Adam Vs Eve

Adam Vs Eve
Komunitas Baru


__ADS_3

Istirahat jam kedua, aku minta Leon datang ke kelas lewat SMS.


Asal kalian tahu, kita dilarang membawa smartphone ke sekolah. Emil nggak punya ponsel, tapi aku dan Leon kami selalu membawa ponsel jadul kami.


"Lalu apa yang mau kau sampaikan Gy?"


Aku melihat sekitar. Untung saja kelas sepi.


"Kalian mau gabung kan di komunitas anti cewek yang nanti ku buat?" Kataku riang, bangga dengan otakku yang cemerlang.


"Komunitas anti cewek? Maksudnya apa?" Leon sedikit terkejut dan Emil hanya terdiam.


"Ya komunitas tanpa adanya anggota cewek, dengan kegiatan membahas keburukan cewek..."


Emil terdiam lagi. Mulutnya sedikit terbuka.


"Aku nggak ikutan deh." Kata Leon.


"Kenapa? Ini kesempatan emas untuk membalas dendam perbuatan mereka!"


"Kalau komunitas yang isinya hanya hal negatif, untuk apa dibuat?"


"Setuju. Kau jadi kelihatan benci cewek." Tambah Emil.


"Memang aku benci mereka."


Aku heran kenapa mereka nggak sependapat denganku.


"Boleh aja kamu bikin komunitas anti cewek, tapi gimana kalau kegiatannya lebih ke membuktikan pada mereka bahwa cowok itu bisa melakukan yang mereka lakukan seperti menjahit?"


"Aku nggak bisa menjahit" kata Emil.


"Kau bisa belajar dariku! Aku juga bisa merajut kalau kau tertarik."


Yang dikatakan Leon masuk akal.


"Lalu kau juga bisa memasukkan kegiatan memasak, kudengar kau jago masak."


"Oke boleh juga idemu. Jadi kalian mau gabung?"


"Kalau kegiatannya seperti itu aku ikut!"


"Aku juga"


"Sip! Nanti kita bahas lagi."


Senang mereka mau gabung, aku tersenyum puas.


Jadi nggak sabar untuk memulai komunitas ini. Tentu saja ide Leon akan kujalani, tapi dengan sedikit improvisasi dariku, selaku ketuanya. Ku buat para spesies hawa itu menyesal telah dilahirkan sebagai wanita.


...****************...


"Nah, ini poster untuk merekrut anggota baru! Semalam aku membuatnya, gimana?"


Dengan bangganya aku menunjukkan poster buatan tanganku pada mereka. Tapi sepertinya mereka nggak paham maha karyaku.


"Gorila, monyet, keledai itu apa?" Tanya Leon.


"Para cewek."


"Pfff, hahahaha!!" Mereka berdua tertawa.


"Apanya yang lucu?"


"Nggak kok, maaf, hanya saja posternya itu kamu banget ya. Kalau orang lain lihat pasti nggak bakal ngerti!" Kata Leon setelah berhenti tertawa.


"Daripada poster komunitas anti cewek, lebih tepat disebut komunitas kebun binatang." Tambah Emil. Dia itu sering diam, tapi kalau bicara kadang menyakitkan.


"Lalu aku harus gimana?" Tanyaku sedikit kesal.


"Gampang sih, coba ku koreksi, ada kertas?"


Aku memberikan Leon kertas baru yang ku keluarkan dari tas.


"Gambar yang simple aja yang kira-kira cowok tertarik. Hmm gimana kalau tangan macho yang membara? Nah lalu tambah kata-kata yang menarik minat seperti 'Buktikan bahwa dirimu pria 100%!! Gabunglah bersama kami!' atau mungkin 'Apakah kehidupan sekolahmu membosankan? Bergabunglah dan tunjukkan kejantananmu!'. Lalu tinggal tambahkan 'Hanya untuk pria sejati', jadi deh! Gimana?"


Lumayan juga idenya. Kalau seperti itu sih banyak yang bakal tertarik.


