
Riko, merupakan teman sebangku sekaligus sahabat dari Elvano yang dulunya hidupnya sebagai Erlando. Riko sendiri merupakan tipe anak yang ramah kepada semua orang dan juga friendly.
awal pertemuannya dengan Erlando, di saat itu di malam yang gelap, Riko mengendarai motor dengan kecepatan yang tinggi, tapi naas motor yang dikendarainya itu tiba-tiba hilang kendali, dan membuatnya tertabrak sebuah tiang lampu jalan yang ada di jalan raya, dan diwaktu yang sama Erlando yang saat itu yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya segera untuk mengunci tempat kerja part Time nya, dan menuju pulang ke rumahnya untuk istirahat, Namun di perjalanan dia melihat orang-orang yang kerumunan. Karena penasaran dia pun mendekatinya dan dia menemukan seseorang laki-laki yang sepertinya seumuran dengannya.
Dan orang itu merupakan Riko yang tergeletak di jalan.
Namun dia yang melihat orang-orang yang hanya melihat dan sibuk memfoto dan memvideo, segera menghampiri laki-laki tersebut, dan dia melihat laki-laki tersebut masih bernapas.
Dan dia pun segera untuk memanggil Ambulance. sambil memangku kepala Riko di pahanya.
Di saat ambulance tiba, petugas ambulance segera untuk mengangkut Riko yang merupakan korbsn untuk dibawa ke rumah sakit.
Karena dia satu-satunya yang berada di dekat korban dia pun di ajak untuk ikut kerumah sakit.
Dan Erlando pun akhirnya ikut juga kerumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit Riko segera dibawa ke ruang UGD, dan Erlando yang harus menunggu di diluar pintu. Namun pintu UGD tiba-tiba terbuka, dan dia melihat suster itu yang berlarian masuk keluar dari UGD dengan paniknya. Langsung saja Erlando menghentikannya dan menanyakan apa yang terjadi dengan korban.
"Sus, apa yang terjadi?, apa yang terjadi kepada pasien sus"tanya Erlando
"pasien memerlukan darah, tapi kami kehabisan darah"jawab suster
"Memang apa golongan darah pasien sus?"tanya erlando kembali.
"Golongan darah AB"
"Golongan saya AB, sus"ujar Erlando kepada suster tersebut.
"Kalau begitu mari ikut dengan saya dek"ajak suster kepada Erlando untuk mengambil darahnya Erlando.
Dan setelahnya Erlando kembali menunggu di depan UGD setelah darahnya di ambil.
Dan setelah menunggu akhirnya pintu yang ada di depannya terbuka, dan keluarlah dokter dari ruangan tempat Riko di periksa, Erlando yang melihatnya pun langsung menghampiri dokter tersebut. Dan segera untuk menanyai keadaan Riko.
"Bagaimana keadaannya dok?"tanya Erlando.
"Apakah anda keluarga pasien?"tanya dokter
"Saya temannya dok"jawab Erlando
"Keadaan pasien sudah membaik, Dan pasien akan sadar sebentar lagi dan pasien akan pindahkan ke ruang rawat inap"jawab dokter
Setelah mengatakannya Riko keluar dari ruangan UGD dengan berbaring di atas tempat tidur dan dalam keadaan tertidur karena obat bius yang diberikan.
"Kalau begitu, saya pamit dulu dek"kata dokter
__ADS_1
"Oh, baik dok. terimakasih dok" ujar Erlando kepada dokter.
"Sama-sama, itu sudah menjadi tugas saya"jawab dokter dan dokter tersebut pun pergi dari hadapan Erlando.
Setelah bertanya kepada perawat perihal keberadaan rawat inap Riko. Lalu Erlando pun menuju ke tempat kamar rawat inap yang akan di tempati oleh Riko.
Sesampainya di kamar rawat inap Riko, di saat Elrando membuka pintunya, dia terkejut karena melihat Riko yang sudah sadar, dan hanya berbaring sambil menatap langit-langit kamar rumah sakit yang berwarna putih, dengan tatapan yang kosong.
Erlando pun segera menghampiri Riko setelah kembali menutup pintu kamar rawat inap tersebut.
Lalu Erlando pun duduk kursi yang berada di dekat kasur yang ditempati oleh Riko,
Erlando yang melihat Riko yang tanpa mau berpaling dari langit-langit kamar rawat inapnya itu hanya bisa terdiam, karena Elrando sendiri, seseorang yang tidak dapat memulai pembicaraan.
Hingga hanya keheningan yangberada di antara mereka, Namun tiba-tiba
"Kenapa Lo, nolongin gue?"tanya Riko tanpa menoleh kepada Erlando.
Erlando yang awalnya hanya diam tertunduk, langsung mendongak setelah mendengar pertanyaan Riko.
Walaupun baginya, pertanyaan Riko itu aneh.
"Soalnya kan enggak mungkin kan gue ninggalin orang yang akan mati di depan mata gue?"jawab Elrando.
Dan saat Erlando celoteh, Riko menoleh kepada Erlando, dan dia tiba-tiba tertawa kecil.
Elrando yang melihatnya pun kesal,
"Kok Lo, ketawa sih?"tanya Erlando kepada Riko yang masih sibuk tertawa.
Riko bukannya menjawab dia hanya tertawa, hingga membuatnya batuk-batuk.
"Seharusnya Lo itu bukan tolongin gue buat duduk kek, tapi sibuk ngoceh aja kerjaannya, kan gue sekarang lagi sakit, apalagi kepala gue diperban"ujar Riko kepada Erlando dengan menunjuk kepalanya yang yang tertutup dengan perban.
Erlando yang mendengarnya pun segera minta maaf, dan segera membantu Riko untuk duduk.
Lalu Riko pun menghela napas, dan menoleh kembali kepada Erlando.
