Adam Vs Eve

Adam Vs Eve
Misi ketiga - UAS


__ADS_3

(POV Author)


Hari pertama UAS dimulai. Untuk menghindari contek-menyontek, para siswa duduk bersebelahan dengan tingkat kelas yang berbeda. Kelas Angy dan Emil duduk bersebelahan dengan murid dari kelas XII Bahasa. Kelas Reec dan Alv duduk bersebelahan dengan murid dari kelas XII IPA 1, begitu seterusnya.


Kenapa aku duduk bersebelahan dengan Sakura?!


Reec tidak tahu bahwa selama ini cewek pujaannya adalah murid kelas XII IPA 1. Dengan begitu, saking groginya, Reec dipastikan akan gagal saat UAS.


Gawat, saat weekend aku malah chattingan terus sama Fani! Aku lupa belajar!


Alv yang lagi PDKTin Fani, lupa diri dan kurang belajar. Namun dia sudah menyiapkan contekan yang banyak di seluruh peralatan tulisnya. Selama tidak ketahuan dia akan aman.


"Hai, namamu siapa?"


Kebetulan sekali, Eli yang anti dengan cowok populer seperti Emil duduk bersebelahan dengan kak Gaby, cowok populer top nomor satu di sekolah.


Apaan sih sok akrab?! Kenapa aku harus duduk sama cowok sok seperti dia?!


Selain mereka bertiga di atas, peserta perang lainnya masih tergolong aman.


...****************...


Selesai mengikuti UAS di hari pertama yang merupakan PKn dan Bahasa Indonesia, masing-masing kelompok mengadakan pertemuan.


Komunitas anti cewek:


"Banyak jawaban yang keluar dari rangkuman buatanmu, Gy!" ucap Leon.


"Benar." Emil setuju.


"Makasih bro!"


Leon dan Emil sepertinya aman karena telah belajar sesuai arahan Angy.


"Sorry kayaknya gue bakal gagal..."


Reec terlihat depresi. Setelah menceritakan keadaanya, Angy dan teman-teman pun mencari cara untuk membantunya.


"Jangan pedulikan dia, anggap kau duduk sama Ryan." saran Angy.


"Gile aje bayangin duduk sama psikopat!"


"Coba ajak ngomong, mungkin kamu akan merasa lebih enteng!" saran Leon.


"Yang ada aku bakal mati di tempat!"


"Tukar tempat duduk." saran Emil.


"Mana bisa?!"


"Hey Alv! Gimana dengan ujianmu?" Angy penasaran dengannya. Dari semua teman-temannya, Alv yang paling sering ikut remed dan belajarnya tidak sebanding dengan mainnya ke mall.


"Tenang aja aku bisa jawab semua!"


Mencurigakan, batin Angy.


Bagaimana dengan komunitas anti cowok songong?


Mari sebelumnya kita perkenalkan sekilas para anggotanya.

__ADS_1


"Sialan! Sepanjang ujian aku harus duduk dengan ketua OSIS sok ganteng itu!!"


Eli si ketua yang sudah pasti kalian kenal, adalah gadis cantik yang belum dewasa, yang sebenarnya cukup populer, tapi sangat anti dengan cowok populer.


"Kau beruntung banget El! Aku aja mau duduk dengannya! Dari belakang aja ganteng banget!!"


Momo adalah teman sekelas dan satu tim basket Eli. Dia juga teman SMP Leon sehingga sering mendapat informasi darinya. Cewek tomboy dengan penampilan seperti cowok tapi sangat suka cowok tampan. Di matanya cowok itu setara dengan cewek.


"Biasa aja."


Fani cewek cool yang hobinya karate. Perawakannya kecil tapi tenaganya luar biasa. Dulu dia satu SMP dengan Eli. Dia sebenarnya masa bodoh dan tidak peduli dengan cowok.


"Bagi Eli sih hanya Angy yang ada di hatinya kan?"


Sasa menggoda Eli. Dia adalah cewek super modis dan stylist, teman kelas Eli yang memiliki harga diri super tinggi. Baginya semua cowok itu tak berguna dan bodoh yang hanya dia manfaatkan.


"Enak aja! Aku benci Angy dengan segenap jiwa dan raga! Makanya aku bentuk kelompok ini!"


"Tenang El. Cerita dulu kenapa kamu panggil kami?" Momo mencoba untuk menenangkan Eli.


"Hanya ingin tahu gimana dengan ulangan kalian?"


"Beres tak ada masalah." jawab Momo santai.


"Aku juga." tambah Fani.


"Aku dengar dari mata-mata, sepertinya Alv mencontek tadi." Sasa cewek sosialita, jadi koneksinya banyak.


"Bagus! Kita bisa mendiskualifikasi mereka!" Eli sudah menduga hal ini akan terjadi.


"Tapi bagaimana memberinya bukti? HP kita nggak bisa digunakan untuk foto." kata Momo bingung.


