
Apa maksud mu tadi, ini aku Erland?"tanya Riko kepada Elvano. Dan hal itu pun membuat Elvano merasa tegang, dan tidak dapat berkutik.
"lah, ni bocah rupanya dengar ya?, kok bisa dengar sih?, gimana ini?"batin Elvano yang panik karena Riko yang sudah mengetahui tentangnya.
"bukannya bagus ya?, kalau dia tahu, arggh, gue ni gimana sih, bukannya ini kesempatan bagus buat bicara sama Riko"batin Elvano kembali yang merasakan jika dirinya yang plin plan. Hingga
"iya adek Erland, Abang percaya?"ujar Elvano secara gamblang kepada Riko.
Riko yang mendengarnya, beberapa detik terdiam, namun dia segera mengenyahkan pikirannya. Dia berpikir, bagaimana bisa Erland, sahabatnya menjadi bocah yang ada di depannya.
"hah, sudahlah tidak mungkin Erland menjadi bocah"gumam Riko kepada dirinya sendiri.
Namun Elvano yang awalnya yang gugup saat berhadapan dengan Riko. Langsung kesal, iya dia tahu kalau Riko itu tidak akan mudah percaya dengan perkataannya, tapi kan kenapa rasanya sakit ya, kayak enggak di anggap.
"tapi gue ini Erland, sahabat Lo Riko"teriak Elvano kepada Riko yang secara tiba-tiba, hingga membuat dia pun menangis karena merasa tidak senang saat sahabatnya sendiri tidak mengakuinya.
"Lo jahat, masa iya lo enggak kenal gue, gue Erland"ujar Elvano dengan lirih, dengan suara tangisan yang masih pecah, dan secara tiba-tiba Elvano menunjuk jarinya kepada Riko.
"asal Lo tahu ya, ini gara-gara Lo, yang mendoakan gue supaya masuk tu novel, lihat sekarang apa yang terjadi sama gue, pokoknya gue enggak tau ini salah Lo, dan Lo harus nolongin gue balik ke tubuh Erland"ujar Elvano yang awalnya menangis, namun sekarang dia marah-marah kepada Riko. Dan tidak membiarkan Riko untuk berbicara.
Riko yang mendapatkan fakta bahwa sahabatnya, bocah yang sekarang berada di depannya tentunya membuat dia tidak mudah mempercayainya, namun sepertinya dia sedikit percaya.
Apalagi cara bicara Elvano yang sangat mirip dengan Erland. Hingga
grooowlll
__ADS_1
Terdengar suara orang yang lapar, yang rupanya asalnya dari perut milik Elvano. Membuat Elvano merasa malu dibuatnya, sedangkan Riko hanya dapat tersenyum tipis, hingga siapapun tidak dapat melihatnya.
Dia pun menggendong Elvano yang masih merasakan malu, dan keluar dari kamar tersebut, untuk menuju ke bawah tempatnya ruang makan.
Hingga sesampainya du ruang makan, Elvano dapat melihat jika terdapat berbagai makanan yang tersaji. Yang membuat Elvano tidak dapat menahan rasa laparnya, dan dia ingin segera untuk memakan semua makanan yang berada di depannya.
Riko pun menduduki Elvano di kursi yang berada di sampingnya, dan memberikan makanan yang dapat di jangkau oleh Elvano.
Elvano yang diberi makanan pun tidak dapat menahannya lagi, dan dia pun tanpa sungkan langsung menyikat makanan sepuasnya. Dia memakannya dengan lahap, tak pedulikan Riko yang berada di sampingnya yang melihat dirinya yang sedang makan.
Hingga makanannya pun habis di makan oleh Elvano. Elvano yang merasa kekenyangan pun menyadarkan diri pada kursi, dan menepuk perutnya yang membesar.
Riko hanya diam melihat berbagai tingkah laku Elvano, dia tidak bersuara sedikit pun dan membiarkan Elvano memakan semua makanan yang ada di meja makan.
Sedangkan Elvano yang sedang tepar, langsung menoleh kepada Riko, dan menemukan Riko yang menatapnya, dengan tangan yang menyanggah dagunya.
