
Alika disambut hangat oleh ibu tirinya. Begitu sampai Kenzie dan ibu tirinya langsung berkenalan, mereka terus berbincang hingga siang hari. Saat jam istirahat ayahnya kembali pulang dan meminta izin kepada atasannya. Ningsi sudah mengatakan jika ada seseorang yang datang untuk melamar Alika. Walau bagaimanapun Alika adalah putrinya, walau selama ini ia terbilang lebih memanjakan Irsya daripada Alika, tapi ia tetap menyayangi Alika.
"Assalamualaikum," ucap ayah begitu sudah sampai di depan pintu.
"Waalaikumsalam," jawab mereka semua serempak, ibu langsung berdiri menyambut suaminya membawakan tas kerjanya masuk ke dalam. Sementara Ayah Alika langsung duduk bergabung dengan mereka, Ningsi kembali mengambilkan minuman untuk suaminya dan ia pun kembali ikut berbaur dengan mereka.
"Ayah, perkenalkan ini Kenzie," ucap Alika yang mulai memperkenalkan mereka.
"Maaf, Om. Saya datang mengganggu pekerjaan Om, saya datang ke sini bermaksud ingin menyampaikan keinginan saya untuk melamar Alika, Om," ucap Kenzie langsung pada inti pembicaraannya. Ia tahu jika saat ini ayah Alika hanya datang untuk menyambutnya di tengah pekerjaannya.
"Kamu pekerjaannya apa tanya?" Ayah Alika melihat oada Kenzie, memindai pakauan yang ua gunakan, dia bisa melihat penampilan Kenzie yang berbeda. Sebuah mobil mewah yang ada di luar, sudah membuktikan jika pria yang akan melamar putrinya itu bukanlah pria sembarangan.
__ADS_1
Kenzie mulai memperkenalkan identitasnya, dimana ia bekerja dan siapa keluarganya.
Mendengar jika mereka berasal dari status sosial yang berbeda, ayah banyak menanyakan hal seperti apakah keluarga Kenzie setuju akan Alika dan keadaan perekonomian mereka. Apakah hubungan mereka sudah diketahui oleh keluarga dan berapa lama mereka sudah menjalin hubungan dan masih banyak lagi pertanyaan yang dilontarkan oleh Ayah Alika dan semua itu karena ia ingin Alika bahagia dengan suaminya kelak walauoun menikah dengan pria dari kalangan atas.
Setelah semua pertanyaan itu dijawab oleh Kenzie dengan sebenar-benarnya, dari semua jawaban itu ayah dan adiknya bisa menyimpulkan jika Kenzie pria baik dan mau menerima Alika apa adanga, walaupun mereka dari kalangan bawah dan yang ditakutkan juga sepertinya tak akan terjadi mengenai keluarga mereka nantinya.
"Baiklah, Ayah terima niat baikmu," ucap ayah kemudian menerima lamaran Kenzie membuat Kenzie sangat bahagia.
"Nenek hanya mengatakan jika lebih cepat lebih baik, Ayah! Nenek juga ingin semua prosesinya dilaksanakan pernikahannya dari awal sampai selasai dilakukan di rumah ini apa. Ayah dan Ibu tak keberatan, Kan?" tanya Alika kepada ayah dan ibu tirinya.
"Tentu saja, Nak. Rumah ini adalah rumahmu juga, kamu tentu saja bisa menikah di sini. Bahkan Ayah sangat bahagia jika kamu melangsungkan pernikahanmu di kediaman Ayah walau kediaman Ayah sederhana seperti ini, tak seperti kediaman ibumu," ucap Ayah Alika. Ia sama sekali tak tahu jika hubungan Alika dan juga ibunya serumit saat ini, yang ia tahu Alika hidup bahagia bersama neneknya karena keinginannya sendiri dan ibunya tinggal di rumah mewah di rumah milik suami keduanya.
__ADS_1
"Apa ibumu sudah tahu akan rencana ini?" tanya ayah lagi menatap Alika dan juga Kenzie secara bergantian.
Kenzie menatap Alika, yang bisa menjawabnya adalah Alika. Alika pun menjawab pertanyaan ayahnya, dia menceritakan semua apa yang terjadi. Bagaimana ibunya menolak keras hubungan mereka dan itulah sebabnya nenek meminta semua acara digelar di rumah ayah.
"Dasar ibumu itu! Mengapa dia lebih memihak anak tirinya daripada kamu. Sudahlah, kamu tak usah khawatir, biar Ayah yang mengurus semua pernikahanmu. Bagaimana jika kamu mengatur pertemuan Ayah dengan orang tuamu dan juga nenek," ucap ayah melihat ke arah Kenzie dan juga Alika.
"Iya, Ayah. Tentu saja," jawab Alika.
"Sekalian kita bicarakan keperluan pernikahan, tanggal pernikahan dan yang lainnya dalam pertemuan itu," ucap ayah lagi membuat Kenzie hanya mengangguk dan ia langsung merogoh sakunya dan mengirim pesan kepada ibunya. Satu pesan masuk di ponselnya.
"Ayah, aku sudah memberitahu ibu, katanya bagaimana jika besok ibu dan juga nenek saja datang ke sini dan kita membahas semuanya di sini semu masalah pernikahan," ucap Kenzie setelah membaca pesan ibunya. Walau bagaimanapun ia adalah pihak laki-laki, sudah seharusnya ia yang mendatangi rumah pihak perempuan untuk membicarakan perihal lamaran dan sebagainya.
__ADS_1
"Tentu saja kami akan menyiapkan makan malam untuk kalian, Ayah akan menyambut kedatangan kalian dengan baik," ucap Ayah kemudian mereka melanjutkan berbincang-bincang. Namun, ayah tak bisa lama ia hanya izin sebentar dan harus kembali bekerja. Posisi ayah hanyalah karyawan biasa, membuat dia harus menuruti aturan-aturan kantor.