...****************...


Tibalah hari penentuan.


Hasil nilai UAS telah keluar semua setelah hari terakhir ujian selesai. Mereka janjian untuk bertemu di sekolah dan sama-sama mengakses komputer untuk melihat hasil nilai mereka.


"Kelihatannya kau PD sekali ya?! Kalau kita yang menang kau harus tahu apa hukumannya!"


Angy mengingatkan Eli tentang perjanjian mereka sebelumnya.


"Kau yang seharusnya takut dan bersiap-siap jadi budak seumur hidupku!"


"Nenek sihir!!"


"Tuan songong!!"


"Sudah ayo kita mulai hitung rata-rata nilai ulangan kita." lerai Leon menjadi penengah.


Cara menghitungnya gampang. Setiap mapel akan diberi peringkat sesuai nilai tertinggi. Nilai tertinggi akan mendapat 10 poin, dan yang terendah 1 poin, sesuai dengan total jumlah anggota yaitu 10 orang.


"Ngomong-ngomong, anggotamu hanya 4 orang, mana satunya?" tanya Reec heran.


"Dia sibuk ikut bimbel, jadi nggak bisa hadir. Namanya Cantika Kirana. Kalau nggak percaya kalian bisa cek langsung dengan menelponnya."


Sasa membantu Eli untuk menjawab.


Kayaknya pernah dengar nama itu, batin Angy.

__ADS_1


"Siapa?! Cantika?! Yang benar?!" Leon yang sekolah di SMP yang satu kompleks dengan SMA ini tahu betul siapa cewek yang dimaksud.


"Kamu tahu dia Leon?" tanya Angy berusaha mengingat.


"Dia cewek jenius yang kemarin jadi kandidat ketua OSIS termuda!"


Angy pun ingat salah satu anggota OSIS yang dulu sempat jadi calon ketua OSIS.


Sialan kau Eli, seenaknya pakai nama cewek dan dijadikan anggotamu!


"Kenapa diam? Takut kalah ya Angy sayang?" goda Eli dengan ekspresi menghina.


"Kita langsung saja hitung jumlah poinnya!" kesal Angy.


Mereka pun membuat tabel peringkat di setiap mata pelajaran. Sebagian besar Angy dan Cantika yang berada di posisi teratas dengan nilai terbaik. Alv dengan ajaibnya lolos dari posisi terbawah, yang justru banyak ditempati oleh Reec dan Fani.


Selesai memberikan poin pada setiap peringkatnya, tiba saatnya untuk menghitung jumlah poin masing-masing anggota.


Hasilnya adalah kelompok Angy menang dengan selisih jumlah poin lumayan jauh, 48.


Di luar dugaan, peringkat 2 sebagian besar diduduki oleh Emil.


"Kalau kau belajar hebat juga ya Mil!" puji Leon.


Emil hanya terdiam.


"Sudah terbukti kan siapa yang menang?!" ucap Angy dengan sombongnya. Dia sebenarnya sedikit heran karena Eli sama sekali tak merasa kesal.


"Tunggu dulu, kau pikir anggotamu suci?" balas Eli.


Angy terdiam.


"Kita mendapat banyak bukti contekan yang dibuat oleh salah satu anggotamu! Bahkan katanya ada namanya tertulis disitu! " Momo berusaha menghubungi mata-mata mereka untuk menunjukkan bukti yang mereka temukan.


"Payah amat lu Alv! Contekan kenapa dikasih nama?!" Reec langsung menduga Alv yang memang biasa mencontek.


"Maafkan saya..." katanya merasa sangat bersalah.


Angy memegang pundaknya untuk menghentikan Alv bicara lebih lanjut.


"Lalu? Mana buktinya? Bisa aja kalian mengada-ada cerita!" tantang Angy.


"Mana buktinya Momo?!" Eli mulai tidak sabar.


"Sebentar bu bos, sepertinya mata-mata kita nggak bisa dihubungi."


"Apa?! Kenapa?! Kenapa nggak minta bukti foto?!"


"Aku udah minta tapi belum dikirim sejak kemarin."


"Kalau nggak ada bukti, tuduhan mencontek kalian bisa dikatakan invalid. Jadi? Mau mengaku kekalahanmu?"


"Sialan kau Angy!!!"


Sebenarnya Angy tahu Alv akan mencontek, dan menduga Eli akan mencari buktinya. Karena itu dia menyogok para mata-mata cewek dengan uang dan foto bareng pangeran sekolah.


Untuk melawan cewek perlu mengetahui kelemahan mereka, batin Angy tersenyum penuh kemenangan merasa misinya sukses.


Kenyataannya kelompok Eli sebenarnya juga ada yang mencontek. Walau Angy sebenarnya bertentangan dengan perbuatan curang seperti itu, tapi dia pikir itu hal di luar kendalinya.

__ADS_1


Melawan kecurangan perlu dengan kecurangan juga!


__ADS_2