Adik Antagonis

Adik Antagonis
CHAPTER 20


__ADS_3

Di keesokan paginya di hari minggu mentari yang bersinar terang menyinari bumi dengan sinarnya, Hingga memasuki kamar seseorang anak kecil yang tidak lain adalah Elvano, namun ada yang berbeda. Dulunya Elvano yang akan tetap tertidur nyenyak hingga dibangunkan oleh keluarganya, malahan sekarang Elvano sudah bangun dengan sendirinya, tanpa di bangunkan oleh keluarga.


Ada alasan kenapa dia tiba-tiba bangun dengan sendirinya, Elvano akan merencanakan untuk pendekatan dengan Riko teman abangnya.


Yang tertulis di kertas perencanaan Elvano "Jika Riko yang dia lihat sebelumnya bukan Riko sahabatnya yang ia kenal, dia akan menganggapnya sebagai sebatas teman dari abangnya, dan supaya tidak dikecewakan oleh kenyataan maka dia akan berusaha untuk tidak menangis. Dan jika benar itu Riko sahabatnya maka ia akan mendekatinya dengan perlahan, dan di saat sudah dekat maka ia akan mengatakan kalau sebenarnya dirinya ini sahabat yang di kenal oleh Riko. Namun jika Riko tidak mengenalnya maka dia tidak akan segan-segan mengumumkan aib Riko yang hanya dia dan Riko tahu"


Elvano yang melihat isi kertasnya yang berisi perencanaannya itu mengangguk puas melihatnya.


"Bagus juga rencana gue ya"Ujar Elvano yang merasakan puas melihat rencananya.


Di saat Elvano masih asik dengan memandangi kertas rencananya itu, tiba-tiba pintu kamarnya dibuka oleh seseorang dan membuatnya panik dan segera saja dia menyembunyikan kertasnya itu ke dalam lemari kecil di samping tempat tidurnya.


Dan setelahnya dia pun duduk dengan manis di atas kasurnya itu, dan barulah pintunya sepenuhnya dibuka oleh Diana mamanya cantiknya.


Diana yang membuka pintu kamar anaknya itu terkejut melihat anaknya yang Biasa susah untuk dibangunkan namun sekarang dia terbangun dengan sendirinya untuk kedua kalinya.


Diana pun segera untuk menghampirinya dan duduk di pinggir kasur milik putranya itu.


"Adek sudah bangun, kok tumben biasanya kan dibangunin dulu baru bangun?"ujar Diana yang menjahili putra bungsunya itu.


Elvano yang awalnya percaya diri kalau mamanya akan memujinya namun ternyata mamanya tidak memujinya seperti biasanya.


Dia tercengang melihat mamanya yang tidak memujinya.


Diana yang melihat putranya yang berpikir kalau ia akan memujinya menahan tawanya untuk tidak keluar.


"Yaudah sekarang adek mandi dulu ya"ujar Diana kepada Elvano dan akan menggendongnya.


Elvano yang hanya diam tanpa menjawab, namun saat Diana akan menggendongnya, Elvano menghindar dan dia masih menunggu mamanya itu memujinya. Namun sekarang mamanya tidak peka. Dan dia ingin dirinya di puji seperti biasanya oleh mama cantiknya itu. Dan dia pun.

__ADS_1


"Mama, adek bangun sendri Lo"ujar Elvano kepada Diana, agar mamanya itu peka akan dirinya ingin dipuji. Namun yang dia dapatkan.


"Iya, mama lihat kok adek bangun sendri"jawab Diana, yang membuat Elvano tidak merasa puas.


"Mama, adek BANGUN sendri Lo ma, benaran"ujar elvano kembali, dan menekan kan kata bangun agar mamanya itu peka akan maunya sendri.


"iya, sayang mama tahu adek adek bangun sendri, berarti adek anak mama yang pintar"jawab Diana yang akhirnya memuji anaknya itu, agar anaknya tidak menangis. Dan segera untuk menggendong putra bungsunya itu untuk dimandikan.


Elvano yang akhirnya mendengar mamanya itu memujinya tersenyum dengan bangganya, sepertinya putra bungsu keluaga Anggantara ini sangat suka sekali dengan pujian.


Setelah dimandikan, dan dipakaikan pakaian akhirnya mereka pun keluar dari kamar dan segera untuk menuju ke ruang makan untuk sarapan bersama.


