
Sementara itu di tempat lain, saat ini Dena sedang bersama dengan teman-temannya dan juga satu orang pria.
Mereka berada di klub malam, bersenang-senang, berjoget sambil menikmati lagu dan tak peduli saat pria itu terus saja memegang tubuhnya. Ia terus bergerak ke kiri dan ke kanan dan berjoget menikmati alunan musik.
Namun, tiba-tiba tangan kekar menariknya keluar dari klub itu. Walau Dena meronta. Namun, tetap saja ia tangan itu berhasil menariknya keluar dari kerumunan orang-orang yanh berjogat.
Ya, orang yang menarik Dena adalah Kenzie.
"Dena, kamu itu apa-apaan, Sih? Kamu sudah berjanji akan merubah sikapmu. Tapi, apa yang kamu lakukan ini? Aku menelponmu, tapi tak diangkat. Katanya kamu sibuk, tapi apa ini! Apa ini yang kamu anggap Sibuk? Ha? Sibuk berjoget dengan pria lain!!" Bentak Kenzie dengan mata memerah karena menahan kekesalan yang bergemuru di dadanya.
"Ayolah, kita masuk lagi, kita bersenang-senang bersama," ucap Dena yang tak sadar, pengaruh alkohol benar-benar membawanya dalam dunia lain, ia bahkan berusaha untuk mencium Kenzie. Namun, Kenzie terus mendorongnya.
"Aku akan mengantarmu pulang," ucapnya. Namun, Dena menolak dan ia masih ingin masuk ke dalam. Kenzie mengangkat tubuh Dena dan memasukkannya dengan paksa ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju ke rumah Dena.
Begitu sampai di rumah, Kenzie menekan bel dan keluarlah Ibu Dewi, "Ada apa dengan Dena?" tanya ibu kandung dari Alika itu.
__ADS_1
"Dena mabuk, Bu. Aku menemukannya di klub malam, dimana aku harus meletakkan Dena?" ucap Kenzie yang masih menggendong Dena yang sudah tak sadarkan diri dan terus meracau. Ibu Dewi pun bergegas menunjukkan jalan menuju ke kamar Dena, Kenzir menidurkannya di sana.
"Aku pulang dulu, Bu," ucap Kenzie langsung berbalik. Namun, Ibu Dewi menghentikannya.
Ibu Dewi sangat tahu betul siapa Kenzie, apa hubungannya dengan Dena, membuat ia merasa khawatir jika Kenzie sampai memutuskan hubungan mereka, karena apa uang Dena lakikan malam ini.
Ibu Dewi tak akan membiarkan itu tetjadi, Kenzie adalah calon suami terbaik untuk Putrinya, Dena. Bahkan Ibu Dewi sudah membicarakan pertunangan mereka bersama dengan ibu Kenzie Kenzie, Ibu Andin. Melihat kondisi putrinya itu saat ini, bisa membahayakan rencananya.
"Maaf ya, mungkin Dena hanya ingin meluapkan kesenangannya bersama teman-temannya dan tak sengaja sampai mabuk seperti itu," ucap Ibu Dewi yang mengikuti dari belakang langkah kaki Kenzie, dia bisa melihat wajah kemarahan di wajah kekasih putrinya itu, lebih tepatnya putri tirinya.
"Dimana ayah Dena?" tanya Kenzie yang tahu betul jika ayah Dena begitu tegas dan tak akan mengizinkan putrinya mabuk-mabukan seperti itu. Kenzie tahu jika ibu Dewi hanyalah ibu tiri dari Dena.
"Apa Dena mau nikah denganku? Aku sudah sering mengajaknya untuk menikah. Namun, dia tetap tidak mau?" ucap Kenzie. Usia Kenzi sekarang sudah 28 tahun, berbeda 7 tahun dengan Dena dan Alika.
Ibu Andin sudah sangat ingin putranya segara menikah. Namun, sepertinya Dena belum ingin mengakhiri masa sendirinya di usianya yang baru 21 tahun. Membuat ia terus meminta waktu pada kekasihnya itu.
__ADS_1
"Tentu saja, aku akan bicara pada Dena," jawab ibu Dewi cepat
"Sudahlah, Bu. Aku tak akan memaksa jika Dena memang tak mau menikah denganku dan satu hal lagi, jika dia memang mau menikah denganku dia harus siap mengubah sikapnya. Aku tak suka wanita yang sering ke klub malam dan mabuk-mabukan seperti itu. Permisi Bu," ucap Kenzie kemudian berlalu menuju ke mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kencang. Ia sangat kecewa dengan sikap Dena hari ini.
Ia memang tahu seperti apa pergaulan Dena. Namun, Dena sudah berjanji tak akan mengulanginya lagi dan akan berusaha mengubah diri, tak akan pergi ke klub malam dan mabuk-mabukan lagi. Ia hanya akan bersenang-senang dengan teman-temannya tanpa alkohol dan tanpa klub malam.
Tapi, malam ini saat Kenzie terus menghubungi dan tak aktif, tempat pertama yang dikunjungi Kenzie untuk mencarinya adalah klub malam dan benar saja mereka ada di sana. Kenzie memukul stir mobilnya, meluapkan kekesalannya. Walau Dena sudah melakukan banyak kesalahan, entah mengapa ia tak bisa meninggalkan Dena, ia sudah begitu mencintainya dan berniat akan menikahi Dena, menjadikan Dena ibu dari anak-anaknya. Namun, malam ini ia kembali di kecewakan dengan sikap Dena, bahkan masih jelas di ingatannya bagaimana pria tadi terus menggerayangi tubuh calon istrinya itu.
Di tengah kemarahannya itu, satu pesan masuk di ponselnya ia pun membaca pesan tersebut.
Senyum terbit di bibirnya, kemarahannya sedikit meredah, itu adalah pesan dari Alika yang mengatakan jika dia tak mau menerima alasan lagi darinya dan harus datang besok pagi sebelum bekerja. Ia akan menyiapkan bakso spesial untuknya.
Sambil menyetir, Kenzie membalas dengan kalimat 'Baiklah' kemudian kembali meletakkan ponselnya itu di sampingnya. Tak ada lagi percakapannya dengan Alika hingga Kenzie sampai di rumah mewahnya.
Begitu sampai Kenzie langsung disambut hangat oleh ibunya. Kenzie hanya tinggal bersama dengan ibunya, ayahnya sudah meninggal saat usianya 20 tahun, membuat dia yang mengurus semua perusahaan dan tanggung jawab keluarga diserahkan padanya.
__ADS_1
Ibunya sering meminta agar Kenzie secepat menikah, agar ibunya itu memiliki teman di rumah mewah mereka dan ada yang memperhatilannya. Ibunya juga tahu jika putranya itu menjalin hubungan dengan anak teman sosialitanya, Dewi dan anaknya Dena. Ibu sangat setuju akan hubungan mereka, Ibu Dewi juga sudah membicarakan pernikahan mereka, sekarang mereka hanya tinggal menunggu Dena siap akan hal itu.
Sudah hampir setahun, ibu memberi waktu pada Kenzie untuk segera membawa Dena ke rumah mereka. Kenzie hanya mengatakan jika Dena belum siap dan membutuhkan waktu.