
Dewi yang terus mengikuti suaminya sangat terkejut saat menyaksikan suaminya sedang bersama dengan wanita lain dan saat ini, mereka sedang makan bersama di restoran tersebut.
Mereka terlihat begitu mesra. Wanita itu duduk di samping suaminya dan tangannya yang ada di paha suaminya dengan manja. Suaminya juga mengecup keningnya dan mengatakan kata-kata yang sungguh tak pantas untuk dikatakan oleh seorang suami pada wanita lain.
"Mas, apa-apaan ini?" tanya Dewi yang langsung mendatangi mereka.
Ayah Dena yang melihat kedatangan istrinya sangat terkejut, ia tak menduga mereka akan bertemu di sana. Ia berdiri mencoba membawa istrinya itu keluar dari ruangan privasi itu dan menjauh dari wanita yang datang bersamanya dari istrinya. Namun, Dewi terus berontak dan tak ingin keluar dari ruangan itu.
"Dasar perempuan tak tahu malu!" ucap Dewi mengambil sebuah mangkok berisi makanan panas dan menyiramkan kebadan wanita itu, membuat wanita itu memekik karena merasa panas di area dadanya karena siraman makanan tadi.
"Rasakan!" teriak Dewi. Namun, ia langsung mendapat sebuah tamparan dari suaminya.
"Beraninya kau melakukan semua itu!" ucap Ayah Dena dan kini ia terlihat menghampiri wanita itu dan membersihkan pakaiannya, terlihat begitu memperhatikannya.
__ADS_1
"Apa kamu tak apa-apa?" tanyanya yang begitu lembut pada selingkuhannya setelah memberikan tamparan kepada istrinya.
Dewi yang tak terima kembali mengambil air yang ada di atas meja itu, bukan hanya segelas, tapi dia langsung mengambil 2 dan menyiramkan masing-masing satu gelas pada Ayah Dena dan juga selingkuhannya.
"Beraninya kau melakukan ini!" bentak Ayah Dena. Namun, Dewi tak takut ia kembali menantang suaminya dan meminta penjelasan akan apa yang terjadi.
"Siapa wanita yang bersamamu itu?" tunjuknya Pada Wanita yang terlihat jauh lebih muda darinya.
"Dia adalah istriku dan sekarang dia sedang mengandung Bayiku, jadi berhenti menyakitinya karena itu juga akan menyakiti bayiku," ucap Ayah Dena.
Dena yang tadi melihat ibunya jalan ke lantai atas menyusul dan ia sangat terkejut dengan melihat kejadian yang ada di dalam sana.
"Dena, bawa Giska pergi dari sini!" ucap ayahnya pada Dena yang berdiri di depan pintu. Dewi tercengang saat mendengar hal itu, apakah Dena mengenal Giska dan apakah dia tahu hubungan ayahnya dengan wanita murahan itu.
__ADS_1
"Dena, apa kamu tahu siapa ****** ini dan apakah kamu tahu semuanya?" tanya Dewi menatap tajam pada putri tirinya itu. Dena tak menanggapi hal itu, ia hanya diam dan tertunduk.
Tanpa menjawab pun Dewi bisa tahu dari sikap putri tirinya itu. Jika ternyata putrinya juga sudah tahu hal itu.
"Jadi, kamu selama ini sudah tahu dan merahasiakan semua ini dari Ibu? Apa kamu mendukung Ayahmu!" kesal Dewi menata tajam pada putri yang selama ini disayanginya bahkan, lebih dipentingkan daripada anak kandungnya sendiri.
Dena kembali tak menjawab bentakan ibunya.
"Sudah! Kamu jangan buat malu di sini, ikut saya! Dena bawa Giska ke apartemen," ucapnya membuat Dena pun mengganguk dan Ayah Dena menyeret Dewi keluar dari restoran itu.
Begitu sampai di parkiran, Dewi manepis tangannya, "Katakan! Sebenarnya apa sih mau kamu? Aku selama ini sudah mengabdikan hidupku untuk merawat putrimu dan merawatmu! Inikah balasanmu?" ucap Dewi berkaca-kaca menatap suaminya.
"Balasan apa yang kamu inginkan? Bukankah selama ini kamu sudah hidup mewah bersamaku! Aku memberikan apapun yang kau mau, uang, harta, martabat, semua kau dapatkan kan?"
__ADS_1
"Aku tak terima dengan pengkhianatan yang kamu lakukan, aku tak terima kebohongan semua ini!" ucap Dewi yang kini sudah menangis sambil memukul suaminya dengan tas yang ada di tangannya. Namun, suaminya itu langsung menahan tangannya.
"Kamu masih ingin menjadi istriku atau tidak? Jika kamu masih ingin menjadi istriku, ikut aku pulang dan berhenti bersikap kekanak-kanakan seperti ini! Tapi, jika tidak aku akan mengantarkanmu sekarang juga ke rumah orang tuamu dan menceraikanmu!" ucap Ayah Dena dengan tegas membuat Dewi pun terdiam. Ia pun tak punya pilihan lain selain masuk ke dalam mobil suaminya dan mereka pun menuju ke kediaman mereka. Sementara Dena mengantar Giska ke apartemen yang selama ini Giska tempati setelah menikah sirih dengan ayahnya.