
Akhirnya di makan malam di keluarga Anggantara selesai, dan keluarga Anggantara dan tamu yang datang mulai saling berbincang-bincang di ruang tamu, hingga ke inti permasalahan.
Di ruang tamu sendiri hanyalah keheningan yang terjadi tidak ada yang memulai pembicaraan. Lalu
"sepertinya kalian sudah mendengar, apa yang sudah terjadi dengan putri saya, tapi maaf saja itu hal yang tidak dapat di maafkan"ujar Erik dengan tegas yang memulai pembicaraan, sedangkan di pihak dari keluarga Demian, dan Demian sendri pun saat mendengar suara tegas Erik merasa tegang dengan ucapannya.
"sebelumnya kami minta maaf tuan Erik, apa yang sudah terjadi dengan putri anda, kami juga ikut merasa sedih atas yang menimpa Celline"jawab pihak papanya Demian.
"Sepertinya kalian tidak tahu, kalau anak kalian Demian, tunangan dari putri saya sendiri sudah berani-beraninya menampar putri saya, hingga membuatnya sampai masuk rumah sakit"ujar Erik dengan tegas dan menekan setiap kata-kata, dan matanya yang berkilat marah.
Dari perkataan Erik membuat suasana sekitar menjadi panas dan mencekam dan Celline yang mendengar Erik yang mengatakan kebenarannya hanya terdiam. Dia merasakan sakit hati dengan Demian karena membohongi orang tuanya sendiri.
Sedangkan Demian, yang mendengar perkataan Erik. Terdiam kaku, dan membuatnya mengeluarkan keringat dingin.
orang tua Demian yang mendengarnya tentunya merasakan perasaan terkejut yang tidak dapat mereka bayangkan, mereka memang mendengar bahwa Celline memasuki rumah sakit, tetapi tidak tahu bahwa yang menjadi penyebabnya adalah putra mereka sendri, Demian.
"Dan satu hal lagi yang harus Anda tahu bahwa, putra kalian di saat status masih menjadi tunangan putri saya, tapi dia tetap berpacaran dengan perempuan yang tidak jelas asal-usulnya, dan karena hanya perempuan itu membuatnya mau bersikap pengecut dengan menampar putri saya"ujar Erik lagi dengan nada yang mengancam dan datar.
Hal itu pun membuat kedua orang tua Erik kembali bertambah terkejut, karena pernyataan Erik kembali mereka tidak menyangka bahwa putra mereka sendiri dapat melakukannya.
Erik yang melihat rasa terkejutnya dari rekan bisnisnya hanya dapat menghela napas.
__ADS_1
Dia tahu bagaimana pernyataannya yang tiba-tiba, namun dia tetap akan memberi pelajaran kepada tunangan putri sendiri, walaupun hal itu melibatkan orang tua dari tunangan putrinya sendiri.
Demian yang mendengarnya kembali pun hanya dapat menunduk dan terdiam kaku. dengan tangan yang bergetar dan keluar keringat dingin.
Berbeda dengan semua orang yang merasakan suasana yang panas dan mencekam. Elvano yang berada di pangkuan Diana, menatap dengan mata yang penuh berbinar-binar, dia yang sejak tadi hanya diam merasakan bahwa yang terlihat di depannya seperti melihat tayangan drama yang biasanya hanya dapat dilihat lewat televisi, namun sekarang dia dapat melihatnya secara langsung di depannya matanya sendiri.
Elvano yang melihat Demian yang terdiam kaku dan menunduk mendengar perkataan Erik, membuatnya ingin rasanya meledek Demian.
"rasain tu, makanya jangan macam-macam dengan kakak kesayangannya gue"batin Elvano yang merasa puas akan keterdiaman Demian.
Kedua orang tua Demian yang mendapatkan berita mengejutkan ini tentunya rasanya ingin menenggelamkan diri mereka, bagaimana tidak, mereka yang awalnya ingin berbicara santai dengan keluarga Anggantara, tapi malahan akan mendapatkan rasa malu, karena perbuatan putranya sendiri.
