
Di siang hari yang cerah, terdapat seorang remaja anak laki-laki yang berpakaian dengan serba hitam, dengan pakaian hodie hitam dengan celana hitam hingga lututnya, dan memakai topi hitam yang menutupi wajahnya tersebut.
Anak remaja itu sedang berada di halaman pekarangan rumah yang sederhana. Dari luar tampak rumah itu terlihat kosong dan seperti tidak ada yang menghuni, remaja itu tampak berdiri di depan rumah tersebut, dan sambil memandangi rumah yang ada di hadapannya.
Lalu setelah memandanginya, dia pun memasuki rumah kosong tersebut, namun saat dimasuki, rumah tersebut tidak seperti rumah kosong yang nampak dari luar rumah. Namun rumah itu seperti tetap dihuni, dan rapi seolah-olah setiap harinya dibersihkan oleh seseorang.
Anak remaja itu pun mulai berjalan menuju ke sebuah ruang, dan setelah sampai ternyata anak remaja laki-laki itu memasuki ruang kamar tidur, dan duduk di atas tempat tidur tersebut, dan mengusap permukaan atas tempat tidur yang terasa dingin saat dia menyentuhnya, yang mengatakan jika pemilik dari kamar ini tidak pernah memakai tempat tidur tersebut.
Anak remaja itu pun berbaring di tempat tidur tersebut, dan hanya memandangi langit-langit kamar dengan kosong dan tanpa disadari olehnya tiba-tiba, setetes air mata keluar dari matanya, hingga menjadi Isak tangisan, tangisan yang merindukan akan kepada seseorang, dirinya hanya menangis, tanpa ingin meredakan tangisan, dan hingga dia pun merasa lelah, dan membuat anak remaja itu pun dengan perlahan menutup matanya menuju ke alam mimpi, dengan bekas air mata yang masih basah, dan di sisa sadarnya dia mengucap nama seseorang dengan lirih
"Erland"
...****************...
Di lain tempat, di suatu kamar, terdapat sang abang dan adik kecil yang tertidur dengan nyenyaknya, namun sepertinya dari pihak si adik tiba-tiba terusik dalam tidurnya, dan hal itu pun membuat dia terbangun. Adik kecil itu pun terduduk di atas tempat tidurnya, dan hanya berdiam diri di atas tempat tidur tanpa melakukan apapun, namun dia tidak sadar jika ada setetes air mata yang keluar dari matanya.
Saat mengetahui jika dia menangis, adik kecil itu hanya diam, dan teringat kembali mimpi yang di alaminya. Seolah-olah dia melihat secara sekilas di rumahnya terdapat seseorang yang dia kenali seperti sosok sahabatnya yang menangis dan sambil memanggilnya dengan namanya dulu.
"bang Riko, Erland kangen juga~"lirih Elvano dengan suara pelan, perasaan rindu yang memuncak kepada riko.
Ya adik kecil itu merupakan Elvano yang mengalami mimpi jika sahabatnya Riko memanggilnya, dan Elvano yang secara tiba-tiba memanggil Riko sahabatnya dengan spontan menyebutkan Riko dengan panggilan Abang, sebab bagi Elvano di kehidupannya dulu Riko merupakan sosok dewasa yang selalu ada untuk Elvano, baginya Riko itu tempatnya untuk berkeluh kesah, dan selalu memberikannya kasih sayang seorang Abang kepada adiknya. Kasih sayang yang tidak pernah dirasakannya oleh Elvano sejak dulu. membuat Elvano memanggilnya dengan sebutan Abang di saat tertentu. Apalagi di kehidupannya yang dulu Riko selalu menjaganya dari berbagai gangguan, Dan bagi Elvano Riko itu dulunya sosok keren dimatanya.
__ADS_1
Tidak ingin berlarut dalam kesedihannya Elvano pun menghapus air mata yang mulai menempel di pipi mochinya, dan dengan tekad bulatnya dia akan membuat Riko percaya kepadanya.
"bagaimana pun caranya gue harus ketemu sama Riko, Abang Riko tunggu Erland"batin Elvano dengan tekad bulatnya.
