Adik Antagonis

Adik Antagonis
CHAOTER 10


__ADS_3

keheningan hanya menimpa di tempat meja Elvano, dan Elangga dengan kedua temannya. mereka tidak menyangka Demian yang anaknya ogahan dan yang cuek tiba-tiba merespon ucapan Elvano. Lain bedanya dengan Erlangga dan Ryo. Elvano langsung menatap berbinar kepada Demian, menurutnya teman Abangnya itu ganteng, apalagi memiliki mata yang berwarna biru. Bagi Elvano itu mengagumkan jika mempunyai bola mata yang memiliki warna yang beda, apalagi Elvano sendiri di kehidupannya yang dulu tidak pernah melihat manusia yang memiliki warna mata yang beda. Namun sekarang dia dapat melihatnya.


"Jadi, nama Abang Demian. Salam kenal Abang, oh iya Abang ngomong ngomong Warna mata Abang bagus"ujar Elvano dengan riang dan malu-malu saat memuji Demian


Demian yang mendengar pujian dari Elvano adik dari temannya itu hanya terkekeh, Menurutnya Elvano itu anak yang unik, dan polos dan hanya mengatakan apa yang ada dalam pikirannya.


Demian sendiri merupakan darah keturunan dari Belanda, Kanada dan Indonesia. Mata Demian sendiri merupakan keturunan dari ayahnya, Ayahnya sendiri merupakan keturunan dari Belanda dan Kanada, Sedangkan Ibunya keturunan dari Indonesia.


Beda dengan Demian yang senang berbicara dengan Elvano. Elvano tidak menyadari Abangnya Erlangga yang memangkunya tidak suka dengan kedekatan adik kesayangannya dengan Demian.


Dan makanan mereka pun tiba, Erlangga segera memberikan pesanan milik adiknya yaitu bakso yang tentunya tidak pedas, dan hanya berisi bakso dan tidak lupa untuk memotongnya kecil-kecil dan mendinginkan agar lidah adiknya tidak terbakar. Setelahnya baru dia memberikannya kepada adiknya.


"Adek, makan dulu ini baksonya tapi katanya mau bakso?, makan dulu baru bicara"Ujar Erlangga yang menghentikan pembicaraan Elvano dengan Demian.


Dan ya, Erlangga cemburu dengan kedekatan adiknya dengan Demian.


Elvano hanya mendiamkan Abangnya dan masih asik dengan kekagumannya dengan Demian.


Namun dia melupakan sesuatu kalau yang ada di hadapannya itu merupakan protagonis pria dan sekaligus tunangan kakaknya yang sudah menampar kakaknya Celline.


Hingga dia tidak menyadari kalau seseorang mendekatinya dengan diam-diam, lalu


seseorang itu mencium pipi Elvano yang pipi yang menggembung karena makanan, Elvano yang mendapatkan ciuman di pipinya langsung kaget dan langsung menoleh ke pelaku yang melakukannya.


Setelah melihat orang yang menciumnya dia langsung memeluk seseorang itu yang tidak lain adalah kakaknya Celline.


"Kakak~"ujar Elvano dengan senang.


Celline yang mendapatkan pelukan dari adiknya hanya terkekeh dan juga membalas pelukan dari adeknya itu. Dan mereka pun asyik dengan dunianya.


Dan mengabaikan semua orang yang ada di sekitarnya. Namun sepertinya perut Elvano tidak berkompromi dengannya, perut Elvano tiba-tiba berbunyi.


Dan Elvano yang mendengar bunyian perutnya hanya tertunduk malu yang tidak lupa dengan menutupi dengan tangan mungilnya. semua orang yang melihat tingkah malu Elvano yang imut, hanya terkekeh.


"Adek lapar?, ayo kakak suapin"ujar Celline.

__ADS_1


Lalu dia pun duduk tepat di samping Erlangga yang dikuti oleh kedua temannya yaitu Karin dan Kezia.


Dan Celline pun sibuk dengan menyuapi adiknya dan mengabaikan Demian yang duduk berhadapan dengannya. Lalu tiba-tiba


Brukk


bunyi seseorang yang terjatuh dan menjatuhkan makanan dan minuman yang dia bawa, dan mengenai Celline.


"Akhh"teriak Celline yang terkena kuah panas yang dijatuh oleh seseorang yang tidak lain adalah Aurora. hingga


Aurora yang jatuh memulai aktingnya dengan menangis, dan hanya terduduk, tanpa ingin bangkit sendiri.


Demian yang melihat Aurora yang jatuh segera menolongnya dan begitu dengan Ryo. Dan Elvano yang melihat adegan di depannya kaget dan hanya termenung lalu.


Celline yang tidak terima langsung memarahi Aurora yang masih terduduk.


"Lo sengaja kan?, dan juga kenapa Lo hanya nangis aja kerjaan lo, udah tau salah harusnya Lo minta maaf bukanya hanya nangis aja bisanya lo"ujar Celline, sambil menjambak rambut Aurora dengan kuat.


