
Sesampainya di UKS, Celline segera di obati oleh penjaga UKS. Dan tak lupa dengan Elvano yang menatap Celline dengan penuh kekhawatiran.
Celline yang dilihat oleh adiknya hanya terkekeh melihat adiknya yang digendong oleh Erlangga. Apalagi hidung Elvano yang memerah, dan masih sesenggukan Karena menangis.
"Abang, mau turun"kata Elvano.
Erlangga, pun menuruti permintaan adeknyanya itu. Lalu Elvano segera menghampiri kakaknya Celline. dan memegang dengan hati tangan kakaknya itu dengan penuh perhatian dan melihat tangan kakaknya itu yang diperban. Lalu dia mendongak kepada kakaknya itu dengan air mata yang menbendung.
"Kakak, pasti sakit sekali ya?, apalagi tangan kakak sampai di perban"kata Elvano dengan mata yang berkaca-kaca. Lalu dia pun mencium tangan kakaknya dan meniup agar luka kakaknya itu cepat sembuh.
Celline yang melihat Elvano yang penuh perhatian kepadanya merasa terharu. Dia tidak masih tidak menyangka jika adik kesayangannya sekarang bersamanya. Dia tidak bisa berpikir apa yang akan terjadi kalau adeknya masih tertidur. Dia tidak akan sanggup untuk bertahan.
Dulunya, saat adiknya koma dia harus berjuang sendirian, tidak ada yang dapat menemaninya, dan sekaligus menjadi sandaran baginya. orang tuanya yang hanya sibuk bekerja tanpa pernah pulang ke rumah, apalagi Erlangga kakak laki-laki kandungnya yang seharusnya melindunginya namun, dia yang malah membuatnya sakit hati karena perbuatannya. Dan tidak pernah melindunginya sebagai seorang Adik, dan lebih memilih melindungi seseorang asing yang baru memasuki kehidupannya dibandingkan adik kandungnya sendiri. Hingga sekarang walaupun Elvano adiknya sudah berada di tengah-tengah keluarga Anggantara tapi Celline merasa canggung untuk berada di dekat saudaranya itu.
__ADS_1
Dan sekarang dia merasa cukup dengan keberadaan Elvano adiknya itu yang telah memberikan warna di kehidupannya lagi. Dan dia tidak peduli dengan apa pun lagi, yang dia inginkan hanya adiknya itu selalu bersamanya. Sampai maut memisahkan mereka berdua.
Celline segera menghapus air matanya yang menetes, dia mengingat kembali masa-masa kehidupannya yang dulu. Namun sekarang hidupnya sudah merasa lengkap dengan adiknya yang selalu bersamanya. Dan dia yakin dengan keputusannya untuk memutuskan pertunangannya dengan Demian dan akan membicarakannya dengan orang tuanya, apalagi dengan Erik papanya.
"Kakak~" rengek Elvano yang merasa di abaikan oleh kakaknya yang hanya diam.
Celline segera sadar, dan menatap adiknya yang sekarang ngambek dan tak lupa di saat dia marah, atau pun ngambek. wajahnya yang akan selalu cemberut dengan melipat kedua tangan mungilnya di dadanya, dan tak lupa membalikan wajahnya dari pelaku yang membuatnya marah. Tanpa menyadari kalau dari perbuatannya itu membuat semua orang yang berada di UKS menahan gemas kepada Elvano
"Adek, kakak minta maaf ya?, kalau adek maafin kakak, kakak janji nanti kita beli susu coklat sama eskrim. Adek kan suka susu, apalagi eskrim, adek sukanya eskrim rasa apa?"tanya Celline
"Coklat"jawab Elvano dengan tetap mempertahankan wajah ngambeknya.
Celline yang tidak tahan melihat adiknya yang bertambah gemas segera mencium pipi mochi kesukaannya. Elvano yang mendapat ciuman dari kakaknya, langsung kaget mendapatkan ciuman yang dari kakaknya itu
__ADS_1
"Kakak, jangan Cium-cium adek, soalnya adek kan udah besar"kata Elvano yang terlihat malu-malu setelah di cium oleh kakaknya.
Celline yang melihat adiknya yang terlihat malu-malu semakin memberikan ciuman di pipi mochi adeknyanya dengan gemas. Setelah merasa puas melihat adiknya yang imut itu, dia pun segera untuk menghentikannya, sebelum adiknya itu kembali merajuk.
Lain hal bedanya dengan Celine yang asyik dengan dunianya bersama Elvano, Erlangga yang hanya diam, melihat kedekatan kedua adiknya itu, apalagi baru sekarang ini dia melihat Celline adiknya perempuan itu yang tertawa lepas, tanpa beban. Sedangkan bersamanya hanya membuat hati adiknya itu sakit hati. Dia merasa bersalah, seharusnya lebih memilih adiknya, bukan temannya yang brengsek maupun perempuan yang menjadi yang menjadi pacar temannya itu. Apalagi di saat Celline di tampar, seharusnya dia melindungi adiknya. Bukan hanya diam seolah itu tontonan yang menarik.
Setelah ini, dia akan minta maaf dengan Celline, dia iri dengan kedekatan kedua adiknya itu sedangkan dia saudara laki-laki mereka yang menjadi kakak pertama mereka, namun merasa gagal menjadi seorang kakak bagi kedua adiknya itu.
Dia hanya dapat berharap kalau Celine adik perempuan itu akan dapat memaafkannya. Walaupun itu tidak tidak mudah, namun dia akan berjuang untuk mendapatkan kata maaf dari Celline.
Dengan begitu, dia berharap dapat berkumpul lagi bersama dengan kedua adiknya. Dan dia berharap dapat berkumpul bersama kedua saudaranya itu.
Semoga.
__ADS_1