
Elvano yang berada di kamar milik riko, terbangun dengan sendirinya.Dia pun terlebih dahulu mengumpulkan nyawanya, sambil melihat sekelilingnya namun dia baru menyadari jika dia berada di kamar yang tidak diketahui, akan tetapi baginya kamar itu tidak terasa asing baginya.
Setelah mengumpulkan nyawa, dia pun merasa bingung bagaimana bisa dia yang sebelumnya memperhatikan Riko, hingga Riko yang menatapnya balik, hingga membuatnya malu. Akhirnya dia pun memeluk Abangnya itu.
Karena tidak dapat menemukan jawaban akhirnya, Elvano pun merasa bodoh amat, dan dia pun kembali menatap sekelilingnya dengan sadar, akan tetapi dia baru menyadari jika abang Erlangga tidak berada di dekatnya, malahan didalam kamar itu hanya terdapat dirinya sendiri.
Lalu, tanpa di sadarinya kedua mata bulatnya itu mulai berkaca-kaca, yang menunjukkan jika dia akan menangis, hingga akhirnya tangisannya pun terpecah.
"Abang kok tinggalin adek sendirian sih~"ujar Elvano dengan suara yang lirih dengan disertai suara tangisannya yang memenuhi ruangan kamar tersebut.
Lalu dia pun memutuskan untuk turun dari tempat tidur, namun saat akan turun, secara tidak sengaja dia melihat sesuatu di bawah tempat tidur, hingga membuat dirinya kaget dan terpental ke belakang, bagaimana dia tidak kaget karena tepat di bawahnya, terdapat seseorang yang tidak lain adalah Riko, yang tertidur seperti bayi, sambil memeluk sesuatu seperti foto yang berada di tangannya.
Akhirnya Elvano pun turun dari tempat tidur, dan dia pun dengan perlahan-lahan turun, agar tidak mengenai dan membangunkan Riko.
Setelah dia turun, dia baru menyadari jika adanya pecahan kaca, dan saat mendekati Riko, dia baru menyadari jika Riko seperti baru saja menangis.
Dan satu hal yang menjadi perhatiannya adalah foto yang berada di genggaman tangan Riko, seperti foto dirinya yang dulu dengan Riko, yang waktu itu di ambil di masa SMA. Hingga membuat dirinya mengingatkan akan masa lalunya dengan Riko
"Riko"panggil seorang kepada seorang remaja yang sedang duduk di taman sekolah dengan buku yang berada di tangannya.
__ADS_1
Seorang anak remaja yang sibuk membaca buku yang berada di tangannya, akhirnya dia pun menoleh kepada orang yang memanggilnya. Lalu dia pun menemukan sahabanya yang berlarian menuju kepadanya dan dia pun menunggu dengan sabar Sahabatnya itu yang akan menghampiri dirinya dengan membawa sekantong plastik yang bisa dia tebak jika itu berisi berbagai makanan dan minuman.
Hingga akhirnya, Sahabatnya itu sampai tepat di depannya, dengan ngos-ngosan, karena kasian dengan sahabatnya dia pun memberikan air minum botol yang sebelumnya memang sudah dia bawa.
Si sahabat yang memang sudah haus, tanpa banyak kata dia pun mengambil air botol itu dan meminumnya dengan rakus.
"Erland, minumnya pelan-pelan"ujar seorang anak remaja itu kepada sahabatnya, namun Sahabatnya tidak menghiraukannya, dia pun tetap meminumnya dengan buru-buru, hingga akhirnya air botol itu pun habis tanpa tersisa.
ya, seorang anak remaja yang duduk di taman itu adalah Riko, dengan sahabatnya yang berlarian menujunya itu merupakan Erland.
Erland setelah menghabiskannya, dia pun memberikan botol kosong itu kepada Riko.
Riko yang bingung dengan Erland tetap mengambilnya air botol itu, dan setelah melihat Riko mengambilnya Erland pun tanpa merasa bersalah, dia pun duduk di samping Riko.
