Adam Vs Eve

Adam Vs Eve
Liburan Tapi Capek


__ADS_3

"Daag Angy! Nanti jemput aku jam 5 sore ya! Awas telat!"


Eli melambaikan tangannya dan masuk ke dalam ruang kursus pianonya.


Nenek sihir sialan itu!!


Harusnya tim kita yang menang tapi kenapa sekarang malah dia yang berlagak jadi ratu?!!


Bahkan sekarang aku harus antar jemput dia?!!


*Kilas balik*


Karena tim mereka kalah, aku pun menghukumnya.


"Kamu minta aku nggak mengganggumu selama liburan sekolah? Gampang amat."


"Hah? Kau bilang gampang padahal kau selalu aja masuk kamar orang seenaknya!"


"Apa boleh buat, kita tetangga! Ibu kita sahabat dekat! Itu udah jadi salah satu rutinitas hidupku."


"Karena itu, tuan putri yang maha agung, hanya selama liburan bisa kan jangan muncul di hadapanku?"


"Baiklah, akan ku coba."


Tapi kenyataannya.


Pagi hari:


"Angy! Mamiku bikin pudding nih! Kasih mamamu ya!"


Siang hari:


"Katanya minggu depan kita bakal pergi camping, ayo belanja bareng buat kebutuhan!"


Malam hari:


"Kak Vira!! Kak Ray jahat katanya nggak mau pinjamin laptopnya!"


Tiap hari dia muncul di rumahku seolah mengabaikan permintaanku.


*Kilas balik selesai*


Libur baru aja dimulai dan dia udah bertingkah kelewat batas seperti ini?!


Bahkan sekarang aku harus mengantarnya pergi kursus, hanya karena orang rumah nggak ada yang bisa mengantarnya?!


Dasar cewek gila nggak tahu aturan!


Ataukah memang aku yang udah nggak bisa menghindarinya?


Saat memikirkan cara untuk bisa lepas darinya, tiba-tiba motor matic ku yang selama ini sehat, berhenti begitu saja.


Apa ini? Kenapa bisa begini?


Aku coba menstarternya tapi nggak ada hasil.


Akhirnya aku menepikan motorku untuk mengecek keadaannya.


Apa airnya habis? Mesinnya bermasalah? Knalpot tersumbat?


Nggak ada yang salah dengan itu semua. Lalu kenapa berhenti?


Dari jauh aku melihat Moge (Motor Gedhe) yang mendekat dan malah menepi di sampingku.

__ADS_1


Pemilik Moge itu turun masih mengenakan helm dan menawarkan bantuan.


"Ada yang bisa dibantu?"


"Terima kasih, sepertinya ada masalah..." Kataku sesopan mungkin, senang mendapatkan pertolongan.


Dia membuka helmnya dan seketika rambut hitam ikalnya yang panjang berkibar diterpa angin.


Cewek itu mendekati motorku untuk mengeceknya.


Cewek itu membuka jok motorku.


Cewek itu memeriksa akinya.


"Sepertinya ada masalah di aki." kata cewek itu.


Tunggu dulu.


Cewek?


Dia cewek?!!


"Aku nggak perlu bantuanmu. Silahkan pergi."


Kataku setidak sopan mungkin, malas berurusan dengan cewek asing.


"Ayo! Ikut ke bengkelku! Akan ku perbaiki motormu!"


Sepertinya dia budeg.


"Apa kamu perlu mobil derek? Atau aku bantu dorong motormu?"


Dia tipe yang nggak bisa diajak bicara, jadi aku coba mengacuhkannya. Dengan begitu aku pikir dia telah pergi, tapi dia malah mengambil HPnya dan menelpon seseorang.


Aku pergi mengecek motorku sendiri. Katanya yang bermasalah akinya. Motorku pake aki kering. Sepertinya sih memang udah saatnya aku harus mengganti akinya. Kalau memang akinya yang bermasalah, nggak ada yang bisa aku lakukan selain menggantinya.


Aku kemudian membuka HP untuk mengecek lokasi bengkel.


Dekat sini ada satu tapi aku mengacuhkannya karena pikir itu pasti bengkel cewek moge tadi. Jadi kucari lokasi bengkel yang lain. 1.6 km, sepertinya aku bisa jalan kesana untuk membeli aki yang baru.


Tepat saat aku menutup HP-ku dan menyimpannya ke dalam saku celana, ada mobil pick up yang berhenti tepat di depanku.


"Tolong bantu bawa motor ini!"


Cewek moge tadi masih ada disini dan bahkan menunjuk motorku dengan seenaknya.


"Udah kubilang aku nggak perlu bantuanmu!"