Dan saat menoleh kepada Erlando dia baru menyadari kalau Erlando itu memiliki wajah yang masih bocah baginya dan sepertinya dia setinggi pundaknya.
"Lebih baik, Lo pulang aja, nanti keluarga Lo cemas dan nyariin Lo"ujar Riko yang seperti memberikan nasihat kepada anak kecil kepada Erlando.
Erlando yang merasa kalau Riko mengganggap dirinya masih bocah langsung tidak terima
"Lo, ngatain gue bocah ya?, asal Lo tau ya gue ini udah SMA kelas 10,"ujar Elrando yang kesal kepada Riko.
__ADS_1
"lagian enggak akan ada yang cemas ataupun nyariin gue, Soalnya kan gue sebatang kara"jawab Erlando kembali.
Riko yang mendengar perkataan Erlando menatap Elrando dengan pandangan bersalah, seharusnya di tidak mengatakannya. Dan hal itu membuat Riko menyesal.
"Lo, enggak usah natap gue kayak gitu, lagian kan Lo enggak tau apalagi ini kan, pertama kalinya Lo ketemu dengan gue"ujar Erlando yang merasakan tatapan bersalah Riko kepadanya.
"Nama Lo siapa?"tanya Riko dengan tiba-tiba kepada Erlando.
"hm?, nama gue Erlando, Lo bisa panggil gue dengan Er, Elrand atau sebutan apapun, tapi jangan aneh-aneh"jawab Erlando yang kembali dengan celotehnya.
"Nama gue Riko" ujar Riko kepada Erlando.
"Salam kenal Riko" ujar Erlando kepada Riko dengan riang.
Riko yang melihat Erlando yang menjawabnya dengan riang hanya terkekeh.
Dan itu awal mula bagaimana pertemuan Erlando dengan Riko. Erlando pun menjadi tau alasan Riko mengalami kecelakaan di saat dia menemukannya.
Di saat itu Riko mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi karena dia merasakan stress, dan depresi karena orangtuanya yang setiap hari selalu bertengkar, dan di puncaknya perusahaan milik ayah Riko mengalami kebangkrutan dan orang tuanya pun bercerai, dan ibunya Riko lebih memilih keluar dari rumah, tanpa mempedulikan dirinya dengan ayahnya dan lebih memilih pergi dengan pria yang lain.
akhirnya rumah mewah milik keluarga Riko di sita oleh pihak bank. Dia dengan ayahnya pun tinggal di rumah yang sederhana. Dan tidak hanya itu pun dia pun ditinggalkan oleh teman-temannya karena dia miskin.
Namun sejak mengenal Erlando kehidupannya kembali berwarna, Riko selalu bersama-sama dengan Erlando, baginya Erlando itu satu-satunya sahabat sejatinya,
Apalagi Erlando itu selalu menjadi sandaran baginya dan selalu mendengarkan tanpa mengeluh keluh kesahnya.
Hingga di akhirnya perusahaan milik ayahnya itu dapat bangkit kembali dan menjadi perusahaan yang terkenal.
Teman-teman Riko yang sebelumnya meninggalkannya, meminta maaf kepada Riko, namun Riko hanya akan menganggap Erlando hanya sebagai satu-satunya sahabatnya dan tidak akan kembali lagi kepada temannya dulu yang hanya penjilat baginya sekarang.
Riko dengan Erlando itu bagaikan pinang dibelah dua, Riko yang ingin selalu bersama Erlando, lebih memilih untuk pindah ke sekolah Erlando, menjadi teman sebangku, hingga mereka mencapai di kelas 12, dan akan lulus, mereka pun berencana untuk kuliah yang sama.
Riko selalu melindungi Erlando, dari orang-orang yang menganggunya. Karena baginya selain sebagai sahabatnya, Erlando juga di anggapnya seperti adiknya sendiri. Apalagi dengan tinggi Elrando yang setinggi pundaknya, dan wajahnya yang bagi Riko sangatlah imut, dan seperti anak SMP, baginya.
Erlando juga mengenal baik ayahnya Riko, apalagi ayah Riko sudah menganggap Erlando sebagai anaknya sendiri, dan dia pun sudah mengetahui kenekatannya anaknya yang membawanya bahaya, dan dia berterimakasih kepada Elrando karena sudah menyelamatkan. apalagi sampai mendonorkan darahnya untuk Riko.
Di pagi hari, Riko akan mengunjungi rumah kecil milik Erlando, dan sesampainya di saat mengetuk dan memanggil di sana, Erlando tidak keluar-keluar dan saat menelpon juga Erlando juga tidak mengangkatnya dan itu membuatnya khawatir. Dan akhirnya dia pun mendobrak pintu depan milik Elrando, dan di saat dibuka dia tidak menemukan keberadaan Erlando berada, awalnya dia berpikir kalau Erlando berada di kamarnya, namun dia hanya menemukam sebuah novel yang menampakkan isinya, dan saat menyentuh tempat tidurnya pun Riko hanya merasakannya kehampaan.
Lalu dia pun menelpon kembali Erlando, tapi saat si telpon dia mendengar suara deringan handphone milik Erlando dan dia menemukannya terletak di atas lemari kecil yang berada di samping tempat tidur.
dia pun keluar dan mencari keberadaan di tempat Erlando biasanya kerja part time, namun dia tidak menemukannya. dan Riko pun seharian mencari keberadaan Erlando. Namun dia tidak dapat menemukannya.
Riko hanya dapat menangis, dan meratapi hilangnya keberadaan sahabatnya itu.
Hingga setelah beberapa hari hilangnya Elrando, Riko kembali menjadi Riko yang dulu, seorang yang cuek, dingin, tak tersentuh, dan kembali merasakan kekosongan dalam hatinya.
__ADS_1