
Namaku Ricky, Nama lengkapku Ricky Ethan Ivander.
Teman-teman baru pada panggil Reec. Nggak tahu juga kenapa tapi ku iyakan aja.
Aku lahir dan besar di ibu kota. Sempat ikut orang tua tinggal di Jepang selama 5 tahun, lalu kembali ke kota kecil ini. Demi peluang bisnis yang lebih besar disini daripada di ibu kota, jadi aku ikut aja sih...
Nyokap punya sertifikat MUA dari Jepang, bokap punya butik terkenal... Sejak kapan gue jadi songong gini?
Singkat cerita aku masuk SMA sini otomatis karena lulusan SMP sini. Lalu ketemu mereka kaum anti hawa dan selesai ceritanya.
Tentu saja belum selesai!
Hobiku sebenarnya nonton anime* selama berjam-jam, bolos tidur!
Apa maksud lo bilang gue wibu*?!! Emang gue suka nonton anime! Gue punya waifu*!! Gue suka budaya sana! Gue punya teman orang sana! Pernah tinggal bahagia disana! Terus kenapa?!!
Sorry, bukan maksudku ajak ribut.
Akhir-akhir ini aku suka ikut mama kerja. Kadang mikir kenapa yang cowok jarang di make up sekalian padahal wajah bopeng, mata panda, alis berantakan, tapi sering nolak dan cuma bedakan.
Akhirnya aku belajar MUA sendiri dan akhirnya malah kecantol.
Gue bukan bencong lho ya! Gue cowok sejati! Masi suka liat cewek sexy!
Kenapa aku gabung komunitas yang diketuai Angy? Awalnya penasaran aja diajak teman ekskul. Tapi ternyata sebelum ikut hari pertama komunitas, di hari itu juga aku baru tahu cinta sejatiku selingkuh!
Saat melihat kuesioner yang diberikan Angy, rasanya Tuhan seolah menjawab doaku selama ini!
Wanita yang aku cintai sejak pandangan pertama, yang aku jaga dan curahkan seluruh waktuku untuknya sejak SMP, yang aku tolak perasaan cewek manapun demi dirinya...
Dengan teganya jalan dengan cowok jelek lain yang bahkan aku nggak kenal!
Rasanya waktu berhenti begitu aku melihat dirinya bergandengan tangan dengan cowok lain.
Hatiku bagai tercabik-cabik! Terkoyak-koyak! Terpotong-potong dijadikan sambel goreng ati!
Sorry ya gue gak bisa bikin bahasa yang puitis ala anak sastra.
Intinya hidupku terasa hampa tanpa dirinya!
Sebenarnya tanganku sangat gatal ingin sekali menghadiahkan cowoknya itu mata biru! Tapi sebenarnya bukan dia penyebab aku sakit hati, melainkan cewekku sendiri!
Kenapa dia diam-diam menjalin kasih dengan cowok lain? Apa yang kurang dari diriku sampai dia berpaling ke cowok lain?
Memangnya aku kurang ganteng? Kurang kaya?
Memikirkannya saja rasanya mual mau muntah!
Tapi aku sudah bergabung dengan komunitas anti cewek! Mereka akan membantuku untuk membalas perbuatannya!
Sepertinya ketuanya pun bisa diandalkan! Dia bahkan jadi anggota OSIS! Pasti dia orang yang hebat!
Dan nggak ku sangka cowok blasteran yang langsung populer sejak ujian masuk sekolah, yang sering dibicarakan sejak MOS, dia ikut dalam komunitas ini!
Aku nggak salah pilih komunitas! Pikirku.
"Rick! Pinjam buku catatan!"
Itu teman kelasku Alv. Malasnya nggak ketulungan!
"Nih!"
Tanpa banyak bicara langsung aku serahkan buku catatanku.
"Gile ya tulisanmu kecil rapi banget kayak anak cewek! Diukur pake penggaris rata banget!"
"Lebai!" Jawabku kesel dihina kayak cewek. Emang cowok nggak boleh tulisannya rapi?
"Nanti siang ke kantin nggak?"
"Nggak."
"Kenapa? Mau tidur di kelas lagi?"
"Ya."
Aku nggak mau berpapasan dengan cewekku lagi. Makanya malas keluar kelas.
"Kamu lagi datang bulan atau kenapa? Kok jawabnya pelit gitu!"
Datang bulan?! Dia benar-benar sudah melakukan pelecehan seksual padaku!
"Terserah!"
Aku kadang malas bicara. Saat itu jawabanku jadi singkat jelas padat. Walau gitu otakku nggak pernah malas berpikir.
Nguiiinggg!!!!
"Pengumuman pemenang lomba 17an...."
Tiba-tiba speaker kelas mulai berbunyi.
