
Acara sakral pun dimulai, dengan lantang Kenzie mengikrarkan ijab kabul dan menjadikan Alika sebagai miliknya, sebagai pasangan halalnya.
Alika meneteskan air mata saat ijab kabulnya dilakukan langsung oleh ayahnya. Ia sangat bahagia, walau bagaimanapun selama ini sikap ayahnya yang membeda-bedakannya dengan adik tirinya. Namun, tetap saja ia tahu jika ayahnya itu juga menyayanginya bahkan ayahnya tetap melepaskan pekerjaannya yang begitu penting dalam hidup mereka demi menikahkan dia dengan Kenzie.
Alika tak sengaja mendengar percakapan mereka saat ayahnya menceritakan kepada ibu tirinya tentang perihal pekerjaannya di kantor dan alasannya.
Alika sudah menceritakan hal itu kepada Kenzie dan Kenzie mengatakan jika dia tahu dan tak usah khawatir masalah pekerjaan ayahnya. Mereka akan membicarakannya setelah acara pernikahannya nanti digelar.
__ADS_1
Semua ikut bahagia menyaksikan pernikahan mereka, ikrar ijab kabul yang dilantunkan Kenzie dan sahutan kata sah dari semua keluarga yang mendengarkan, membuat hati Alika terharu hingga tak bisa menghentikan air matanya.
Alika mengecup punggung tangan Kenzie dan Kenzie beralih mengecup kening Alika. Semua itu di abadikan oleh adik tiri Alika, Irsya. Sesuai dengan keinginan Alika, menggunakan ponsel Alika sendiri.
Setelah acara inti selesai, mereka semua memberi selamat dan beberapa tamu yang memang berada di sekitar kediaman keluarga Ayah Alika, satu persatu pamit pulang setelah menikmati makanan yang di hidangkan hari.
Tujuan Alika tepat sasaran, saat ini anak dan ibu tiri itu sedang singgah di sebuah restoran untuk makan, mereka sama-sama melihat story yang diupload oleh Alika. Dewi benar-benar tertampar dengan caption yang dituliskan oleh Alika. Ia merasa jika apa yang dilakukannya hari ini memanglah sangat keterlaluan, hari ini adalah hari bahagia putrinya. Namun, dia tak berada disampingnya.
__ADS_1
Namun, tidak dengan Dena. Bahkan Dena menggebrak meja hingga para tamu yang ada di sekitaran mereka melihat ke arahnya.
"Ini semua salah Ibu! Jika Ibu bisa mengontrol Alika dengan baik, dia tak akan berani merebutkan Kenzie dariku!" ucap Dena pada Dewi. Ia terus melontarkan kata-kata yang menyebutkan ibu tirinya, ia menyalahkan semua yang terjadi hari ini pada ibu tirinya yang tak becus merawat Alika.
"Dena, diamlah! Semua orang melihat ke arah kita," ucap Dewi menarik putrinya itu untuk duduk kembali. Dena sudah berdiri dan berkacak pinggang menatap dirinya dengan amarahnya. Semua orang-orang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikannya.
Dena duduk kembali di tempatnya. Namun, Dena terus saja menyalahkannya atas semua yang terjadi hari ini, itu karena ketidak becusan ibu tirinya itu. Disaat Dewi berusaha untuk menenangkan Dena agar tak membuat dirinya malu, ia tak sengaja melihat suaminya berjalan dengan seseorang masuk ke dalam restoran tersebut. Mereka terlihat sangat mesra, wanita itu berusia jauh lebih muda darinya, hampir seumuran dengan Dena. Wanita tersebut terlihat bergelantungan manja di tangan suaminya, belum lagi pakaian yang sangat seksi.
__ADS_1
"Siapa dia?" tanya Dewi terus menatap kearah mereka. Mereka terlihat naik ke lantai dua di restoran itu, Dewi langsung berdiri meninggalkan Dena yang terus saja mongoceh menyalahkannya. Ia mengikuti kemana suaminya bersama dengan wanita itu pergi.