Sesampainya di ruang makan, Diana pun duduk di kursi yang bersebelahan dengan Erlangga. Elvano yang melihat Abangnya itu manggilnya apalagi sepertinya abangnya itu akan pergi keluar.


"Abang"panggil Elvano kepada Erlngga yang fokus pada handphonenya.


Erlangga yang dipanggil pun langsung menoleh dan melihat adeknya itu menatapnya dengan tatapan berbinar-binar dan senyuman yang sangat manis, dan itu membuat adeknya sangat imut. Dan membuat Erlangga ingin rasanya untuk memeluk adeknya.


Elvano yang ditanya pun langsung tanpa berpikir langsung merentangkan tangannya kepada abangnya untuk menggendongnya, Erlangga yang melihat adiknya itu menginginkan digendong olehnya, tentunya dengan senang hati menggendong adiknya itu, dan memangkunya di pahanya. Dan tanpa disadari oleh Erlangga jika kalau adiknya itu ada maksud tujuan tertentu.


"Abang suapin~"rengek Elvano kepada abangnya Erlangga.


Erlangga yang minta disuapin langsung menyuapin adiknya itu, dan dengan sabar menunggu adiknya menunggu makanan yang ada dalam mulutnya.


Hingga makanan adikya itu akhirnya habis.


Elvano yang merasakan kekenyangan langsung menyandarkan dirinya kepada abangnya yang masih memangkunya. dan mengelus perutnya yang buncit.


Lalu dia mendengarkan pembicaraan antara abangnya Erlangga dengan Erik papanya.

__ADS_1


"Pa, Abang ingin izin ke tempat teman Abang"ujar Elangga kepada Erik, dan dijawab Erik dengan anggukan.


Dan hal inilah yang ditunggu-tunggu oleh Elvano karena dia akan ikut dengan abangnya dan dia akan bertemu dengan Riko dan melancarkan rencana yang sudah susah payah dia susun.


"Abang~"panggil Elvano kepada Abangnya Erlangga.


Erlangga yang dipanggil adiknya langsung menunduk kepada adiknya yang masih duduk di pangkuannya.


"iya, kenapa dek"jawab Erlangga kepada adiknya itu.


"Adek ikut ya sama Abang ya?"


Erlangga yang mendengar adiknya ingin ikut tentunya bingung, dia masih mengingat kejadian yang melihat adiknya itu bertingkah aneh kepada temannya Riko, inginnya dia mengikutkan adiknya, namun dia tidak ingin adiknya menangis kembali jika dengan hanya melihat temannya Riko.


Dan saat dia ingin menolak keinginan adeknya itu, namun dia disuguhkan oleh puppy eyes milik adiknya itu, dan tanpa disadari olehnya itu membuat wajahnya merah, dan dia tidak tega untuk menolaknya.


Elvano yang melihat abangnya yang hanya diam langsung saja memaksa Abangnya itu agar dia ikut dengan Abangnya dan bisa melaksanakan rencananya. Lalu


"Abang kan janji sama adek, katanya Abang akan menuruti keinginan adek, masak adek enggak ikut enggak boleh si, Abang bohongin adek, adek marah sama Abang pokonya. hmm"desak Elvano kepada Elangga dan tak lupa dengan bersikap ngambek dengan tangan mungilnya yang melipat di dadanya dan pipinya mochinya yang ikut menggembung.


Elangga yang melihat adiknya ngambek sekaligus marah, tentunya panik. apalagi dia pernah menjanjikan adiknya dengan menuruti keinginan. Dan ini pun dia lakukan untuk adiknya sendiri.


Erlangga hanya bisa menghela napas karena sikap adiknya sendiri.


"Coba adek tanyain sama papa, kalau papa bolehin baru Abang ajak adek pergi sama Abang"ujar Erlangga kepada Elvano, dan berharap papanya itu tidak akan mengizinkan Elvano.


"Papa, adek boleh kan pergi sama Abang?"tanya Elvano kepada Erik.


"Boleh kok dek"jawab Erik kepada Elvano dengan santai. Dan tidak menyadari jika kalau Erlangga mengkode papanya itu untuk tidak mengijinkan adiknya itu.

__ADS_1


Namun, Erik malahan memperbolehkan Elvano untuk pergi bersamanya, dan hal itu pun membuat Erlangga berwajah suram, dan hanya bisa menghela napas melihat keputusan Erik.


Seharusnya dia juga menceritakan kejadian waktu itu kepada erik.


__ADS_2