"Untuk lomba menghias nasi Tumpeng dimenangkan oleh kelas X-4 sebagai juara 1 dan kelas X-1 sebagai juara favorit...."
Juara satunya bukan kita. Seingatku tim Emil kelas X-1.
__ADS_1
"Kemudian lomba menghias taman untuk kelas X dimenangkan oleh kelas X-2 sebagai juara 1..."
Seluruh isi kelas bersorak.
"Kau hebat Rick!"
Biasa saja sih, pikirku. Paling nggak misi kita ada yang berhasil.
Aku justru penasaran dengan misi kita selanjutnya.
...****************...
Tibalah hari jumat, hari komunitas penyelamat hidupku!
Aku sebenarnya udah coba ajak teman kelasku Alv untuk bergabung. Tapi sepertinya dia lagi PDKT sama cewek, jadi nggak mungkin dia mau gabung.
"Misi berikutnya, membantu anggota kita untuk menjalankan rencana mereka menghancurkan hidup para spesies hawa, sesuai dengan kuesioner yang sudah kalian isi waktu itu..."
Dari luar jendela sedikit terdengar suara Angy. Sial kayaknya aku telat, mereka udah mulai rapat misi rahasia mereka!
Aku mengatup tanganku minta maaf padanya dalam diam sebelum menaruh ransel di atas meja dan duduk.
"Kapan acara masak-masak atau menjahitnya Gy?"
Si sipit itu, aku lupa siapa namanya, bertanya pada ketua. Apa maksudnya acara masak-masak dan menjahit??
"Kita mendahulukan misi dulu! Kalau nggak ada misi yang perlu dijalankan, baru kita latihan skill survive tanpa cewek!"
Aku mengangkat tanganku.
"Kenapa Reec?"
"Boleh jalanin misi untukku dulu gak?"
...****************...
Untuk merencanakan misiku, yaitu balas dendam pada cewekku, kita berencana kumpul di rumahku hari sabtu setelah ekskul.
Aku ambil ekskul melukis, ternyata sama dengan Leon, baru ingat namanya tadi. Angy dan Emil ada di aula ikut ekskul modern dance.
Hari ini melukis bebas di atas kanvas dengan cat minyak. Aku asal melukis abstrak coret sana sini karena lagi malas.
Kuintip Leon yang lagi serius melukis dengan warna dominam ungu. Entah siapa yang dilukis, cowok dengan gaun?
Selesai ekskul kita makan dulu di warung depan sambil menunggu sopirku jemput.
"Hari senin gimana caranya kamu ke sekolah?" Tanya Angy penasaran setelah kita masuk mobil.
"Turun di minimarket."
"Minimarket pojokan? Jauh juga ya jalannya."
"Aku nginap di kontrakan Emil. Kadang Leon ikut. Kau boleh gabung kalau mau!"
Nginap di kontrakan Emil, pasti dekat sekolah, artinya bisa bangun kesiangan.
Seru juga ya.
"Rumahku jauh jadi kita ke toko aja ya." Kataku karena sebentar lagi akan sampai.
Kita pun masuk dari pintu depan karena aku nggak bawa kunci pintu belakang. Seperti biasa aku selalu disambut karyawan kalau aku mampir.
"Selamat siang mas Ricky."
Mas? Dia orang baru?
"Jangan panggil mas, dia nggak suka!" Karyawan senior memperingatinya.
"Maaf tuan muda Ricky!"
"Ayo kita naik! Kamarku di atas!" Aku mengacuhkan mereka dan mengajak teman-temanku naik.
Setibanya di kamarku yang penuh poster dan figuran karakter anime, kita duduk di lantai.
"Jadi," Angy mulai bicara, "Kita harus tahu dulu biodata mantanmu."
"Dia masih cewekku."
"Oke, cewekmu. Leon tolong catetin ya!", Angy memberinya kertas dan pulpen, "Namanya?"
Aku diam sejenak, berpikir.
"Sakura."
"Hah? Itu nama panggilan atau nama asli?"
"Lu pikir aku bohong?"
"Ya udah maaf. Kelas berapa? Ciri-cirinya?"
Sekilas aku lupa kelasnya, lalu ingat pernah melihatnya masuk kelas di lantai dua.
"XII-IPA satu... Bukan, dua!"
Aku tahu dari ekspresinya, Angy terlihat mulai nggak percaya padaku.
__ADS_1
"Pacarmu anak kelas XII? Hebat juga ya..." Kata Leon setelah mencatatnya. Seenggaknya dia kelihatan percaya.
"Terus? Ciri-cirinya apa?"
Kalau ditanya seperti ini, aku langsung membayangkan dirinya sedang berada di tengah taman bunga yang indah sedang memetik bunga. Tapi tentu saja dia lebih indah dari bunga manapun...
