
"Abang Kai adek kangen~"
entah kenapa Riko yang mendengar suaranya Elvano yang merengek membuatnya menatap teman adiknya itu. Apalagi sekarang melihat Elvano yang tiba-tiba memeluk kaki yang ada di depannya.
Kenapa tingkah lakunya mengingatkannya kepada sahabatnya, yang masih hilang hingga sekarang, dan dia pun masih tetap mencarinya hingga sekarang tanpa lelah, dia hanya berharap kalau sahabatnya itu baik-baik saja, tanpa memiliki luka apapun.
Namun yang dirinya harapkan ada di depan matanya, sahabatnya itu sendiri baik-baik saja, dan sekarang masih sibuk memeluk kai demi menyembunyikan wajahnya yang memerah, yang sudah dianggapnya sebagai abangnya sendiri.
Lalu kai pun segera menggendong Elvano, dan menghampiri semua temannya yang menatapnya dengan iri kepadanya.
Kai yang ditatap tentu saja tidak dapat menyembunyikan rasa senangnya, dan menatap mereka dengan senyuman yang mengejek apalagi Erlangga, abang kandung Elvano yang merasakan adiknya itu tidak adil kepadanya bagaimana bisa adiknya itu melakukannya ini terhadapnya dirinya. Dan Erlangga hanya dapat menghela napas, dia hanya berpikir kalau ini lebih baik daripada adiknya itu menangis dengan kenjer, dan akan membuatnya limpungan, dan akan meminta pulang.
Elangga pun lebih memilih mendekati Riko yang hanya diam dan sibuk dengan dunianya sendiri.
Lalu dia pun duduk di samping Riko, yang masih sibuk dengan kesendirian tanpa mau menoleh kepada dirinya.
"Rik"panggil Erlngga kepada Riko
Riko yang dipanggil tentunya menoleh, dan dia mendapati Erlangga yang duduk di sampingnya.
Riko hanya diam, dan menunggu Erlangga yang sepertnya ingin berbicara kepadanya.
__ADS_1
"Gini, Rik ini terkait adek gue yang tiba-tiba Meluk lo. Gue sebagai abangnya mau minta maaf sama Lo, dan gue pun enggak nyangka juga kenapa tiba-tiba adek gue kayak gitu. Gue mau nanyain sama adek gue tentang permasalahan kemarin tapi, ya Lo Taulah gue takut tiba-tiba adek gue nangis lagi, apalgi dia juga masih kecil"ujar Erlangga kepada Riko.
Riko yang mendengar perkataan Erlangga, baru pertama kali ini dia mendengar Erlangga berbicara dengan panjang lebarnya kepadanya, apalagi dirinya dengan Erlangga sendiri tidak terlalu dekat.
Riko yang mendengarnya hanya diam, dan itu membuat Erlangga gugup dan dapat dia rasakan keringat yang mulai keluar, dia merasa cemas jika kalau Riko tiba-tiba merasa kesal dengan sikap adiknya yang menurutnya tidak sopan, apalagi setahunya seorang Riko ini tidak suka diganggu. Apalagi seperti kemarin anak kecil yang tidak dikenalnya tiba-tiba memeluknya. Untung saja kalau dia tidak mendorong adiknya kemarin, itu pun dia sudah bersyukur.
Dibandingkan dengannya Riko ini lebih banyak diam, dan juga dia seorang laki-laki yang bisa dibilang kalem, dan juga seorang dewasa, dan hanya akan marah jika ada yang menganggunya, walaupun begitu Riko itu lebih muda darinya.
Rumornya dulunya Riko bukannya seseorang yang pendiam, namun ramah dan juga friendly kepada semua orang. Sejak sahabat satu-satunya yang selalu ada untuknya dan sudah di anggap sebagai adiknya sendri menghilang, dan hingga sampai sekarang tidak dapat ditemukan, apalagi penyebab sahabanya itu menghilang tidak diketahuinya.
"Ya"jawab Riko dengan pendeknya kepada Erlangga.
Erlangga yang mendengarnya saja hanya cengo, Riko itu anak yang hanya paling banyak 10 kata yang keluar setiap harinya dari mulutnya, jika kalau ada yang membuatnya dapat berbicara dengan panjang lebarnya itu hanya satu sahabatnya itu.
