Adam Vs Eve

Adam Vs Eve
Teori Eli


__ADS_3

Nama saya adalah Cantika Kirana.


Biasanya orang-orang memanggil saya Tika.


Sejak SMP saya selalu peringkat 1. Saya berasal dari keluarga terpelajar. Ayah saya seorang dosen dan ibu saya dokter anak. Abang saya mendapat beasiswa kuliah di luar negeri.


Hobi saya membaca, terutama buku ilmiah dan koran. Saya juga sangat suka belajar dan membuat rangkuman agar bisa paham seluruh isi buku pelajaran.


Walau prestasi saya bisa dibilang cemerlang dan saya tidak pernah melakukan pelanggaran di sekolah, saya selalu dikucilkan di kelas. Tak ada yang berteman dengan saya. Bahkan saya sering dihina dan direndahkan oleh teman kelas.


Tapi tujuan saya sekolah adalah belajar, bukan berteman.


Saat masuk SMA ini, saya mencalonkan diri menjadi ketua OSIS, karena itu adalah cita-cita saya.


Namun saya tidak mendapat suara sama sekali


Saya sering melihat berita mengenai pelecehan dan kekerasan terhadap wanita dan anak. Dunia ini penuh dengan orang busuk, terutama para pria yang selalu merasa superior sehingga selalu berlaku seenaknya terhadap wanita dan anak yang mereka anggap lebih rendah dari diri mereka.


Pengaruh budaya patriarki dalam masyarakat bangsa ini termasuk cukup kuat, karena itu saya menjadi seorang feminist dan mengutuk semua pria yang berani menghancurkan hidup para wanita!


Akibat budaya patriarki, pria selalu merasa dirinya bisa mendominasi wanita. Dominasi mereka tidak hanya mencakup ranah personal saja, melainkan juga dalam ranah yang lebih luas seperti partisipasi politik, pendidikan, ekonomi, sosial, hukum dan lain-lain.


Mereka bahkan merendahkan derajat wanita dengan mengobjektifikasi mereka! Mereka membagi wanita menjadi perempuan murah dan mahal. Apa hak mereka menyebut seseorang sebagai wanita murah? Memang mereka kenal seperti apa wanita murah itu? Kenapa tidak ada pria murah atau mahal sekalian!


Wanita bukan benda!


Suatu hari saat saya pulang cukup larut setelah kegiatan OSIS dan belajar di perpustakaan, saya pernah hampir dilecehkan oleh seorang siswa. Tapi kebetulan saat itu saya ditolong oleh sekelompok cewek, yang mengaku dirinya sebagai kelompok anti cowok.


Ketuanya bernama Eli.


Dia perempuan yang sangat cantik dan serba bisa. Prestasinya di bidang olah raga sangat cemerlang. Walau dia sangat ceroboh dan kadang kekanakan, tapi bagi saya dia adalah pahlawan wanita saya.


Saya diajak gabung masuk ke dalam kelompoknya dan tentu saja saya terima. Dia bahkan berani menegur semua yang menghina dan mengerjai saya. Berkat dia hidup saya menjadi lebih menyenangkan.


"Aku benci cowok populer."


Itu yang dia katakan padaku. Saat UAS dia harus duduk di sebelah ketua OSIS, siswa top nomer 1 di sekolah.

__ADS_1


Sebenarnya saya sangat mengagumi ketua OSIS. Tapi karena dia seorang pria, saya menjadi meragukan kehebatannya. Dan benar saja, menurut Eli dia itu perayu ulung. Katanya dia sering mendengarnya merayu para guru wanita, dan sering melihatnya boncengan dengan banyak siswi.


"Cowok ganteng yang populer itu pasti playboy! Karena merasa dirinya ganteng sedunia, mereka selalu seenaknya pada wanita. Tapi aku nggak akan termakan rayuan mereka!"


Kata-kata Eli itu membuatku semakin mengagumi dirinya. Dia adalah salah satu contoh tokoh feminisme yang melawan patriarki.


Bahkan katanya dia sampai tega menolak ungkapan cinta romantis yang dibuat Emil, siswa top nomer 2 di sekolah.


Sejak MOS dia menjadi sangat terkenal, bahkan menggeser peringkat top nomer 2 sebelumnya yang ditempati kakak kelas XII. Saya pun sempat terpincut oleh ketampanannya dan kebaikan hatinya.