"Heh! Malah bengong!" Angy menjentikkan jarinya didepan mataku.
"Sorry." Kataku langsung minta maaf, "Dia cantik banget, kecil mungil, rambutnya sebahu tapi lurus terawat. Kulitnya putih merona, cantik banget..." Rasanya wajahku terbakar saat mengatakannya.
"Ini misinya kita mau balas dendam ke cewekmu, tapi kamu kok malah berlebihan memujinya?!"
Kata-kata Angy menyadarkanku.
"Belum bisa move on ya?" Tambah Leon.
Mendengar itu aku kemudian melihat Emil yang dari tadi diam. Kelihatannya dia mengantuk. Atau jangan-jangan sudah tertidur?
"Kau malah perhatiin apa sih? Kita mau gimana nih?! Ini misimu tahu!"
"Kalau dilihat dari kuesionermu, kau ingin 'Membalas perbuatan mereka dengan cara yang sama'..."
Angy yang murka, dan Leon yang peduli, mereka berlawanan seperti iblis dan malaikat.
"Dan menurutmu, kamu telah 'dibuat jatuh cinta, dicuekin, ditipu' oleh cewekmu ya?" Lanjut Leon.
"Benar!"
"Ya udah gampang! Kau cari cewek, lalu pura-pura mesra aja di depan mantanmu itu! Beres kan?" Jawab Angy cepat. Sepertinya dia masih kesal dengan sikapku tadi.
"Masalahnya siapa cewek yang mau diajak bermesraan sama Reec? Kita juga nggak mau minta bantuan cewek lain kan?"
Nah! Itu masalahnya! Leon seolah mewakiliku menjawab persoalanku.
Angy terdiam.
"Gini, kita pantau dulu ceweknya Reec, paling cepat dan mudah sih dekatin sahabat baiknya. Pura-pura temanan sok akrab aja nggak usah mesra-mesra!
Lakuin di kelasnya pas ada cewekmu biar langsung dilihat olehnya. Nanti kalau dia udah nangis termehek-mehek, baru kamu bilang, salahmu sendiri makanya jangan selingkuh seenaknya! Tobat pasti tu cewek dipermalukan di kelasnya sendiri oleh sahabatnya sendiri..."
Mendengar rencana panjang lebar Angy, aku tiba-tiba merasa bersalah membayangkan dia nangis termehek-mehek di hadapanku.
"Bagus juga rencanamu, tapi gimana dengan Reec? Kamu setuju nggak? Kira-kira bisa nggak melakukannya?"
Pertanyaan Leon seolah bisa membaca isi hatiku.
"Pasti bisa! Kau udah gabung dengan kita! Tinggal pikirin aja kelakuan jeleknya padamu biar kamu tambah membencinya!" Kata Angy yakin.
Masalahnya dia nyaris sempurna tak bercela, nggak ada yang buruk dari dirinya, jadi gimana membencinya?
"Atau pikirin aja waktu dia mencampakkanmu!" Tambahnya.
Itu juga sepenuhnya bukan salahnya sih. Mungkin menurutnya aku memang jadi tambah jelek dan berketombe? Makanya dia ninggalin aku?
"Intinya kita coba dulu! Buat dia merasa bersalah sudah meninggalkanmu!" Kata Leon mendukungku.
"Ada kita di belakangmu! Kau nggak sendiri!"
"Betul, semangat Reec!"
Aku terharu karena mereka semua mendukungku.
...****************...
Selesai rapat kita membangunkan Emil yang udah ileran di sofa kamarku. Pasti heboh kali ya, kalau mereka di sekolah semua tahu pangeran sekolah yang tampan kalau tidur keluar air liurnya.
Aku ketawa jahat.
Wajahnya yang penuh coretan marker yang dibuat Leon membuatku semakin terbahak-bahak.
Angy ikutan tertawa lemas di lantai.
Kasihan Emil dia nggak tahu apa-apa.
"Ayo aku antar pulang!" Kataku merasa bersalah menertawainya.
"Kau harus ikut nginap hari minggu! Pasti seru tuh!" Ajak Angy.
Ide bagus.
"Oke." Jawabku setuju.
Kita semua pun turun menuju mobil.
"Hati-hati di jalan tuan muda!" Karyawan baru tadi menyapa.
"Cukup panggil nama." Kataku sebelum menyusul teman-teman lain keluar.
Aku penasaran dengan misi kedua kita ini.
Belum pernah aku merasa sesemangat ini untuk ke sekolah!
...****************...
*Anime: Kartun Jepang
__ADS_1
*Wibu: Pecinta anime dan budaya Jepang.
*Waifu: Pelafalan Jepang dari bahasa Inggris Wife, biasanya untuk menyebut karakter yang disukai.