Adakah Cinta Untukku

Adakah Cinta Untukku
Perjuangan Seorang Ibu.


__ADS_3

Saat ini Alika tengah berada di rumah sakit ditemani Kenzie. Ia terus berusaha mengejang agar bayi yang mereka nanti-nantikan bisa mereka lihat dan biaa berada di dekapan mereka.


Ya, sekarang Alika sedang berada di ruang persalinan, Kenzie tak pernah meninggalkannya sedetik pun, menggengam tangannya erat. Sementara itu, semua keluarga sudah menunggu di luar termasuk ayah dan ibu tiri Alika, begitupun dengan ibu Kenzie.


Nenek yang mendapat kabar jika Alika sudah dibawa ke rumah sakit, langsung bergegas ingin ke rumah sakit.


"Kamu yakin gak mau ikut? Yang melahirkan itu anak kamu, Dewi," ucap nenek saat Dewi memutuskan untuk tak pergi kerumah sakit. Bukannya ia tak mau melihat Alika. Namun, ia malu pada anaknya sendiri, malu dengan perbuatannya selama ini.


Mendengar itu Dewi hanya tertunduk menahan isakannya. Nenek pun menghampiri Dewi dan mengusap punggung anaknya, ia tahu jika anaknya itu sedang menangis dan sudah menyesali perbuatannya.

__ADS_1


"Aku tahu apa yang kamu rasakan saat ini, kamu memang Ibu yang penuh dosa pada anakmu, jangan kau tambah dosa lagi dengan tak menemaninya di saat sulitnya. Saat ini Alika juga akan menjadi seorang ibu, dia pasti tahu bagaimana rasanya menjadi seorang ibu saat melahirkan anaknya, aku yakin Alika pasti akan memaafkanmu dengan tulus walau selama ini dia sudah memaafkanmu," ucap nenek.


Mendengar kata-kata ibunya, akhirnya Dewi pun setuju untuk menjenguk Alika. Begitu mereka sampai, tatapannya langsung tertuju kepada mantan suaminya, begitupun dengan Dena, mengingat apa yang pernah mereka lakukan dimasa lalu. walau kedua wanita itu sudah tahu jika saat ini Ayah Alika sudah kembali bekerja di perusahaan Kenzie. Namun, tetap saja keduanya pernah menyebabkan Ayah Alika dipecat dari pekerjaannya.


Mereka semua duduk sambil menunggu prosesi persalinan Alika, tak ada pembicaraan diantara mereka. Hanya kecemasan di wajah mereka semua yang sedang menunggu di luar.


Tak lama kemudian, suara tangis bayi pun pecah membuat mereka semua langsung mengucapkan rasa syukur. Semua langsung saling memberi ucapan selamat.


Semua melihat bayi mungil yang baru saja dilahirkan Alika, seorang bayi laki-laki yang akan menjadi penerus Kenzie.

__ADS_1


Di saat semuanya sedang beristirahat, Dena dan Dewi memberanikan diri untuk mendekati Alika. Dewi meminta maaf dengan begitu tulus hingga ia tak malu untuk menangis dan memohon asalkan putrinya itu memaafkannya.


"Bu! Aku sudah memaafkan Ibu. Terima kasih sudah melahirkanku di dunia ini, Bu. Aku juga minta maaf, selama ini aku selalu tak bersyukur memiliki Ibu sebagai Ibuku," ucap Alika menggenggam tangan ibunya, walau bagaimanapun ibunya yang melahirkan ke dunia ini.


Mungkin dulu, walau ia mengatakan jika dia telah memaafkan ibunya, tetapi masih ada rasa kesal di hatinya. Namun, setelah merasakan bagaimana sulitnya melahirkan seorang bayi, rasa sakit yang haris dilewatinya, membuat di hatinya benar-benar memaafkan ibunya.


Alika bahkan merasa bersalah karena sempat berpikiran buruk pada ibunya, membayangkan bagaimana derita ibunya saat melahirkannya dulu. Semua itu membuat ia melupakan semua perlakuan ibunya di masa lalu. Dena juga meminta maaf pada Alika karena dengan sengaja merebut ibunya darinya. Sama halnya dengan memaafkan ibunya, Alika juga memaafkan Dena. Karena rasa bencinnya pada Dena lah ia mengenal Kenzie, pria yang menjadi suaminya saat ini. Ayah dari anak yang baru ia lahirkan.


Alika tak ingin kebahagiaannya saat ini du rusak kerena rasa benci dihatunya, Alika terhadap Dena suatu saat nanti akan mendapatkan kebahagian..

__ADS_1


Sementara itu, di rumah sakit yang sama kemurkaan terjadi pada Ayah Dena, saat mengetahui hasil tes DNA dirinya dan juga anak dari istri keduanya, Gisja ternyata tak sama. Bayi itu bukanlah anak kandungnya. Di saat itu juga Ayah Dena yang memang menikahi Giska secara Sirih langsung menceraikan.


__ADS_2