Adakah Cinta Untukku

Adakah Cinta Untukku
Mencoba Memaafkan


__ADS_3

Begitu Dewi pulang, ia menghela nafas saat jengah melihat Dena masih berada di teras rumahnya, ia pun masuk dan mengabaikan Dena.


"Ibu, maafkan aku. Aku tahu aku salah, tapi tak bisakah Ibu memaafkan aku? Aku janji tak akan merepotkan Ibu, aku akan minta maaf dengan Alika, Bu," ucapnya membuat Dewi pun menghentikan langkahnya saat mendengarkan nama Alika disebut oleh Dena.


"Tidak! Jangan pernah menghampiri Alika lagi, dia sudah bahagia dengan kehidupannya. Ibu tak mau dengan kehadiranmu mengganggu kehidupan mereka," ucap Dewi tanpa menatap arah anak tirinya itu.


Dena yang terus dicuekin oleh ibunya tak menyerah, ia lebih baik merengek bersama ibu tirinya daripada tinggal di rumah mewah. Namun, terus melihat Giska dan ayahnya yang tak menganggapnya ada di sana, itu sangat menyakitkan bagianya. Di mana ayahnya selalu saja bermain bersama dengan adik tirinya, tak pernah sekalipun ayahnya itu menganggapnya ada.

__ADS_1


Terkadang ia meminta waktu ayahnya dengan serius, meminta waktu sedikit saja untuk bisa bersama dengan ayahnya seperti dulu. Namun, ayahnya terus saja mengatakan jika ia ingin bersama dengan adik tirinya, karena adiknya itu masih bayi dan masih butuh perhatian.


1 bulan Dena tinggal di kediaman Dewi di kediaman sederhana. Ia tidur di kamar Alika, walau sikap Dewi tak berubah dan terus cuek padanya, Dena tak menyerah ia terus meminta maaf kepada sang ibu. Akhirnya Dewi pun luluh dan mengizinkan Dena tinggal di sana, ia sudah bersama putrinya itu sejak kecil, ia yang merewatnya.


Walau sikap ibunya tak seperti dulu lagi. Namun, setidaknya kini Dewi sudah tak lagi marah padanya. Setiap hari mereka akan berjualan di warung bakso, kemewahan yang dulu mereka rasakan kini tak ada lagi. Mereka harus bangun lebih awal untuk membuat adonan dan pulang saat malam hari sesudah jualan mereka habis demi agar mereka bisa bertahan hidup.


Pada suatu ketika, nenek kembali ke rumah untuk mengecek rumahnya. Ia sangat terkejut saat mengetahui fakta jika ternyata Dewi sudah tinggal di sana cukup lama dan kembali membuka warung bakso mereka. Nenek lebih sangat terkejut saat mengetahui Dena juga tinggal di sana. Awalnya nenek Alika itu tak ingin menghampiri keduanya. Namun, walau bagaimanapun sikap anaknya, Dewi tetaplah putrinya. Ia pun menghampiri mereka saat keduanya sudah pulang ke rumah dari berdagangnya. Dewi yang melihat ibunya datang langsung bersimpuh berlutut di kaki sang ibu, mencium kaki sang ibu dan meminta maaf di sana. Deraian air mata tak bisa ditahannya, membuat nenek yang tadinya ingin memarahinya kini ikut menangis.

__ADS_1


Begitulah hati seorang ibu, sebesar apapun kesalahan yang diperbuat oleh sang anak dia akan tetap memaafkannya. Nenek pun menarik putrinya itu kepelukannya, kata maaf terus diucapkan Dewi dan nenek hanya mengangguk, mengusap punggung putrinya.


"Ibu memaafkanmu, Nak. Ibu senang kamu sadar akan kesalahanmu selama ini," ucapnya. Dena juga menghampiri nenek Alika dan meminta maaf. Dewi menceritakan semua apa yang dialami oleh Dena. Nenek bukanlah orang yang pendendam, walau selama ini dia kesal pada Dena. Ia melihat perubahan Dena dan Dena yang meminta maaf dengan tulus akhirnya nenek pun memaafkannya.


Melihat Alika yang sudah bahagia bersama dengan suaminya, nenek memutuskan untuk kembali ke rumahnya yang dulu, tinggal bersama dengan Dewi dan juga Dena. Semewah apapun yang didapatkan nenek di rumah Kenzie, ia lebih nyaman tinggal di rumahnya dan berjualan bakso. Ia sangat merindukan aktivitasnya yang dulu, dengan alasan itu akhirnya Alika pun mengizinkan nenek untuk kembali ke rumah mereka yang dulu, mengingat jika saat ini ibunya sudah kembali di sana, akan ada yang merawat neneknya.


Alika ingin menghampiri mereka di rumah nenek. Namun, Kenzie tak mengizinkannya. Yang pertama, Kenzie takutkan jika Dena ternyata belum berubah dan mencelakakannya, ia tak ingin mengambil resiko karena saat ini Alika sedang mengandung 9 bulan dan sedang menunggu proses kelahirannya.

__ADS_1


__ADS_2