"Menolak bantuan orang nanti kualat lho!" katanya santai nggak merasa bersalah sudah membawa pergi motor orang seenaknya.


Terserahlah. Paling sampai sana juga bakal ditinggal.


Kupikir begitu tapi kenapa dia sendiri yang malah mengerjakan motorku?!


Mulai dari mengeluarkan aki, membuka tutupnya dengan obeng, lalu menyetrumnya, semua dia lakukan sendiri.


"Perlu bantuan non?" tanya seorang pekerja.


"Aku bisa sendiri, makasih ya."


Dia kelihatan serius sekali mengutak-atik motorku.


Awas aja kalau sampai motorku tambah rusak.

__ADS_1


Cukup lama aku menunggu, tapi tak terasa waktu mengalir begitu cepat. Selama dia memperbaiki motorku, entah kenapa aku tak bisa melepaskan pandanganku darinya. Sosoknya itu mengingatkanku pada seseorang...


"Nih!"


Aku kembali dari lamunanku.


Dia sudah berdiri di hadapanku dan menyerahkan kunci motorku.


"Untuk sementara aku sudah menyetrum akinya. Tapi saranku sebaiknya segera diganti."


Sok banget dia! Habis motorku diutak-atik, lalu kasih saran seenaknya.


"Kamu kerja disini atau apa?" tanyaku bukan karena penasaran.


"Iya ini bengkelku. Aku tinggal di atas. Kalau mau ganti aki bisa disini."


Cewek mana kerja di bengkel? Memangnya dia nggak bisa bohong yang lebih meyakinkan?


"Tenang aja aku kasih servis gratis!" katanya nyengir sambil memberikan jempol.


Servis gratis? Aku tambah curiga padanya.


"Ada garansi kok kalau motormu rusak. Percaya aja, aku udah lama kerja disini!"


Mungkin karena dari tadi aku hanya terdiam, dia mengambil motorku dan membawanya ke jalan. Setelah itu dia mulai menstarter mesinnya sampai nyala.


"Tuh bisa kan!"


Memang benar motornya nyala. Ku harap nggak meledak di tengah jalan dan berharap bisa selamat sampai rumah.


"Sudah jangan terlalu mikir! Kalau ada apa-apa langsung aja kesini!"


...****************...


"Angy kenapa sih jemputnya lama banget? Kenapa nggak bisa bilang kalau bakal terlambat?"


Memang benar motor yang diperbaiki cewek moge tadi baik-baik aja. Bahkan bisa aku pakai untuk mengantar ibuku yang berat ke salah satu tokonya.


Karena motorku yang sempat mogok tadi pun aku terlambat menjemput nenek sihir yang akibatnya dia ngomel sepanjang perjalanan.


Tapi aku hanya terdiam masih memikirkan keselamatan motorku.


Sedikit kepikiran cewek moge di bengkel tadi juga sih, masih heran karena dia salah lokasi. Masih nggak percaya seorang hawa yang benerin motorku.


"Tumben amat sih diem gini? Emang abis kerasukan malaikat darimana?!"


Tanpa sadar kita udah sampai di rumah.


"Sana pulang! Awas muncul di hadapanku lagi!"


"Huh, baru dipuji malaikat langsung balik jadi iblis!"


Capek seharian bolak-balik di jalan jadi gojek pribadi, pulang rumah aku cuci tangan dan langsung masuk kamar merebahkan diri di atas kasur.


Karena sekarang aku sedang libur dan sering nganggur di rumah, aku yang selalu diminta untuk antar jemput oleh kakak-kakakku. Mereka biasanya naik gojek online, tapi untuk menghemat mereka sekarang memanfaatkanku. Biasanya kak Vira juga pergi dengan kak Ray, tapi entah kenapa sepertinya hari ini pacarnya itu sakit.


Ayah Eli sedang tugas di luar kota, jadi adik Eli pun aku yang antar-jemput. Maminya bisa nyetir mobil, tapi karena dipakai papinya kerja sih jadi ya aku semua yang lakuin.


Sepertinya kalau aku kerja disini jadi gojek online, mungkin aku bisa kaya raya dengan jadwal sepadat ini tiap hari.


Hanya dengan berada di jalan bolak-balik mengantar orang seperti ini saja rasanya seluruh badan jadi pegal linu. Aku jadi memikirkan para sopir online dengan tugas mulia mereka. Seperti ini ya rasanya capek dari jalan.


Ditambah hari ini ketemu cewek bengkel aneh yang seenaknya mengutak-atik motorku seperti itu.

__ADS_1


Mikirin dia entah kenapa capekku sedikit hilang dan aku malah ketiduran.


__ADS_2