
Sesampainya di rumah ayahnya, Alika langsung menghampiri ayah dan ibunya yang sedang duduk di teras rumah. Ia mengerti jika ayahnya sepagi ini ada di rumah, karena ia sudah tak lagi bekerja. Kenzie sudah mengetahui jika mertuanya juga tak diterima bekerja di perusahaan lain dan semua itu adalah ulah dari Ayah Dena.
Kedatangan mereka semua disambut gembira oleh ayah dan juga ibu Alika.
"Alika, bagaimana kehidupan keluarga kamu, Nak?" ucap ayah memulai pembicaraan.
"Alhamdulillah, Ayah. Kenzie sangat menyayangiku, aku sangat bahagia bisa menikah dengannya," ucap Alika melihat ke arah Kenzie.
"Syukurlah kalau begitu, Ayah ikut senang mendengarnya," ucap Ayah. Kemudian, mereka pun berbincang-bincang mengenai hal-hal yang tak penting, sekedar berbincang mengenai kebun dan mata pencaharian di kampung itu.
__ADS_1
Alika membantu ibu tirinya di dapur, begitupun dengan nenek. Mereka akan membuat makan siang untuk mereka semua, sementara itu di ruang tengah hanya tersisa ayah dan juga Kenzie.
"Maaf, Yah. Saya sudah mendengar tentang pemecatan Ayah di perusahaan dan betapa susahnya Ayah mencari pekerjaan di perusahaan lain, semua itu adalah ulah dari Ayah Dena, Ayah," ucap Kenzie menjelaskan, membuat Ayah Alika hanya manggut-manggut.
"Iya, saya sudah tahu akan hal itu, saya sudah minta alasan pada mereka. Alasan untuk menolak dan mereka jujur mengatakan jika mereka tak diperbolehkan menerima lamaran pekerjaan saya, tapi sudahlah mungkin sudah waktunya saya istirahat. Walau sebenarnya saya masih membutuhkan pekerjaan, mengingat Irsya masih sekolah dan saya masih harus menjadi tulang punggung keluarga, jika hanya berharap dari kebun itu tak akan cukup," ucap ayah.
"Jika Ayah mau, Ayah bisa bekerja di perusahaan saya, saya sudah menyiapkan tempat yang cocok dengan pekerjaan Ayah. Saya tak bermaksud menyinggung, saya hanya ingin membantu," ucap Kenzie membuat ayah melihat ke arah Kenzie.
Mereka pun terus bercakap-cakap membahas masalah pekerjaan yang akan diberikan kepada ayah dan ayah sangat bersyukur. Ternyata, pekerjaan yang akan dikerjakannya jauh lebih tinggi dari pekerjaannya sebelumnya dan sudah pasti gajinya juga akan lebih tinggi mengingat perusahaan Kenzie jauh lebih besar dari perusahaan tempatnya pertama bekerja.
__ADS_1
Tak lama kemudian Irsya datang dari sekolah dan langsung menyelami kakak iparnya dan ikut bergabung berbincang dengan mereka.
Irsya meminta pendapat dari Kenzie mengenai jurusan apa yang harus diambilnya saat kuliah nanti, agar lebih mudah diterima bekerja di perusahaannya nanti. Irsya terang-terangan membidik perusahaan Kenzie untuk menjadi tempat bekerja saat ia lulus kuliah nanti dan Kenzie memberikan saran dan berjanji akan menerimanya sekaligus membimbingnya jika nanti ia akan bekerja di perusahaannya. Irsya juga ditawari pekerjaan paruh waktu.
Kabar itu merupakan kabar yang bahagia untuk ayah, sejenak ia merasa bersalah karena selama ini selalu memanjakan Irsya dengan membelikan barang-barang yang mahal dan juga menunjang semua kebutuhannya dibandingkan Alika. Semua itu bertujuan karena Irsya adalah seorang pria, ia memiliki tanggung jawab kelak saat ia menikah nanti. Berbeda dengan Alika yang hanya seorang putri dan ayahnya yakin Alika bisa melalui kehidupannya dan mendapatkan pria yang akan menaggung kehidupannya kelak. Rasa bersalah kembali menyeruak di hati Ayah Alika atas kebaikan suami dari putrinya itu saat Kenzie mengatakan jika semua itu permintaan Alika.
Setelah makan siang, mereka pun pulang. Seperti rencananya, Kenzie dan Alika langsung membawa nenek ke kediaman mereka dan mulai hari ini nenek akan tinggal di sana. Sedangkan Dewi sendiri yang sudah melepas segala kepenatan dan kesedihannya di rumah kosong milik ibunya kembali ke rumah. Namun, yang didapatkannya hanyalah perlakuan yang tidak Adil, di mana suaminya selalu saja memanjakan istri barunya dan tak pernah lagi menganggapnya ada. Bahkan sesekali istri barunya itu menyindirnya dengan ungkapan numpang hidup di depan suaminya dan suaminya tak menanggapi apapun.
Bulan demi bulan berlalu, hingga 5 bulan, kini kondisinya semakin parah. Bahkan ia sama sekali tak diberi uang bulanan lagi, semua keuangan dipegang oleh Giska, bahkan suaminya selama 5 bulan tak pernah memberikan juga nafkah batin.
__ADS_1
Dewi yang kesal memutuskan untuk pergi dari rumah itu, Ia hanya membawa perhiasan dan juga tas-tas mewahnya yang selama ini dibeli dan juga uang tabungan yang selama ini disisihkan yang tak diketahui oleh suaminya dan hanya menyimpan surat di kamar, berharap jika suaminya akan membaca jika suaminya itu masuk ke kamar mereka, mengingat sudah 5 bulan ini suaminya tak sekalipun menginjakkan kaki di kamarnya sementara Dena terus saja merasa kesal padanya menganggap jika pernikahan Alika dan juga Kenzie adalah kesalahannya.