"Demian bisakah kau jelaskan semua ini"tanya sang papa Demian dengan suara yang terasa mencekam.
Entahlah, dia hanya dapat menunduk dan tidak memiliki wajah di hadapan keluarga Anggantara, apalagi Celline yang pernah dia sakiti selama ini.
"iya pa"jawab Demian dengan suara yang lirih.
kedua orang tua Demian yang mendengar perkataan Demian yang membenarkan semuanya tidak dapat menahan rasa terkejutnya, malu dan tentunya rasa bersalah, bagaimana bisa putranya itu seolah buta karena hanya perempuan lain. Membuatnya menampar, dan menyakiti Celline seorang tunangan dirinya sendri.
Celine yang hanya diam sejak tadi, tidak dapat menahan rasa perih dihatinya saat mengingat kembali rasa sakit secara fisik maupun mental yang sudah diberikan oleh Demian kepadanya.
__ADS_1
Ingin rasanya dia menangis, dirinya tidak kuat mengalami semua hal yang sudah terjadi kepadanya. Dan rasanya sudah cukup dia sudah berusaha mendapatkan cintanya Demian, Dirinya juga ingin merasakan kebahagiaan walaupun tanpa dengan orang yang dicintainya.
Elvano yang melihat kakaknya yang hanya diam dengan muka datarnya mengetahui apa yang dirasakan oleh kakak, jadi dia meminta mamanya untuk menurunkannya. Dan Diana yang melihat anaknya yang ingin turun segera untuk menurunkan.
Setelah diturunkan oleh Diana, Elvano berjalan pelan menghampiri Celline yang sepertinya tidak menyadari akan keberadaannya, lalu dia menarik pakaian yang dipakai oleh kakaknya itu.
Celline yang merasakan tarikan pada pakaian segera melihatnya dan menemukan adik kesayangannya, Elvano yang sedang merentangkan kedua tangannya yang meminta digendong oleh nya. Celline yang melihat nya pun tersenyum dan segera menggendong adik imutnya itu, dan memangkunya sambil memeluk adiknya agar tidak jatuh.
Setelahnya Elvano memegang tangan kakaknya yang melingkar di pinggangnya, dan menatap kakaknya itu.
"Kakak"ujar Elvano yang memanggil Celline
Celine yang dipanggil, tentunya menoleh dan dia melihat adiknya yang menatapnya dengan dalam, sambil memegang tangannya yang memeluk adiknya itu, dengan tangan mungil milik adiknya.
"kakak, jangan nangis ya?, adek disini sama kakak"ujar lembut Elvano dengan suara yang lirih, sambil menghapus setetes air mata yang keluar dari matanya dengan tangan mungil adik tersayang nya.
Celine saat di hapus air matanya yang keluar oleh adiknya itu. Tidak menyadari bahwa air matanya tiba-tiba keluar, dirinya terpaku dengan perlakuan adiknya, dan tidak dapat menutupi rasa terharunya kepada adiknya itu. dia tidak menyangka bahwa adiknya itu seolah-olah mengetahui bagaimana perasaan dari lubuk dalam di hatinya.
"Celline"ujar Erik yang memanggil Celline. Membuat Celline tersadar, dan semua tatapan tertuju kepadanya, termasuk Demian yang awalnya hanya menundukkan kepalanya sekarang dia juga ikut menatap kepadanya.
"Jadi, apa keputusanmu?, semuanya berada ditangan kamu"ujar Erik kembali.
__ADS_1
Celline yang di minta untuk mengatakannya tidak dapat menahan rasa kegugupannya dan rasanya kedua telapak tangannya dipenuhi oleh keringat, namun dia dapat merasakan tangan mungil yang menggenggam tangannya, Dan saat menoleh dia mendapatkan lagi-lagi tatapan adiknya, yang juga menganggukkan kepalanya untuk menyakinkan dirinya, dan hal itu pun membuatnya merasakan kekuatan dari adiknya itu.
"maaf, om, Tante, dan Demian Celline ingin memutuskan pertunangan Celline dengan Demian"