Adik Antagonis

Adik Antagonis
CHAPTER 31


__ADS_3

Elvano berdiam diri di kamar miliknya, dia masih memikirkan dengan kejadian yang sebelumnya di alaminya, bagaimana bisa semua orang berada di dalam novel, dan hal yang dia tidak sangka dirinya akan bertemu dengan ibu Riko, sahabatnya, seorang ibu yang meninggalkan putranya yang masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu, dan lebih memilih untuk pergi dengan pria lain.


Tapi kenapa bisa Diana mama cantik jelitanya itu berteman dengan seorang wanita yang tega meninggalkan anak kandung dan suaminya yang bersamanya yang merasakan kepahitan dan kemanisan dalam keluarga, Namun di saat perusahaan suaminya bangkrut lebih memilih untuk bersama pria yang kaya.


"Dasar women, biasa-biasanya dengan gampangnya anda ninggalin suami dengan anaknya hanya karena suaminya bangkrut, oh iya tapi sekarangkan om Kevin udah tambah sukses ya?, pasti mantan istrinya om kevin merasa menyesal udah ninggalin om kevin sama Riko. Tapi memangnya om Kevin masih mau sama wanita yang matre?. Tuh rasain mangkanya jadi wanita itu jangan matre. Kalau dipikir-pikir papa kok kayaknya benci amat sama wanita itu ya?"batin Elvano dengan pikirannya yang masih terbayang dengan wajah Erik yang tidak menyukai dengan keberadaan Gira, di dalam rumahnya.


Lalu, karena merasa haus, Elvano memutuskan untuk turun ke bawah sendiri, untuk minum. Selama perjalanan menuju ke bawah, Elvano haruslah melewati kamar milik orang tuanya, di saat melewatinya Elvano mendengar pertengkaran, dan di saat dia mencari tahu, dia menemukan di kamar milik orang tuanya pintunya yang tidak sepenuhnya tertutup, dan dikarenakan tingkat penasarannya yang tinggi dia pun mengintip pembicaraan antara kedua orang tuanya.


Dan Elvano pun merasa bingung kenapa orang tuanya yang tidak pernah bertengkar, tiba-tiba bertengkar.


"kok bisa ya papa sama Mama, bertengkar ya?, oh jangan-jangan pasti ini gara-gara wanita tadi, kenapa mau saja mereka bertengkar karena orang asing, ya ampun jangan sampai rumah orang tua gue runtuh ya, hanya karena wanita tadi, kalau sampai runtuh, enggak segan-segan gue tumbuk tu kepalanya kalau bertemu" batin Elvano degan sarkas yang memikirkan jika semua salah wanita tadi,


Dan Elvano pun memfokuskan dirinya kepada pertengkaran orang tuanya tanpa mau menghentikan mereka.

__ADS_1


"Diana sudah saya bilang, kenapa kamu masih saja berteman dengan wanita itu?"tanya Erik dengan wajah yang menahan amarah


"memangnya kenapa mas?, aku enggak mungkin ninggalin Gira sendiri mas, dia juga lagi kesusahan mas"jawab Diana kepada Erik


"tapi kenapa harus dia, kamu enggak tahu, wanita itu sekaligus teman yang kamu banggakan itu, seorang wanita yang enggak benar dan seorang wanita yang hanya ingin menguasai harta"ujar Erik kembali, ketika mengingat bagaimana watak wanita tersebut.


Diana hanya diam tanpa menjawab, karena dia tidak tahu harus bagaimana merespon suaminya.


"Memang benar bukan ?, dia itu wanita yang tidak benar, Kevin Sahabat saya, diceraikan olehnya karena sahabat saya yang bangkrut, dan satu hal yang kamu dia juga dengan tega meninggalkan anak laki-laki satu-satunya Riko"ujar Erik kepada Diana yang terdiam.


"mas, tapi Gira lagi kesusahan mas, suaminya mas tahu kan bagaimana sikapnya, dirinya juga hampir mati di tangan suaminya mas, apa mas tidak bisa bantu ?"ujar Diana dengan lirih kepada Erik, bagaimana pun gira juga teman satu-satunya, apalagi dirinya Sudan mengenal sejak kecil. Mereka pun bersama-sama tumbuh hingga menjadi seorang ibu.


Erik yang melihat keputusasaan Diana hanya tersenyum menyeringai, dan hanya terkekeh kecil mendengar suara istrinya. Dirinya merasa marah sekaligus geram bagaimana bisa istrinya itu masih saja membela temannya itu, Hingga tiba-tiba

__ADS_1


" Kenapa kamu selalu, membela wanita itu?, satu hal yang kamu tahu suami dan wanita yang kamu banggakan itu adalah pelaku penyebab kecelakaan lima tahun yang lalu, yang membuat Elvano putra bungsu kita hampir merenggang nyawanya "ujar Erik dengan keadaan marah,kepada Diana


Diana yang mendengarkannya tentunya merasa terkejut, dan tidak bisa berkata apa-apa.


Sedangkan Elvano juga ikut terkejut dengan pernyataan Erik.


"kecelakaan apa maksudnya, apa maksudnya Elvano akan merenggang nyawa?"batin Elvano yang tidak menyangka akan mendengar perkataan yang membuat dirinya terkejut.


Sebelumnya keberadaannya di ketahui, akhirnya Elvano pun akan pergi dari tempat persembunyiannya, dan saat beranjak dari tempat persembunyiannya, dirinya tidak sengaja menabrak seseorang, dan membuat dirinya jatuh dengan keras.


Dan hal itu membuat Erik maupun Diana yang di dalam kamar ikut menoleh ke suara asalnya dan menemukan Elvano, putra bungsu mereka yang terjatuh, sambil mengusap dahinya yang memerah.


Elvano yang merasa orang tuanya yang menyadarinya tentunya hanya dapat terdiam kaku, apalagi kedai orang tuanya yang akan menghampiri dirinya.

__ADS_1


"mampus gue"


__ADS_2