu.Vannya kemaren lagi pamer handphone nya, jadi pengen ganti handphone," ucap nadia dengan manja. " Kartu kreditnya besok di tinggal ya atau kalau tidak nanti transfer ke rekening saja, "lanjut pinta nadia
"Mas! Mas! dengar gak sih, " seru nadia.
__ADS_1
"Heem, " gumam Randy yang sedikit menoleh ke arah nadia dan tangannya mengambil hadphone yang berada di dekatnya.
"Ternyata bu Vannya itu.... " lanjut cerita nadia yang tidak diperdulikan oleh Randy.
Randy yang duduk di sofa sambil menonton televisi tidak mendengar ocehan nadia. Memang dia berusaha acuh dan cuek agar nadia berhenti untuk menuntut dan menceritakan kehidupan teman-teman nya yang membuat pikirnya kusut.
Apa yang di ceritakan nadia, randy berusaha untuk menutup telinga dan matanya.
Dia scroll media sosial Tak Tik Tok yang sedang viral untuk menyenangkan hatinya dan melihat gadis-gadis yang imut dan lucu yang sedang memamerkan kemolekkan badan dan wajahnya di camera.
Pikiran liar Randy mulai menari-nari di atas kepala, jari-jari nya memulai untuk mengetik kata-kata salam dan kegenitan dalam rayuan gombal.
Memakai ketampanan wajah untuk memposting foto profile agar menarik perhatian cewek lain.
"Kalau ada yang kena rayuan bisa jadi rekening berjalanku, hahahaha, "tawa Randy dalam hati.
Kehidupan Randy bertolak belakang dengan kehidupannya di jakarta.
Gaya hidup yang tinggi di bali membuatnya berlebihan dalam memakai keuangan, karena apa yang dia dapatkan semua dari Anna.
Motor matic berganti dengan mobil VVT-I, rumah kontrak berganti dengan apartemen mewah yang setiap bulannya dia sewa hampir lima juta.
Membeli perabotan apartemen dengan harga yang tidak di bilang murah.
Anna (chat): assalamualaikum mas, bisa kita bertemu. Aku sekarang di bali, aku share lokasi tempat aku tinggal
Randy yang membaca pesannya merasa gusar, "gawat! Anna berada di bali. Ini cewek menyusahkan saja"
Randy (chat) : "ya, kita akan bertemu."
Anna (chat): "janji ya, dimana kita akan bertemu?"
Randy(chat): "di cafe Flamboyan di Jl. Ngurah Rai. Untuk lokasinya aku akan share nanti. Jangan lupa uang yang aku minta. Aku butuh secepatnya!"
Anna (chat) : "aku akan menunggumu, aku bawa uang tunai. Aku tidak bisa transfer karena ada masalah aplikasi"
Randy (chat) : "nanti aku kabari setelah selesai kerja."
Randy cepat-cepat menghapus chat whatshap dari Anna, karena nadia menghampiri dan tepat berada di depannya.
Nadia dengan cepat mengambil handphone yang sedang di pegang oleh Randy.
Jari Nadia yang sigap menekan layar utama agar fingerprint masih aktif, dan menyembunyikan handphone itu di balik badannya.
__ADS_1
Tapi Nadia tidak tahu dan tidak sadar bahwa jarinya telah menyentuh panggilan ke nomer Anna dengan nama kontak Pak Made-kantor.
"Nadia!" teriak Randy
"Aku ingin tahu mas, siapa yang menghubungimu karena beberapa hari ini aku melihatmu gusar, dan seperti menyembunyikan sesuatu," kata-kata Nadia dengan intonasi tinggi
"Maksudmu apa! Tidak ada yang aku sembunyikan. Kembalikan! " pinta Randy yang sedikit geram dengan tingkah laku Nadia.
"Gak! sebelum aku melihatnya," jawab Nadia dengan intonasi tinggi
" Berikan Nadia!" Randy yang berusaha mengambil handphone itu tapi tidak dapat meraihnya. Nadia lebih gesit daripada dirinya
Tingkah laku Randy yang marah, membuat nadia semakin curiga.
Nadia berusaha melarikan diri dari kejaran Randy dan menuju ke kamar Rico.
Panggilan dengan nama Pak Made-kantor pun tertutup dengan sendirinya. Di dalam kamar, Nadia berusaha untuk melihat Wathshap tapi tidak menemukan petunjuk, hanya panggilan nama itu yang ada, tapi dia tidak manaruh curiga apapun.
"Tidak ada chatting yang mencurigakan dari cewek manapun," hati Nadia berkata
Dia mencoba melihat media sosial Face****, inst****dan Tak Tik Tok. Banyak cewek-cewek yang mengirim pesan. Dia menutup bibirnya dengan tangan kiri berusaha untuk tidak teriak karena terkejut.
Kata-kata manis dan rayuan di antara Randy dan cewek-cewek itu membuat wajah nadia menjadi merah padam.
Randy yang melihat tingkah laku Nadia saat menutup pintu kamar membuat emosinya naik pitam. Dia menggedor-gedor pintu sampai Nadia membukanya.
"Ini siapa mas! Cewek-cewek yang di media sosial ini siapa, ha! " teriak Nadia di hadapan Randy.
Randy yang sempat kaget mendengar teriakan Nadia, sedikit merasa lega karena Nadia tidak mengetahui tentang Anna.
Randy mencoba menenangkan emosi nadia. Dengan menyibak sedikit rambutnya, dan tersenyum manis dengan nada manja.
"Tenang sayang, cewek itu hanya kenalan di media sosial, mereka tidak penting buatku," bujuk Randy.
"Tidak penting! Kalau tidak penting, kenapa di balas! ada kata-kata manis yang aku baca tadi!" teriak nadia dengan tangan yang memukul-mukul badan Randy.
Randy langsung memeluk nadia dengan mata yang penuh tangis, nadia membalas pelukkannya.
"Awas kamu ya mas! Jika berani-beraninya kamu selingkuh dan bermain api dengan ku, " ucap nadia yang masih marah dalam pelukkan.
Randy mencoba mengangkat kepala nadia dengan kedua tangannya , mencoba mencium bibirnya dengan lembut, dan berbisik di telinganya. " Aku tidak akan seperti itu, percayalah," ucapan yang penuh dengan keyakinan.
"Janji ya. Jangan ada cewek lain di hatimu," pinta Nadia
Randy mencoba menenangkan hati Nadia, dengan membawanya ke ruang depan dan mendudukkannya di sofa, bibirnya mencium kening nadia dengan lembut, dan menyibak sebagian rambut Nadia, menatap matanya dengan penuh arti. Agar Nadia tidak menaruh curiga terhadapnya lagi.
__ADS_1
Tetapi hati kecil nadia, masih tidak percaya akan apa yang di katakan Randy, dia masih menaruh curiga.