
Mobil Sedan hitam dengan logo lingkaran empat melaju kencang tanpa memperdulikan lawan. Elang memasuki gedung yang mirip seperti markas. Ada Andreas yang sedang menunggu perintah.
"Apa yang terjadi," tanya Elang berjalan menuju ke Andreas.
"Rubah licik melancarkan serangan," jawab Andreas sedikit cemas.
"Apa yang di dapat dari informan angel," sanggah Elang tegas.
Andreas terlupakan akan hal ini, dia memegang keningnya menghadap anak buahnya "hubungi angel, cepat!" perintah Andreas.
"Tuan Andreas, dari Mr. Hugh Australia." Andreas mengangguk melakukan panggilan.
Elang melakukan panggilan layar besar berbentuk persegi transparan yang dapat menghubungkan markas MI7 Internasional Drug Agency di Inggris.
"The Sly fox is in Australia," ucap Elang serius dengan berkacak pinggang.
"What do you get?" tanya MI7.
"Give me time the infomant is doing here job," melontarkan pernyataan pasti, tentang apa yang akan di dapat informannya.
"I give you a week." MI7 memberikan waktu untuk Elang bergerak.
"Yes Sir!" ucap lantang Elang.
"Don't make mistakes like before!" perintah MI7.
"Yes Sir!" teriak lantang Elang dengan posisi bersiap.
"The new variant of the cunning fox gives the wearer a sharp effect, don't miss it!" perintah MI7.
"Yes Sir!" jawaban tegas Elang membuat semua bergerak cepat.
Perintah MI7 tidak meminta perkecualian. Dengan wajah yang serius dan sorot mata tajam. Anak buahnya dan juga Andreas mempersiapkan peralatan untuk serangan selanjutnya.
"Agen F.K.Y.. Agen F.K.Y target ada di depan jangan terlewatkan," perintah Andreas dengan memantau layar satelit.
Di layar meja multi-touch terlihat jejak rubah licik melakukan transaksi jual beli, dengan varian terbaru.
__ADS_1
"Tonight I will go there prepare everything," perintah Elang menepuk bahu Andreas.
"No! There's a sly fox there! No..! Agen F.K.Y yang akan bergerak." Andreas tidak mengijinkan Elang untuk beraksi menjalankan rencana.
"Jangan lupa, otak genius ku lebih kejam dari rubah licik." Elang bergegas mempersiapkan semua.
"Elang.. Bagaimana dengan traumamu...Anna," ucap Andreas membuat ragu.
"Hemm...aku akan menikahinya setelah ini. Jaga dia untukku," balas Elang dengan menepuk bahu sahabatnya.
Dengan gerak cepat Andreas memerintahkan helikopter fight 086 mendarat.
Elang memakai rompi anti peluru, setelan tuxedo hitam yang mempunyai kelengkapan alat bela diri, cincin camera, Cam-Breath alat kecil untuk bernafas dalam air, shoes-walk sepatu yang bisa berjalan di atas dinding, pistol yang menembak lawan dengan tenaga laser tanpa peluru dan mempunyai fungsi yang terhubung dengan jam tangan, jika pistol terjatuh secara otomatis akan terkunci.
Helikopter meliwati lautan dan menuju perbukitan Tasmania, markas besar MI7 yang berada di Australia. Memasuki lorong yang sudah tidak asing bagi Elang.
'Your access Code," girl-voice
"M.I.eight.sixth," jawab Elang.
Memasuki ruangan dengan ilmuwan-ilmuwan bersenjata yang membuat dan merakit alat-alat canggih. Tidak membuat Elang canggung sedikitpun.
"Welcome Mr. Elang," sapa Mr. Hugh.
"What car will you prepare," tanya elang tanpa basa basi.
"Hemm... This car has sensors to detect enemies within 80 meters, and have a laser fire without making a sound," penjelasan Mr. Hugh dengan menunjukkan mobil rancangan modifikasi.
"I drive this car." Elang menuju mobil enzo berlogo kuda yang di modifikasi, dengan butterfly-door dan siap untuk melaju.
"But Mr. Elang.... This car does not have a rubber coating for water," penjelasan Mr. Hugh.
"It's Oke. I have cam-breath," sanggah Elang dengan menunjukkan alat kecil yang menempel di saku dada tuxedo.
"Wait a moment," ucap Mr. Hugh menuju meja eksperimen. "I made a ring like device to breath a maximum distance of 400 maters in water," lanjutnya dengan memberikan.
"Thank you." Tanpa basa-basi Elang memakai cincin di jari kiri.
__ADS_1
Dengan kecapatan standrat keluar markas menuju perbukitan dengan laju kecepatan tinggi kilat cahaya menerjang.
"E.L.G ... E.L.G... " panggilan transmisi andreas.
"Yes.E.L.G," jawab Elang.
"Sly fox is in Perth," ucap andreas tegas.
"Hemm." Tanpa memperdulikan terjal nya, Elang malajukan mobilnya dengan kecapatan hampir maximum, tanpa membuang-buang waktu.
Flamingo Perth Club, tujuan pertama Elang mencari target pertama, horse yang menghubungkan dengan Sly fox.
"Target horse." Elang memutar jam tangannya dan mememutar cam-ring untuk mencari target.
"Posisi barat," jawab andreas memberitahu posisi.
Elang melangkah di keruman pasangan yang sesama gender, melawati panari striptis yang memandang wajah datar terlihat charming, meraba-raba dada bidang tapi tak di perdulikan, tatapan mata tajam seperti burung elang. Melihat horse sedang melakukan transaksi terlindungi diantara para bodyguard.
Di meja bar, elang duduk dengan segelas bir, ada empat pria bertubuh kekar di belakang, salah satu menepuk bahu kiri, dan tiga lainnya mengepal tangan hingga berbunyi bersiap untuk memukul kepala elang.
Menenguk segelas bir dalam sekali teguk. Pria yang menepuk bahu kiri, Elang memutar tangan pria itu hingga terpilin dan menekan syaraf membuat tangannya lumpuh. Dari belakang, tiga pria lain bersiap menghantam.
Tanpa mengenal ampun seperti singa kelaparan, Elang menghajar ketiga-tiganya dengan pukulan bertubi-tubi, yang membuat semua pengunjung berlari menghindar tanpa memperdulikan, Elang memberikan pukulan yang membuat lumpuh syaraf ada yang jatuh tersungkur, jatuh di meja bar, dan jatuh di antara kerumunan orang.
Tak hanya tiga orang, datang tujuh pria yang bertubuh kekar melakukan serangan dengan secara tiba-tiba hingga membuat elang jatuh terduduk. Dengan mengaktifkan self-defense tuxedo, kaki Elang melayang menghajar wajah, perut, bagian vital tubuh dan menekan syaraf lumpuh bagian leher hanya sekali tebas, tujuh pria mengalami kelumpuhan secara permanen.
Daarrr...terdengar suara tembakkan, membuat bahu kiri terkena hingga terpelanting jatuh ke belakang, elang duduk berjongkok mengaktifkan shoe-walk, berlari di atas tembok melompat pembatas dan "Dam" shoe-walk melayang ke wajah horse hingga keluar darah di hidung.
Elang mencekiki leher horse hingga terbentur di dinding.
"Sly Fox," ucap elang dengan membentur kepala horse sekali lagi.
"Oke..Oke..Po-rt...Jack-son...," jawab horse ketakutan menatap mata elang.
Elang mengendurkan cengkraman dan menembakkan pistol di bagian leher, seketika jatuh
tersungkur tak bernyawa.
__ADS_1