Setelah membuangnya, dia pun kembali tempat Erland berada yang sudah sibuk dengan makanan yang dibawanya. Dan dia duduk di samping Erland, Lalu dia pun tanpa menghiraukan Erland, dia pun melanjutkan bacaannya itu. Akan tetapi
"Rik, Lo mau?"tanya Erland kepada Riko dengan menodongkan makanan di mulut Riko.
"enggak Er-"belum sempat dia menyelesaikan perkataannya tiba-tiba Erland sudah memasukkan makanan tersebut ke mulutnya, dan dengan terpaksa dia pun menghabiskan makanannya di mulutnya, dengan wajah yang muram
__ADS_1
"Lo itu harus makan yang banyak Rik, lihat badan Lo itu udah kurus kayak tiang yang berjalan jadinya, jadi Lo itu harusnya makan yang banyak, bukan baca buku aja kerjaan Lo itu, gue tau kok Lo itu pintar, tapi bisa enggak sih Lo itu pakai juga kepintaran Lo itu, kalau Lo itu sebenarnya juga perlu makan buat hidup, terus nanti kalau Lo sakit, gimana nanti gue kerjain pr gue, lagian juga buku itu memangnya bisa bikin Lo kenyang"ngomel Erland kepada Riko sahabatnya, dan hal itu pun hanya semakin membuat Riko menjadi suram mendengarnya.
"iya gue minta maaf, puas Lo"ujar Riko kepada Erland. Dan Riko pun menutup buku yang sebelumnya dia baca, dan dia pun menikmati makanannya dengan Erland.
...****************...
Di masa itu Elvano teringat jika waktu itu, sejak dia bertemu dengan Riko, hingga Riko yang sudah keluar dari rumah sakit dia pun menjadi sahabat Riko, apalagi dirinya yang selalu berkunjung ke ruang inap rawat Riko. Dan dia masih ingat jika Riko itu di masa itu masih lah menjadi Riko yang cuek, dingin dan selalu irit bicara, namun dia pun berhasil membuat Riko berubah menjadi Riko yang ramah dan friendly ke semua orang, awalnya dis berpikir jika usahanya itu tidak sia-sia, namun sepertinya usahanya itu menjadi sia-sia, karena Riko kembali seperti Riko yang sebelumnya, apalagi dia berpikir jika perubahan Riko itu disebabkan karena dia.
Tidak ada yang dapat dia lakukan sekarang, karena dia sekarang bukanlah seorang anak remaja yang bernama Erland, namun dia hanya seorang anak kecil yang bernama Elvano, mengingatnya itu membuat elvano tanpa sadar jika air matanya sudah membendung di kelopak matanya, hingga akhirnya setetes air mata akhirnya keluar dan menjadi tangisan yang lirih.
Elvano hanya menangis, dan menahan tangisannya agar tangisannya itu tidak, membangunkan Riko yang tertidur.
Setelah tangisannya itu sudah mereda, dia pun hanya memandangi Riko yang tertidur.
"Ni anak kapan bangunnya sih?", mumpung enggak ada orang, kan bisa gue ajak Riko bicara, masa gue harus ketemu sama dia pas dia tidur sih, Rik, bangun kek, ini gue Erland, oi"batin Elvano yang merasa frustasi dengan Riko yang tidak adanya keinginan untuk bangun. Dan akhirnya Elvano pun hanya bisa menghela nafas, dan dia pun duduk di samping Riko yang tertidur,
Melihat Riko yang tertidur entah kenapa, membuat Elvano mengantuk, hingga tanpa sadar dia pun menguap, dan dia pun mentidurkan badannya tepat di samping Riko, dan di sisa-sisa kesadarannya, dia mengatakan sesuatu kepada Riko.
"Riko, ini Erland"ujar Elvano dengan suara yang lirih, dan akhirnya dia pun tertidur.
__ADS_1
Dan tanpa di sadari oleh Elvano, jika Riko sudah bangun sejak dirinya menangisi Riko, dan mendengar ucapan Elvano.
"Erland?"