
Mendengar ancaman itu, Ayah Alika hanya tersenyum miring menatap Dena, kemudian beralih menatap Dewi.
"Inikah ajaran yang kau ajarkan pada anak tirimu? Aku dengar kau lebih mementingkan anak tirimu daripada anak kandangmu. Aku bersyukur bukan kau yang mengajari Alika, tapi Alika diajari oleh ibumu. Perilakunya jauh lebih baik daripada anak didikmu ini," ucap ayah Alika memandang rendah kepada mereka berdua.
"Anda pikir aku main-main dengan ancamanku? Aku serius! Anda bisa kehilangan pekerjaan Anda. Namun, jika Anda berhasil menggagalkan rencana pernikahan Alika dan Kenzie akan kupastikan Anda akan naik jabatan!" ucap Dena lagi dengan wajah yang penuh kesal.
"Tapi, maaf. Aku sama sekali tak tertarik dengan tawaran yang kau ajukan itu. Silahkan jika kamu ingin mengadukanku kepada ayahmu, aku tak peduli. Kebahagiaan putriku jauh lebih penting!" ucap ayah Alika menatap tajam pada Dewi. Kemudian, ia pun berlalu dari sana meninggalkan mereka dengan kekesalannya.
Dena yang kesal segera mengambil ponselnya. Ia segera menelpon ayahnya. n
Namun, Dewi langsung merebut ponselnya dan mematikan panggilan Dena pada ayahnya.
__ADS_1
"Dena! Apa yang kamu lakukan?" ucap Dewi menatap putrinya itu.
"Tentu saja aku akan melakukan apa yang aku katakan tadi! Akan kupastikan orang tua itu menyesal. Dia pikir dia itu siapa! Lihat saja nanti akan kupastikan dia juga akan kesulitan mencari pekerjaan di manapun, biar keluarganya kesusahan. Dia pikir usia tua seperti itu masih bisa mencari pekerjaan di perusahaan lain," ucap Dena ingin kembali mengambil ponselnya. Namun, Dewi menjauhkannya.
"Tidak! Tidak usah mengganggu pekerjaan ayah Alika! Kita cari cara lain. Pasti ada cara lain untuk menggagalkan rencana pernikahan Alika tanpa melibatkan ayahnya," ucap Dewi walau, bagaimanapun ia tahu jika kehidupan perekonomian mantan suaminya itu sangat tergantung dengan pekerjaannya. Sangat tidak pantas jika masalah Alika disangkut pautkan dengan pekerjaan. Ayah Alika sudah bekerja di perusahaan itu sudah sangat lama.
"Ibu masih mencintai mantan suami Ibu?" tanya Dena menatap tajam pada ibunya dan langsung merampas kembali ponselnya.
Seperti yang ia katakan, dia akan menelpon ayahnya dan meminta ayahnya itu memecat ayah Alika dan ayah Dena langsung mengiyakannya.
"Lihat, Bu. Ayah sudah setuju, kita lihat saja apakah dia akan tetap bersikeras bersikap angkuh seperti itu! Ibu kirim pesan pada mantan suami Ibu itu, jika dia ingin kembali mendapatkan pekerjaannya gagalkan rencana pernikahan Alika. Tawaranku masih berlaku, aku akan meminta Ayah untuk menaikkan jabatannya," ucap Dena tersenyum penuh kebanggaan akan kekayaan yang dimiliki oleh ayahnya.
__ADS_1
Kekuasaan Ayah Dena memang sangatlah berpengaruh di perusahaan itu. Begitu Ayah Alika kembali ke ruangannya, ia langsung dipanggil oleh atasannya yang tak lain adalah bawahan dari Ayah Dena.
Ayah Alika berjalan menuju ke ruangan atasannya. Jantungnya berdetak kencang. Apakah anak itu benar-benar melaporkannya pada ayahnya. Apakah dia benar-benar akan kehilangan pekerjaannya. Ayah Alika merada resah akan hal itu.
Namun, ia tetap melangkah menuju ke ruangan atasannya, mengetuk pintunya dan masuk ke dalam setelah mendengar sahutan dari dalam.
"Iya, Pak. Ada apa?" tanya Ayah Alika begitu sudah duduk di depan atasannya. Usia mereka hampir sama, mereka juga sama-sama sudah bekerja di perusahaan itu selama puluhan tahun. Mereka sudah sangat dekat meskipun begitu, peraturan perusahaan tetaplah peraturan perusahaan dan dia tak punya kuasa jika perintah sudah datang dari atasannya juga.
"Pak Wahyu! Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa atasan kita meminta Bapak dipecat dari perusahaan ini? Apa Bapak mencari masalah dengan beliau?" tanya atasan Ayah Alika tersebut, membuat Ayah Alika hanya menghela nafas. Ternyata anak itu benar-benar melaporkannya kepada ayahnya dan sepertinya ayahnya juga menuruti apa yang diinginkannya.
"Jadi bagaimana, Pak? Apa Bapak akan memencet saya?" tanya Ayah Alika membuat atasannya pun mengangguk.
__ADS_1
"Maaf, saya tak punya pilihan lain. Ini gaji Bapak bulan ini dan pesangon. Maaf saya tidak bisa melanggar aturan atasan," ucap atasannya tersebut membuat Ayah Alika hanya mengganguk. Ia tahu posisi atasannya itu saat ini, yang juga memiliki atasan lain yang lebih berkuasa yaitu ayah dari Dena.