Lalu setelahnya Elvano pun entah kenapa dia memandang Erlangga, abangnya yang masih tertidur di sampingnya dengan nyenyak, dan secara tiba-tiba, dia tanpa berkata langsung menjatuhkan badannya kepada Erlangga yang masih tertidur. Dan tiba-tiba
Erlangga yang sebelumnya tertidur dengan nyenyaknya, tentunya terbangun secara tiba-tiba, dan merasakan sakit di di atas badannya, dan Saat dilihat, dia melihat adiknya yang sudah berada di atas badannya.
Yang awalnya ingin marah, namun itu tidak terjadi, karena Erlangga tentunya tidak akan bisa marah dengan adik imutnya ini yang sekarang bukan minta maaf, tapi menatap kepada Abangnya itu dengan pandangan tidak bersalah. Dan hanya sibuk memeluk Erlangga dengan erat.
"Abang, adek sayaaaanggg sangat sama abang~"ujar Elvano dengan suara riang kepada Erlangga
"pikirin Riko nanti aja, sekarang kan gue juga ada Abang juga sekarang, walaupun orangnya ngeselin sih"batin Elvano dengan mempertahankan acara pelukannya dengan Erlangga.
"iya, abang juga sayang sama adek"jawab Erlangga seadanya kepada Elvano.
Namun sepertinya Elvano tidak puas dengan jawaban abangnya itu, dan dia pun bangkit dari acara pelukannya dengan Abangnya itu. Dan, secara tiba-tiba dia tidak menoleh lagi kepada Erlangga, dengan memasang wajah cemberut, dan tak lupa dengan tangan mungilnya yang melipat di dadanya.
Erlangga yang sebelumnya berbaring, dia pun mendudukkan badannya dan menatap bingung kepada adiknya yang ngambek, bukannya tadi adeknya mengucapkan sayang kepadanya, kenapa sekarang ngambek ya.
"adek gue kenapa ya?, bingung gue sama tingkah ajaibnya, gini ni kalau punya adik umurnya lebih muda dari abangnya sendiri, nasib punya adek yang jauh lebih muda. Tapi enggak pa-pa deh, tetap sayang deh sama bocil satu ini"batin Erlngga yang bingung dan pusing dengan tingkah laku adiknya itu yang selalu berubah
__ADS_1
Elvano yang melihat abangnya yang hanya diam pun mulai merasa kesal. Kenapa abangnya ini enggak peka sama dia.
"Abang kok gitu sih?, Abang masa enggak paham"ujar Elvano dengan suara yang kesal kepada abangnya Erlangga.
"adek kan tadi bilang sayaaaanggg sama Abang, terus kok Abang cuman bilang sayang aja"ujar Elvano dan tak lupa saat mengucapkan sayangnya dengan merentangkan kedua tangan mungilnya dengan lebarnya.
"cuman itu aja?"batin Erlangga yang menderita, dengan sikap luar biasa adiknya itu.
Erlangga yang bisa dia lakukan pun hanya bisa menghela napas, entah kenapa dia merasa lelah dengan tingkah ajaib adiknya itu, dan entah kenapa adik bocilnya ini mirip dengan perempuan yang sedang pms, apalagi jika tidak peka adiknya itu akan merasa kesal, ngambek dan marah-marah kepadanya.
"enggak pa-pa, er Lo pasti bisa, jadiin aja ini simulasi pas Lo hadapi cewek yang pms"
batin Elangga yang menyemangati dirinya sendiri. Kalau Elvano mendengar, dipastikan adiknya itu akan bertambah marah dan ngambek.
"iya, Abang sayaaaanggg sangat sama adik imut Abang ini"ujar Erlangga dan tak lupa juga ikut meniru cara adiknya merentangkan kedua tangannya hingga lebarnya, agar adiknya itu tidak marah lagi kepadanya.
Elvano yang melihatnya pun tersenyum hingga membuatnya tertawa, dan dia pun secara tiba-tiba memeluk abangnya itu dengan erat.
"adek juga sayaaaanggg sangat sama Abang"ujar Elvano kembali yang suaranya yang terendam dengan pakaian milik Erlangga, entah kenapa saat mengucapkan dia merasa malu saat mengatakannya.
Erlangga yang melihat adiknya yang malu-malu pun hanya terkekeh, dan tak lupa juga membalas pelukan dari adiknya itu.
__ADS_1
Walaupun merasa lelah dengan tingkah ajaib adiknya, namun dia juga merasa senang melihat segala tingkah lucu yang dimilik adiknya itu, dan tentunya dia juga merasa bersyukur dengan keberadaan adik tersayang nya ini