"iya adek Erland, eh iya gue Erland memang kenapa, awas aja Lo enggak percaya sama gue atau enggak nanti gue tumbuk Lo, terus itu maksudnya apa tadi sok-sokan panggil saya, kamu?"ujar Elvano kepada Riko.
"jadi kamu-maksud gue, Lo itu bertransmigrasi"ujar Riko kepada Elvano yang beranggapan jika dia adalah Erland.
"iya gue Erland, Lo itu kok banyak tanya sih?"jawab Elvano dengan kesal kepada Riko karena selalu ditanyakan secara terus-menerus.
"ok, gue akan berusaha mempercayainya"ujar Riko kepada Elvano, Walaupun dia pun masih belum mempercayai Elvano.
"apa maksud Lo, berusaha mempercayainya, Lo harus mempercayai kalau gue itu memang Erland"jawab Elvano yang menentang dengan keputusan Riko.
__ADS_1
"lagian kalau Lo masih enggak percayai sama gue, gue tahu aib milik Lo"lanjut Elvano dengan muka tengilnya.
Riko yang mendengarnya pun langsung merasa tubuhnya tegang, dan membuat dia pun panik. Elvano yang melihatnya pun, tetap melanjutkan perkataannya "waktu itu kan Lo pernah, jatuh di lumpur terus lo-"belum sempat menyelesaikannya, tiba-tiba Riko menyelahnya.
"iya, iya gue sekarang percaya sama Lo, jadi Lo enggak usah bilang kejadian itu lagi"ujar Riko dengan ketus, seharusnya dia sejak awal mempercayai bocah kematian di depannya.
Setelahnya Riko menoleh kembali kepada Elvano, dia melihat bagaimana Elrand yang dia pikir menghilang, malahan sekarang berada di dekatnya. Dia merasa senang jika sahabatnya yang telah lama hilang, sudah dia temui, dan dalam perasaannya sendiri pun tidak dapat dia ungkapan, dan tiba-tiba saja setetes air matanya sudah turun dari matanya, dia pun memeluk Elvano yang masih tepar yang membuat Elvano merasa terkejut, di saat dia akan menyemprot Riko dengan perkataan,
Namun dia mendengar suara isakkan dari Riko. Elvano pun menelan perkataannya kembali, dan dia pun membalas pelukan Riko.
Dan dia pun hanya dapat tersenyum, dia tidak menyangka jika Riko yang selalu datar dan dingin sekarang menangis di hadapannya sendiri.
Dan di meja makan itu hanya terdapat mereka berdua yang saling berpelukan untuk melepaskan rindu, dengan tangisan Riko yang memenuhi ruang meja makan tersebut.
...****************...
Di lain tempat Erlangga, yang baru pulang dari rumah Riko, akhirnya dia sampai di rumahnya dan dia pun memarkirkan mobilnya ke bagasi. Setelahnya dia pun memasuki rumahnya yang gelap, tanpa ada keinginan untuk menghidupkannya dia pun memutuskan untuk ke kamarnya untuk segera dapat merasakan segera tempat tidur miliknya yang nyaman.
Sesampainya di kamar dia membersihkan diri, setelahnya dia pun segera berbaring di tempat tidurnya, hingga membuat matanya pun dengan perlahan menutup untuk menuju ke alam mimpi.
Namun baru beberapa detik, dia pun langsung membuka matanya, dan dengan panik dia pun segera menuju ke kamar milik adiknya, dan dia pun tidak menemukan keberadaan adiknya, dan setelah pun akhirnya dia mengingat dia meninggalkan adiknya yang sedang tertidur di kamar milik Riko.
"ya ampun, adek"teriak histeris Erlangga yang tinggalin adiknya di rumah Riko, tanpa menyadari jika adiknya itu masih berada di kamar milik Riko yang pastinya sekarang sedang mencarinya. Dia pun bergegas untuk mengambil kunci mobil, untuk segera menuju ke rumah Riko.
Sedangkan Elvano, sekarang sibuk menghabiskan waktunya dengan Riko. Dan dia tanpa disadarinya jika dia, sudah tidak mempedulikan abangnya yang sekarang panik mencarinya.
__ADS_1