
"Ibu mau diantar kemana?" tanya Kenzie saat mereka sudah jauh meninggalkan warung bakso milik Alika.
"Sudah lama Ibu nggak ke kantor, Ibu juga ingin mengunjungi kantor, kamu ingin ke kantor kan? Lagian ini juga sudah sangat terlambat jika kamu kembali mengantar Ibu," ucap Andien membuat Kenzie hanya mengangguk sambil berkonsentrasi mengemudi mobilnya. Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang dan saat di lampu merah ia kembali melihat mobil yang ia yakini itu adalah milik Dena.
Begitu lampunya sudah berubah, mobil Dena yang berada di depan mobil Kenzie, Dena sudah melaju mobilnya dan Kenzie mengikutinya dari belakang.
"Hmmm? Kenzie kamu baik-baik saja kan?" tanya ibu saat bisa melihat jika mereka tak mengarah menuju ke kantor.
"Maksud Ibu?" tanya Kenzie yang masih melihat lurus ke arah depan, tepatnya melihat mobil milik kekasihnya itu.
"Kamu bilang kita mau ke kantor, tapi ini kan bukan jalan ke kantor. Apa kamu punya jalan lain yang lebih cepat? Setahu Ibu hanya jalan itu satu-satunya menuju ke kantor," ucap Andien yang masih bingung putranya itu ingin pergi kemana.
__ADS_1
"Ibu lihat mobil yang di depan itu?" ucap Kenzie menunjuk mobil Dena, membuat Andien pun mengangguk.
"Ada Apa dengan mobil itu?" tanya Andien.
"Itu mobil Dena, Bu. Aku ingin tahu kemana dia ingin pergi, ini masih terlalu pagi, dia kan sudah tak kuliah lagi dan aku mendapat informasi dari temanku jika mereka sering berpesta di salah satu hotel," ucap Kenzie membuat ibu hanya mengangguk mendengarkan penjelasan putranya dan kini matanya juga mengawasi kemana mobil Dena pergi dan benar saja setelah 15 menit mereka mengikuti mobil Dena, mobil itu singgah di sebuah hotel mewah. Terlihat ada tiga orang wanita yang turun dari mobil itu dan Kenzie tahu siapa mereka, mereka itu adalah teman-teman Dena.
"Mau apa mereka ke hotel? Apa ada teman mereka yang menginap di hotel?" tanya Andien yang masih mencoba berpikir positif.
"Kenzie, kamu mau ke mana dengan penampilan seperti itu?" tanya Andien.
"Ibu tunggu di sini, aku ingin lihat apa yang sebenarnya mereka lakukan di hotel ini. Aku harap dugaanku itu salah," ucap Kenzie yang kini sudah turun dari mobil dengan penyamaran yang dilakukannya, mengikuti kemana kekasihnya itu pergi. Andien hanya melihat putranya itu berjalan mengikuti putri teman sosialitanya.
__ADS_1
Dena ternyata masuk ke dalam sebuah kamar, Kenzie kembali mengikuti mereka, ia bisa mendengar dari luar jika ada beberapa suara pria di dalam sana. Kenzie pun mengetuk pintunya dan tak lama kemudian pintu pun terbuka dan yang membuka pintu adalah salah satu teman dari Dena. Ia mematung saat melihat siapa yang berada di balik pintu.
"Ke-Kenzie?" ucapnya gugup, Kenzie tak menghiraukan teman dari Dena itu. Ia langsung menepisnya dari jalannya, Kenzie masuk dan alangkah terkejutnya ia saat melihat wanita yang yang dicintainya, yang akan dinikahinya, yang dianggapnya pantas untuk menjadi ibu dari anak-anaknya kini duduk di pangkuan seorang pria dan pria itu terlihat mengelus paha Dena yang hanya memakai rok mini.
"Dena! Apa yang kamu lakukan di sini!?" bentak Kenzie yang membuat mereka semua terkejut. Terutama orang yang dipanggilnya, Dena langsung berdiri dan menatap takut melihat tatapan kemarahan dari Kenzie. Ia pun langsung menghampiri kekasihnya itu.
"Dengarkan dulu penjelasanku, aku bisa menjelaskan semuanya, ini tak seperti yang kau lihat," ucao Dena menghampiri kekasihnya itu.
"Aku kecewa padamu!" ucap Kenzie sambil menunjuk ke arah wajah Dena dengan tangan bergetar. Kemudian ia pun menepis tangan Dena yang memegang tangannya dan segera berlalu meninggalkan pesta yang sedang terjadi di kamar hotel itu. Dia bisa melihat begitu banyak pria dan juga wanita di dalam sana dan beberapa minuman beralkohol tersusun rapi di salah satu meja.
Kenzie keluar dari kamar itu dengan kemarahannya, sementara Dena terus berlari mengejarnya.
__ADS_1