
(Author POV)
Setelah menginap 2 malam di istana Emil, mereka bertiga pun kembali. Ibu Emil yang ternyata memang seorang selebriti di luar negeri harus kembali untuk pemotretan. Berkat sedikit bantuan Angy, hubungan Emil dengan ibunya lebih baik dari sebelumnya.
Sekarang mereka sedang bersiap-siap untuk camping.
Rencana awal keluarga Angy camping bersama keluarga Eli malah berakhir dengan camping antar komunitas.
Angy dan Eli pun sudah sepakat untuk perang. Misi kali ini adalah kelompok siapa yang bisa bertahan hidup di hutan dengan mengikuti misi-misi sebagai berikut:
Tenda Terbaik
Masakan Camping Terenak
Game Api Unggun
Photo Hunting, Best Spot
Uji Nyali
Karena mereka masih berusia di bawah umur, Raymond kakak Eli dan Elvira kakak Angy akan ikut mendampingi mereka.
Tim anti cewek berangkat dengan mobil Reec. Mereka tiba di lokasi terlebih dahulu.
"Segar banget hirup udara bersih! Rasanya pengen tinggal disini terus!" Sahut Reec setelah mengambil nafas panjang.
"Memang kawanan monyet seperti kamu cocoknya tinggal di alam liar seperti ini Rick!" goda Alv.
"Jangan gitu dong bro, kita ini satu tim!"
"Kali ini aku setuju dengan Reec, walau rasanya aku ingin menukarnya dengan orang lain." hardik Angy.
"Ayo langsung aja bikin tenda!" Leon memanggil mereka. Dia dan Emil sudah menurunkan beberapa peralatan camping.
Di antara semuanya, Reec yang paling antusias untuk camping. Ayahnya yang punya hobi itu memiliki peralatan camping yang canggih dan lengkap. Dia sampai menggunakan mobil pick up untuk mengangkut semua alat campingnya itu.
"Dilihat dari gambar tendanya sih ini keren banget! Kita pasti menang!" Alv menjadi semangat.
"Gimana pasangnya?" tanya Emil.
"Serahkan padaku!" kata Reec percaya diri dan mulai membaca buku manualnya.
Sejam telah berlalu dan mereka belum juga bisa mendirikan tenda mereka.
"Kita mau bantu, tapi manualnya pake bahasa planet darimana..." Leon melihat buku petunjuknya.
Peralatan camping Reec ternyata semua dibeli di Jepang. Karena itu mereka hanya bisa mengandalkan bahasa Jepang Reec yang sebenarnya juga pas-pasan.
"Signalnya payah banget! Kita nggak bisa pake HP buat terjemahin." Kata Alv berusaha mencari signal.
"Percuma peralatan canggih kalau nggak bisa digunakan." gerutu Angy.
"Lu bantu sini kek! Daripada ngomel-ngomel disana!"
"Yang dengan PDnya bilang 'serahkan padaku' itu siapa ya?" Angy akhirnya bangkit dari batu besar yang tadi dia duduki. Dia pun mulai merakit tenda dengan feelingnya.
"Ini bukannya pasang disini ya?" Emil ikut membantu.
Setelah kerja sama berlima, tanpa mengandalkan buku panduan, mereka pun bisa mendirikan tendanya.
"Hebat juga ya kita, akhirnya bisa diriin tenda sendiri!!" kata Reec bangga melihat tenda mereka yang besar dan megah telah berdiri kokoh.
"Buku panduanmu gak guna, buang aja!" Alv sedikit mencibirnya.
"Gimana kalau kita coba pasang kompornya sekalian?" usul Leon untuk menghindari mereka mulai perang mulut lagi.
__ADS_1
Sayangnya karena saking canggihnya, Reec lagi-lagi kebingungan dengan cara pasangnya.
"Gawat nih gue bisa dimarahin bokap kalo sampe rusak!!" katanya sedikit panik.
