Adik Antagonis

Adik Antagonis
CHAPTER 50


__ADS_3

Di rumah keluarga Anggantara kedatangan tamu yang tidak di duga, tamu tersebut adalah Riko, yang memang berencana untuk berkunjung ke rumah keluarga Anggantara, Dan sekarang dia pun sudah duduk di ruang tamu yang berseberangan dengan tempat duduk Elvano yang menunjukkan wajah kesal, seperti ingin menumbuk tampang Riko yang hanya menunjukkan wajah datar.


Elvano yang duduk secara berseberangan dengan Riko menatapnya dengan pandangan mata yang dibuat melotot ditambah wajah yang kesal karena kedatangannya yang tidak diduga, apalagi tampang Riko yang hanya menunjukkan wajah datar andalannya, dan tidak ada sedikitpun wajah bersalah.


"ya ampun ni bocah, kenapa enggak bilang-bilang kek, gimana cara bilangnya sama Erlangga, lihat tu wajah datarnya, tunjukin kek wajah bersalah, atau gugup dikit kek, udah salah, acuh tak acuh lagi"batin Elvano yang merasa kesal dengan sikap ketidak pedulian Riko, hingga dia pun tak segan menunjukkan kepalan tangan mungilnya yang ingin menonjok wajah datar Riko.


Ini berawal di saat Elvano dengan Erlangga masih sibuk berdebat di kamar milik Elvano tiba-tiba terdengar suara bel yang berbunyi hingga terdengar ke kamar milik elvano. Elvano dan Erlangga dengan serentak tentunya melihat ke arah asal suara bel tersebut, dan mereka pun memutuskan untuk keluar dari kamar menuju ke pintu utama, kemudian di saat dibuka mereka berdua terkejut dengan kedatangan seseorang.


ya orang itu adalah riko, walaupun bingung dengan kedatanganya Riko yang tiba-tiba Erlangga pun mempersilahkan Riko untuk masuk.


dan itulah alasan kenapa Elvano berwajah muram, Satu hal yang membuatnya bertambah kesal, bukannya menjadikan alibi untuk bertemu dengan Erlangga. Akan tetapi Riko dengan lugas mengatakan untuk bertemu dengannya, dan itu hanya membuat Erlangga semakin bingung. Ingin rasanya dia membenamkan dirinya sekarang.


Erlangga sendiri yang duduk di samping adiknya, dia sendiri memasang wajah yang kebingungan. Bagaimana dia tidak bingung, setahunya Riko bukan tipe yang akan mau berkunjung ke rumah temannya jika tidak ada keperluan, dan itu pun jika kalau paksa. Dan dia pun berpikir jika Riko datang karena ada keperluan dengannya, akan tetapi dia mengatakan jika dia ingin bertemu dengan Elvano adiknya. Hal ini pun membuatnya bertambah bingung, Apakah mereka secepat itu saling akrab, karena mereka berdua bersama seharian, akan tetapi masa karena itu. Sebab Riko bukan tipe yang mudah akrab dengan orang lain, Dia aja membutuhkan waktu untuk dekat dengan Riko, itu pun mereka tidak terlalu akrab. Apalagi Riko yang hanya bersama seharian dengan adiknya.


"Jadi Lo ingin ketemu sama adek gue?"tanya Erlangga kepada Riko, sambil menatap adiknya yang sepertinya juga bingung.


"ya"jawab Riko dengan singkat dan tak lupa wajahnya yang datar.


"ni anak, udah buat orang bingung jelasin Kek, masa jawabnya singkat, pengen gue tumbuk tu wajah datarnya"batin Elvano yang geram dengan jawaban singkat milik Riko.


Setelahnya hanya keheningan melanda di antara mereka, Erlangga dengan wajah bingungnya, Elvano dengan wajah kesalnya, dan Riko dengan wajah datar andalannya. Tiba-tiba


kring


kring

__ADS_1


terdengar bunyian nada dering handphone, yang ternyata berasal dari milik Erlangga, Erlangga yang mengetahuinya pun mengangkat telpon tersebut. Sambil menjauhi tempat duduk elvano dan Riko.


Elvano yang melihat kepergian abangnya, langsung menyerbu kepada Riko.


"Rik, Lo kenapa enggak bilang-bilang kalau datang kesini, apalagi itu muka datar Lo, buat orang panik aja"Omelan Elvano kepada Riko tanpa henti-hentinya.