"Mana tulisan anti ceweknya?" Tanyaku masih berpusat pada kebencianku terhadap mereka.


"Kau nggak ngerti strategi marketing ya Gy? Kalau kau menekankan ke 'anti cewek' di poster, nanti nggak ada yang bakal datang karena nggak banyak cowok seperti dirimu yang membenci cewek sampai mendarah daging!"


"Ini penipuan dong. Kebohongan publik."


"Ckck jadi orang jangan terlalu kaku. Yang terpenting itu anggota banyak yang terkumpul kan? Setelah itu kamu tinggal melakukan kegiatan yang semula kamu rencanakan."


"Terserah deh aku pasrahkan padamu. Emil! Tolong fotocopy lalu sebar ya."


"Oke."


"Jam segini sudah pada pulang, besok aja sebarnya." Kata Leon.


"Maaf, bukannya gak mau, tapi lebih baik kita pasang di dinding pengumuman saja..." Emil berusaha memberi masukan. Mungkin jiwa introvert nya menolak untuk interaksi dengan orang lain.


"Kamu pikir berapa orang yang bakal baca di dinding pengumuman? Lebih baik kita sebar satu persatu." Kataku sedikit memaksa.

__ADS_1


"Aku setuju dengan Angy. Kita coba dulu Mil, nanti aku bantu." Emil kelihatan lebih tenang mendengar itu dari Leon.


"Besok aku ada pelantikan anggota OSIS baru, jadi sorry nggak bisa ikut bantu. Tapi aku akan coba sebar ke para anggota OSIS."


"Sip, jadi kita sudah boleh pulang?"


"Boleh aja, sampai besok!"


"Bye!"


...****************...


Minggu berikutnya, hari pertemuan komunitas anti cewek.


Dari jumlah laki-laki yang hadir sih lumayan banyak yang terkumpul. Semoga benar seperti yang dikatakan Leon, komunitas ini bisa sukses.


"Thanks ya Emil, Leon." Kataku tersenyum puas dengan hasil kerja keras mereka.


Aku pun mulai membuka hari pertama komunitas


"Terima kasih pada kalian semua yang sudah datang bergabung dengan kami. Sebelum kita mulai, aku ingin kalian menulis kuesioner yang sudah kubuat ini." Kataku sebelum membagi lembaran kuesioner yang sudah kusiapkan.


"Nih, kalian juga isi ya!"


Aku menyerahkan kertas pada Emil dan Leon yang duduk di barisan paling depan. Raut wajah mereka kelihatan kaget membaca pertanyaan-pertanyaan yang kubuat.


Setelah mengambil pulpen, aku pun mulai menulis kuesioner yang kubuat sendiri itu.


Selesai menulis, aku mulai mengamati mereka. Kulihat banyak yang tertawa melihat kuesioner nya. Apa yang mereka tertawakan?


Tapi aku nggak peduli.


"Kalau ada yang ingin ditanyakan, silahkan." Tantangku.


"Ini kita harus beneran jawab?" Tanya seseorang.


"Tentu saja! Kalau selesai silahkan kumpulkan padaku."


"Hahaha, kirain ini komunitas pria, tapi yang dibahas kok cewek?"


"Kirain komunitas nobar film biru, hahaha!"


"Bisa dimarahin cewekku nih kalau ikut komunitas yang isinya beginian."


Isi kelas mulai ramai. Mereka mulai mengeluhkan banyak hal. Mereka pikir kuesioner ini lelucon?! Aku buat dengan sungguh-sungguh, tapi kenapa mereka banyak mengeluh?!


"Kalau ada yang keberatan silahkan keluar!" Kataku tegas dengan suara lantang.


Mereka pun banyak yang keluar meninggalkan kelas. Ada beberapa yang mengumpulkan kuesioner tanpa mengisinya, ada yang meremas dan membuangnya. Tapi aku nggak menyesal sedikit pun.