"Dia pikir semua cewek bisa dia taklukan? Aku langsung meninggalkan dirinya sendirian di lokasi penembakan. Selama ini cewek-cewek pasti memuja dirinya, karena itu aku memberinya pelajaran! Bahwa ada juga cewek yang dengan tega menolak dirinya!"


Lagi-lagi kata-katanya itu semakin membuatku terpesona oleh karisma dan cara pandangnya. Bagiku Eli wanita yang sangat sempurna. Dia sangat anti-mainstream dimana sekarang jamannya para wanita tergila-gila pada pria tampan dan sexy, bahkan mereka selalu memperjuangkan cinta pada duda maupun CEO kejam!


Yang penting tampan, dijadikan istri kesekian atau selingkuhan mereka pun tak masalah.


Benar-benar sangat merendahkan diri harkat dan martabat para wanita!


Tapi Eli tidak seperti itu. Dia menunjukkan pada dunia (maksudnya sekolah), bahwa wanita itu tidak bisa diinjak-injak oleh para pria. Terutama kepada para pria tampan yang selalu menjadi pelaku utama!


Saya yakin Eli bisa mengubah dunia dengan keyakinannya itu!


Tapi sayang sekali, baru-baru ini dia menjadi salah satu korban dari mereka.


Dia telah jatuh cinta pada seorang laki-laki yang juga merupakan salah satu anggota OSIS.


Namanya Angy.


Dia seorang siswa tampan yang arogan, namun terkenal dengan reputasinya sebagai seorang penganut misoginis. Itu merupakan istilah untuk orang yang memiliki kebencian atau rasa tidak suka terhadap wanita secara ekstrem.


Kenapa kebanyakan wanita selalu jatuh cinta pada pria badboy? Pria tampan dengan embel-embel arogan, kejam, playboy?!


Bahkan Eli yang saya kagumi pun jatuh ke dalam pelukan seorang misoginis?!


Karena itu, saya pikir harus menyelamatkan dirinya dari pria macam itu! Kali ini giliran saya untuk menolong Eli dari jeratan para laki-laki buaya!


"Tik! Dari tadi tulis apaan?" Tanya Eli yang sekarang sedang duduk di samping saya sambil makan choki-choki. Dia memang pecinta coklat.

__ADS_1


"Saya sedang menulis strategi penyelamatan dirimu dari pria arogan."


Dia sedikit mengintip buku saya lewat celah lengan.


"Maksudmu menyelamatkan diriku dari Angy?"


Dia sadar?


"Benar! Dan anda tidak bisa menghalangi saya!"


Eli melipat kecil sampah coklat nya tadi dan pergi membuangnya ke tempat sampah.


"Udah kubilang kan nggak usah formal gitu kalau ngomong!"


Dia kembali duduk di samping saya, "Masalahku dengan Angy itu kamu nggak usah khawatir," tambahnya.


"Saya tidak akan membiarkanmu ditipu oleh ketampanannya!"


"Angy itu nggak tampan, dia itu standart. Kalau bicara masalah ketampanan, Emil itu tampan import, dan temannya Reec itu tampan lokal."


Apa maksudnya? Eli sekarang mulai mengelompokkan pria berdasarkan ketampanan mereka?


"Aku benci cowok tampan! Tapi Angy cowok rata-rata."


"Tapi bagaimana dengan penganut misoginisnya? Dia bilang dia sangat membenci perempuan!"


"Justru itu yang keren dari dirinya!" Puji Eli, dan saya langsung tidak percaya dengan apa yang saya dengarkan. "Kebenciannya itu pesonanya. Dia pasti akan jadi cowok setia!"


Saya kehabisan kata-kata. Apakah benar jatuh cinta membuat IQ seseorang berkurang?


"Cowok ganteng itu pasti bakal dikerubungi cewek-cewek, jadi persentase selingkuhnya tinggi. Sementara cowok rata-rata, apalagi yang benci cewek, kalau dia jatuh cinta pasti hanya akan mencintai cewek yang dicintainya saja kan? Karena pada dasarnya dia benci cewek."


Entah darimana dia mendapat teori tidak masuk akal itu. Tapi dari ini saya sadar, sesempurna apapun dia di mata saya, ternyata dia tetap saja manusia yang tak luput dari kekurangan.


...****************...


Hai para pembaca tercinta... Saya akan lanjut bila mendapat like lebih dari 20, yang membuat saya semangat! Terima kasih sudah baca sampai disini😁

__ADS_1


__ADS_2