"Memang Lo pikir ini enggak panas, gara-gara Lo kulit gue yang kena coba Lo rasain sendiri"


lalu dia pun mengambil makanan yang berkuah panas di meja tempatnya duduk, langsung dia pun menyiramkannya kepada Aurora yang masih duduk, Aurora yang tidak sempat menghindar langsung terkena di badannya yang memakai seragam sekolah putihnya dan membuat badannya bau kuah bakso.


"Abang jahat sama kak Celine, lagian ini juga enggak salah kak Celline dan ini salah kakak jelek ini.",kata Elvano sambil menunjuk Aurora yang masih nangis sesegukan.


"Udah salah, kakak jelek ini enggak minta maaf, lagian kakak Celine kan hanya ingin dia minta maaf, bukan minta dia nangis."ujar Elvano lagi dengan ekspresi yang dibuat serius.


"Dan juga jangan-jangan Abang pasti menampar kak Celline sampai kak celline, masuk rumah sakit. Abang kok jahat sih, masa sih kok bisa jahatin kak Celline yang tunangan Abang sendiri. Lagian Abang salah sendiri Abang punya tunangan, tapi Abang pacaran sama kakak jelek ini. El enggak terima kalau kakak kesayangannya El di sakiti. Abang enggak ganteng, tapi Abang banci sama jahat dan juga jelek"ujar Elvano dengan ngos-ngosan, setelah menyampaikan isi hatinya.


"Asyik, keren banget gue ya"batin Elvano yang merasa dirinya seorang penyelemat.


Sedangkan semua orang berbisik-bisik setelah mendengar perkataan Elvano, si anak kecil imut. mereka merasa kalau apa yang di katakan ya itu benar. apalagi mereka tau kalau Demian sudah tunangan dengan Celline, namun dia malah berpacaran dengan cewek lain, Celline pasti merasa sakit, dan merasa dikhianati oleh Demian


Demian yang mendengar perkataan Elvano terdiam apalagi, Elvano menyebutnya banci. lain bedanya dengan Demian. Aurora yang merasa semua orang menyudutkan hanya bisa tertunduk, dan merasa marah, dan dia mengepal kedua tangannyan dengan erat. dan dia tidak menyadari kalau Ryo melihatnya.


Setelah mengatakannya Elvano segera menghadap kakaknya, dan memegang kedua tangan kakaknya yang terluka karena siraman kuah panas.

__ADS_1


"kakak, pasti sakit, kita obatin ya?"ujar Elvano dengan kakaknya dengan kekhawatiran.


Celine yang melihat adeknya yang khawatir dengannya langsung tersenyum dan mengelus rambut adeknya yang lembut.


"tangannya kakak udah mendingan kok, nanti kakak obatintin"jawab Celline.


Tapi Elvano hanya mengabaikan perkataan Celline, lalu dia memanggil abangnya.yang hanya terdiam.


"Abang, kenapa diam aja. ayo kita obatin kakak Celline"sentak Elvano kepada abangnya yang hanya diam.


Erlangga yang mendengar adeknya memanggilnya langsung menghampiri adeknya dan langsung menggendongnya dan tak lupa untuk mengajak Celine untuk mengobati lukanya di tangannya, Dan diikuti oleh kedua teman Celline yang juga khawatir dengan Celine, namun sebelum itu, Elvano meminta turun kepada abangnya Erlangga. Dan langsung menghampiri Demian yang hanya terdiam, dan melihat Elvano yang menghampirinya. Lalu tiba-tiba


"AKHH"


Demian tiba-tiba berteriak dan merasa kesakitan pada aset kebanggaannya. Dan pelaku yang melakukannya tidak lain adalah Elvano.


Ya, Elvano ingin menghampiri Demian hanya ingin menendangnya, dia pun melihat Demian yang kesakitan merasa puas, apalagi Demian yang sampai berbaring di lantai.


"Rasain itu, mangkanya jangan sakitin kakaknya El"ujar Elvano yang merasa puas dengan penderitaan Demian.


Setelah nya barulah dia meminta abangya untuk menggendongnya dan lalu dia pun pergi tempat kantin. dan tak lupa memelekkan lidahnya kepada Demian yang pada saat itu menatapnya.


Demian yang masih berbaring. segera di tolong oleh Roy, yang melihat Elvano yang menendang anunya Demian.


"Pasti sakit ya bos?"tanya Ryo kepada Demian dengan tatapan yang ngilu melihatnya.


Demian yang mendengar kata-kata Ryo, langsung memberikan tatapan tajam kepada Ryo


Ryo yang mendapatkan tatapan tersebut hanya cengir.


"Maaf, bos lagian kan benar katanya El, kan itu salah bos sendiri, makanya tanggung sendiri"ujar Ryo yang kembali dengan kecerewetannya.


Demian hanya tanpa membalasnya, lalu dia pun segera menolong Aurora yang masih termenung di lantai tanpa seperti ingin bangkit.


"kamu enggak pa-pa"kata Demian

__ADS_1


"iya Rora, enggak pa-pa kok Demian"jawab Aurora.


Ryo yang melihat kemesraan mereka hanya memutar bola matanya dan menguap. Dan dia menatap miris bosnya yang menurutnya cowok yang brengsek.


__ADS_2