Ada Cinta Yang Lain

Ada Cinta Yang Lain
Pengaruh


__ADS_3

Tapak kaki terlihat di tepi pasir pantai yang berwarna hitam. Dari belakang, elang memandang punggung seorang wanita bergaun putih yang berjalan dengan memandang sinar matahari senja. 


Berdiri diam, menghampiri laut biru yang seakan-akan ingin melepaskan beban kehidupannya untuk di tenggelamkan kedalam samudra. 


Semakin lama, wanita itu mendekat ke arah gelombang, seolah-olah mengajak untuk pergi bersama. 


"Anna!" Elang terperanjat kaget dari tidurnya. Menatap langit-langit kamar dan menoleh untuk memandang ke luar jendela. Dia menyeka wajahnya dengan telapak tangannya yang kekar. 


Berjalan untuk menenggak segelas air putih yang membuat tenggorokan terasa kering. 


" Mimpi yang aneh," gumam elang yang menuju keluar jendela dengan hati dan pikiran yang bertanya-tanya, apa maksud dari mimpi itu tadi?. 


Suara tetesan geremis berubah menjadi suara derasnya air hujan yang di iringi dengan gemuruh dan petir yang saling menyambar. 


Hingga sang surya menampakkan sinar kesejukkannya, membuat elang semalaman tak bisa memejamkan mata walaupun hanya sedetik.


Dia selalu memandang layar handphone untuk melihat apakah Andreas mendapatkan informasi tentang randy. 


Nama seorang pria yang selalu di hati Anna, membuatnya geram, ingin sekali kepalan tangan yang kekar itu memecahkan kaca yang ada di hadapannya menjadi serpihan-serpihan kecil yang hancur. 


Panggilan telpon dari andreas yang di tunggu-tunggu mengurungkan niatnya untuk melampiaskan amarah, dia akan menyimpan amarah itu suatu saat nanti. 


"Ya!.... Lalu!.... Kamu harus melakukan ini. .." ucap elang dengan nada memerintah. 


Air hangat yang membasahi tubuh tidak bisa meredam emosi amarahnya yang luar biasa. 


Kemeja merah maroon, celana dan rompi kemeja berwarna cream membalut dadanya yang bidang. 


Elang menuju ke kantor. Dan melempar berkas di hadapan andreas. 


"Brengsek, itu cowok!" Cercaan elang untuk randy. 


"Andreas! kamu harus temukan informasi secara detail, pekerjaannya, nama istrinya dan apapun yang dia lakukan, sebelum anna bertemu dengannya," perintah elang. 


Amarah elang semakin menjadi-jadi, saat tahu jika randy sudah menikah dengan wanita lain dan seolah-olah menjadikan Anna sebagai seorang wanita simpanan dan memanfaatkannya.


 


"Dan kamu selidiki juga sejauh mana hubungan Anna dengan cowok itu. Dari keuangan dan juga hubungan intimnya," tiba-tiba muka elang berubah menjadi serius. Karena dia tidak mau, peristiwa yang pernah dia alami terjadi lagi. Pengkhiatan yang di lakukan Sandra tidak bisa dimaafkan begitu saja. 


Sandra adalah wanita yang dulu pernah singgah di hati elang, saat di Universitas Melbourne Australia. Perkenalan dan hubungan yang di bilang tidak singkat itu, membuat elang jatuh cinta sekaligus juga terpuruk.

__ADS_1


"Elang!" seru Andreas dengan lantang, sehingga mata elang yang tajam tertuju kepadanya. 


"Apakah sejauh itu kamu menyelidiki Anna! menurutku, Anna berbeda dengan sandra," ucap andreas yang tidak setuju dengan apa yang di katakan elang. 


"Kamu harus melupakan Sandra jika kamu mencintai Anna!" seru Andreas dengan nada tinggi dan pergi meninggalkan ruangan. 


Elang yang mendengar perkataan Andreas membuatnya sadar, sandra adalah masa lalu, seperti perasaan anna sekarang, yang harus membuat Randy menjadi masa lalunya. 


Di satu sisi. Andreas memberikan perintah kepada anak buahnya untuk menyelidiki tentang Randy.


Dalam waktu kurang dari satu jam, Andreas sudah mendapatkan informasi tentangnya. 


Andreas Membuka pintu ruangan, melihat elang yang menatap ke luar jendela dengan menghisap rokok yang hampir kelihatan kapasnya itu, dan asapnya sudah memenuhi seluruh ruangan. 


"Huk... Huk.. " Suara andreas terbatuk yang tidak kuat dengan bau asap rokok yang seperti kabut, sambil mengibas-ngibaskan tangannya dan menutup sebagian pangkal hidungnya yang mancung. 


"Aku sudah menyelidikinya, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Andreas dengan sedikit menahan nafas. 


Dengan mata yang arogan, elang hanya melirik kertas yang di berikannya," Hubungi Galang, bikin Randy di pecat dari pekerjaannya, jika galang menolak! Batalkan semua kerjasama kita dengan perusahaan nya," perkataan elang yang seperti seorang mafia. 


Andreas mengerti maksud elang, dan mengeluarkan handphonenya untuk memberikan perintah kepada anak buahnya. 


Pengaruh elang sangat luar biasa, bisa di bilang dia yang memegang kendali atas semua. Tidak hanya hotel orang tuanya yang dia kelola, tapi hotel warisan dari kakeknya yang telah di ambil paman tirinya sudah dia pegang kendali, dan juga perusahan-perusahaan yang lain. 


