
Mereka terus berdebat di taman. Dena tetap tak terima dengan Kenzie yang jalan berdua di taman seperti itu dengan Alika dan menuduh jika mereka telah selingkuh darinya. Bukan hanya Dena, Dewi juga marah pada Alika dan menganggapnya sebagai perebut kekasih dari Dena.
Kenzie terus menjelaskan senuanya, mengatakan jika Alika tak ada hubungan apa-apa dan keputusannya untuk memutuskan hubungannya dengan Dena bukan karena Alika. Namun, tetap saja keduanya ngotot menyalahkan Alika dengan putusnya mengakhiri hubungan mereka.
"Ibu Dewi, kenapa kamu menyalahkan orang lain? Apa Dana tak cerita jika dia sering ke hotel bersama dengan teman-temannya dan juga bersama dengan para pria untuk berpesta alkohol dan masih banyak lagi hal buruk yang dilakukannya. Selama ini, aku menyewa seseorang untuk mengikuti putrimu. Aku tak ingin ada wanita yang kurang baik yang masuk di keluargaku dan aku tak mau jika putraku satu-satunya mendapatkan pendamping yang tidak baik seperti putrimu. Namun, selama ini aku berusaha menutupi semuanya, berusaha menutup mata dengan kelakuan putrimu. Karena putraku sangat mencintainya. Namun, lihat sekarang dia sudah membenci putrimu karena kelakuannya sendir. Jadi, maaf Ibu Dewi. Aku tak bisa melanjutkan rencana kita untuk menyatukan mereka!" ucap Andien yang ikut angkat bicara.
__ADS_1
"Tidak, Ibu Andien! Kita sudah sepakat akan menikahkan anak kita, Anda tak boleh memutuskan kesepakatan kita secara sepihak seperti ini!" ucap Dewi yang masih ngotot untuk menyatukan Dena dan juga Kenzie.
"Tapi, aku sudah memiliki calon istri yang lebih baik dari putrimu dan aku akan menikahkan mereka sesegera mungkin!" ucap Andien yang langsung merangkul Alika, membuat Dena dan juga Dewi terkejut akan pernyataan itu.
"Tidak! Kenzie tidak boleh menikah dengan Alika! Kenzie Itu milikku! Kenzie, kamu harus menikah denganku, kamu sudah janji," ucap Dena memegang lengan Kenzie dan menatap tajam pada Alika yang masih berada di dalam rangkulan Ibu Kenzie. Namun, Kenzie langsung menepis tangan Dena.
__ADS_1
"Tidak! Ibu Andien aku tak terima! Anda tak boleh membatalkan perjanjian kita sepihak seperti ini, aku tak mau tahu perjodohan ini harus tetap berlangsung. Semua teman-teman kita sudah tahu bahwa kita akan menikahkan anak-anak kita," ucap Dewi dengan tegas menatap tajam pada Andien.
"Ibu Andien tak akan mengingkari persetujuan kalian, kamu bilang kalian mempunyai perjanjian akan menikahkan anak-anak kalian kan? Bukan kah Alika juga anakmu, Dewi!" tegas nenek yang sejak tadi hanya diam mendengarkan ocehan dari putrinya yang begitu menyakiti hatinya. Terlebih lagi menyakiti hati Alika dan nenek sangat sadar akan hal itu, ia bisa melihat Alika mencengkram tangannya sambil manatap ibunya.
Mendengar itu Andien sangant terkejut. Ia baru tau jika Alika adalah anak Dewi, Sahabatnya.
__ADS_1
Jadi, wanita yang sejak tadi mereka bahas adalah Dewi.