"Kupikir kau terlalu cepat menunjukkan motif mu yang sebenarnya." Kata Leon padaku kemudian mengumpulkan kuesioner nya.


"Baiklah, lalu? Sekarang gimana? Sisa kita bertiga sekarang."


Ada seorang yang menyerahkan kuesioner nya dan kembali duduk.


Aku membaca kuesionernya sekilas dan mendatanginya.


"Kau tetap ingin bergabung?"


"Itu tujuanku."


"Berikan satu alasan untuk bergabung dengan kami."


"Aku ingin balas dendam pada seorang cewek."


"Hmm!" Aku tersenyum puas mendengar jawabannya.


"Baiklah mari kita mulai pertemuan ini..."


...****************...


Berikut jawaban-jawaban kuesioner mereka:


Nama: Angel Adam Anggara (Angy)


Kelas: X-1


Hobby: Masak, urus rumah, jogging



Sebutkan alasan kalian membenci perempuan!


Semuanya! Tingkahnya, bentuknya, pikirannya, pokoknya semuanya!


Tuliskan pengalaman paling menyebalkan yang kalian dapatkan dari perempuan!


Hidup dan bertetangga dengan mereka. Sekolah dengan mereka, Bicara dengan mereka, dsb.


Apakah kau pikir perempuan pantas hidup? Sebutkan alasannya!


Nggak! Beda frekuensi dengan kita! Hanya membuat hidup tambah susah!


Apa ide kalian untuk membuat mereka menyesal hidup sebagai perempuan?

__ADS_1


Membuat mereka malu di depan umum.


Berikan contoh cara menghancurkan hidup mereka!


Membuat mereka jatuh cinta lalu mencampakkan mereka!



Nama: Emil


Kelas: X-1


Hobby: dance, dengerin musik



Sebutkan alasan kalian membenci perempuan


Suka bohong.


Tuliskan pengalaman paling menyebalkan yang kalian dapatkan dari perempuan!


Harus berpisah dengan ayah.


Apakah kau pikir perempuan pantas hidup? Sebutkan alasannya!


Y(coret) Tidak. Agar yang berbohong berkurang.


Apa ide kalian untuk membuat mereka menyesal hidup sebagai perempuan?


Mengatakan sejujurnya, bahwa mereka pembohong.


Berikan contoh cara menghancurkan hidup mereka!


Membuat mereka menyesal telah berbohong.



Nama: Leonard Ferdinand


Kelas: X-9


Hobby: Desain baju, menjahit, merajut.



Sebutkan alasan kalian membenci perempuan!


Tidak bisa mengendalikan emosi, matre, centil, gengsinya tinggi.


Sebutkan pengalaman paling menyebalkan yang kalian dapatkan dari perempuan!


Diselingkuhi mantan.


Apakah kau pikir perempuan pantas hidup? Sebutkan alasannya!


Pantas saja, kalau mereka mau mengubah kebiasaan dan watak jelek mereka.


Apa ide kalian untuk membuat mereka menyesal hidup sebagai perempuan?


Menjebak mereka dengan perbuatan mereka sendiri. (Contoh: Menguji emosi mereka, memberi pelajaran pada cewek matre, dsb.)


Berikan contoh cara menghancurkan hidup mereka!


Cukup menjalankan no. 4



Nama: Ricky Ethan Ivander


Kelas: X-2


Hobby: MUA



Sebutkan alasan kalian membenci perempuan!


Sukanya bergosip ria, merasa paling benar.


Tuliskan pengalaman paling menyebalkan yang kalian dapatkan dari perempuan!


Dibuat jatuh cinta, dicuekin, ditipu.


Apakah kau pikir perempuan pantas hidup? Sebutkan alasannya!


Nggak, karena menyusahkan.


Apa ide kalian untuk membuat mereka menyesal hidup sebagai perempuan?


Membuktikan kalo kita lebih hebat dari mereka!


Berikan contoh cara menghancurkan hidup mereka!


Membalas perbuatan mereka dengan cara yang sama!

__ADS_1



...****************...


__ADS_2