PT. Galang Fish Can tempat Randy bekerja adalah salah satu perusahaan yang bergabung dengan salah satu perusahan elang, dia punya pengaruh di perusahaan itu karena sebagian saham terbesar yang di kelola adalah milik elang. 


******


Di perkantoran civic. 


Randy yang melihat berkas-berkas laporan menumpuk membuatnya menghela nafas panjang. 


"Haaa! pagi-pagi sudah bertemu kertas," gumam Randy dengan menggaruk-garuk rambut bagian depannya. 


Menggeser kursi yang bisa dia ombang-ambingkan ke kanan dan ke kiri, duduk dengan kaki di atas meja, dan memainkan bulpoinnya di bawah hidung, memutar-mutarnya dengan jari telunjuk dan jeri tengah, dan kemudian manaruh bulpoinnya di atas kuping. 


"Haa!" hela nafas randy. "Kerja!... kerja! , gaji tidak seberapa tapi pekerjaan banyak, apa aku protes ya sama si bos, kan aku sudah dua tahun kerja disini," bisik randy pada dirinya sendiri. 


Saat berbicara sendiri, di sebelahnya ada teman kantor yang mencuri dengar. 


"Sabar bro! Kamu juga sudah kaya, ngapain kerja disini, pulang kampung aja bro, katanya perusahaan  bapakmu banyak," ucapnya sedikit menyindir dengan menapuk bahu kiri Randy. 

__ADS_1


Randy yang mendengar merasakan telinganya panas, karena semalam sudah ribut sama nadia, di tambah omongan temannya. 


"Apa kamu bilang!" kata Randy dengan mengepalkan tangannya dan menarik leher baju kerja temannya itu. 


Teman-teman lain yang melihat Randy emosi mencoba melarai mereka berdua. 


Manager pemasaran melihat tingkah laku Randy yang tidak baik. "Randy! ikut saya!" ucapnya memerintah. 


Randy yang mendengar, merapikan baju kerjanya dan mengikuti Manager dari belakang. 


Teman sekantor yang bertengkar dengannya mengeluarkan handphone dari sakunya dan menelpon seseorang. "Sudah beres!" ucapnya.


Andreas yang mendengar laporan dari anak buahnya tersenyum sinis. Merasakan kepuasan "Hal sepele, bisa di atasi," kata-kata di pikiran Andreas dengan memutar balik laju mobilnya. 


Randy berada di ruangan manager, mencoba menata hati dan pikirannya. " Aduh! bagaimana ini? Dasar bodoh kamu Randy tidak bisa menahan emosi!" kata hati Randy yang merasa bersalah atas apa yang sudah di lakukan, dan tidak berpikir panjang akan akibatnya.


Dengan ekspresi menahan gugup Randy duduk di depan meja atasannya. 


" Maaf Pak, itu tadi hanya salah paham," ucap Randy dengan tangan dan kaki yang terasa dingin.


 


"Bagus, kalau kamu sudah tahu kesalahanmu. Tapi, banyak pertimbangan. Pekerjaan mu tidak pernah benar, dan selalu keluar dari deadline yang di tentukan. Jadi untuk saat ini dan seterusnya, kamu tidak bisa bekerja disini lagi," kata manager yang memecat Randy dengan sopan. 


Tapi Randy merasa tidak terima akan keputusan managernya itu. "Tapi saya sudah dua tahun pak disini, dan tidak ada masalah, kenapa karena hal seperti ini tiba-tiba saya di pecat," ucap Randy berapi-api. 


"Apa yang kamu lakukan hari ini juga termasuk poin utama! Uang pesangon mu bulan ini akan di potong uang kas bon mu yang hampir lima juta!" ucap meneger dengan nada tinggi yang hampir tersulut mengikuti emosinya Randy. 


Kata-kata atasannya itu membuat Randy terdiam, gajinya bulan ini akan terpotong banyak.


Kehidupan nadia yang boros dan juga karena anna yang tiba-tiba berhenti mentransfer. "haaa! Dasar wanita-wanita yang menyusahkan!" Randy yang mengomel pada dirinya sendiri. 


Dengan pikiran yang kalut, Randy membereskan perlengkapan kantornya untuk segera keluar dari perusahaan ini, teman-teman yang memberikan  rasa support kepadanya tidak ia perhatikan sedikitpun. 


Randy membuka pintu mobil dan menutup keras dengan perasaan kecewa, kesal, dan benci. 


Menutup kedua mata dengan punggung telapak tangan dan kepala yang bersender di kursi mobil, bayangan anna muncul di pikiran Randy. Wanita bodoh, jelek dengan kacamata dan gigi behelnya, membuat Randy merinding.


Wajah yang seperti itulah yang di ingat Randy tentang anna selama mengenalnya, sehingga dia bekerja di bali untuk menghindar karena malu dan agar tidak bertemu dengannya, lalu dia bertemu dengan nadia dan menjalin hubungan hingga berumah tangga. 


Randy pernah berusaha untuk putus dengan Anna tapi anna memberikan apa yang dia minta, sehingga anna di manfaatkan olehnya. 

__ADS_1


Perubahan fisik anna yang sekarang, tidak membuat Randy tertarik, meskipun anna mengirimkan foto atau videonya yang terakhir tapi selalu di hapus tanpa melihatnya sedikitpun.


__ADS_2