Tak lama kemudian tim Eli datang. Ray yang memarkirkan mobilnya dekat mobil Reec turun dan menyapa mereka.
"Hey Gy dkk!" sapanya. "Maaf lama menunggu."
Angy sangat menghormati Ray melebihi kakaknya sendiri. Memang benar alasan utamanya karena Ray itu cowok. Tapi selain itu, Ray yang kasihan pada Angy yang kehilangan ayahnya, sering menemaninya dan menutupi kekosongan Angy yang membutuhkan sosok laki-laki.
"Kak Ray!" sambut Angy dengan tos brotherhood ala mereka.
"Pusing aku selama perjalanan mendengar banyak kekehan nenek sihir. Belum kerempongan mereka yang tiap rest area harus mampir toilet." keluhnya.
Dari cara ngomong Ray bisa kita lihat pengaruh besarnya pada Angy.
"Makanya udah aku bilang ikut kita aja!"
"Apa boleh buat kan, kemauan tuan putri harus dituruti."
"Hoo, kemah kalian udah jadi? Hebat juga." Seru Vira melihat kemah mereka.
Berbeda dengan kakak kedua Angy, Sara, yang setiap hari harus make up dan bawel dengan segala hal, Vira justru anti make up dan lebih dewasa dibanding adiknya. Wajahnya yang cantik tapi agak judes mirip sekali dengan Angy, gen rupawan yang mereka dapat dari ayah mereka.
Vira mendekati tim Angy. "Aku udah dengar dari Eli tentang perang cinta kalian..."
"Perang cinta jidatmu!!"
Angy langsung menyangkal perkataan kakaknya.
"Perang cinta, perang cewek cowok, whatever, intinya aku sama bebeb dengan sukarela mau menjadi juri kalian." kata Vira datar dengan ekspresi masa bodonya.
"Ayangku memang kakak yang baik." Ray mulai memeluk dan mencium kening pacarnya itu.
"Ughhh bisa cari ruangan sendiri di goa sana nggak?" kata Angy jijik menutup matanya.
Melihat itu Reec sedikit heran. "Gak salah Gy? Juri perang cewek-cowok malah pasangan mesra?"
"Ayo cepetan sini cewek-cewek menye-menye! Udah tau telat mau di mobil sampai kapan?!" kesal Vira melihat mereka masih di dalam mobil.
"Tuh kan?" Kata Angy nyengir.
"Gila! Cakep-cakep galak coy!"
Eli dan teman-temannya masih di dalam mobil. Ada yang ketiduran, ada yang benarin riasan, ada juga yang mabuk darat.
"Tunggu kak! Lani lagi pusing, katanya mabuk darat." Eli berusaha mengurus temannya itu.
"Siapa itu Lani?" tanya Leon.
"Anggota mereka ganti terus ya? Waktu Misi UAS anggotanya si jenius Cantika, sekarang malah jadi Lani." tanya Alv curiga.
"Biar aja dia emang cewek licik pasti ada maksud terselubungnya." kata Angy udah biasa dengan sikap Eli.
Eli kemudian turun dari mobil. Rambutnya dikuncir kuda seperti biasa.
"Jangan memfitnah ya Angy! Sebenarnya anggotaku banyak! Aku hanya menyocokkan anggotaku dengan jumlah anggotamu!" katanya dengan kedua tangan di pinggang.
"Terserah! Temanmu gimana? Udah siap belum? Kalian aja belum buat tenda, jangan banyak lagak!" kata Vira tegas.
"Yank, jangan kasar gitu dong sama adikku."
"Sorry beb, abisnya panas banget nih pengen cepet berteduh!"
"Ayo ke tenda Angy dulu yank!"
Mereka berdua pun berteduh di dalam tenda tim Angy.
Reec lagi-lagi heran. "Sorry ya gue tanya lagi, kita beneran nggak salah pilih juri?"
