
Wanita.
Mereka diciptakan dari tulang rusuk pria.
Itu sudah menjadi pengetahuan umum umat manusia.
Kenapa tulang rusuk? Kenapa bukan tulang belakang atau tulang kaki atau tulang kepala?
Katanya karena tulang rusuk lah yang melindungi organ-organ penting tubuh. Berarti wanita yang bertugas untuk menjaga hati dan jantung pria, melindungi paru-paru pria.
Lalu tulang rusuk wanita terbuat dari apa dong?
Bukankah pria menjadi lebih lemah karena tulang rusuknya udah diambil untuk membuat wanita?
Karenanya bagiku kalimat itu nggak logis dan nggak bisa diterapkan dalam kehidupan nyata.
Katanya ingin menyetarakan wanita dan pria. Tapi kenyataannya secara biologis dan psikologis aja mereka berbeda jauh.
Mengingat ada salah satu anggota yang menulis hal seperti itu dalam kuesioner nya secara terang-terangan, aku sadar betul kelemahan utama pria.
Yaitu kebutuhan biologisnya.
Menurut ilmu Neurosains atau ilmu saraf, otak manusia didasari oleh tiga kebutuhan utama, yaitu makan-minum, tidur, dan perilaku seksual.
Mau mengelak seperti apapun, tapi itu tiga hal yang secara khusus dibutuhkan secara tidak sadar oleh otak kita.
Untuk mencukupi nutrisi, otak mengirim perintah untuk makan dan minum.
Untuk menyeimbangkan metabolisme tubuh, otak mengirim perintah untuk tidur.
Dan untuk memenuhi hasrat seksual, otak mengirim perintah untuk memenuhinya.
Aku bangkit dari kasurku dan meraih buku ensiklopedia biologi manusia dari rak buku yang ada di belakang kasurku.
Bisa dibilang aku kutu buku. Tapi aku hanya membaca tentang hal yang aku sukai dan berkaitan dengan pelajaran sekolah.
Kemungkinan Ryan memiliki kelainan perilaku seksual itu. Tapi kalau mau bicara secara Neurosains, ini ada kaitannya dengan hubungan psikologis dan emosi.
Mungkin ada masalah dalam keluarganya? Atau pengalaman di masa lalu? Ataukah hanya karena hasrat seksualnya yang jauh lebih kuat dari cowok normal?
Sebagai sesama cowok, aku sadar betul akan kebutuhan biologis ini. Tapi hasrat seksual dalam diriku selalu aku redam dengan jogging keluar, atau menyibukkan otakku dengan hal lain.
Menurut penelitian yang pernah aku baca, sebenarnya kontrol diri pria dan wanita terkait s*x itu sama baiknya. Hanya saja dorongan seksual terhadap lawan jenis yang menurutnya menarik, pria itu lebih kuat empat kali dibanding wanita.
Ini dikarena struktur otak tertentu pada pria lebih besar daripada wanita. Karena itulah kenapa cowok lebih mudah terangsang daripada cewek.
__ADS_1
Tapi sebenarnya ada cara untuk mengontrol diri yang baik seperti yang aku terapkan pada diriku.
Yaitu dengan cara eksperimen Marshmallow yang pernah diteliti di Stanford.
Aku nggak mau cerita lebih lanjut karena nanti novel ini akan berubah menjadi buku ilmu pengetahuan kalau aku teruskan.
Setelah menutup buku dan mengembalikannya ke tempat semula, aku meraih kuesioner yang kemarin diisi oleh mereka.
Kakak kelas yang bernama Alan itu sepertinya sedikit memiliki masalah keluarga. Setelah ditegur oleh kak Gaby dia minta maaf dan masalah beres.
Tapi cowok yang sekelas dengan Reec ini, sepertinya dia cukup parah sampai bisa menimbulkan masalah.
Saat aku menegurnya dengan kak Gaby pun dia sama sekali nggak merasa ada yang salah dengan dirinya. Kak Gaby memintanya keluar dari anggota tapi aku masih mau menerimanya dan memahami cara pikirnya.
Siapa sangka dia malah membawa bencana untuk komunitas.
Sudah terlambat tapi aku baru sadar maksud dari anti cewek baginya berbeda denganku.
Baginya anti cewek berarti memanfaatkan mereka, seperti yang tertulis dalam kuesionernya, yaitu menjadikan mereka pemuas hasrat s*x.
Padahal bagiku anti cewek itu sama sekali nggak berurusan dan berhubungan dengan mereka!
Ughh otakku penuh dibuatnya.