Riko yang mendengar Erlangga yang mendesaknya dia hanya menghela napas, Lalu
"Iya, gue maffin mungkin aja adek Lo itu punya seseorang yang dirindunya?, mungkin aja mirip dengan gue mungkin?"jawab Riko dengan ragu kepada Erlangga.
Erlangga yang mendapatkan maaf dari Riko akhirnya merasakan lega. Ya yang dilakukannya itu demi adiknya sendri bukan untuk siapa-siapa, dan hanya satu masalah yang harus dia tanyakan kepada adiknya itu. alasan kenapa adiknya itu tiba-tiba menangis.
sedangkan yang menjadi pembicaraan Erlangga dengan Riko, sekarang duduk di pangkuan Kai, Elvano yang sebelumnya pipinya memerah, sekarang sibuk dengan menatap tato yang dimikinya oleh kai di lengannya, apalgi kai melepaskan jaketnya dan hanya memakai kaos polos yang berwarna hitam, dan itu membuat tatonya semakin terlihat.
__ADS_1
"Wah, bang Kai punya tato. adek kalau besar juga pengen kayak bang Kai, tapi katanya kalau mau buat tato itu sakit ya bang?"tanya Elvano
Menurut Elvano mempunyai tato itu keren, dan akan membuat seseorang yang memilikinya akan memiliki kesan sangar dan semua orang akan segan ataupun takut.. Di kehidupan Elvano dulu, dia bermimpi ingin membuat tato, jika umurnya itu sudah legal, dia berencana akan mewujudkannya. Namun saat dia mengatakan mimpinya kepada Riko hal yang diinginkannya itu, bukannya dibolehin, tapi dilarang dengan keras oleh Riko. Elvano pun tidak terima dan akan tetap membuatnya di saat umurnya sudah besar.
Riko yang memang susah mengenal sahabatnya yang suka nekat, menakuti-nakuti sahabat bocilnya itu dengan mengatakan kalau ingin membuat tato itu bisa-bisa membuat kulit menjadi sakit dan membuatnya itu pun perlu memakai pisau yang membuat kulit akan mengeluarkan darah. sahabatnya bocilnya yang memang polos mendengar akan ucapannya langsung bergidik ngeri dan dia pun langsung percaya akan perkataan Riko, dan berjanji tidak akan melakukannya di masa depan.
"iya, ini pas awal Abang membuatnya memang sakit,walaupun sekarang enggak lagi. Soalnya kan Abang juga udah buatnya udah lama, tapi adek enggak boleh buat tato oke?"jawab Kai kepada Elvano dan sekaligus berpesan kepada Elvano untuk tidak membuatnya di saat sudah besar. Dan
Dia tidak rela jika Elvano yang seperti buntalan kapas dan apalagi memiliki kulit yang mulus membuat tato, dia tidak dapat membayangkannya.
"okey bang Kai"jawab Elvano dengan riang
Kai yang melihatnya Elvano yang menjawabnya dengan riang hanya terkekeh, dan mengelus rambut Elvano yang lembut saat dia menyentuhkannya.
Riko yang mendengar pembicaraan Elvano dengan Kai, dia mengingat dengan sahabatnya dulu yang juga ingin memiliki tato jika kalau sudah besar, dia yang saat itu mendengarnya tidak dapat menutupi kekagetan dan tidak dapat membayangkannya dan tidak akan rela jika sahabat itu tetap kekeuh ingin membuat tato.
dan dia langsung bersyukur memiliki sahabat yang mudah percaya dan apalagi masih berpikiran bocil. Saat mengatakan kalau pembuatan tato itu sangat sakit, perih dan hanya akan membuatnya terluka sampai mengeluarkan darah, dan akan membuatnya menangis. Saat mendengarnya pun sahabatnya langsung percaya, dan berjanji tidak akan membuat tato
Saat menoleh ke arah lain, dia tanpa sengaja melihat Elvano yang ternyata juga melihat, tatapannya itu membuatnya terpaku. Apalagi yang dilihatnya Elvano menatapnya dengan tatapan menyendu.
Dan Elvano langsung sadar, dan langsung menoleh saat Riko yang juga ternyata menatapnya.
__ADS_1
Entah kenapa Riko merasakan hatinya yang dulu hanya penuh dengan kehampaan maupun kekosongan saat menatap mata Elvano, dia merasakan kehangatan dan perasaan yang saat dia rindukan.
" Ada apa dengan gue ya"batin Riko yang kembali merasakan kedekatannya dengan sahabatnya yang dulu.