
Setelah kepergian Erlangga yang menggendong Elvano tertidur, Riko yang masih sibuk dengan kegiatannya tiba-tiba dia menghentikan kegiatannya itu. Dan dirinya baru teringat jika Erlangga belum mengetahui tempat kamar miliknya sendiri.
Lalu dia pun segera untuk menyusul Erlangga yang sudah menuju ke atas duluan, dan sesampainya di atas, dia pun segera mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya dan tidak menemui keberadaan Erlangga, namun, secara tidak sengaja dia melihat jika pintu kamar miliknya terbuka sedikit.
Dan saat membuka pintu kamar miliknya lebih lebar, dia menemukan Erlangga yang memegang foto figuran yang sangat berharga baginya, dan hal itu pun tentunya membuat Riko marah, karena berani-beraninya Erlangga yang baginya masih orang asing memegang barang pribadi miliknya. Lalu
"Letakkan foto itu sekarang"ujarnya dengan marah.
Erlangga yang mendengar suara yang tiba-tiba, tentunya hal itu membuatnya terkaget, dan tanpa sengaja foto figuran yang berada di tangannya terjatuh. Hingga menimbulkan bunyian yang keras.
Riko yang melihat foto figuran miliknya yang hancur pun hanya dapat meratapinya, lalu dia pun langsung menatap Erlangga dengan wajah yang marah dan memerah, dan tanpa banyak kata dia pun langsung menghampiri Elangga yang hanya berdiam diri dengan kakunya.
lalu Riko pun segera mengambil foto yang sebelumnya terdapat dalam figuran kaca tersebut, tanpa mempedulikan tangannya yang ikut terluka.
Riko setelah mengambilnya dia hanya memandangi foto yang berada di tangan dengan pandangan kosong.
Erlangga yang melihat keterdiaman Riko, saat ingin memulai bicara
"Rik, gue-"belum sempat menyelesaikan perkataannya, secara tiba-tiba Riko sudah memotongnya
"keluar"ujar Riko dengan suara yang lirih, tanpa menatap ke arah Erlangga.
__ADS_1
"tapi-"saat Erlangga ingin menjawab, tiba-tiba
"Gue bilang keluar"teriak Riko kepada Erlangga dengan menunjukkan wajah marah yang terlihat pada kedua mata Erlangga.
Erlangga yang melihat kemarahan Riko, tentunya membuatnya bertambah semakin bersalah, namun karena melihat keadaan yang tidak baik, dia pun tanpa banyak kata langsung keluar dari kamar milik Riko.
dan tak lupa dengan menutup pintu kamar tersebut kembali.
Riko, yang sebelumnya meluapkan marahnya kepada Erlangga, kembali menatap foto yang sekarang berada di tangannya, tanpa dia sadari jika kedua matanya itu yang sudah mulai berkaca-kaca, dan akhirnya air matanya itu pun mulai menetes, hingga menjadi suara isakkan, dan hingga akhirnya menjadi tangisan tersedu-sedu yang mengisi ruangan kamar miliknya itu. Karena tidak dapat menopang badannya akhirnya Riko pun akhirnya terjatuh ke lantai kamar miliknya, dan dalam keheningan yang ada dia hanya menangis dalam kesendiriannya, dan tanpa di sadarinya jika adanya seseorang yang tertidur di tempat kasurnya, dan seseorang itu pun juga ikut merasakan akan kesedihan Riko.
...****************...
Erlangga yang berada di luar kamar Riko, dia masih berada di depan pintu kamar milik Riko, dia hanya terdiam, dan hanya bisa menghela nafas, dia tidak menyangka akan mendapatkan kemarahan dari Riko, dan tentunya Erlangga pun merasa bersalah kepada Riko karena sudah beraninya menyentuh barang milik riko, tanpa seizin darinya hingga membuat barangnya itu sampai rusak.
Namun walaupun begitu, Erlangga tetap penasaran dengan seseorang yang terdapat dalam foto tersebut, apalagi riko yang setahunya anak yang tidak suka bergaul, dan hanya berteman dengan orang-orang tertentu baginya. Namun di foto tersebut Riko, tersenyum dengan lebarnya.
"apa mungkin itu temannya di sekolah waktu dia SMA ya?"batin Erlangga dengan kebingungannya.
"tapi bukannya, Riko enggak suka sosialisasi ya?"batin Erlangga kembali, namun dia pun segera mengenyahkan yang ada dalam pikirannya itu.
Hingga karena sibuk dengan pikiran dan batinnya, tanpa dia sadari jika dia sudah berada di lantai bawah tempat temannya yang lain berkumpul, salah satu temannya yang menyadarinya yaitu Ryo.
__ADS_1
"Oi er"ujar Ryo yang memanggil kepada Elangga.
Erlangga yang merasa jika di panggil, dia pun segera menoleh kepada orang yang memanggilnya yaitu Ryo.
dan tanpa banyak dia pun segera menghampiri temannya itu. Setelah menghampirinya, salah satu temannya yang lain pun ikut nimbrung
"jadi enggak ini, main basket?"ujar teman Erlangga yang ikut nimbrung
"jadi kok, yaudah kita tempat lapangannya aja langsung"jawab teman Erlangga yaitu kai sebagai yang tertua di dalam pertemanan
Lalu mereka pun menuju ke lapangan, namun tiba-tiba ada yang menyelutuk
"Riko gimana?"ujar Ryo yang secara tiba-tiba menyelutuk.
Hal itu pun membuat Erlangga berhenti dari langkahnya menuju ke lapangan dan dia pun mendongak kepada temannya Ryo yang nyelutuk barusan.
"Riko katanya enggak main, mau tidur aja, enggak enak badan "jawab kai kembali
"oooh, oke"jawab Ryo seadanya.
Lalu mereka pun segera menuju ke lapangan basket yang memang ada dalam rumah milik Riko.
__ADS_1
Namun sepertinya Elangga tidak menyadari jika dia dia melupakan seseorang yang sekarang sedang kelimpungan mencarinya.
"Abang kok tinggalin adek sendirian~"ujar seorang anak kecil yang baru bangun dari tidurnya yang nyenyak.