...****************...
"Kita juga harus mendengar alasan dari pihak wanita," usul Leon saat kita sedang berkumpul di rumah Emil untuk membicarakan masalah ini.
"Benar, siapa tahu ceweknya aja yang kegatelan pengen digoda banyak cowok!" tambah Reec menyetujui.
Memang benar sih. Pada dasarnya cewek itu wanita yang lemah di telinga. Kalau dirayu mereka bisa saja dengan mudahnya memberi dirinya.
"Tapi sebagai cowok yang benar, nggak seharusnya melakukan hal yang nggak pantas seperti itu di sekolah." Yang dikatakan Leon juga masuk akal. Kasarnya kalau dilakukan di luar sekolah udah bukan jadi tanggung jawab sekolah lagi.
"Memang sebenarnya apa yang mereka lakukan?" Emil bertanya dengan lugunya.
"Masa gitu aja nggak paham sih Mil! Perbuatan cabul itu kan pasti begitu-begitu sama begini-begini!" jelas Reec sambil memperagakan tangannya membentuk mulut dan membuatnya terlihat seperti ciuman.
"Pelecehan itu berbeda dengan bermesraan!" Bantah Leon. "Walaupun bermesraan di sekolah pun pasti dilarang!"
"Ryan mengajak cowok-cowok satu komunitas untuk melecehkan seorang cewek. Ini diketahui oleh saksi yang melihat mereka melakukan aksi bejatnya itu di belakang sekolah." jelasku sekali lagi.
"Lebih jelasnya aku akan tanya kak Gaby setelah dia menginterogasi mereka." tambahku.
"Susah banget sih!! Pada dasarnya cowok itu kan makhluk mesum! Apalagi di usia remaja kita!!" seru Reec tiba-tiba membenamkam wajahnya ke tangannya di atas meja.
__ADS_1
"Kalau mau jadi mesum jangan bawa-bawa nama orang lain ya!" bantahku.
"Ngaku aja!! Lu pernah nonton bokep kan?!"
"Nggak pernah dan nggak tertarik."
"Cowok kelainan otak seperti lu tontonannya hewan kawin baru ****** kali ya?!"
"Emangnya harus nonton bokep baru dianggap normal?!!" tanyaku mencekik Reec penuh amarah.
"Aku setuju sih sama Reec. Masa pubertas seperti kita juga pasti udah pernah mimpi basah, jadi hal seperti XXX itu wajar kan?" Leon membela Reec.
"Kayak gini ngapain dibahas!!" kataku kesal.
"Coba ngaku, diantara kita siapa yang nggak pernah lihat cewek sexy?" Reec mulai bertanya pertanyaan anehnya.
Hanya aku yang angkat tangan. Memang aku belum tahu letak kesexyan cewek dimana.
"Ngaku siapa yang belum pernah lihat cewek telanjang secara langsung atau nggak langsung?" tanyanya lagi.
Lagi-lagi hanya aku yang angkat tangan.
"Ngaku, siapa yang belum pernah c*li di kamar?"
"Apa gunanya sih tanya hal beginian?!!" kataku sekarang mulai marah lagi dengan pertanyaan-pertanyaan aneh Reec.
"Mungkin Angy termasuk yang telat puber. Jadi masih tergolong normal sih," ucap Leon yang sepertinya ingin membelaku, tapi sebenarnya sama sekali nggak membantu.
"Aku pernah sekali mimpi basah, tapi saat itu aku nggak mimpi yang mesum seperti dia!!" kataku mengakui pengalamanku sambil menunjuk Reec.
"Yang benar Gy?! Masa mimpi basah cuma sekali? Saat itu mimpi apa emang?" Reec malah tambah penasaran.
"Kayaknya isi rapat kita mulai melenceng, aku pulang aja deh." kataku sekarang mulai kesal.
"Ngomong-ngomong c*li apa sih?" tanya Emil dengan lugunya.
"Ampun dah pangeran sekolah ternyata otaknya masih suci!"
"Jangan dekat-dekat dia Mil! Otakmu bisa ternoda kalau bergaul dengan orang sepertinya!"
"Justru dia perlu edukasi!" Kata Reec sekarang mendekati Emil. "Silahkan tanyakan suhumu ini! Akan kuajari secara khusus bahasa keramat seperti WOT atau MILF..."
Aku menyeret Reec keluar.
Rapat untuk membahas Ryan malah berujung seperti ini. Aku bersumpah dalam hati nggak akan pernah mengajak Reec untuk rapat lagi!
__ADS_1