
Sesuai dugaan nenek, benar saja Dewi dan Dena keesokan harinya langsung mengunjungi kediaman Ayah Alika. Tentu saja ia ingin berbicara pada Alika lebih tepatnya mungkin meminta Alika untuk mundur.
Kabar pernikahan Alika membuat Dena semakin geram, ia terus mendesak ibu tirinya itu untuk menggagalkan pernikahan putrinya. Bahkan, Dena mengancam akan mengakhiri hidupnya sendiri jika Alika sampai menikah dengan Kenzie. Ia tak terima dikalahkan oleh Alika dalam hal ini.
Namun, luar dugaan merek, saat masih berjarak sekitar 1 km, mobil mereka sudah dihentikan oleh sebuah mobil, dua orang yang memakai jas lengkap terlihat seperti seorang Bodyguard bertubuh besar dan memakai kacamata hitam, turun dari mobil itu. Mobil mereka dihalangi oleh mobil lainnya.
Sebuah ketukan di kaca jendela mereka membuat Dewi membuka jendelanya. "Ada apa ini?" tanyanya.
"Maaf, Anda dilarang memasuki kawasan ini, silahkan Anda putar balik, Bu" ucap orang tersebut membuat Dena dan juga Dewi saling menatap.
"Kenapa?" tanya Dena dengan kesal dan masih dengan memegang kemudinya.
"Kami tak akan membiarkan Anda mendekati Nona Alika," jawabnya santai.
Mendengar kata Nona di depan nama Alika membuat Dena semakin geram. Ia turun dari mobil dan menghampiri pria bertubuh besar itu.
"Kalian itu salah orang, yang akan menjadi istri Kenzie adalah aku. Jadi kalian harus patuh padaku. Alika itu hanya wanita tak tahu malu, wanita penggoda dan aku pastikan dia akan menyesal telah merebut Kenzie dariku. Minggir! Jangan halangi jalanku," ucap Dena dengan membentak orang itu. Namun, dua orang yang bertubuh besar yang berdiri tegap di hadapan Dena bergeming.
__ADS_1
"Pergi dari sini atau kami akan merusak mobil Anda!" ucap salah satu dari mereka membuat Dena mengepalkan kedua tangannya.
Ada rasa takut di hatinya melihat sorot mata kedua pria bertubuh besar itu, Dewi menghampiri putrinya lebih tepatnya putri tirinya.
"Ayo, Nak. Kita masuk, kita cari jalan lain," bisik di telinga Dena membuat Dena mau tak mau pun mengikuti apa yang dikatakan ibunya. Percuma juga dia beradu mulut dengan orang itu, sepertinya mereka tak akan mengizinkan mereka untuk menemui Alika.
Dena dan Dewi kembali masuk ke dalam mobilnya, ia menyalakan mesin mobilnya dan melakukan apa yang dikatakan oleh pria bertubuh besar tadi. Dena memutar arah kembali menjauhi kediaman Alika.
"Sial! Sial! Sial!" ucap Dena memukul-mukul setir mobilnya, meluapkan segala kesalahannya.
"Ibu, aku tak terima dikalahkan Alika! Alika itu tak sebanding denganku dan tak selevel, ia tak berpendidikan. Gadis miskin! Dia gadis bodoh!" kesalnya terus mengumpat sosok wanita yang bernama Alika.
"Tenanglah kita cari cara lain," ucap Dewi mencoba berpikir.
"Tentu saja. Ibu harus mencari cara agar pernikahan mereka gagal."
"Kita ke kantor ayahnya," ucapnya kemudian. Dewi pun mencari nomor ponsel mantan suaminya itu. Begitu mendapatnya, ia langsung menelpon dan membuat janji bertemu Ayah Alika.
__ADS_1
Sebenarnya Ayah Alika tak ingin bertemu dengan mantan istrinya lagi, selain untuk menjaga perasaan istrinya yang sekarang, ia juga sudah mendengar cerita dari Alika mengenai keburukan ibunya yang mencoba menggagalkan rencana pernikahannya dengan Kenzie. Ayah juga sudah memastikan hal itu, melihat banyak penjaga yang berjaga di luar rumahnya.
Awalnya, ia tak terima. Namun, setelah mendengar penjelasan Kenzie tentang rencana Dewi untuk menggagalkan pernikahan mereka membuat ayah setuju dengan keberadaan pengawal itu di sekitaran rumahnya.
Mereka pun bertemu di sebuah Cafe. "Ada apa?" tanya ayah Alika begitu mereka duduk berhadapan. Begitu juga dengan Dena, ia ada di samping ibu tirinya.
"Aku tahu Alika sekarang ada di rumahmu 'kan? Aku minta kamu sebagai Ayahnya menolak lamaran Kenzie! Batalkan pernikahan mereka!" ucap Dewi langsung pada intinya.
"Kenapa? Aku lihat Ibu Andien dan Kenzie adalah orang-orang yang baik, aku juga bisa melihat kebaikan mereka untuk membawa Alika ke kehidupan mereka. Mengapa aku harus menolak, itu adalah kebaikan untuk anak kita. Biarkanlah anak kita hidup bahagia," ucap ayah bijak.
"Tidak! Kenzie itu adalah calon suami dari Dena! Dena yang harus menikah dengannya! Dia lebih pantas bersanding dengan Dena daripada Alika. Kamu carikanlah jodoh untuk Alika, masih banyakkan pemuda yang ada di kampungmu itu!" ucap Dewi.
"Mengapa aku harus mencari Pemuda kampung jika ada Pemuda kota yang mapan dan tampan yang ingin segera menikahinya? Lagian pernikahan mereka tersisa 5 hari lagi! Kamu pikir aku bisa membatalkannya dengan idemu itu!" ucap ayah Alika mencoba menahan emosinya.
"Pokoknya aku tak mau tahu! Cari cara agar Alika bisa batal menikah dengan Kenzie! Kenzie itu calon suami Dena, aku tak mau tahu!"
"Sudahlah, aku malas berbicara denganmu! Jika kamu bisa menggagalkannya, gagalkan saja, tapi jangan memintaku, justu aku akan berusaha melakukan apa yang diinginkan oleh Alika dan menikahkan mereka. Maaf, Dewi. Aku sibuk," ucap ayah Alika beranjak dari duduk-duduknya. Namun, Dena langsung ikut berdiri
__ADS_1
"Jika Anda tak menggagalkan pernikahan Alika dan juga Kenzie, akan kupastikan Anda akan kehilangan pekerjaan Anda! Perusahaan ini adalah cabang anak perusahaan Ayahku dan aku pastikan Anda bisa dipecat jika aku meminta pada Ayahku!" ucap Dena mengancam.