Riko yang di omel hanya diam, dan menerima Omelan Elvano tanpa bantahan sedikit, hingga


"udah?"tanya Riko kepada Elvano setelah menyelesaikan Omelan, Elvano hanya diam, karena dia sendiri sibuk mengatur nafasnya setelah mengomel Riko tanpa hentinya. Dan di saat akan membalas, Riko terlebih dahulu memotong


"gimana caranya gue hubungin Lo ?, lewat Erlangga ?, lewat telpon rumah?, Lo kan enggak ada handphone?"ujar Riko yang menjawab perkataan Elvano.


setelah mendengar perkataan Riko, Elvano hanya bungkam, dan keterdiaman Elvano yang membenarkan perkataan milik Riko.


" hah jadi alasan gue temui Lo, gue udah pikirin gimana cara Lo kembali ke tubuh milik Lo"ujar Riko kepada Elvano dengan serius


Elvano yang mendengarnya, membulatkan matanya, dan di saat akan berbicara, tiba-tiba Riko lebih dulu melanjutkan pembicaraan.


"tapi, ini masih teori gue, jadi gue enggak yakin seratus persen"ujar Riko kembali yang melanjutkan perkataannya yang sebelum terhenti.


Hal itu pun membuat Elvano yang semulanya semangat, dan menjadi lesu saat mendengarnya. Riko yang melihat Elvano yang sudah putus asa hanya dapat menghela nafas.


"Lo, jangan putus asa gitu dong, lagian juga belum dicoba, gimana tau hasilnya "ujar Riko yang jengkel melihat sahabatnya yang langsung putus asa.


"lagian Lo, emangnya enggak ada mikirin rencana selama ini ?"tanya Riko yang menatap selidik kepada Elvano

__ADS_1


Pertanyaan Riko membuat Elvano panik, karena dia tidak pernah sedikitpun berpikiran cara untuk kembali ke tubuhnya, karena takut ketahuan, Elvano dengan gugup menjawab pertanyaan dari Riko.


"a-ada kok gue pikirin"jawab Elvano dengan gagap kepada Riko.


Namun Riko hanya menatap Elvano dengan datar, dia sudah menduga jika Elvano tidak akan memikirkan sedikit pun rencana.


Elvano yang melihat tatapan datar Riko yang seolah-olah sudah mengetahui jika dia berbohong, dia pun hanya bisa terkekeh dengan canggung Dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Tapi gue ada mikirin rencana kok, waktu pertama kali lihat Lo, gue pikirin gimana caranya supaya Lo tau kalau gue sebenarnya Erland"ujar Elvano kembali kepada Riko.


Tanpa mendengar alasan milik Elvano, Riko pun melanjutkan membicarakan rencana miliknya kepada Elvano.


" jadi gini, gue pernah bilang kan saat gue pergi ke rumah Lo, gue enggak temuin keberadaan Lo waktu gue pergi ke rumah lo, awalnya gue pikir Lo hilang, tapi tiba-tiba aja jiwa Lo masuk ke tubuh adiknya Erlangga, tapi menurut Lo gimana kalau misalnya jiwa Elvano asli masuk ke tubuh Lo" ujar Riko yang menjelaskan rencananya ke Elvano.


Elvano yang mendengarnya hanya diam, apa benar tubuh miliknya di masuki jiwa Elvano asli, hal ini membuatnya bertanya-tanya, dia hanya berharap tubuhnya asli dalam keadaan baik-baik saja.


Di lain tempat


terdapat seseorang anak remaja yang kurus sedang duduk di atas hamparan rumput, anak remaja itu sedang menatap kosong ke arah langit yang cerah, dia hanya memandang langit itu dengan dalam diam, namun tidak dengan hatinya dia selalu mengucap kalimat yang sama dalam batinnya.


"mama, papa, Abang, kakak adek rindu"batin anak remaja itu dengan sendu, dan tanpa di sadarinya jika setetes air mata sudah keluar dari matanya, dia hanya membiarkan air mata itu keluar tanpa ingin menghapusnya sedikit pun.


Dia hanya terus-menerus menatap pemandangan Langit yang cerah, selama berjam-jam anak remaja itu hanya melihat pemandangan yang sama, akan tetapi anak remaja itu tanpa adanya sedikit pun bosan, maupun keinginan untuk beranjak dari tempat duduknya, hingga


"Erland"panggil seseorang, dari panggilan itu membuat anak remaja itu menoleh.

__ADS_1


__ADS_2