__ADS_1
...****************...
Akhirnya tim Eli selesai membangun tenda sederhana mereka. Tim Angy sudah mulai masak dan menyiapkan meja untuk makan.
Kalau mau dibandingkan sih, tenda dan peralatan tim Eli sangat sederhana dibanding dengan tim Angy. Mereka memang belum ada yang punya pengalaman camping.
Tenda milik tim Angy sangat besar, bahkan terbagi menjadi dua ruangan dan bisa muat sampai 10 orang. Sementara tenda milik tim Eli terdiri dari dua tenda kecil yang sederhana.
Tim Angy membawa meja kursi khusus untuk camping. Peralatan masak seperti kompor gas portable, tempat barbeque, lampu tenaga Surya LED, bahkan peralatan yang tidak penting seperti tempat tidur gantung dan teropong pun dibawa oleh Reec.
Sementara tim Eli hanya membawa tikar untuk makan lesehan dan kompor minyak kecil dengan peralatan masak yang sederhana.
"Bwakakak!! Kalian pasti kalah lah!" ledek Reec.
"Berisik! Nggak usah ganggu!" balas Momo.
"Enak juga ya beb, kita camping dilayani oleh mereka, tinggal makan tidur aja."
"Iya kan, nggak ada ruginya kita ikut kan yank!"
Sayang sekali, walau peralatan camping tim Angy canggih, tapi kelemahan cowok, mereka justru melupakan hal-hal kecil.
"Yang bertugas bawa piring siapa? Kita makannya gimana nih?!" tanya Angy pada teman-temannya
"Bukannya Emil ya?" Leon.
"Aku hanya bawa air galon sama gelas kan?" Emil.
"Coba cari daun pisang!" Reec.
"Di hutan adanya pohon Cemara ndes!" Alv
"Lu tugasnya apa sih Alv?!" Reec.
"Katanya suruh bawa bawa diri aja!" Alv.
"Lu gak punya jasa sedikitpun ya!"
"Hahaha, liat siapa yang sekarang kewalahan!!" tawa Momo puas.
"Udah cuekin aja Mo, fokus ceplok telurnya jangan sampai gosong." pinta Sasa yang sedang mencuci sayur. Tim Eli membuat makanan sederhana dengan lalapan yang nggak banyak memerlukan kompor.
"Aku mau ngising ndes! Ada yang bawa tissu gak?" Alv.
"Ngising apaan?!" Reec.
"Mau beol? Cebok pake daun sana!" Leon.
"Gak ada yang bawa tissu?" Emil.
Kayaknya salah aku mempercayakan persiapan pada mereka, batin Angy merasa sedikit kecewa.
Setelah mereka semua selesai masak, saatnya penilaian juri seperti di master chef.
Tim Eli membuat nasi goreng telur ceplok lengkap dengan lalapan dan krupuk. Makanan sederhana yang dihidangkan di atas piring kertas lengkap dengan sendok karpu dan teh hangat.
"Lumayan enak, plating nya juga bagus dan rapi!" Kata Vira setelah mencicipinya.
"Enak sih, tapi ini bukannya nasi goreng yang tadi siang dimakan di rumaaaaaa!!!" Eli menginjak kaki kakaknya.
Sementara itu tim Angy membuat steak Wagyu saus barbeque dengan kentang rebus lengkap dengan sayur-sayur yang dipanggang bersama daging tadi.
"Makanannya mewah dan enak sih, tapi kenapa disajikan di atas daun nggak jelas? Lalu makan steak pake tangan?!"
"Biar dekat dengan alam dong kak!" bela Reec.
"Wah enak banget ini dagingnya! Bumbunya meresap!" Ray memuji masakannya.
Dan penjurian untuk kedua misi awal mereka akan diadakan saat api unggun nanti malam.
__ADS_1
...****************...
*Spartan: pasukan Romawi yang terkenal tangguh, tegas dan disiplin.